Cinta Itu Sederhana Dalam Sebuah Konsep Pernikahan

Liswanti Pertiwi | Kamis, Juli 04, 2013 | |
Dok. Pribadi

 
Ketemuan...terus pandangan pertama :)
Ada perasaaan dan bergetar…dari mata turun kehati
Jadian …. Komitmennya kuat…ada persamaan prisip
Pelaminan….punya anak….hidup bahagia

Hmmm…apa sech yang kalian cari dari sebuah hubungan itu ?, tentu saja hubungan itu bisa berjalan serius dan tentunya berlanjut ketahap selanjutnya yaitu “pernikahan”.

Sebelum kita bicara soal pernikahan, apa salahnya kita tahu dulu tentang “seberapa besar cinta kamu padanya?”. Yang pasti ada banyak sekali cara untuk dapat mengungkapkan rasa cintanya pada sang pujaan hati.

“Terus bagaimana kita mengungkapkan rasa cinta itu ?”,  jawabannya tergantung diri kita sendiri. Kadang ada yang mengungkapkannya secara langsung, membuat sebuah puisi, bahkan memberikannya sebuah hadiah kejutan, semuanya bisa saja dilakukan oleh orang yang sedang “jatuh cinta”.

Disini saya tidak ingin bicara panjang lebar tentang “Love”, karena semua orang pasti sudah mengerti, saya pun ingin kembali kejudul awal tentang “cinta itu sederhana dalam sebuah konsep pernikahan”.

Cinta…cinta….dan cinta.!!!

Menurutku “Cinta itu sebuah pengukuhan hati tentang rasa yang bergejolak, tentang jiwa yang teriak dan tentang mata yang memandang, merasuk dalam diri, menempatkannya dalam sebuah posisi terbaik dari hatinya, menjadikannya satu tanpa ada yang lain, setia dan saling menghargai”.

Memang benar hati itu terus membara saat kita bicara soal cinta, apalagi saat cinta itu mulai dibawa kearah pelaminan. Perasaan seorang perempuan atau lelaki mana yang tidak bahagia saat mereka akan menikah, menyatukan hatinya dan saling memiliki, karena mereka akan melanjutkan sebuah hubungan ketahap yang lebih istimewa.

Pernikahan sebuah penyatuan hati dari jiwa yang berbeda, dengan pemikiran serta prinsip yang berbeda pula. Untuk menyatukan sebuah perbedaan itu sangatlah sulit, butuh waktu yang lama atau bisa saja sebentar, semua tergantung pada hati setiap orang. Saya salut dan bahkan memberikan dua jempol dengan sahabat saya “Via”, dia lebih memilih ta’aruf dengan cintanya, alhasil dalam waktu singkat langsung menuju pelaminan, saya salut dengan hatinya tanpa ada ragu sedikit pun, yakin dengan semua pilihannya, tapi sayang kali ini saya tidak bisa memperlihatkan potret kebahagiaannya sewaktu menjalani proses pernikahan, semua file saya kena virus…”huh menjengkelkan sekali”.

Menuju kehidupan yang baru tentu banyak sekali yang harus dipersiapkan mulai dari konsep yang akan diambil, prewedding, tata arias, kostum, dekorasi, undangan sampai catering. Berapa banyak pula biaya yang akan dikeluarkan, sepertinya tidak terhitung lagi berapa banyak biaya, apalagi zaman sekarang semua serba mahal.

Sebenarnya pesta mewah dan megah sangat diimpikan oleh setiap pengantin, begitu pula dengan diri saya dulu, tapi berhubung Ayah telah tiada, acaranya dilaksanakan seadanya saja. Sebenarnya inti dari pernikahan itu yang paling penting, yaitu dinyatakan “sah” dalam suatu proses akad nikah.

Bagaimana dengan pesta nanti, mau mewah atau sederhana?....hemmm..kalau mewah yang menghabiskan ratusan juta bahkan miliaran rupiah sudah sering kita lihat di televisi, bagaimana anak pengusaha, pejabat atau artis sekalipun menggelar pesta dengan berbagai konsep serta kemewahannya, yang pasti akan membuat kita bilang “wah” dan kagum melihat pesta yang meriah dan mewah.

Yang sederhana itu seperti apa ?, kalau menurut pemikiranku, yang penting menikah itu ada wali, pengantinnya dan “sah”, dihadiri oleh keluarga dekat saja, seperti halnya pernikahan my sister kemaren, mewakili judul saya banget cinta itu sederhana dalam sebuah konsep pernikahan. Pertama saya ucapkan “congratulation my sister...semoga cepat dapat momongan”.

Pernikahan kemarin begitu sangat sederhana, tapi begitu sangat berarti, intinya kebersamaan dan kebahagiaan. Pernikahan itu di gelar di sebuah villa “Rumah Kebon Cengkeh” di kota Bandung Jawa Barat, kenapa memilih villa? Jawabannya karena seluruh keluarga bisa kumpul bersama, menikmati suasana yang beda dan sementara bisa menghirup udara sejuk, terhindar dari kepenatan ibukota yang penuh polusi. Disini juga sebenarnya menawarkan paket pernikahan yang komplit, tapi yang diambil hanya sewa villa dan cathering saja, sementara tata rias dan kostum, semuanya dilakukannya sendiri.

