Potret Kehidupan

Liswanti Pertiwi | Kamis, Januari 19, 2012 | |
     Disetiap kehidupan ini, apa yang kau cari, kebahagiaan, cinta, harta, atau persahabatan, pasti semua hal tadi yang paling di inginkan pada diri manusia di bumi.
    Siapa seh yang tidak menginginkan kebahagiaan di dunia, memiliki keluarga yang lengkap, harta yang berlimpah, karir yang bagus, semua orang pasti mempunyai keinginan yang besar untuk hal seperti itu, tapi terkadang masih banyak yang belum mau bersyukur atas apa yang mereka dapatkan saat ini, malah di bilang rakus karena adanya rasa tidak puas. Seperti halnya saat ini potret kehidupan di negara kita terlihat jelas, dengan banyaknya para koruptor yang hanya haus akan kekuasaan dan harta, mereka lebih memilih mengenyampingkan nurani mereka sebagai manusia, dan kemiskinan pun melanda dampak dari ulah koruptor.
    Uang...uang...dan uang, karena kata inilah yang membuat manusia semakin kerasukkan, tak cukupkah dengan apa yang kita dapat, tanpa harus mengorbankan banyak orang. Hati terasa lelah apabila melihat di depan TV apa yang terjadi pada kehidupan ini, sungguh ironis memang kita melihatnya, saat hati nurani telah di butakan.
    Disaat yang sama dari potret kehidupan lainnya di jalanan, didaerah-daerah terpencil masih banyak kok orang-orang yang kelaparan, bisakah sedikit saja mereka melihatnya, bukannya yang di atas menginginkan kemewahan, "bikin toilet aja sampe miliaran.....cape deh", meningan uangnya disalurin kedaerah terpencil, atau yang lebih berhak menerimanya, anak yatim, fakir miskin masih banyak kok, hingga gak ada lagi kata "kelaparan" di kehidupan kita.
    Selain itu potret kehidupan yang paling membuat hati jadi nangis, adalah saat kedamaian sudah hilang dalam kehidupan, kerusuhan, perang saudara, tawuran anak sekolah, saling bunuh antara saudara, sungguh ini sangat mengerikan dan semakin tak kuat melihatnya. Kenapa amarah itu semakin merasuk ?
     Padahal kehidupan ini indah kalau kedamaian itu mengakar dalam jiwa-jiwa kita. Hidup pasti akan terasa sangat bahagia, dimana kita bisa saling gotong royong, tolong menolong, persaudaraan pun akan melekat kuat dalam diri kita, sehingga tak ada lagi kata "musuh" dalam kehidupan kita.
     Memang itu adalah sebagian potret kehidupan yang sering kita lihat dan dengar setiap hari, meski terasa sangat menyesakkan hati. 
"Merenungkan segala perbuatan kita dalam kehidupan adalah hal yang paling baik, apakah kita sudah menjadi orang yang baik atau belum. Dan janganlah sekali-kali menyalahkan atau mencela orang lain, karena belum tentu kita adalah manusia sempurna, juga karena kita adalah manusia yang masih banyak kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Kesempurnaan itu adalah milik sang pencipta, dan dekatkanlah diri kita kepada-Nya supaya jalan kehidupan kita menjadi lebih baik dan indah".

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih atas kunjungannya ya. Saya senang deh kalau kalian mau tinggalkan komentar, bisa bikin saya happy dan semangat nulisnya. Tapi, mohon maaf ya, untuk tidak meninggalkan link hidup. Terima Kasih. Salam hangat dari Pena Cinta Liswanti.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...