Cerita dari Kemerdekaan

Liswanti Pertiwi | Jumat, September 27, 2013 | |
Merdeka ....... Merdeka ....... Merdeka

17 Agustus 2013 menjadi sebuah kebanggan bagi seluruh rakyat Indonesia, karena dihari itu, tepatnya hari Sabtu bangsa Indonesia merayakan kemerdekaannya. Sejenak kita termenung, mengingat bagaimana perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan, dan melawan para penjajah dengan gagah berani.

Sebagai rakyat Indonesia, tentu saja kita harus menjaga negara ini dengan persatuan dan kesatuan. Untuk mengisi kemerdekaan, berbagai cara dilakukan supaya terasa meriah, mulai dari malam perenungan, pawai obor, sampai mengadakan dan mengikuti perlombaan. Memang zaman sudah maju, game dan internet sudah merajalela kesemua kalangan. Tapi tidak sedikit pula yang tetap menjaga tradisi yang sudah berpuluh-puluh tahun mendarah daging dalam merayakan kemerdekaan.

Seperti beberapa waktu lalu, saya melihat beberapa daerah merayakannya dengan mengadakan beberapa perlombaan. Tidak seperti tahun lalu, kemerdekaan tahun ini bertepatan setelah perayaan bagi umat Islam yaitu Idul Fitri. Jadi acara pun terasa begitu meriah.

Beberapa perlombaan pun diadakan, jadi teringat masa kecil dikota kelahiran Garut Jawa Barat, "bukan membanggakan diri ya....hihihi", saya bisa mendapatkan kemenangan luar biasa saat mengikuti lomba makan kerupuk, lomba kelereng, lomba memasukkan jarum, lomba bakiak, lomba joget balon sampai lomba baca puisi, biarpun tinglat kemenangannya berbeda, ada juara 1, 2, bahkan ke 3, pulang pun dengan gembira bisa membawa hadiah banyak sekali. "Hore menang"...ibu pun bengong, karena saya mengikuti tanpa sepengetahuannya hahaha, (sedikit kenakalan anak kecil harap tidak diikuti..upss).

Dan seperti tahun ini, saat saya tumbuh dewasa dengan suami yang mendampingi sera dua orang putra putri yang lucu, kemerdekaan tahun ini diisi dengan cara yang berbeda pula.

Yup...acara arisan bulanan bertepatan dengan hari kemerdekaan. Berhubung suami saya seorang prajurit Angkatan Udara, dia pun diharuskan mengikuti upacara, jadi untuk mempersiapkan arisan saya memilih menunggu suami untuk mencari beberapa kue dan cemilan lainnya. Biasanya seh pesan langsung, berhubung masih pada mudik lebaran, terpaksa keliling untuk mencari toko kue yang buka.

Setelah selesai berbelanja dan saya serta suami memilih jalan pintas untuk pulang, tapi apa yang didapat, bukannya cepat sampai rumah malah terjebak, karena jalanan sudah tertutup oleh acara kemerdekaan, tepatnya didaerah Kramatjati, alhasil putar arah kejalan utama dan semua berjalan lancar, pada akhirnya kembali terjebak kemacetan disekitar Kalimalang "ooooooohhhhh", coba tebak kenapa bisa macet total..mau tau ?.. ada lomba Panjat pinang di sekitar Kalimalang, banyak penonton, banyak antrian kendaraan, banyak juga yang ikut meramaikan acaranya, akhirnya kendaraan yang lewat arah sana melaju dengan pelan, malah bisa di bilang macet .... padat sekali dech...huffttt...

Acara arisan di rumah berjalan dengan lancar pada sore hari itu, dengan berbagai jenis kue, gorengan serta siomay sebagai menu cemilan dan makanan. Ajang kumpul – kumpul seperti ini rutin dilakukan setiap bulan, untuk mempererat silahturahmi antara warga komplek blok E, besarnya arisan memang tidak seberapa, tapi disini intinya kita bisa bersama untuk kumpul dan silahturahmi..’semoga dapat selalu seperti ini ya bu...’ amin.









Acara hari itu berlanjut kemalam berikutnya, tepatnya di malam senin, peringatan kemerdekaan diisi dengan acara halal bihalal bagi warga komplek Trikora Rt. 003, yang bertempat di taman komplek yang juga sering digunakan sebagai lapangan bermain anak-anak maupun bemain badmintonbagi warganya. Acaranya seru, kekeluargaan, ramai “tentunya rame anak-anak berlarian sana sini”, sedangkan orang dewasa alias orang tua anak-anak itu (wargan komplek) duduk lesehan beralaskan karpet dan tikar supaya semakin mengakrabkan dan menjalin kebersamaan antar warganya.

Malam itu biarpun saya dan suami telat datang, karena baru berkunjung kerumah sahabat di Cakung, acara bisa saya ikuti dari awa. Acara pun dimulai dengan menucapkan “Bismillah”, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Quran, sambutan-sambutan, ceramah, potong tumpeng, do’a, ramah tamah dan berakhir dengan makan-makan.










Acara pun selesai sangat malam sekali, dimana perpaduan malam yang gelap pekat dan bintang yang bercahaya pun tampak semakin indah dipandang, tapi terasa hening, anginnya pun tampak mulai tak bersahabat, tiupannya semakin menggetarkan tubuh “menggigil”, dinginnya mampu menembus kulit, kedua malaikat kecilku sudah tampak kelelahan dan terlelap, rasanya ingin segera dibuai oleh kenyamanan diempuknya dan hangatnya tempat tidur di dalam kamar di rumah tercinta.

Acara kemerdekaan yang meriah, semoga kembali terasa di tahun depan, yang diisi dengan kegiatan yang positif, tanpa ada lagi kerusuhan, kejahatan, maupun perang saudara.

Kemerdekaan negara ini hendaknya dapat selalu dijaga oleh kita sebagai rakyat Indonesia, karena negara kita merdeka dengan perjuangan serta peertumpahan darah para pejuang bangsa yang gagah berani melawan kekejaman penjajah dari negara asing. Sangat wajib kita dapat selalu kita jaga dan menghargai perjuangan pahlawan dengan sebaik-baiknya, selalu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, menjaga keamanan dan kedamaian NKRI, menjadikan negara ini semakin baik, kemiskinan dapat terhapuskan, tak ada lagi kekacauan, negara tercinta kita ini INDONESIA dapat selalu berjaya, semakin maju dan sejahtera...MERDEKA.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih atas kunjungannya ya. Saya senang deh kalau kalian mau tinggalkan komentar, bisa bikin saya happy dan semangat nulisnya. Tapi, mohon maaf ya, untuk tidak meninggalkan link hidup. Terima Kasih. Salam hangat dari Pena Cinta Liswanti.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...