KAU YANG TELAH PERGI

Liswanti Pertiwi | Kamis, September 11, 2014 | | |
12 tahun berlalu..ketika siang terus berganti menjadi malam

Ketika gelap menjadi terang

Dan rembulan berdampingan bersama bintang

Memandang langit yang seketika berubah ditahun-tahun itu

Dimana tak ada lagi tangis yang memecah sepi

Seperti waktu yang telah berlalu

Ketika ku hanya mampu menahan dingin…

Dari hembusan angin dan hujan yang terus turun dengan derasnya

Dengan air mata yang terus membasahi

Sedih itu menyakitkan…terasa menyayat hati

Pedih….

Kau……. Dan aku yang berduka

Seketika jiwaku mulai terasa hampa

Memandangmu yang menahan sakit

Dengan napas yang teroutus-putus

Mencoba mengucapkan kata demi kata yang terasa berat

“Jangan…menangis..ketika..ku…pergi”

 Hingga tangan itu pun mengenggamku dengan erat

Perlahan demi perlahan…kudengar napasmu melemah

Dengan suara tersisa kau mengucapkannya kalimat itu

Bergetar hatiku…jantungku berdetak kencang

Terasa lemas saat genggamanmu terlepas

Matamu perlahan menutup dengan senyuman yang begitu damai

Air mataku mulai jatuh…semua menjerit dan begitu terluka

Ibumu terjatuh…kakakmu tak sadarkan diri

Ayahmu berusaha tegar, sambil memelukmu dengan erat

BIar kutahu hatinya begitu terluka…begitu pun denganku

Adikmu yang belum mengerti hanya bisa terdiam

Langit beruabah gelap…seakan ikut berduka

Perlahan hujan turun mengiringi kepergianmu dirumah terakhirmu

Wangi bunga tujuh rupa menghiasi pusaramu

Doa-doa dipanjatkan….takbir dan suara adzan menggema

Begitu sunyi….

Hingga waktu terus berlalu dan matahari masih terbenam dibarat

Ku telah berlalu dari pedih dan sedih yang menyakitkan

Hatiku pun telah berganti dengan cerita cinta yang lain

Tapi….kau yang telah pergi tepat dihari kelahiranmu

Akan tetap menjadi memori terindah dalam sebuah kenangan

Yang berlalu hingga hilang dalam waktu….



10 September  1981 – 10 September 2002 – 10 September 2014

“Doa untukmu….semoga kau “yang pertama mengenalkanku tentang cinta dan puisi” akan bahagia disana, menjadi penghuni surga dan semua amalanmu selama didunia diterima Allah SWT”.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih atas kunjungannya ya. Saya senang deh kalau kalian mau tinggalkan komentar, bisa bikin saya happy dan semangat nulisnya. Tapi, mohon maaf ya, untuk tidak meninggalkan link hidup. Terima Kasih. Salam hangat dari Pena Cinta Liswanti.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...