RAMADHANKU DAN KEMENANGAN KAMI

Liswanti Pertiwi | Jumat, Agustus 01, 2014 | | | |
Sebelumnya saya ucapkan “SELAMAT IDUL FITRI 1435 H MOHON MAAF LAHIR BATHIN” bagi pembaca, blogger dan semuanya.

Dalam sebuah perayaan pasti banyak cerita menarik yang dapat kita bagi kepada semua orang, begitu pun dengan saya.

Mendapat sebuah kemenangan di hari raya idul fitri tidaklah mudah kita lalui, karena dalam satu bulan penuh kita menjalankan ibadah puasa, bukan saja menahan lapar dan haus saja, tapi menahan diri dari segala godaan, juga menahan diri dari segala amarah, benci maupun dengki.

Dalam berpuasa di bulan ramadhan kita juga harus menjaga hati, telinga, mulut dan mata, supaya terhindar dari segala perbuatan yang tidak baik. Di bulan ramadhan pahalanya sangat besar, apalagi bulan ramadhan adalah bulan yang penuh dengan berkah, maka memperbanyak ibadah dan berbuat baik setulus hati dibulan ramdhan akan mendapat balasan dari Allah SWT.

Untuk ramadhan tahun ini saya sedikit bersedih, mengingat tak bisa menjalankan puasa satu bulan penuh, maklumlah kalau seorang perempuan itu pasti ada halangannya, tapi tak membuat saya menyerah begitu saja, saya bisa tetap beribadah dibulan penuh hikmah ini dengan selalu setia mendampingi suami serta anak-anak, menyiapkan hidangan berbuka dan sahur buat suami itu juga bisa mendapatkan pahala.

Menjalani puasa di tahun ini, begitu luar biasa, karena harus menjaga kedua anak yang sedang super aktif, bahkan pekerjaan rumah yang menumpuk, juga pekerjaan lain yang kejar deadline, anehnya tak sedikit pun saya merasa lelah atau haus, mungkin kalau semua dijalankan dengan hati ikhlas, Tuhan memberikan kemudahan buat kita supaya ibadahnya tetap terjaga dan lancar sampai waktu berbuka.

Tradisi ngabuburit pun tidak seperti waktu masih muda, yang hanya jalan-jalan, tapi semenjak menikah saya lebih banyak ngabuburit di dapur sambil menyiapkan menu berbuka, kalau semua sudah selesai baru membaca Al-Quran sampai adzan maghrib berkumandang.

Satu minggu sebelum hari raya idul fitri, sedikit galau dan bersedih, karena belum ada kepastian akan mudik kekampung halaman atau tidak, mau pulang sendiri dengan anak tidak berani…hehehe, maklumlah ramadhan ini bertepatan dengan pemilihan umum presiden dan wakilnya, yang mengharuskan prajurit untuk bersiaga, begitu pula dengan suami saya yang ikut siaga.



 Dok Pribadi (persiapan mau pulang kampung..bangun tidur itu..hihi)

Sampai akhirnya tiga hari sebelum hari kemenangan, saya bisa menuju kampung halaman di kota Garut untuk merayakan idul fitri dengan semua keluarga besar, yang paling utama bisa kumpul bersama Ibu dan adik tercinta. Apalagi bisa membuat ibu tersenyum bertemu cucunya itu adalah sebuah kebahagiaan yang luar biasa. Dan setidaknya saya masih bisa merasakan diramadhan terakhir dengan sahur dan berbuka dengan keluarga tercinta di kampung.


Dok Pribadi. Kampung halamanku
Sebenarnya sedikit memberi kejutan kepada Ibu, yang pagi harinya memang bersedih di balik telepon, karena tidak bisa bertemu cucunya dihari raya idul fitri, saya juga tidak tahu bahwa suami sudah memiliki izin, alhasil tanpa persiapan sama sekali, bawa baju seadanya, anak lagi tidur pun langsung dibawa, kami menuju kekota Garut.

Saat sampai kerumah saya melihat Ibu terkejut bahagia, karena cucu serta anak menantunya datang, langsung aja tuh dipelukin teteh Chantika sama ade Dimasnya. Ya tiada yang lebih indah dihari itu selain melihat senyuman seorang Ibu.

Kalau di Garut anak-anakku merasa bebas bermain, maklum kalau dikomplek halaman terbatas, kalau dikampung halamannya luas, jadi mereka bisa bermain kesana kemari sesukanya, saya pun tenang tanpa rasa takut anak-anak lari kejalan, karena gerbang rumah tinggal digembok saja...hehehe.




 Dok. Pribadi (Keceriaan anak dan adikku)

Awalnya saat dikota Garut, banyak sekali rencana yang sudah dibuat, jalan kesana kesini dan lainnya, tapi semua gagal total, karena hujan yang terus turun dari pagi sampai sore yang mengharuskan kita terus diam didalam rumah, sampai mau kepasar pun untuk persiapan lebaran harus berbasah-basahan.


