KULIAH, SKRIPSI DAN PERNIKAHAN

Liswanti Pertiwi | Kamis, Juli 31, 2014 | |
Melihat judul di atas, pasti sudah ada yang bisa membayangkan, apa yang akan saya bahas kali ini, baik itu tentang dunia kampus, tugas akhir (skripsi) sampai pernikahan.

Nah kali ini saya bukannya mau membahas bagaimana kegiatan menjadi mahasiswa baru di awal perkuliahan setelah meninggalkan status pelajar SMA, atau bagaimana persiapan membuat skripsi, atau bagaimana mempersiapkan pernikahan, karena pasti semua orang yang sedang atau sudah kuliah, bahkan menikah sudah merasakan suasana suka maupun dukanya. Tapi saya hanya sedikit ingin berbagi akan suatu masalah ataupun pilihan terbaik dari judul diatas, melihat dari pengalaman yang pernah saya rasakan.

Apalagi saat ini kuliah, skripsi dan pernikahan, sedang menjadi kebimbangan hati dari salah satu sahabat saya “lebih detailnya adik sahabatku itu”, jadi saya sangat tertarik buat menulis ceritanya dan disesuaikan dengan pengalaman yang pernah saya alami.

Kuliah dan pernikahan

Dok Pribadi (Skripsiku)
Setelah lulus SMA tentunya ada cita-cita yang ingin dicapai, mau langsung bekerja atau melanjutkan sekolah kejenjang yang lebih tinggi atau bahkan menikah. Kalau ada yang ingin langsung bekerja itu bagus, lalu bagaimana kalau kuliah tentu sangat baik buat kita, nah kalau menikah ? itu juga sangat boleh, kalau memang sudah ada jodohnya. Bagaimana kalau kuliah dan menikah?.

Satu pertanyaan tentang yang satu ini, lebih enak kuliah atau menikah dulu ? atau bisa tidak menjalani pernikahan sambil kuliah ?.

Jawabannya berbeda-beda, tergantung dari keyakinan diri masing-masing.

Dan keyakinan disini adalah keyakinan dari dalam hati dan dari diri kita sendiri, apakah mau memilih kuliah atau menikah dulu?, terus apakah bisa menjalani pernikahan sambil kuliah? “kalau memang mampu, kenapa tidak?”. Dan yang harus kita tahu, kalau jodoh itu sudah datang, kita tidak bisa mengelak, karena sudah diatur oleh Tuhan Yang Maha Esa. Malah sewaktu saya duduk di bangku SMP dan keluar SMA ada teman saya yang langsung menikah.

Jujur saja, kalau saya pribadi akan memilih kuliah dulu, karena saya mempunyai cita-cita, saya ingin menjadi seorang accounting, kalo pacaran atau tunangan sah-sah saja dilakukan, tapi harus bisa menyakinkan dia, bahwa kamu belum siap menikah kalau belum lulus kuliah, contohnya saya sendiri..hehehe, karena bagi saya tugas sebagai istri itu tidaklah mudah, apalagi kalau suami dinasnya jauh, harus ikut kemana pun dia pergi, nah kalau sudah menikah, bisa-bisa kuliah terbengkalai, padahal kita masih punya cita-cita “itu pemikiran saya loh ya…kalau tidak setuju ga apa-apa”.

Saya berpikir, kalau sudah selesai kuliah dan akhirnya kemudian menikah, boleh saja, kan setelah berrumah tangga masih bisa bekerja, karena tak ada lagi beban tugas kuliah yang menumpuk, apalagi usia sudah pas buat menikah, dan bagi saya dengan tetap kuliah dulu, akan lebih fokus dalam belajar dan menyelesaikannya tepat waktu, gelar diploma atau sarjana pun bisa cepat didapat.

Kalau misalkan menjalani pernikahan sambil kuliah bagaimana?, jujur saja kalau saya tidak akan mampu, seperti yang saya bilang tadi, kehidupan berumah tangga itu tidaklah mudah, apalagi banyak yang belum saya raih, umur pun masih muda (belum siap mental…hehehe).

Belum lagi kalau lagi kuliah hamil, ya sudah kuliah pun tak akan jalan, beban pikiran pun bertambah, akhirnya bisa saja salah satu harus saya korbankan, dan itu pasti kuliah. Saya tak mau seperti itu, maka waktu itu saya memilih untuk tidak menikah biarpun sudah bertunangan, karena saya ingin menyelesaikan studi saya terlebih dahulu.

Saya salut pada mereka (teman dan kakak kelas saya) yang bisa menjalani kehidupan pernikahan sambil kuliah, apalagi dalam kondisi hamil, padahal usia juga sama-sama masih muda, tapi mereka bisa menjalani semuanya dengan baik. Dan memang itu semua tergantung pada kemampuan dan keyakinan diri kita sendiri, apalagi menikah itu ibadah. Kalau pemikiran saya waktu itu, mungkin masih tetap fokus dalam belajar dan belajar.

Nah artis-artis saja banyak yang menjalani pernikahan sambil kuliah, karena mereka memang sudah mampu dalam hal materi, jadi mau menikah dan hamil sambil kuliah ga akan jadi masalah, misal kalau punya anak, kan bisa menyewa pengasuh, pekerjaan rumah masih ada pembantu, nah kalau seperti saya yang hanyalah orang biasa, biarpun suami bekerja, tetap saja ga akan bisa, soalnya saya sendiri gamau membebani suami dengan biaya kuliah saya..hehehe, apalagi ya saya selalu berpikir bahwa menlayani suami dengan sepenuh hati, sambil melihat sendiri tumbuh kembang anak, adalah suatu ibadah dengan pahala yang sangat besar, maka saya tak ingin kehilangan semua itu, dengan menyerahkan semua urusan rumah tangga sampai mengurus anak kepada orang lain, penting bagi saya menyelesaikan studi baru deh menikah.

