TAMBAH ANAK ?, PIKIR-PIKIR DULU DEH

Liswanti Pertiwi | Senin, Desember 15, 2014 | | |
Dok. Pribadi
Beberapa waktu ini, seorang teman sempat bertanya, "Lis, kapan tambah anak lagi, ehh rame tahu, saya sudah mau 5 neh", ucapnya diseberang telepon. Maklum lah, kami sering telpon-telponan, sekalinya ngobrol pasti tentang anak.

Saya sempat jawab "ga ah, cape". Buka cape ngurus anak-anak, saya happy saja bisa main bersama dengan mereka, saya cape kalau harus ngidam lagi..hehehe. Bukan itu saja, saya kepikiran kalau-kalau nanti meski ceasar lagi, "ga mau ah". Kan kita tidak tahu apa yang terjadi di depan, syukur-syukur bisa lahiran normal, kalau ada masalah? kepaksakan SC lagi.

Sempat anak saya juga bilang begini "Mah..teteh mau punya ade", Suami sampai tertawa terbahak-bahak, dan saya bilang dong "itu Dimaskan ade mu teh". Anak perempuan saya geleng-geleng, "teteh pengen dede bayi", itu terus saja ditanyain sampe berhari-hari. Saya baru mengerti, kalo dulukan Chantika punya ade masih kecil, usianya pas 2 tahun, jarang banget main-main sama ade bayinya yaitu Dimas. 

Nah saat dia sudah mengerti, saya suka bawa tuh buat nengokin yang lahiran, terus saudara dekat ada yang baru ngelahirin juga banyak, dan dia asyik main sama bayi itu. Otomatis, Chantika seperti ada keinginan untuk memiliki dede bayi itu. Malah beberapa waktu ini, Chantika lagi asyik main sama boneka bayi, ngemandiin sampai dipakein baju. 

Dok. Pribadi
Tambah anak ?, pikir-pikir dulu deh. Saya dari dulu memang punya keinginan untuk memiliki 2 anak saja, yang terpenting putra dan putri saya ada dalam kesehatan, keselamatan dan kesuksesan. Amin. Ada beberapa pertimbangan, kenapa saya hanya ingin 2 anak saja.
  1. Biaya pendidikan mahal. Itu pertimbangan awal saya, bisa kita lihat dari pendidikan TK sampai SMA di Jakarta, biaya pendidikan sangat tinggi. Ga usah disebutin berapanya, pasti udah pada tahukan ya?. Bahakan bukan ibukota saja, didaerah pun sama. Untung-untung bisa masuk Negeri, biaya ga terlalu kerasa, kalau swasta?, nah itung-itung deh, berapa tuh kira-kira...hehe.
  2. Kesehatan. Ini yang jadi pertimbangan saya yang kedua, kalau seorang perempuan sudah melahirkan 2 kali, pasti banyak kerasanya, terutama dalam hal kesehatan rahim. Apalagi sebenarnya saya sudah merasakan hamil 4 kali, dan alhamdulillah yang lahir selamat ada 2. Kelahiran anak saya, semuanya ceasar, dan banyak sekali dampak yang saya rasakan. Mulai dari haid yang menyakitkan, sampai tidak bisa melakukan aktifitas yang berat, karena itu menyebabkan bekas ceasar sering sakit.
  3. Susah cari pengasuh. Nah ini neh kendala terakhir, dari dulu susah banget cari pengasuh. Sampai-sampai gagal mengambil pekerjaan yang sudah ditawarkan kepada saya. Saya ingin cari pengasuh yang sudah tua, biar ngerti cara ngurus anak.
Maka dari pertimbangan itu, saya memilih 2 anak saja "ikut program KB aja..hihi", yang penting mereka sehat. Dan kalau tambah anak, siapa yang jaga?, binggung tuh, karena sayakan punya aktifitas lain, kalau saya tidak kerja, hidup bisa terasa berat bagi saya "sayang ilmu, sekolah lama ga digunain..hihi". Biarpun kerja di rumah, yang penting saya bisa dapat penghasilan sendiri. 

Nah pas saya jelasin, semua pertimbangan ini sama teman, dia hanya bisa ketawa. Itu karena setiap anak yang dilahirkannya,  ada satu pengasuh, dan dia bisa bersantai ria, tanpa memikirkan mandiin dan menyusui.

