Tempe

Liswanti Pertiwi | Jumat, September 27, 2013 | |

Apa yang kalian pikirkan tentang satu kata ini, yup 'Tempe', makanan khas Indonesia yang sangat digemari berbagai kalangan termasuk saya sendiri. Makanan yang terbuat dari kacang kedelai ini beberapa waktu lalu sempat menghilang dari pasaran, mengingat mahalnya harga kacang kedelai dipasaran, dampak dari naiknya harga dollar terhadap rupiah sampai menginjak angka 11.800, 'wow...sangat menakjubkan sekali'.

Yang tak habis pikir kenapa tempe itu harus menggunakan kedelai impor, bukankah negara kita juga kaya akan hasil pertaniannya, jangan bilang kalau kualitas kacang kedelai kita jelek, buktinya dahulu negara kita tak pernah mengimpor kedelai, tempe dan tahu tetap bisa diproduksi dengan baik, hasilnya pun sangat memuaskan.

"Lalu ada apa dengan sekarang, mengapa harus impor kedelai segala?".

Saya tak ingin bahas panjang lebar, tentang apa dan mengapa harus impor kedelai untuk membuat tempe yang berkualitas baik. Tapi disini saya ingin sekali menulis tentang tempe sebagai makanan favorit semua kalangan, dan menu penting bagi keluarga saya.

Beberapa waktu lalu pasti ibu-ibu diperkotaan dan daerah pasti sangat resah "galau donk", karena ketiadaan tempe di pasaran. Tapi ini tidak berlaku bagi saya dan keluarga dikampung, karena tempe setiap hari dapat kita temui, mau kedelai impor naik apa enggak tidak berpengaruh, karena penjual tempe dikampung saya masih setia dengan hasil pertanian sendiri, yaitu memproduksi tempe dan tahu dengan kedelai lokal.

Maka saat yang lain binggung penjual tempe tahu menghilang dan memilih demo untuk tidak memproduksi tempe, saya masih bisa memakannya setiap hari, coba kalau penjual yang lain memilih memproduksi tempe dengan kedelai lokal pasti ga harus merugi dengan tidak menjual tempe maupun tahu.

Penjual dan pembuat tempe di kampung saya membuat sendiri tempenya dan menjualnya juga sendiri, alhasil setiap pagi langsung laris terjual. Setiap pukul setengah 6 pagi penjual tempe sudah ditunggu banyak orang, karena tak mau kehabisan saya pun harus keluar tiap pagi, menunggunya dipinggir jalan sampai penjual itu lewat.

Kebiasaan setiap pagi kalau tempe itu pasti harus digoreng dengan bumbu khas (bawang putih, bawang merah, garam yang dihaluskan lalu tambah air, masukkan tempe lalu goreng) dan memakannya selagi hangat.

Tempe sebagai menu favorit keluarga juga biasa dimasak dengan disemur maupun diulek dengan bumbu khas rujak (bawang putih dan merah, garam, cabai, kencur diulek halus dengan tempe, lalu tambah gula merah serta daun kemangi). Tempe pun bisa digoreng tipis bercampur larutan terigu, seperti halnya gorengan tempe khas kota Bandung, yang sangat renyah dan sangat digemari, dan menjadi oleh-oleh wajib bagi para wisatawan.

Beberapa waktu lalu tempe pun sempat saya buat seperti nugget, 'hasil browsing di mbah google resepnya', ternyata sangat nikmat, anak sayanpun doyan sekali, karena dia pikir itu nugget ayam yang biasa dia makan, padahal dari tempe dicampur udang...hehehe.

Mengolah tempe itu beda-beda disetiap daerah, kota, maupun selera diri kita sendiri, jadi silahkan mencobanya dirumah...


Semoga saja makanan khas Indonesia ini tidak punah ya, ataupun diakui sama yang lain. Mari kita jaga dan tetap memakannya, para pengrajin tempe pun dapat tetap memproduksi makanan yang satu ini, paling favorit deh yaitu 'Tempe'.

12 komentar:

  1. Aku suka banget sama tempe, apa lagi di buat gorengan, atau sayur tempe....

    http://aji-apps.blogspot.com/

    BalasHapus
  2. Kirain jualan tempe mbak, salam kenal

    BalasHapus
    Balasan
    1. salam kenal juga..jualan tempe goreng ya...ada ko...bisa kirim langsung...1 kg 32 ribu belum termasuk ongkir...

      Hapus
    2. beraneka cemilan khas garut tentunya

      Hapus
  3. Tempe juga termasuk hidangan favorit saya Mbk.

    Rasanya makan tak nyaman tanpa Tempe.

    Hihiii...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Blognya bagus Mbk, nuansanya sekalipun gelap namun tetap terlihat nyaman.

      Salam kenal dari Jember Mbk. Blognya sudah saya Follow.

      Terimakasih.

      Hapus
    2. Bener banget tempe itu hidangan paling murah tapi enak dan bergizi tentunya...

      salam kenal juga...ok aku follow balik ya

      Hapus
  4. tempe membuat mental Indonesia seperti tempe saat menghadapi serangan impor tempe dan dipermainkan harga tempe....
    dasar tempe!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang penting kita harus tetap bangga terhadap produk dalam negeri yang harus kita jaga, biar tak dicuri orang tentunya...karena tidak semua orang bermental tempe...

      Hapus
  5. wah..tempe makanan kesukaanku apalagi kalau digoreng sampe kering banget...krenyes..krenyes makannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. dan sangat nikmat bila dimakan sama nasi dan sambel ya..hihi

      Hapus

Terima kasih atas kunjungannya ya. Saya senang deh kalau kalian mau tinggalkan komentar, bisa bikin saya happy dan semangat nulisnya. Tapi, mohon maaf ya, untuk tidak meninggalkan link hidup. Terima Kasih. Salam hangat dari Pena Cinta Liswanti.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...