Skripsi dan pernikahan

Dok. pribadi (Skripsi dan video pernikahanku)
Kalau skripsi (tugas akhir) dalam studi sangat menentukan sekali, maka perhatian lebih sangat diperlukan untuk menyusunnya dengan baik, dan dipertanggungjawabkan dalam sidang skripsi, hingga akhirnya kita dinyatakan LULUS dan mendapat gelar dibelakang nama kita, prosesi wisuda pun akan kita ikuti dengan penuh kebahagiaan.

Lalu apa hubungannya skripsi dan pernikahan?

Nah kan tadi dibahas antara sebuah pilihan menikah atau kuliah, atau bahkan bisa tidak menjalani keduanya. Kalau jawaban saya sendiri pasti tetep pilih kuliah, dan mungkin cerita diatas adalah cerita dari adik sahabat saya sendiri, yang saat ini sedang diberi kebimbangan hati, diajak menikah oleh tunangannya atau menyelesaikan kuliah dulu sampai selesai yang tinggal 3 semester lagi, apalagi katanya setelah menikah mau langsung diajak keluar kota, tambah binggung saja sahabat saya sebagai seorang kakak.

Tapi sebagai seorang kakak yang bijak, sebagai pengganti seorang Ibu yang sudah tiada, dia akan bisa memberi sebuah keputusan terbaik buat adiknya, ternyata dari curhatan kami (saya dan sahabat), dia akan menyerahkan semuanya kepada adiknya, karena mengingat wasiat dari sang Ibu yang menginginkan anak bungsunya itu dapat menyelesaikan kuliah, semoga saja calon suaminya bisa mengerti dan memahami.

Kembali kepokok pembahasan skripsi dan pernikahan, kalau misalkan selesai skripsi langsung menikah ga apa-apa tinggal kitanya aja mempersiapkan buat menghadapi sidang, nah kalau lagi nyusun skripsi kemudian menikah mending pikir-pikir dulu, tanggung soalnya, ada loh cerita tetangga dikampung saya, dia tinggal nyusun skripsi lalu memilih menikah, eh sampai sekarang belum selesai juga, keburu punya anak. Tapi ada pula yang lagi nyusun skripsi, lalu menikah, sang suami dengan sabar terus membimbingnya dan memberikan semangat hingga akhirnya dia lulus.

Jadi semua itu tergantung pada niat dari dirinya sendiri juga, kan kalau sudah jodoh tak akan bisa kemana-mana lagi, jadi yakinlah semua bisa di lewati dengan baik.

Nah kalau saya sendiri waktu itu sudah menyelesaikan skripsi, lalu sidang dan dinyatakan lulus baru deh menikah, mengingat saya sudah bertunangan cukup lama, dan akan bekerja di satu kota dengan calon suami, jadi saya memilih menikah, selain menghindari fitnah, dan ingin menghalalkan hubungan kami, juga ibu saya akan tenang, karena saya akan ada yang menjaga.

Nah jadi kalau ada yang sedang dalam situasi seperti ini, lebih baik pikirkan dengan matang, kalau perlu istikharah dan berdoa, supaya diberi pilihan serta jawaban terbaik.

Sekali lagi kita tak akan bisa mengelak, kalau jodoh itu sudah datang, kapan pun kita menikah, semuanya sudah suratan takdir, mau itu lulus SMP, SMA, bahkan lulus kuliah bisa saja terjadi, bahkan ada yang sudah berumur juga baru bisa menikah, karena memang jodohnya diusia itu, jadi tetaplah tenang, karena jodoh itu sudah ditentukan, kita hanya perlu terus berdoa dan mendekatkan diri kepada Tuhan, supaya cepat dipertemukan dengan pujaan hati.

Bagi yang sedang melakukan studi, bahkan menyusun skripsi teruslah semangat, supaya apa yang dicita-citakan dapat terwujud, ingat dalam belajar juga harus jujur dan yakin akan kemampuan diri, supaya studi yang sedanag dijalani dapat selesai tepat pada waktunya.

Terus bagaimana dengan kalian, apa yang akan dilakukan bila berada dalam posisi seperti ini, memilih mengejar cita-cita, setelah lulus SMA melanjutkan sekolah, menikmati masa-masa jadi mahasiswa sambil belajar dengan baik atau menikah dengan kekasih sang pujaan hati?????

4 komentar:

  1. Kalau saya milih fokus satu persatu mbak ;) kuliah dulu baru nikah..

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener mak Arifah...biar ga berabe ya....kalau lagi kuliah lalu menikah bisa-bisa terbengkalai...

      Hapus
  2. Sebaiknya kuliah dulu baru menikah biar agak keren.
    Salam hangat dari Surabaya

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe....siiip...setuju pakdhe...semoga adik teman saya pun bisa memilih kuliah dulu.amin

      salam hangat dari jakarta

      Hapus

Terima kasih atas kunjungannya ya. Saya senang deh kalau kalian mau tinggalkan komentar, bisa bikin saya happy dan semangat nulisnya. Tapi, mohon maaf ya, untuk tidak meninggalkan link hidup. Terima Kasih. Salam hangat dari Pena Cinta Liswanti.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...