ANTOLOGI KEDUA UNTUK IBU

Liswanti Pertiwi | Rabu, Januari 14, 2015 | |

Gambarnya pinjem dari FB Pakdhe Cholik 
Tepat pada 22 Desember 2014 kemarin, buku Hati Ibu Seluas Samudera telah terbit "tepat di hari Ibu". Buku ini pun ditulis oleh 125 blogger yang ikut serta dalam kontes menulis "Hati Ibu Seluas Samudera" yang diadakan oleh Komandan Blogcamp Pakdhe Abdul Cholik. Yang selanjutnya beliau lah yang menggagas untuk artikel peserta dibuat sebuah buku.

Tak menunggu waktu yang lama, buku dengan judul "Hati Ibu Seluas Samudera" pun telah terbit. Banyak sekali kisah yang penuh haru, sedih, dan bahagia. Semua itu tentang sosok perempuan bernama "Ibu", yang selama ini telah melahirkan dan mendidik kita (anaknya) dengan baik.

Buku ini pun sangat tebal, dengan 624 halaman. Dan diterbitkan oleh Sixmidad Energizing. Harga bukunya pun sangat terjangkau. Ada 2 pilihan sebenarnya, yang pertama soft cover harganya 75.000 belum termasuk ongkir, sedangkan yang hardcover 115.000 itu pun sama belum termasuk ongkos kirim.

Untuk pemesanan sendiri bisa melalui saya sendiri, sebagai salah satu penulis dibuku ini, dan pilihan kedua bisa melalui langsung kepihak penerbit yaitu mas Rudy (FB Belalang Cerewet). Kalau berminat silahkan menghubungi salah satu atau melalui email saya Lizmudcha627@gmail.com.

"Hati Ibu Seluas Samudera" merupakan buku antologi kedua saya yang terbit di tahun yang sama yaitu 2014. Bagi saya sebagai seorang penulis sekaligus blogger pemula, itu sangat menyenangkan, karena tulisan saya bisa terbit dan sudah pecah telor lagi. Alhamdulillah

Dok. Pribadi
Untuk buku kedua ini saya persembahkan untuk Ibu saya tercinta, karena memang buku ini tentang perjalanan kehidupan yang telah dilaluinya. 

Menjadi sebuah kebahagiaan saat Ibu pun bisa membaca buku yang saya tulis, biarpun saya harus melihatnya meneteskan kembali air matanya. Tapi menurut Ibu, itu adalah air mata kebahagiaan. 

Saya pun memberikan bukunya secara langsung pada beberapa minggu lalu, saat awal bulan Januari. Biarpun hanya ketemu satu hari, saya senang bisa bertemu dan melihat kondisi Ibu saat ini.

Adik saya pun sangat antusias membaca buku ini, sampai-sampai memberi tahu kepada temannya "teteh sakti mah tos nerbitkeun buku" ungkapnya kepada beberpa temannya di pekarangan rumah (saya artikan ya kakak sakti sudah menerbitkan buku). 

Setelah membaca cerita tentang dirinya Ibu berkomentar "teh, meni saredih. Alhamdulillah anak Ibu tos gaduh buku, bisaan teu siga Ibu" ucapnya dengan haru sambil mengelus rambut saya. (Artinya Kak, sangat sedih. Alhamdulillah anak Ibu sudah punya buku.).

Dok. Pribadi
Senang rasanya bisa menulis tentang Ibu, yang telah menjadi inspirasi saya. Sehingga tulisan saya bisa terbit dan memenangkan kontesnya. "Bukan pamer, tapi lagi kesenangan..hehe, baru kali ini dapet juara 1 menulis blog".

Terima kasih untuk Pakdhe Abdul Cholik sebagai penggagas buku ini, dan mas Rudy dari penerbit Sixmidad. Dan semua blogger-blogger hebat yang ada di buku ini. Semoga semakin sukses dan semangat terus menulis. 

Alhamdulillah saya pun bisa mendapat pelajaran dari tulisan yang teman-teman buat. Terima kasih juga untuk kasih sayangmu Ibu.


8 komentar:

  1. udah mah bukunya diterbitkan Pakde, jadi juara 1 lagi di kontesnya Pakde

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah mak. Nikmat hidup yang berlipat2...hehe

      Hapus
  2. Pastinya seneng banget ya mbak, punya buku yang bagus sekali.
    Saya belum bisa banyak bercerita karena tidak beli. HIhi... bukan krn tak mau beli, tapi lebih banyak kebutuhan yg harus didahulukan. nanti juga akan dapat kok. (nunggu gratis... hihi)

    BalasHapus
  3. Cerita tentang ibu selalu menyisakan keharuan, bersyukur kisah2 para blogger tentang Ibunya dikemas dalam satu buku, bisa jadi rekam jejak yang selamanya dapat dikenang. Selamat ya mak atas kemenangannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar sekali mak Sri..bisa juga diwariskan sama cucu nantinya ya.
      Terima kasih mak

      Hapus
  4. Banyak kisah yang mengharukan. Ada sahabat yang sudah ditinggal ibunda tercinta ketika masih anak-anak.
    Mari kita berbakti kepada ibu
    Salam hangat dari Surabaya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar sekali Pakdhe..kalau lihat cerita itu..suka keingat sama istri guru ngaji saya yang sudah tiada.

      Hapus

Terima kasih atas kunjungannya ya. Saya senang deh kalau kalian mau tinggalkan komentar, bisa bikin saya happy dan semangat nulisnya. Tapi, mohon maaf ya, untuk tidak meninggalkan link hidup. Terima Kasih. Salam hangat dari Pena Cinta Liswanti.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...