ANTARA ARISAN DAN PENGASUHAN ANAK (BAGIAN 2)

Liswanti Pertiwi | Rabu, Januari 21, 2015 | |

Setelah di bagian 1 (klik disini) Mayor Kes Indah Kusumandaru menjelaskan tentang pendidikan orang tua terhadap anak. Dimana sebagai orang tua bisa mendidik semenjak dini, bahkan semenjak dalam kandungan. Tidak bertutur kata buruk, sehingga anak akan tumbuh menjadi anak yang berperilaku positif. Bahkan berikanlah perhatian kepada anak seutuhnya, biar dia semakin percaya diri.

Dari bagian 1 ini saya bisa ambil poin penting yaitu banyak larangan juga tidak terlalu baik, karena anak akan cenderung tidak bisa berkembang dengan baik. Kepercayaan dirinya pun bisa memudar, kalau anak terlalu banyak dilarang ini itu. Selain itu member perhatian dan kasih sayang kepada anak, akan menciptakan anak dengan karakter yang sangat baik.

Bagian 2

Mayor Kes Indah menjelaskan bahwa ada beberapa sikap orang tua yang khas (sekaligus merupakan kesalahan yang sering dilakukan orang tua). Lalu apa saja?.

Melindungi anak secara berlebihan : dimana anak cenderung mudah tergantung pada semua orang, kurang percaya diri dan malah merasa frustasi. Saya dapat mengambil pelajaran dari poin pertama ini, melindungi anak sangat wajib dilakukan, tapi kalau berlebihan, seperti tidak boleh bermain keluar karena takut ini itu, tidak baik juga, karena anak akan kurang sosialisasi. Alangkah baiknya kita sambil menjaga dan memperhatikannya dengan baik.

Permisivitas : dimana orang tua cenderung membuat anak sesuka hati, sedikit kekangan. (Disini biasanya anak menjadi cerdik, mandiri, kreatif, penyesuaian dirinya pun baik. Atau bahkan anak tidak memiliki tenggang rasa dengan orang lain, egosentris, kurang tanggung jawab terhadap perilakunya dan kurang peka terhadap lingkungan). Maka orang tua sangat perlu juga mengarahkan terhadap perilaku anak, supaya terkontrol dengan baik, mana yang baik dan buruk. “menurut saya seperti itu dari penjelasan poin kedua ini”.

Dominasi : dimana anak bersifat jujur, sopan dan berhati-hati. Atau anak cenderung malu, patuh, mudah dipengaruhi orang lain, pengalah, sangat sensitive, anak kurang kreatif dan kurang berani berpendapat. Kira-kira dari poin ke 3 ini, anak saya mendominasi yang mana ya…? Hehehe.

Favoritisme (pilih salah satu) : Anak bersikap tidak adil, cenderung mendominasi orang lain. Atau ambisi orang tua (pemaksaan kehendak orang tua kepada anak). Disini bila anak tidak mampu memenuhi ambisi orang tua, anak cenderung menciptakan permusuhan terhadap orang tua, tidak bertanggung jawab, prestasi dibawah tingkat kemampuan sesungguhnya, memiliki perasaan dikorbankan. Dari penjelasan diatas, mungkin hanya orang tua yang bisa menentukan pilihan terbaik apa buat anak, dan bisa diterima oleh anak itu sendiri.

Konsistensi orang tua (ketidak sepakatan orang tua dalam mendidik, mengasuh dan bersikap terhadap anak) : anak mencari kesenangan sendiri, sikap bertanggung jawab, anak mengalami konflik batin dalam dirinya, dan tidak mampu mengatasi frustasi.

Dari beberapa penjelasan diatas, kita bisa tahu dan memahami, apa yang sebaiknya diberikan kepada anak. Pola pendidikan dan bersikap bagaimana baiknya, supaya anak pun menjadi pribadi yang menyenangkan, baik dan tentunya sesuai harapan orang tua. Mska sudah tentu sebagai orang tua harus bisa mengasuh dan mendidik mereka (anak-anak) sebaik dan sepositif mungkin.

