Kejujuran vs kebohongan

Liswanti Pertiwi | Kamis, Januari 12, 2012 | |
     Jakarta, Apa seh sebenarnya yang kamu tahu tentang arti sebuah kejujuran ?, pasti semuanya bilang kejujuran itu adalah berkata benar, apa adanya, dan tidak di besar - besarkan. Aha ada satu lagi neh kayaknya yang tidak boleh terlewatkan "biarlah hati yang bicara", karena isi hati itu tidak bisa berbohong. Dan sebagian orang pasti berkata seperti itu termasuk diri saya sendiri, tapi apakah sebuah kejujuran itu dapat berubah jadi sebuah kepalsuan ? atau menjadi sebuah keserakahan ?, tapi semua itu kembali ke diri kita sendiri, bagaimana mengungkapkan sebuah perasaan pada seseorang, dia akan percaya dengan kejujuran kita atau sebaliknya apa yang kita bicarakan ditanggapi palsu atau bohong besar.
     Kadang kita sebagai manusia tidak pernah tahu apa yang terucap atau diucapkan dan di dengar itu adalah sebuah kata - kata yang jujur, karena hanya diri kita sendiri dan Tuhan sebagai pencipta alam semesta yang mengetahuinya.
     Dalam kehidupan nyata saat ini orang lebih banyak bersandiwara, mengobral janji dan tentu saja sebuah kejujuran dipertaruhkan. Contohnya saja untuk menjadi seorang yang berkuasa dan meraih dukungan rakyat banyak, mereka akan melakukan sebuah kampanye hebat, dengan janji - janji demi kemajuan masa depan yang lebih baik, semua demi kesejahteraan rakyat dan mungkin masih banyak lagi obralan yang keluar dari mulut serta di ucapkannya dengan lantang, pertanyaannya adalah apakah hal seperti itu benar atau tidak, mereka berkata jujur ataukah hanya kebohongan demi menarik pendukung yang lebih banyak. Tapi kenyataannya setelah mereka terpilih dan keinginan untuk menduduki sebuah jabatan itu terkabul, semua janji melayang pergi, ada yang terlaksana ada pula hanya omong kosong. Terus yang menderita siapa ?, tentu saja "rakyat" dan kebanyakan orang kecil yang tidak memiliki pendidikan yang cukup yang menjadi korban sebuah janji, yang entah itu kejujuran vs kebohongan.
     Selain contoh itu ada lagi dalam kehidupan keluarga,maupun kehidupan sekolah, contoh kecilnya saja seorang siswa terlambat datang ke sekolah, pasti Guru pun akan menanyakan "kenapa kamu terlamba ?", pasti ucapan dia sudah terbaca dengan baik, macetlah, inilah itulah, terkadang semua perkataan yang di percaya maupun tidak, dan mereka jujur ataukah bohong.
Dan berbagai contoh tadi hanya sebagian contoh kecil saja, dan kapan sebenarnya sebuah kebohongan itu akan terucap.
  1. Saat seseorang sedang terpojok dalam sebuah permasalahan, pasti mereka memilih untuk berkata bohong untuk menyelamatkan diri mereka sendiri.
  2. Saat orang terdesak akan sesuatu.
  3. Saat seseorang membutuhkan sebuah bantuan besar.
  4. Saat seseorang menginginkan sebuah kekuasaan.
     Dari beberapa hal tadi mungkin 25% sebuah kejujuran itu terucap, terus hal apa saja sebuah kejujuran itu terlihat dan terucap :

  1. Saat orang sedang berdoa dan beribadah.
  2. Seseorang itu memiliki jiwa yang jujur dan memiliki rasa takut pada Tuhan.
  3. Saat dalam keadaan tenang.
  4. Orang itu benar dan tidak takut dengan ancaman apapun.
     Beberapa hal tadi hanya sebagian kecil saja, karena saya yakin di dunia ini masih banyak orang jujur yang akan membawa kebenaran dan keadilan.

     Sebenarnya sebuah kebohongan itu terjadi dari sebuah kebiasaan atau lingkungan pergaulan, sekarang ini siapa seh yang tidak ingin disebut orang gaul atau orang paling tahu banyak tentang kehidupan ?, ada - ada saja perilaku yang mulai berubah, saat seseorang itu awalnya adalah orang yang jujur akibat salah lingkungan pergaulan menjadi orang yang pembangkang dan suka berbohong. Dan yang pasti semua kembali ke diri kita sendiri, biarpun kita salah lingkungan pergaulan, apabila watak dan perilakunya kuat pasti tidak akan terpengaruh oleh hal negatif yang dapat menghancurkan citra baik diri sendiri.
     Nah tentu saja untuk menjaga diri kita selalu berkata jujur dan berperilaku baik, sehingga terhindar dari sifat kebohongan tentu saja kita harus selalu mendekatkan diri kepada Tuhan, senantiasa berdzikir, serta peranan orang tua dalam menjaga pergaulan anak-anaknya, supaya anak - anak yang tumbuh dengan lingkungan kejujuran akan membawa negara ini menjadi lebih maju dan kehidupannya pun damai.
     Dan apapun itu kebohongan hendaknya kta berantas hingga ke akar - akarnya, termasuk para koruptor yang hanya membawa penderitaan.
      Yuk kita bersama-sama hidup dalam dunia kejujuran, untuk menjadikan dunia yang lebih indah.

4 komentar:

Terima kasih atas kunjungannya ya. Saya senang deh kalau kalian mau tinggalkan komentar, bisa bikin saya happy dan semangat nulisnya. Tapi, mohon maaf ya, untuk tidak meninggalkan link hidup. Terima Kasih. Salam hangat dari Pena Cinta Liswanti.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...