Saya sadar kok, kita tidak bisa melawan kehendak Tuhan. Apalagi kalau dianugerahi Tuhan untuk kembali hamil, yang kita terima, kan rezeki bisa ngikutin. Tapi boleh dong berharap, bahwa dua anak sepertinya cukup, karena saya ingin mereka mendapatkan kasih sayang saya dengan penuh. Memberikan yang terbaik kepada mereka. Daripada punya anak banyak, tapi kita tidak bisa adil percuma juga. Kalau rezeki ngalir terus "alhamdulillah", nah kalau roda kehidupan berputar, dan posisi kita lagi dibawah, bagaimana nasib anak-anak?. Mungkin punya anak banyak memang butuh perencanaan yang matang, dari hal terkecil pun, harus bisa dipikirkan. 

Terus bagaimana dengan kalian, ingin punya anak banyak atau sedikit ? hayo loh..ngaku..hehehe









6 komentar:

  1. Wah saya juga memiliki pertimbangan yang sama :D hihi... Seneng yaa udah punya dua anak, sepasang pula aah aku jg ingin punya anak lagi nih cowok, tapi entar aja

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya ayo mak Tian..program lagi, semoga dapet cowok, saya mah ini punya anak kedua ga disengaja. Padahal udah KB, eh tetep aja hamil..hihi

      Hapus
  2. toss mbak.. alasannya sama bgt kyk aku.. cukup 2 anak saja, alhamdulillah udh ada.. hihihi...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siap mak. cukup 2 ya.....aduh aku mah ga kepikiran lagi, cape ngidamnya...pas ngandung keduanya, ngidam saya parah banget..belum morning sicknessnya.

      Hapus
  3. Aha......siapa tuh temennya yang dah mau lima anaknya......?saya malah dah lima anaknya.
    setiap orang punya prinsip masing masing dalam mengelola keluarga termasuk soal jumlah anak. Ke-3 pertimbangan diatas adalah pertimbangan yang umum bagi setiap keluarga terutama ibu. Berbeda dengan pola pikir saya dan istri, kami memilih memiliki banyak anak karena prinsip kami banyak anak banyak rezeki dan setiap nyawa sudah tertulis takdirnya termasuk rezekinya. Mungkin pola pikir ini adalah pola pikir kuno yang sudah jauh ditinggalkan oleh orang-orang jaman sekarang, tapi kami sudah membuktikan bahwa banyak anak banyak rezeki itu benar adanya sehingga tentang biaya kehidupan terutama kesehatan dan pendidikan sudah terpenuhi bahkan secara perhitungan dari tabungan anak anak cukup untuk sampai jenjang S2. Untuk pertimbangan tentang pengasuh kebetulan istri dari awal berkomitmen hanya menjadi ibu rumah tangga dan tidak memberikan kesempatan orang lain mengasuh anak-anak kami makanya kami tidak mencari tenaga pengasuh. Saya adalah seorang pekerja juga yang gajinya juga pas-pasan hanya saja saya sangat konsisten membuat tabungan pendidikan berupa logam mulia untuk setiap anak-anak saya sejak anak pertama lahir.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Temani baik saya....kebetulan memang dia tidak percaya dengan KB..dan tidak diperbolehkan suaminya..jadi berproduksi terus...
      Nah memang tiap orang berbeda-beda cara berpikir mas, kebetulan saya kedua anak lahiran ceasar, dan itu yang jadi pertimbangan. Kalau normal mungkin saya berpikir untuk punya 1 lagi..tapi karna saya udah menjalani operasi 3 kali, jadi tidak diperbolehkan lagi..kecuali mampu untuk melahirkan normal. sedangkan kondisi tidak memungkinkan. selain itu karna saya punya aktifitas lain, dan memang tidak mudah percaya sama pengasuh..jadi ya susah. dan memang semua dikembalikan kedirinya masing-masing.

      Hapus

Terima kasih atas kunjungannya ya. Saya senang deh kalau kalian mau tinggalkan komentar, bisa bikin saya happy dan semangat nulisnya. Tapi, mohon maaf ya, untuk tidak meninggalkan link hidup. Terima Kasih. Salam hangat dari Pena Cinta Liswanti.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...