CINTA DAN KETULUSAN DARI IBU KEDUA

Liswanti Pertiwi | Senin, Desember 22, 2014 | | | | |

Selamat Hari Ibu untuk Ibu-ibu di seluruh dunia.....

Senang rasanya di hari Ibu ini, semenjak pagi sudah diciumi sama krucil-krucil yang cantik dan ganteng, kebangga saya dan suami. Saya tanya "Kenapa?", si Kakak jawab donk "Kata Papa suruh sun Mama...". Dia berlari kesamping Papanya, dan bertanya "Papa, udah, apa tadi lupa tth", Papanya pun langsung bilang sambil dekati saya "Selamat Hari Ibu, mah" sambil mengecup kening saya..aduh...jadi malu hehehe.

Bukan itu saja, barusan siang Emak Titis, colek saya di whatsapp, katanya saya dapat juara 1 untuk kontes unggulan Pakdhe Abdul Cholik "Hati Ibu Seluas Samudera", pas lihat beneran, alhamdulillah banget. "Makasih Infonya Mak Titis", kalau ga dicolek, mungkin seharian ga buka FB ama lain-lainnya, jadi keingetan deh ada nulis serentak di KEB sampai jam 10 nanti malam.

Cinta dan Kasih Sayang  Dari Ibu Kedua

Ua dan Keluarga (Dok Pribadi)
Kali ini yang saya tulis adalah sosok seorang perempuan yang sudah menjadi Ibu, namanya Ibu Neneng. Beliau adalah Kakak dari almarhum Ayah saya. Menurutnya, beliau sudah menunjukkan kasih sayangnya kepada saya semenjak bayi.

Sekilas tentang Ibu Neneng yang selalu saya panggil "Ua". Ua, usianya sudah 50 tahun lebih, memiliki 2 orang anak perempuan dan laki-laki. Biarpun anak-anaknya bukanlah anak kandungnya, mereka adalah anak yang disayanginya, bahkan semenjak mereka lahir kedunia. Sebenarnya Ua memiliki 1 orang putri, yang meninggal saat di lahirkan.

Kasih sayang Ua kepada anak-anaknya begitu tulus, membesarkannya dengan penuh kasih sayang. Biarpun Ua tidak bisa mengandung lagi, tapi suaminya begitu sayang kepadanya, hingga menjalani hari tua bersama-sama, bersama 2 buah hati yang sudah tumbuh dewasa.

Ua juga selalu menunjukkan kasih sayangnya kepada saya, karena saking sayangnya, saya jadi merasa mempunyai sosok Ibu kedua dalam diri Ua. Yang selalu bisa membimbing dan menjaga saya. Ua selalu memberi nasehat kepada saya, supaya rajin belajar. Dan mendoakan saya supaya menjadi orang sukses.

Semenjak saya tinggal di Garut, dan Ua tinggal di Jakarta. Maka hampir setiap saya libur sekolah, saya akan tinggal dengan Ua di Jakarta. Dan Ua selalu saya tunggu kepulangannya di kampung halaman saat hari raya. Karena kedekatan kami, seperti ada ikatan batin yang sama pada saya kepada Ua. Kalau sakit, pasti tahu, Atau ada yang membuatnya menangis, pastilah saya sangat marah, dan selalu ingin membalasnya. Karena kasih sayangnya itu begitu tulus kepada saya.

Semenjak kecil, Ua lah yang selalu ingin melihat saya menjadi perempuan cantik dan memakai rok, maka pastilah beliau akan membelikan saya baju-baju khas perempuan, yang sebenarnya saya sedikit tomboy..hihi. Ua juga ingin saya menjadi pintar, dengan mengirimkan banyak buku bacaan bergambar sewaktu saya sekolah. Kalau saya masuk ranking dan menang lomba, pastilah Ua ikut senang dan menyuruh saya datang ke Jakarta.

Biarpun saya sudah menikah, Ua yang selalu ada dekat saya. Karena akhirnya saya bisa tinggal di Jakarta berdekatan dengannya. Di Jakarta saya merasa tidak kesepian, karena ada Ibu kedua yang bisa selalu saya kunjungi. Terkadang kalau saya ditinggal suami yang dinas berbulan-bulan, dan membuat saya tidak bisa pulang ke kampung, Ua akan menghampiri saya dan menyuruh saya tinggal dengannya.

Kutemukan cinta dan ketulusan dari ibu kedua pada diri Ua. Kasih sayangnya pun kepada saya, tidak pernah hilang. Saat saya melahirkan putri pertama di Garut, Ua langsung menuju kota Garut, karena saya harus menjalani ceasar. Apalagi saat anak saya sakit dan melahirkan anak kedua, Ua akan langsung datang dan menemani saya. Saya merasakan kasih sayang dan perhatiannya itu begitu tulus, baginya anak-anak saya adalah cucunya sendiri.

Di kota Jakarta ini pun, saya merasa tidak sendiri, karena ada Ua yang sudah menjadi Ibu saya. Biarpun beliau bukan Ibu kandung saya, tapi saya juga menyayanginya. Dalam darah saya ada darahnya, karena Ua adalah Kakak kandung Ayah saya sendiri.

Terima Kasih Ua...Selamat hari Ibu. Saya memang belum bisa memberikan apapun kepada Ua, dan saya hanya bisa berdoa. "Ua selalu diberi kesehatan, keselamatan dan panjang umur. Bersama selalu dengan kami (saya, dan anak-anak Ua). Ua juga selalu ada dalam lindungan Allah SWT". Amin Ya Rabb.


Tulisan Ini Untuk Ikut Partisipasi Dalam KEB Mother's Day 2014



5 komentar:

Terima kasih atas kunjungannya ya. Saya senang deh kalau kalian mau tinggalkan komentar, bisa bikin saya happy dan semangat nulisnya. Tapi, mohon maaf ya, untuk tidak meninggalkan link hidup. Terima Kasih. Salam hangat dari Pena Cinta Liswanti.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...