Air Mata Anakku

Liswanti Pertiwi | Jumat, Mei 24, 2013 | | |
Entah apa yang sedang aku rasakan saat ini, selalu ingin menangis melihat wajah-wajah mungil kedua anakku"Lydiasari Chantika" dan "Dimas Nurjamil".
Ya...yang aku rasakan ini adalah sebuah "?" tanya.

"Apakah aku sudah menjadi ibu yang baik buat mereka ?"
"Apakah aku sudah membuat mereka bahagia?"

Terkadang rasa penyesalan itu datang terlambat, "kenapa?", karena aku sudah memarahi c kakak "Chantika" yang bermain keluar tanpa sepengetahuanku, bukan tanpa alasan aku marah, aku takut anakku jatuh, atau ah...udahlah ngeri buat ngungkapinnya, mungkin ini ketakutan dari seorang Ibu akan anaknya. Takut anaknya celaka dan apapun itu setiap orang tua pasti punya perasaan khawatir. Tapi satu hal, memarahi anak tetap saja salah, karena Chantika itu sedang dalam masa pertumbuhan, ya aku sangat menyesal dan bertambah menyesal ketika air matanya jatuh, sungguh itu membuat hati terasa sakit, dan satu hal yang selalu aku dan anakku lakukan untuk mengobatinya "berpelukkan, menangis bersama, saling maaf-maafan, dan kembali tersenyum" dan semoga akan selalu sedekat itu sampai kapan pun. Tidak lupa saat nanti dia sudah mengerti hal seperti itu, nasehat yang diberikan bisa diterima dengan baik


Keceriaan di dalam potret di atas yang selalu membuatku dan Ayahnya tersenyum bahagia, hemmm masih ingat saat mengambil potret ini, dia bermain di atas keranjang baju, sambil membawa bando favoritnya, dan dia berkata "Mama...tth otoin" maksudnya fotoin, maklum bicaranya masih sedikit ngegemesin...di antara mengerti dan tidak, ya gimana kita sendiri harus lebih paham apa yang dia bicarakan dan ungkapkan. 

Nah saat itu dia juga mengungkapkan keinginannya "Mah...teteh aun ya mah, hore-hore, otong ueh", sepintas aku langsung mengerti apa yang dia maksud, dari dia mulai memperagakan dan loncat-loncat serta nyanyi, yup...keinginan dia dihari ulang tahunnya yang ke 3 Oktober nanti di rayakan. Hemmmmm...

Harus pikir-pikir, bukannya aku tidak mau merayakannya, tapi aku ingin memberikan satu pelajaran, bahwa ulang tahun itu kurang sekali bahkan tidak ada manfaatnya, hanya pesta dan menghambur-hamburkan uang, mending saat punya uang, kita itu berbagi, bahkan semuanya  akan jauh lebih bermakna. Air mata anakku itu kembali jatuh saat keinginannya tidak akan terpenuhi, untung saja c Ayah pulang dan apa yang dia ingin pun terlupakan, maklum anak kecil cepat lupa dan cepat ingat pula. Hemmm........

Masih teringat beberapa minggu lalu, Ayahnya sedang piket, aku terbangun kemudian shalat tahajud, aku kira dia tidak tahu saat aku sedang berdoa dan menangis, tiba-tiba aku dikejutan oleh tangan yang mengusap air mataku, "Subhanallah" ungkapku saat aku melihat putriku didepan tersenyum sambil terus mengusap air mataku, dengan polosnya dia berkata "Angis Mama angan, teteh ayang mama" sambil memelukku, sungguh terasa begitu hangat dan damainya pelukkan putriku, dan tanpa aku saadari ternyata dia meneteskan air mata yang jatuh ketanganku, seakan dia ingin mengungkapkan tidak mau melihat Ibunya menangis, andai dia sudah mengerti bahwa Ibunya sedang berdoa. 

"Untukmu nak...apapun Mama lakukan"
"Mama selalu ingin kamu bahagia, jangan menangis ya, tetaplah sehat dan kuat, panjang umur selalu putriku"



Melihat potret ini putriku terlihat udah gede banget.
Yup...karena ingin baju bola ini dia menangis terus menerus, padahal baju bolanya sudah seabrek, memang putriku ini sedikit tomboy, "jadi inget diri sendiri dulu...:-) "
Akhirnya keinginan chantika pun aku dan Ayahnya wujudkan, itu baju akhir cerita dibeli juga, entah jadi berapa sekarang baju bola, belum yang di kampung juga ada.



Ini dia jagoanku yang paling ganteng, "ups ayahnya juga ganteng dech (menurut istrinya yang tercinta hehehe)", dia sech paling sering nangis, maklum masih usia 6 bulan akhir bulan nanti, "aihhh...sumpah mama jatuh cinta dan sayang kamu nak", saat menunggu kelahirannya tangisan terus jatuh di pipi, saat dia lahir diantara ketakutan, bertahan hidup atau tidak, sungguh hati merasa terluka.

Kini saat dia tumbuh dengan baik, menangis sedikit pun, aku tidak tega, aku akan selalu sigap mengambilnya, entah saat dia menangis karena lapar maupun celananya basah.

Satu hal yang akan selalu membuat semua orang tua tersenyum selebar-lebarnya...ahhhhh..."melihat putra dan putrinya tumbuh dengan baik dan ceria".

"bobo yuk nak sudah malam...ngeblognya besok kita lanjutin"

Dimalam ini hujan tidak turun sayangku ....
Hanya ada suara keheningan dan air yang mengalir di sebuah kolam ikan
Cicak pun tidak ada didinding
Biar malam ini hanya doa tidur yang dibacakan
Apalagi yang kau pinta...
Donggeng sebelum tidur ?
Oh tidak sayangku
Hanya doa untukmu, adik dan kita semua
Selalu sehat dan bahagia
Kecupan Mama dan Papa yang akan mengantarkanmu tidur
Hingga esok pagi kalian terbangun dengan ceria...





4 komentar:

  1. Ikut mengaminkan doanya Mba. Semoga apa yang menjadi harapan dan cita-cita dapat terlaksana dengan lancar. Semoga Lydia dan Dimas menjadi anak-anak yang sholeh dan dapat berbakti kepada kedua orang tuanya.

    Sukses selalu
    Salam,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin makasih Ejawantah
      Sukses juga dan salam kenal

      Hapus
  2. aamiin... semoga menjadi putri yg membahagiakan mamah ya, nak. :)

    #CelotehDamae

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya amin damae......salam kenal ya

      Hapus

Terima kasih atas kunjungannya ya. Saya senang deh kalau kalian mau tinggalkan komentar, bisa bikin saya happy dan semangat nulisnya. Tapi, mohon maaf ya, untuk tidak meninggalkan link hidup. Terima Kasih. Salam hangat dari Pena Cinta Liswanti.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...