KENALI ALERGI DAN DAMPAKNYA BAGI PERTUMBUHAN ANAK

Liswanti Pertiwi | Minggu, November 30, 2014 | |

Jakarta, Sabtu 29 Nopember 2014 kemarin, sharing moment Nakita kembali hadir di Jakarta, kali ini bekerja sama dengan SGM. Acara ini sendiri mengambil tema “Pahami Alergi Protein Susu Sapi dan Tumbuh Kembang Si Kecil”, yang dilaksanakan di ruang serbaguna lantai 3 RS. Harum Kalimalang Jakarta Timur.





Acara dihadiri oleh ratusan orang, termasuk para orang tua yang ingin lebih tahu banyak tentang alergi dan dampaknya bagi pertumbuhan anak. Tepat pukul 09.39 acara dimulai dengn sambutan dari beberapa pihak, mulai dari Direktur RS. Harum dr. Rully, kemudian dilanjutkan Heni Wiradimaja selaku editor in chief tabloid Nakita, dan sambutan terakhir dari Intan Nurmala selaku marketing manager SGM.


Sharing pertama dibawakan oleh dr. Nia Kurniati, SpA.(K) tentang “Alergi Makanan dan Alergi Susu Sapi”. Menurut dr. Nia 20 dari setiap 100 orang yang tinggal dikota besar adalah penderita alergi. Penyebab alergi dinamakan allergen, dan biasanya penyakit alergi dapat berupa eksim (dermatitis), pilek alergi (Rinitis Alergi), asma, diare alergi, dan urtikaria (bentol-bentol).

Alergi makanan sendiri merupakan efek samping kesehatan yang ditimbulkan oleh respon imun khusus dan terjadi berulang setiap terpajan pada makanan tertentu. Alergi sendiri biasanya karena faktor genetik (atopic, jadi bila kedua orang tua memiliki penyakit alergi yang sama, maka kemungkinan anak memiliki resiko besar terkena alergi, tapi tidak 100%.

Alergi makanan merupakan salah satu masalah alergi yang penting pada anak (60%, dan biasanya jenis makanan penyebab alergi itu sendiri ada pada susu (sapi,kambing), seafood, kacang tanah, telur sampai dengan treenut (walnut, mede, macadamia, dll).

Alergi susu sapi 0,5% - 7,5% terjadi pada usia di bawah 1 tahun dan akan berkurang dengan bertambahnya usia. Gejala yang timbul akibat alergi ini pun sangat cepat, dapat terlihat kurang dari 45 menit, sesudah menelan partikel susu sapi, yang kemudian menimbulkan kolik, diare, muntah, kulit memerah dan gatal.

Untuk dapat memenuhi kebutuhan nutrisi bayi yang alergi, tentunya seorang Ibu diharuskan untuk menghindari bahan makanan yang mengandung protein susu sapi dan turunannya, dan lebih baik memberikan ASI dan setelah usianya lebih dari 6 tahun bisa juga diberi susu dengan formula kedelai. Alangkah baiknya seorang Ibu yang memberikan ASI untuk menghindari makanan yang dipantang, dan yang tidak kalah penting adalah makanan tambahan yang diberikan tidak mengandung susu sapi.


Selain itu dr. Bernie Endyarni Medise, SpA(K), MPH yang merupakan staf akademik/medis divisi tumbuh kembang pediatri social, Departemen ilmu kesehatan anak (IKA) FKUI RSCM, menerangkan tentang “Optimalisasi Tumbuh Kembang Anak Dengan Alergi”.

Menurut dr. Bernie tumbuh dapat diartikan bertambahnya jumlah sel dalam tubuh. Pertumbuhan seorang anak dapat dinilai dari berat badan, tinggi badan dan lingkar kepala yang bertambah. Pertumbuhan seorang manusia bukan saja dilihat dari proporsi tubuhnya, tapi juga dilihat dari perkembangan otak.

Ada beberapa faktor yang berperan dalam tumbuh kembang anak, mulai dari genetics, environment (pola pengasuhan, stimulasi, kesehatan sampai imunisasi), dan nutrition (ASI, MPASI, makanan seimbang), dimana ketiga faktor itu terus berputar dan sangat penting bagi perkembangan anak terutama otak.

