ANTARA ARISAN DAN PENGASUHAN ANAK (BAGIAN 1)

Liswanti Pertiwi | Senin, Januari 19, 2015 | |
Menjadi seorang istri, mengharuskan saya mengikuti berbagai kegiatan yang diadakan oleh kantor, dimana suami berdinas. Sebagai seorang yang pernah aktif dalam berbagai organisasi saat sekolah dan kuliah, itu adalah sebuah kegiatan menyenangkan bagi saya. Bukan membanggakan diri sendiri yang selalu terjun dalam setiap kegiatan, tapi ini adalah hal baru bagi saya. Kegiatan seorang istri di kantor suami sangatlah berbeda dengan saat saya menjadi seorang pelajar. Kok berbeda? Ya berbeda, inikan kebanyakan Ibu-ibu yang sudah menikah dan punya anak, bukan gadis lagi…hahaha.

Nah hal baru yang saya dapat, adalah sebuah kegiatan yang tidak pernah saya lakukan. Saat pertama kali menikah, saya diharuskan memperkenalkan diri kepada istri yang lain, “wow”. Dan saya pun bisa mengalami rasa gugup “akhirnya ngerasain gugup, hahaha”, jujur saya malah kurang PD alias ga percaya diri. Kenapa?, maklumlah baru pertama.

Ya sudah ya, ga usah bahas..itukan kejadian beberapa tahun lalu. Sekarang sudah biasa lagi, karena sudah mengenal banyak orang. Sebenarnya tidak banyak kegiatan yang saya ikuti, kecuali pertemuan rutin. Dalam acara ini, pertemuan dilakukan antara satu atau dua bulan sekali, dikemas dalam bentuk arisan.


Arisan seperti apa?, arisan biasa, ada kocok uang, pembagian door prize dan bazaar. Nah yang beda adalah, karena disini Ibu-ibu akan memiliki ilmu. Lalu ilmu seperti apa?, adalah belajar banyak hal, mulai dari memasak, bikin kue, berhijab, mengurus bayi dan hal lainnya. Seperti kegiatan yang Sabtu, 10 Januari 2015 kemarin lakukan, sehingga saya ingin berbagi disini, karena sangat penting untuk saya tulis.

Arisan minggu kemarin itu diisi oleh Mayor Kes Indah Kusumandaru yang bertugas di Lakespra Saryanto. Dengan mengambil tema “Peranan Orang Tua Dalam Pembentukkan Kepribadian Anak”, Ibu Mayor Kes Indah banyak menerangkan banyak hal mengenai pengasuhan anak, apa yang boleh dan tidak orang tua lakukan saat mengajari anak-anaknya.

Dalam sebuah kutipan yang diutarakannya dari John Locke “Seorang anak tak ubahnya bak selembar kertas putih beralih ketika di lahirkan kedunia”, disini yang bisa saya tangkap adalah bahwa seorang anak yang baru lahir bagai kertas kosong, belum banyak catatan kehidupan atau perilaku yang dia lakukan, karena anak yang baru lahir masihlah suci.

Percaya tidak kalau saat anak dalam kandungan itu sudah bisa mendengar atau merasakan?, kalau saya seh percaya. Karena saya sudah mengandung 2 kali, dan apa yang saya lakukan kepada janin saat dikandungan, berakibat saat dia lahir. Contoh kepada anak pertama saya selalu banyak melantunkan ayat suci Al-Quran dan musik klasik serta banyak menulis cerita. Dan saat lahir anak saya cenderung jauh lebih tenang saat dia mendengar ayat suci dan musik klasik.

Dokumen Pribadi
Berbeda dengan yang kedua, saat dikandungan saya selalu banyak membaca buku puisi dan nonton drama korea, kalo sehari saja tidak menonton. Ada rasa resah, makanya saat anak saya lahir. Dan saya putar film drama korea, dia malah anteng..hihi. Apalagi kalau saya lagi baca puisi, dia diam saja kayak lagi menghayatinya. Maka sudah tentu apa yang Mayor Kes Indah katakan “jangan bicara tidak baik saat anak dalam kandungan”.

Diterangkannnya juga bahwa membesarkan anak memberikan “tekanan” yang cukup besar pada aspek intelektual, emosi, spiritual, fisik, dan financial suami istri. “Jangan katakan bahwa seorang ibu rumah tangga tidak belajar, karena saat mengajari anak sama dengan belajar” ucapnya demikian.

Hal yang mempunyai peran dala proses perkembangan anak adalah pola atau model keluarga. Pola keluarga biasanya berkaitan erat dengan budaya. Hubungan orang tua dan anak tergantung pada sikap orang tua. Sikap positif orang tua akan lebih banyak berpengaruh positif, terhadap hubungan orang tua anak dibandingkan dengan apabila orang tua tidak bersikap positif. Sikap ini bersifat menetap artinya sekali terbentuk, maka sikap ini akan cenderung bertahan mempengaruhi hubungan orang tua dan anak.