Ada beberapa contoh yang diutarakan Mayor Kes Indah dalam kesempatan ini, perihal kebiasaan orang tua yang menghasilkan perilaku buruk pada anak, yang bisa menjadi bahan pelajaran buat kita semua dalam mendidik mereka.

Apa saja itu?. Raja yang tidak pernah salah (sudah tentu kita sudah mengenal teori ini, pasal 1 orang tua tidak pernah salah, pasal 2 kalau orang tua salah lihat pasal 1. Dan tentunya ini sangat tidak baik saat mendidik anak), bicara tidak tepat sasaran, menekankan pada hal-hal yang salah, merendahkan diri sendiri, mama papa tidak kompak.

Selain itu ada juga campur tangan kakek, nenek, tante dan lain-lainnya. Menakuti anak, ucapan dan tindakan tidak sesuai, memberikan hadiah untuk perilaku buruk anak. Selalu merasa bersalah karena tidak bisa memberikan yang terbaik, mudah menyerah dan pasrah. Selalu marah yang berlebihan, gengsi untuk menyapa, memaklumi yang tidak pada tempatnya, penggunaan istilah yang tidak jelas maksudnya.

Bukan itu saja kebiasaan orang tua yang menghasilkan perilaku buruk terhadap anak. Contoh lainnya, adalah biasanya mengharap perubahan instan, pandangan yang buruk, selalu menuruti permintaan anak dan selalu mengungkit kesalahan masa lalu.

Sebenarnya bukan itu saja, masih banyak contoh yang lain. Dan yang pasti kita sebagai orang tua harus selalu sadar, untuk mendidik anak secara perlahan, teratur, dan tanpa paksaan. Pandai mengontrol diri pun sangat perlu, apalagi mengasuh anak harus penuh dengan kesabaran, supaya menghasilkan anak-anak yang berperilaku positif.

Selama kurang lebih 1 jam Mayor Kes Indah memaparkan banyak hal tentang “perananan orang tua dalam pembentukkan kepribadian anak”. Dan pada kesempatan itu pun diakhir penutup, Ibu Indah menyampaikan bahwa sebagai orang tua harus bisa dan berfungsi sebagai sahabat/teman, guru dan pengawas yang baik. Sebagai orang tua pun harus tahu betul, bahwa tugasnya adalah mendidik anak, dimana dalam melakukannya butuh proses dan tanggung jawab. Serta harus bisa memahami karakter anak secara baik.


Acara pun ditutup dengan pemberian kenang-kenangan kepada Mayor Kes Indah selaku narasumber di arisan kemarin. Begitu menyenangkan bisa mendapatkan ilmu yang berharga dari kegiatan arisan kemarin.

Dalam arisan rutin ini, biasanya saat pembukaan ataupun penutupan akan menyanyikan lagu wajib. Dan diakhiri dengan cara makan-makan, dengan begitu masih banyak waktu untuk Ibu-ibu saling bertegur sapa, yang memang jarang bertemu setiap harinya.

7 komentar:

  1. Wah seneng y mak, smbil arisan, ketemu temen2, bertukar cerita, dapet ilmu parenting pula. Makasih ya mak atas infonya, sering2 yak, :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama.

      Senang sekali saya bisa berbagi ilmu yang di dapat. dan senang kalau pembaca juga senang.

      Hapus
  2. Masih menyimak, lanjutan artikel yang kemarin ya mbak

    BalasHapus
  3. Dalam menagsuh anak, banyak hal yang bisa kita pelajari, baik melalui arisan atau seminar maupun belajar dari pengalaman...
    Laptop gaming | Mobil Honda hybrid | Harga notebook murah

    BalasHapus

Terima kasih atas kunjungannya ya. Saya senang deh kalau kalian mau tinggalkan komentar, bisa bikin saya happy dan semangat nulisnya. Tapi, mohon maaf ya, untuk tidak meninggalkan link hidup. Terima Kasih. Salam hangat dari Pena Cinta Liswanti.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...