Luka Lama

Liswanti Pertiwi | Jumat, Agustus 16, 2013 | |
Api itu kembali menyala
"Huft..."
Tak mampu napas ini memadamkannya
semakin berkobar...disulut oleh amarah yang terbangun

"Kenapa harus ada derita yang menyakitkan hati?"

"Aku pun seorang manusia yang memiliki keterbatasan"

Jiwa itu sudah diam tak ingin membangkitkan benci
Jiwa itu sudah pasrah akan hati yang dilukai
Tak terhitung lagi tetesan air mata yang jatuh
Tak terhitung lagi cacian yang didapat..
Tak terhitung lagi tangisan yang semakin menjerit
Aku hanya mampu membisu memandang derita yang terlukis begitu menyakitkan...

"Mengapa begitu kejam .. hingga luka semakin mengangga"

Luka lama yang telah hilang
Kini datang tanpa kata "permisi"
Menorehkan kembali cerita pilu yang menyayat hati
Wajahnya membangunkan kebencian
Yang telah terkubur di dasar kehidupannya

Kini........

Jangan salahkan Tuhan dan kehidupan
Karena luka lama itu sudah tak mampu lagi
Mengucapkan kata "Maaf"
Hati ppun sudah diselimuti kabut amarah

Dan kini...

Jiwa dan hati itu menunggu sebuah jawaban
Akan luka lama yang telah ditorehkan
terhapus dan hilang hingga termaafkan
menuju sebuah kedamaian dan ketenangan .....

Api pun sedikit demi sedikit akan padam
Oleh tetesan air yang jatuh dari langit
Memberikan kesejukan pada jiwa yang terluka

2 komentar:

Terima kasih atas kunjungannya ya. Saya senang deh kalau kalian mau tinggalkan komentar, bisa bikin saya happy dan semangat nulisnya. Tapi, mohon maaf ya, untuk tidak meninggalkan link hidup. Terima Kasih. Salam hangat dari Pena Cinta Liswanti.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...