ASI dan Kehidupan Sang Bayi

Liswanti Pertiwi | Selasa, Juli 30, 2013 | |




Gambar diatas adalah bayiku ketika lahir, tentunya putra keduaku yang lahir 30 nopember tahun lalu, disini saya ingin sedikit berbagi pengalaman, mengingat sahabat – sahabat saya melahirkan dengan kondisi yang sama dengan bayi saya dulu.

Awalnya saya tidak merasakan apa-apa, karena setiap bulan melakukan USG kondisi janin dalam keadaan sehat, tidak ada yang mengkhawatirkan, kecuali saat usia kandungan 7 bulan ada penyumbatan dalam plasenta, yang mengakibatkan asupan makanan maupun vitamin tidak tersalurkan semuanya kepada janin…lalu larinya kemana? Saya pun tidak tahu.

Bayi saya dilahirkan di usia 38 minggu, waktu yang baik memang, ga ada masalah apa pun, karena itu sudah 9 bulan. Dokter pun bilang bayi sudah bisa dilahirkan, saya memang mengambil cara operasi ceasar, mengingat kondisiku tidak memungkinkan untuk melahirkan normal, seperti kelahiran anak pertama, yang kedua ini tidak ada pembukaan sama sekali.

Bayi saya lahir tepat jam 9 pagi, awalnya saya lihat dia dalam kondisi baik saat lahir, menangis dengan kuat, tidak ada cacat fisik, semuanya normal. Yang disayangkan saya tidak bisa melakukan IMD (Inisiasi Menyusui Dini), dimana bayi didekapkan kedada ibu untuk disusui, mengingat hal itu saya sedikit sedih, tapi saya menerimanya dengan baik, karena kondisi pun tak memungkinkan melihat saya masih dioperasi.


Ketika operasi selesai, barulah saya tahu ada yang salah dengan kondisi bayi saya, entah apa itu istilahnya yang pasti paru-paru dan jantung bayi saya belum kuat, sehingga dia harus dimasukkan kedalam incubator untuk menyelamatkan nyawanya.

Selang beberapa jam bayi saya kondisinya belum juga membaik, hanya kabar buruk yang saya dengar, dia harus dirawat di NICU (Neonatal Intensive Care Unit) semacam ICU khusus anak, berhubung penuh, akhirnya pasrah dengan perawatan yang ada. Bayi saya pun di infuse dan di oksigen, mungkin saat seperti ini menangis pun percuma tidak akan menghasilkan apa-apa, yang bisa saya lakukan hanya berdoa untuk bayi saya, dia hidup.

Dan itu yang juga terjadi pada beberapa sahabat saya, yang kini sedang berjuang demi kesembuhan bayinya.

                “Semangat teman…kalian bisa…yakinlah akan doa seorang Ibu”

Dihari kedua barulah saya bisa memberikan ASI, biarpun saya harus memompanya, mengingat kondisi bayi belum bisa dikeluarkan dari incubator, disini saya sangat menolak dengan nama SUFOR (susu formula), apalagi dengan kondisi bayi seperti ini harus banyak minum, dan ASI itu sangat baik, saya yakin malah sangat percaya diri bisa memproduksi ASI banyak sekali.

Buah kesabaran dan keyakinan itu membuahkan hasil, di hari ke 5 kondisi bayi saya sudah membaik, saya pun bisa menyusuinya secara langsung, yakin sekali selain perawatan dari tim Dokter dan Perawat disana, ASI sangat berperan penting dalam kesembuhan bayi saya, kehidupannya pun terselamatkan, dan tidak lupa semua adalah pertolongan yang maha kuasa yaitu Allah SWT, karena-Nya ASI bisa mengalir dengan baik, beruntunglah saya bisa member ASI, karena saat ini sahabat saya sedang berjuang untuk bisa mendapatkan ASI dengan jumlah banyak.

                “Ayo Ibu muda berikan ASI”
                “ASI terbaik….”
 
ASI pertama yang keluar, berwarna kuning itu sangat baik untuk bayi, karena mengandung kolostrum, “Alhamdulillah banget dech”, ASI kolostrum saya bertahan 2 minggu lebih, sehingga saat pulang ke rumah, bayi saya masih bisa mendapatkannya.

Saat usia 1 bulan, karena ASI berat badan anak saya naik dari 2,750 saat lahir menjadi 3, 890, sungguh menakjubkan dan membuat saya senang bukan main. berarti dia tumbuh dengan baik, saat menyusu pun bisa sampai 2 jam.
                                                                        Usia 1 bulan
 
Saat bilirubin bayi saya naik, ASI tetap no wahid saya berikan, untung saja dia tidak perlu disinar sehingga saya dapat pulang kerumah, dan melakukan perawatan dirumah, memang tubuhnya kuning, saya melakukan persinaran dengan menjemurnya secara langsung pada pukul setengah tujuh, saat matahari baru saja menampakkan cahayanya, karena itu yang baik.

Perlu di ingat bayi yang kuning, harus banyak minum, karena saya menyusuinya satu jam sekali, dalam waktu 3 hari bayi saya sembuh .. hingga kini dia tumbuh dengan baik, tanpa kekurangan satu apa pun.

ASI dan kehidupan bayi tidak bisa terpisahkan, ASI lebih baik...karena bisa membuat bayi tumbuh kuat dan sehat.
               
               

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih atas kunjungannya ya. Saya senang deh kalau kalian mau tinggalkan komentar, bisa bikin saya happy dan semangat nulisnya. Tapi, mohon maaf ya, untuk tidak meninggalkan link hidup. Terima Kasih. Salam hangat dari Pena Cinta Liswanti.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...