Disini dr. Bernie juga menerangkan akan dampak alergi terhadap tumbuh kembang anak, dimana dampak alergi ini dapat menggangu saluran napas (asma, batuk, bersin yang menyebabkan anak sulit menyusu pada Ibunya, sulit makan sehingga pertumbuhan terganggu), gangguan tidur (jumlah tidur berkurang, pertumbuhan pun terganggu), dan terakhir adalah timbulnya alergi lain (urtikaria, dermatitis atopi, konjungtivitis alergika, dan mengakibatkan gangguan beraktivitas).

Dampak masalah alergi pun sangat mempengaruhi kesehatan anak, karena anak anak banyak pantangan dalam hal makanan, sering gumoh dan muntah, bahkan diare berulang, dan semua ini akan mengganggu pertumbuhan dan perkembangan anak. Maka dari itu perlunya pencegahan supaya alergi itu tidak timbul, salah satunya dengan memberikan nutrisi yang tepat.

Dr. Bernie sendiri menyimpulkan bahwa biasanya gangguan pertumbuhan akan dialami oleh anak yang alergi makanan, maka dari itu bila dilakukan intervensi nutrisi yang tepat dan dipantau dengan baik akan membantu anak alergi, tumbuh dan berkembang optimal.


Dalam acara sharing ini pun Dian Ekawati perwakilan dari pihak SGM, juga menyampaikan beberapa hal, dimana menurut Dian masa pertumbuhan usia balita/remaja merupakan masa tumbuh kembang yang kritis, mengapa?, karena pertumbuhan dan perkembangan terjadi sangat cepat, ini menentukan kualitas hidup diusia selanjutnya.

Anak dengan intoleransi atau alergi terhadap protein susu sapi harus menghindari semua makanan berbahan dasar susu sapi. SGM pun memberikan solusi dengan adanya produk SGM Soya Presinutri 3 dan 4, yang menyajikan zat-zat nutrisi tepat yang diperlukan, dalam jumlah tepat. SGM soya sendiri dipenuhi dengan isolat protein kedelai berkualitas baik, yang membantu tumbuh kembang anak yang sangat alergi dengan protein susu sapi.




Acara sharing ini pun semakin seru dengan berbagai kuis berhadiah, para peserta begitu antusias, dari awal sampai akhir acara. Selain itu diakhir acara diadakan sesi tanya jawab, pembagian doorprize hingga pemberian souvenir bagi pengisi acara. Bukan itu saja, ada bazaar dari tabloid NAKITA dan susu SGM dengan harga terjangkau, otomatis para orang tua pun berbondong-bondong untuk membeli susu SGM bagi anaknya, termasuk saya J.
                                         


8 komentar:

  1. Pas baca dari awal liat foto2nya, kirain narsumnya pas bicara berdiri terus, capek dok. Eh pas scrrol ke bawah ada sesi duduknya juga narsum, makanya saya dari awal nanya "itu bangku di depan ngapain dianggurin"

    BalasHapus
    Balasan
    1. Eh..benaran itu nerangin lama banget mas...berdiri, kalau selsai nerangin baru duduk, itu bangku buat pas sesi tanya jawab....hehe

      Hapus
  2. kalau aku alergi lemak mak termasuk susu dkknya..alergi tempe tahu juga mak.. duh complicated deh saya ini :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah...ga bisa makan es krim dong ya mak...

      Hapus
  3. senang bgt bs bc artikel ini mskpun sy sndiri blm pny ank hee

    BalasHapus
  4. Ulasannya lengkap, informatif sekali terutama bagi Ibu muda dengan bayi yang alergi Dairy Food seperti eikeee.. huhu.. tirimikisiiih :*

    BalasHapus
    Balasan
    1. sok tah dibaca saya....alergi akan berkurang saat usia anak bertambah..tapi biasana tumbuh alergi lain, kumaha tah?

      Hapus

Terima kasih atas kunjungannya ya. Saya senang deh kalau kalian mau tinggalkan komentar, bisa bikin saya happy dan semangat nulisnya. Tapi, mohon maaf ya, untuk tidak meninggalkan link hidup. Terima Kasih. Salam hangat dari Pena Cinta Liswanti.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...