DIA HANYA MASA LALU

Liswanti Pertiwi | Sabtu, Juli 05, 2014 | |
Entah ada apa dengan hati dan pikiran ini, mimpi itu kembali datang menghampiri di setiap malamku yang terlalu sunyi, terasa sunyi bukan karena aku sendiri, tapi memang hari sudah terlalu malam. “Ahhh...kucoba mengalihkan semua pikiran dibenakku” setiap detik kucoba bertahan untuk tidak mengingatnya. Tapi bayangannya seakan membuatku terhanyut untuk selalu mengenangnya “senyumnya..canda tawanya..bahkan genggaman tangannya”, sedikit terbuai akan lamunan yang tak akan pernah kembali.

Entah ada apa dengan hati ini ketika setiap ucapan manisnya selalu kuingat hingga kini, padahal dunia ini sudah berbeda dan dia tak akan pernah kembali untukku. Kumencoba kembali bertahan untuk tidak meneteskan air mata lagi untuknya, ini sudah terlalu lama untuk mengingatnya kembali.

Mimpi itu seakan nyata, seakan aku kembali ke 12 tahun silam, saat pertama bertemu dengannya di tempat itu, dimana aku bisa menyaksikan kepedihan hatinya, disaat dia selalu bertanya “kenapa mereka tidak sayang padaku?”, tapi aku coba untuk selalu didekatnya dan berkata “bahwa aku akan selalu ada bersamanya”. Ya...dia sadar bahwa ternyata aku adalah mimpinya yang selama ini dia tunggu, “sedikit terharu mendengar setiap kata demi kata yang dia ucapkan”, bahkan dia selalu membuatku tertawa, tak ingin sekalipun dia membuat aku menangis ataupun bersedih.

“Tapi apa sekarang?”, disaat dia telah pergi sekalipun aku selalu menangis untuknya, kucoba ikhlas dan mencari sandaran yang lain. Karena aku sadar kau bukanlah masa depanku, yang akan menuntun jalanku kesurga atau menjadikanku permaisuri hatimu, seperti yang selalu kau katakan “jadilah satu dengan jiwaku untuk selamanya”.

Mengapa kau selalu datang dalam mimpiku, aku tak mengharapkan bayanganmu itu kembali datang, aku tak ingin bahagia itu hilang, karena bagiku kini “dia hanya masa lalu” yang akan terkubur dan hilang dalam pandanganku, hatiku pun tak akan pernah ada lagi namamu, dimana nama yang selama ini membuatku berarti, nama yang selama ini aku damba menjadi imam shalatku, tapi kau pergi membawa cintaku, membawa kisah-kisah indah yang telah kita lewati bersama.

Ya...kau telah pergi untuk selamanya dari pandanganku, dari dunia yang fana ini, dari dunia yang semakin sesak ini, dan kau hanya akan ada dalam kenanganku, dalam sejarah hidupku yang sampai kapanpun orang tak akan pernah tahu bahwa kau pernah mengisi hari-hariku dengan sebuah cerita yang begitu indah, dimana ada kau...disitu ada aku, yang selalu bergenggaman tangan, hingga akhirnya maut pun memisahkan cinta kita, kau pergi dan tak akan pernah kembali.


Bahkan sedikit cerita indah pun telah memudar dengan rasa sakit karena kehilanganmu, “kumohon jangan membayangi hidupku dan pergilah dari mimpiku”, karena telah kutemukan rasa bahagia bersama mereka keluarga kecilku, masa depanku yang cerah, kutak ingin melihat lagi kebelakang “karena aku sadar dia hanya masa lalu”.

9 komentar:

  1. Balasan
    1. Yup begitulah....ini sedikit cerita saja...bahwa kita tak boleh larut dalam kesedihan..karena hidup itu masih panjang

      Hapus
  2. wah jadi terharu dengar ceritanya,jangan terlalu larut akan masa lalu mbak,,toh dia juga belum tentu mikirin kita,,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe...itu sedikit berbagi cerita saja, kebetulan ada sahabat saya yang sering baca blog saya lagi begitu tuh...dia sendiri yang minta dibagi nasihat..bahwa sedih itu ga usah berlarut-larut...kalau dari cerita saya....dia pasti ga akan memikirkan...karena dia sudah tiada mbak.

      Hapus
  3. indah dikenang tapi tak untuk diulang, semangat mbak..
    salam kenal ya :)

    BalasHapus
  4. entah mengapa, kadang aku merasakannya begitu berat untuk lepas dari bayang masa lalu yaa mbak? ada pencerahan lagi buatku?
    anyway, nice post & thanks for share
    salam :-)

    BalasHapus

Terima kasih atas kunjungannya ya. Saya senang deh kalau kalian mau tinggalkan komentar, bisa bikin saya happy dan semangat nulisnya. Tapi, mohon maaf ya, untuk tidak meninggalkan link hidup. Terima Kasih. Salam hangat dari Pena Cinta Liswanti.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...