Sebagai contoh saat seorang anak menangis meminta mainan atau barang yang dia inginkan, jangan langsung diturut untuk memberikannya supaya diam. Dibiarkan dulu, karena anak akan diam sendiri. Jangan khawatir anak terus menangis akan berakibat tidak baik pada kesehatannya. Karena tidak ada faktor apapun yang dapat menggangu kesehatannya. Tentu ingat saat anak menangis akan bagus buat latihan paru-parunyakan “itu ilmu yang saya dapat sewaktu pertama kali punya anak..hehe”.

Kebanyakan orang yang berhasil setelah dewasa berasal dari keluarga dengan orang tua yang bersikap positif. Karena hubungan yang demikian akan menghasilkan anak yang bahagia, ramah, dan dianggap menarikoleh orang lain. Relatif bebas dari kecemasan dan sebagai anggota kelompok mereka, serta pandai bekerja sama. Anak yang mempunyai penyesuaian yang buruk, biasanya merupakan produk dari keluarga yang tidak memiliki pola hubungan postif.

Menurut  Mayor Kes yang memiliki nama lengkap Hadrianita S. Indah N. K, S.Psi, Psi ini. Anak yang tidak memperoleh kasih dan perhatian yang menandai haus akan kasih sayang orang tua memiliki perasaan takut dikesampingkan / diabaikan. Maka dari itu sudah tentu sebagai orang tua, kita harus bisa member kasih sayang sepenuhnya kepada anak, mau itu anak pertama ataupun kedua dan lainnya.

Hal yang disampaikan diatas sangat perlu diketahui, bahwa ada kecendrungan untuk selalu mencari perhatian dari orang lain dengan cara apapun. Karena haus akan bentuk perhatian dan kasih sayang. Mereka cenderung kurang percaya diri dan ada hambatan dalam menjalin relasi sosial dengan lingkungan.


BERSAMBUNG

12 komentar:

  1. wahh menyenangkan sekali arisannya ya mak, banyak ilmu ga sekedar datang, ngasih duit dan makan. Tentang pendidikan anak, kadang2 memang ortu ga sabaran ketika melihat anaknya menangis minta mainan. Bahkan ada anak yang sampai guling2an karena permintaannya gak dituruti. Hhehe suka gemes liat anak yg gitu dan ibunya luluh juga. Ini memang tergantung pola pendidikan sejak awal ya mak sebelum terlanjur. Untungnya anakku sudah mengerti dan tidak pake nangis2an panjang. Tp butuh argumentasi juga untuk menghentikan permintaannya. Anakku yg ke-2 (4 tahun), wahh butuh penjelasan kenapa dilarang...hehe harus pintar ngejelasin yg dipahami mereka. Kalau belum masuk, dia akan terus menangis.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah menyenangkan sekali mak Ika.
      Nah itu justru baik, biar anak mengerti...biar pun kita butuh menjelaskan biar anak mau luluh. kalau dibiasain malah khawatir nanti kedepannya. Malah lebih baik saat dia menangis kita coba pergi kemana, begitu saat saya dapat penjelesan. Supaya anak pun jadi mengerti "oh mama ga suka kalau aku menangis minta ini itu".

      Hapus
  2. Nah, arisan seperti ini sangat bermanfaat mak, tidak sekedar kumpul-kumpul dan akhirnya bergosip ria hehe...
    Btw, temanya sangat menarik, ilmu dasar dalam mendidik anak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih mak....memang arisan beginian yang saya cari...kalau arisan buat ngerumpi saja mending aku menghindar..hehe...
      Arisan ilmu KEB, arisan kantor begini neh yang saya suka..dapat ilmu juga.
      Semoga bermanfaat ya tulisannya.

      Hapus
  3. Arisan sekaligus belajar ya mak.nice posting mak..salam kenal ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. salam kenal juga mak Fadlun....terima kasih

      Hapus
  4. Nah gitu dong ngumpul-ngumpul sambil belajar dan tambah ilmu, jadi waktunya tidak mubadzir.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Harus Mas Edi, untungnya saya selalu ikut ngumpul dan dapat ilmu, kalau hanya ngerumpi, pikir2 dulu.

      Hapus
  5. setuju dengan komentar mas Edi Padmono

    BalasHapus
  6. Hai Bunda Lis, salam kenal ya ~

    Asyik oey arisannya, bahasannya berbobot.
    Aku sendiri tipe yang bakal kasih waktu untuk anakku nangis, dan ga kuminta diem tapi langsung kugendong keluar dan kualihkan perhatiannya sehingga dia akhirnya ceria lagi.

    Mampir ke sambungan postingan ini ah~

    Oiya, mampirr juga ke blogku ya Bun,
    thesultonation.blogspot.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal juga mak

      Mengalihkan anak saat minta sesuatu itu juga bagus mak...daripada kita menuruti semua keinginannya, dengan begitu kita mengajari anak yang pengertian ya.

      Silahkan ...

      Siip saya berkunjung balik ya

      Hapus

Terima kasih atas kunjungannya ya. Saya senang deh kalau kalian mau tinggalkan komentar, bisa bikin saya happy dan semangat nulisnya. Tapi, mohon maaf ya, untuk tidak meninggalkan link hidup. Terima Kasih. Salam hangat dari Pena Cinta Liswanti.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...