Pernikahan ini berhasil mempertemukan seluruh keluarga yang benar-benar jarang bertemu, biar sederhana, dengan suasana ramai dan kegembiraan semua terasa begitu mewah dan sakral, rasa haru pun tak mampu terbendung lagi ketika acara yang paling penting itu di gelar dengan sangat khusu. Ini dia salah satu potretnya, ketika acara akad nikah.

Mas Kawin...Potret diambil oleh kamera handphone



Suasana akd nikah


Suasana Foto Bareng Pengantin




 Suasana villa kebon cengkeh






Sedikit narsis...sebagai kenangan

Dengan suasana pernikahan serba berwarna ungu...itu menunjukkan seluruh keluarga besar kompak. Kesederhanaan itu indah .... karena cinta itu tak perlu berlebihan, asalkan sebuah pernikahan itu akan selalu abadi selamanya.

Acara selesai berlanjut kemakan-makan, tampak catering sudah bersiap dengan menu yang tersaji dengan rapi , enak makanannya, ada berbagai jenis makanan dan minuman yang disediakan (tempura, daging kambin bakar, es goyobod deelel).

Menikmati makanan di siang itu, membuat raga menjadi lelah, kantuk pun mulai melanda, "kebanyakan makan kali ya" hihhi....tapi tak apa kesederhanaan itu tampak begitu indah.

Saat pengantin pun sudah beranjak pergi menuju bandara Husein Bandung menuju pulau Bali, kami semua pun langsung membubarkan diri dan kembali pulang kekota dan rumah masing-masing. Begitu pula dengan saya yang melanjutkan perjalanan menuju kota Garut untuk sebentar menghilangkan penat dan kesibukan di Jakarta untuk bersantai di kota kelahiran.

Berkomitmen menikah, menyatukan dua keluarga, dan saling mencintai dalam membangun rumah tangga, harus diiringi dengan mental yang kuat, dapat saling menghargai dan setia sampai akhir hayat. Menciptakan keluarga yang Sakinah, Mawadah, Warahmah serta bahagia.

8 komentar:

  1. Barakallahu :) manisnyaaaaaaa... moment pernikahan :) *pengeeeen :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga cepet nikah mbak....memang indah ya suatu moment pernikahan itu...biarpun sederhana

      Hapus
  2. haiii, salam kenal.
    Selamat menempuh hidup baru. Tadinya nyari-nyari artikel tentang pernikahan sederhana, eh malah nyasar ke blogmu ini.
    Kemaren di Rumah Kebon Cengkeh ya? Ngambil paket yang mana?
    Makanannya enak ga?
    Rencananya, Sabtu ini ibuku mau test food di sana. Semoga cocok ama lidah keluargaku. Soalnya aku dan cami udah jatuh cinta ama RKC.

    Ayo, sharing lebih banyak dong tentang venue ii.

    Salam,
    Lintasophia

    BalasHapus
    Balasan
    1. salam kenal mbak Lintasophia....makasih sudah berkunjung..selamat juga atas pernikahannya semoga lancar ya.

      yup kebetulan itu kemarin kakak saya nikah disana, kita ga ngambil paket soalnya tamu cuma keluarga aja 50 orang dan cuma satu malem...
      makanannya enak ok..kalau ga salah kemarin nama cateringnya van hangel..ada banyak makanan..ada tempura, topu, lasanya, kambing bakar, es goyobod dan yang lainnya....
      tempatnya enak...nyaman dan tenang banget mbak...

      Hapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  4. Gak harus malu dengan kesederhanaan. Saya waktu nikah dulu bahkan bisa dibilang hanya ijab qabul, sah, doa, makan, selesai. Yang malu malah kalo bawa anak orang kesana kemari belum ada ikatan resmi. Hehehe... Nah, memang menikah harus menyiapkan mental. Tapi, kalo sudah mencapai waktunya, yah sebaiknya jangan ditunda. sebab, sampai kapanpun kalo menuruti mental --yg kadang kita bilangnya belum siap--, yah gak siap2 terus jadinya. sebab gak ada kesempurnaan dalam diri manusia. Trus, yg perlu dicatat, ketika sudah menikah, di saat inilah baru proses belajar kita yang sesungguhnya dalam mengarungi kehidupan rumah tangga....Bukannya saat pacaran2 itu... :)

    BalasHapus
  5. lagi baca2 postingan mba ini, langsung deh kepengen sama ngebayangin .. kapan yaa pernikahan itu bisa aku lakukan ?? Jadi ngiri :')

    BalasHapus
  6. artikel yang menarik
    maaf numpang ngasih info nih, cek juga disini ada paket pernikahan hemat dan lengkap dengan nuansa jawa sampai modern :)
    Terimakasih..

    http://www.bumentik.com/.../Paket-pernikahan-hemat...

    BalasHapus

Terima kasih atas kunjungannya ya. Saya senang deh kalau kalian mau tinggalkan komentar, bisa bikin saya happy dan semangat nulisnya. Tapi, mohon maaf ya, untuk tidak meninggalkan link hidup. Terima Kasih. Salam hangat dari Pena Cinta Liswanti.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...