Dok Pribadi (suasana rumah saat hujan terus turun)
Menu ketupat dan opor memang makanan yang selalu ada dihari raya idul fitri, tapi kalau dirumah saya siomay jauh lebih penting ada dirumah ketimbang opor ayam…hehehe. Apalagi adik saya sangat suka dengan siomay dicampur bumbu kacang yang terasa begitu nikmat buat disantap saat lebaran.


Dok Pribadi (siomay ayam)
Sedikit berat hati meninggalkan kampung halaman terutama Ibu dan adik-adik saat lebaran hari kedua, mengingat saya masih rindu dengan mereka, begitu pun sebaliknya, tapi tak apa semoga saja secepatnya bisa pulang lagi kekampung halaman. Dan Ibu pun mengerti bahwa pulangnya kami dengan cepat ke ibukota, karena sudah ada tugas dan tanggung jawab anak-anaknya dalam bekerja.

Sempat ketakutan akan macet saat perjalanan pulang ke Jakarta, tapi untungnya tidak sama sekali, malah lancar sekali, macet pun hanya sebentar saja, malah sebaliknya jalur arah Garut yang macet parah dari sepanjang saya jalan dari arah Tarogong sampai cileunyi arah Garut penuh dengan kendaraan, apalagi dijalur nagreg penuh sesak kendaraan.


 Dok. Pribadi (jalanan arah Garut dan Tasik macet total 29 Juli 2014)

Macet seperti itu memang setiap tahun terjadi, semuanya demi mengisi waktu di hari lebaran, dan demi berkumpul dengan keluarga dikampung halaman tercinta. Apalagi kota Garut juga banyak tempat wisatanya, disini sudah pasti banyak wisatawan datang untuk menikmati alam kota Garut yang indah dan sejuk, ada candi cangkung, situ bagendit dan yang lainnya.

Yang terpenting saat mudik itu jaga kesehatan, badan tetap kuat, supaya liburan dan mudiknya tetap aman, lancar dan selamat. Selamat mudik, selamat liburan dan selamat berkumpul dengan keluarga tercinta. Jadikan kemenangan idul fitri ini untuk kita tetap menjaga keharmonisan dan silahturahmi dengan keluarga tersayang supaya tetap terjalin dengan baik. 

Dan bagiku kemenangan sejati di hari raya, adalah bisa menjalankan ibadah dengan khusu dan selalu bisa bersama keluarga juga dapat menikmati hari lebaran dengan Ibu yang kucinta beserta adik-adik tersayang, biar hanya bertemu sesaat, hati kami selalu bersama selalu.

Bagaimana dengan cerita kamu di libur serta hari raya idul fitri kemarin ? pasti lebih seru...yuk berbagi cerita....

Salam hangat dari Jakarta

10 komentar:

  1. Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1435 H. Maaf lahir batin ya mbak...
    Macet panjang pasti ya, sodaraku bandung juga harus menghadapi macet saat pulang balik ke bandung...

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama-sama mas Adi..maaf lahir bathin juga...
      kalau saya pulang kegarut maupun balik ke jakarta alhamdulillah ga macet...tapi saat balik ke jakarta, liat arah ke garut macet total

      Hapus
  2. alhamdulillah, akhirnya bisa kumpul keluarga di garut, meskipun hujan selalu membasahi, ...keep happy blogging always...mohon maaf lahir batin, salam dari Makassar :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mas Hari alhamdulillah bisa pulang juga, biarpun sempat galau, tapi endingnya seneng bisa kumpul keluarga....sama-sama maaf lahir batin juga
      salam dari Jakarta

      Hapus
  3. Ramadhan & Lebaran memang momen keluarga mak, lebih banyak waktu bersama keluarga lebih baik. Mohon maaf lahir batin

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener mak lusi......makanya kalau sampe ga bisa kumpul pas lebaran sedih banget.....maaf lahir batin juga mak....

      Hapus
  4. terharu bacanya pas nenek ketemu cucunya... minal aidzin wal faidzin mbak :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama-sama mas Lucky minal aidzin juga ya......

      Iya neh jarak yang jauh, akan selalu membuat nenek dan cucu saling kangen.

      Hapus
  5. Mak dari Garut ternyata :) Iya ya mak, Garut sekarang banyak dikunjungi wisatawan lokal karena banyak tempat wisata menarik..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mak Arifah saya dari Garut, tepatnya dari daerah situ bagendit, tahu ga mak?...mampir atuh ke bagendit...rame...hehehe

      Hapus

Terima kasih atas kunjungannya ya. Saya senang deh kalau kalian mau tinggalkan komentar, bisa bikin saya happy dan semangat nulisnya. Tapi, mohon maaf ya, untuk tidak meninggalkan link hidup. Terima Kasih. Salam hangat dari Pena Cinta Liswanti.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...