Taman Kenangan

Liswanti Pertiwi | Selasa, Juli 30, 2013 |
Sore yang sejuk, langit biru dan cahaya matahari yang meredup, dengan sebelah tongkat di tangan tampak serasi jalan bergandengan, menemani cucu yang bermain.

"Bu, rupanya cucu kita senang sekali ya...di bawa kesini"

"Iya pa"

"Seperti kita dulu, senang kalau datang kesini"

"Tentu saja itu pa"

"Ya...memang ini tempat kenangan"

"Bapak......."

"Ibu....."

Tersenyum bersama, saling menatap dan berpelukan di sebuah taman kenangan.



4 komentar:

  1. kemudian cucunya berkata, "Kek, nek, jangan berpelukan di sini, malu dilihat orang."
    :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dan kakek pun berkata "Ga apa-apa kan halal cu..."

      Hapus
  2. Terima kasih atas partisipasi sahabat
    Segera dicatat sebagai peserta Kontes Unggulan;Enam Puluh Tiga
    Salam hangat dari Surabaya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ok deh...makasih.
      .
      salam hangat juga dari jakarta

      Hapus

Terima kasih atas kunjungannya ya. Saya senang deh kalau kalian mau tinggalkan komentar, bisa bikin saya happy dan semangat nulisnya. Tapi, mohon maaf ya, untuk tidak meninggalkan link hidup. Terima Kasih. Salam hangat dari Pena Cinta Liswanti.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...