BELAJAR DARI BUKU “MENULIS GAYA PAKDHE”

Liswanti Pertiwi | Kamis, Januari 01, 2015 | | |
Pada beberapa waktu lalu, senang rasanya kembali mendapat buku baru, berupa taliasih dari kontes menulis. Kali ini saya mendapatkan buku karya dari Pakdhe.

Dok.Pribadi
Buku ini berjudul “Menulis Gaya Pakdhe”, karangan Abdul Cholik, yang diterbitkan Sixmidad Energizing, pada Oktober 2014. Setiap orang pastilah punya gaya masing-masing dalam menulis. Begitu pun dengan Pakdhe sendiri sebagai seorang penulis.

Dalam buku ini berisi tentang gaya menulis yang dilakukan Pakdhe, baik itu dalam menulis artikel, esai, puisi, fiksi, sampai dengan menulis buku. Yang dilakukannya dengan senyaman dan seenak mungkin. Dalam buku ini semua pengalaman dalam dunia menulis, diceritakan sebanyak mungkin, yang tentunya bisa membagi pelajaran kepada pembaca.

Pada poin pengantar. Bagi Pakdhe bahasa yang digunakannya dalam menulis adalah bahasa sederhana, yang dipakainya dalam kehidupan dan pergaulan sehari-hari. Namun dirinya tetap mengusahakan agar selalu ada pelajaran yang dapat dipetik pada setiap artikel yang selalu ditulisnya.

Pada bagian pertama buku ini, Pakdhe berbagi tips dan rahasia dalam menulis. Pakdhe akan menulis dengan seenak mungkin, sehingga bisa menghasilkan karya-karya yang terbaik dan bisa bermanfaat bagi pembaca.

Sebagai seorang blogger pemula, tentu saya dapat memetik banyak pelajaran juga setelah membaca buku ini, supaya bisa menulis dengan sebaik dan seenak mungkin. Saya yang saat pertama menulis, sempat berpikir apakah saya punya bakat atau tidak didunia ini?, dan saya setuju dengan jawaban Pakdhe tentang hal ini pada halaman 2 buku “menulis gaya Pakdhe”.

“Menurut saya, bakat itu perlu, tetapi tidak terlalu dominan pengaruhnya. Kalau kita rajin belajar dan berlatih menulis, insya Allah lambat laun akan bisa menulis juga. Jika pada awal tulisan, bentuknya belum bagus itu hanya masalah waktu. Kalau belum mau menulis ya enggak perlu berlindung di balik kedok “tidak punya bakat menulis””.

Yang membuat saya semakin tertarik dengan buku ini adalah pada bagian keempat halaman 35 tentang “menulis puisi”, kebetulan dari dulu saya suka sekali dengan yang namanya puisi. Dalam bagian ini, Pakdhe menceritakan tentang pengalamannya dalam menulis puisi, baik itu puisi cinta, ngetril, cinta Kepada Tuhan dan sebagainya.

Pakdhe juga sangat menggagumi Chairil Anwar dan WS Rendra, karena karyanya yang bagus dan penuh makna, “Tos dulu ah Pakdhe, saya juga penggagum berat karya mereka..hehe”.

Dalam buku yang berjumlah 122 halaman ini, Pakdhe juga membagikan pengalamannya dalam menerbitkan buku, disertai contoh e-mail penawaran naskah buku kepada penerbit, dan beberapa daftar situs penerbit indie dan mayor.

Ada beberapa poin yang bisa saya ambil setelah membaca buku ini :

  • Kalau ingin bisa menulis, tentu teruslah belajar menulis, kalau belum bisa berbentuk, ya terus saja mengasah kemampuan menulis kita. Lebih baik menulis dengan pengalaman sendiri yang pernah kita alami, karena dengan begitu menulis akan jauh terasa lebih nyaman dan enak.
  • Kalau ingin menulis dengan enak, lebih baik menulis dengan bahasa dan gaya kita sendiri, karena dengan begitu kita tidak mudah terjebak dengan bahasa yang tidak kita mengerti sama sekali.
  • Seperti kata Pakdhe jangan menjiplak serta hargai dan hormati HAKI. Ah tentu saja ini sangat penting kita tahu, karena lebih nyaman dan enak, kalau kita menulis dengan kemampuan sendiri, daripada copy paste dari yang lain. Dan misalkan pijam gambar buat artikel, lebih baik pake link darimana dan punya siapa foto atau gambar tersebut.

Dari keseluruhan buku “Menulis Gaya Pakdhe” ini, saya senang sekali membacanya, karena banyak ilmu dan pelajaran baru yang saya dapat, untuk bisa menghasilkan tulisan terbaik selanjutnya.

4 komentar:

  1. Terima kasih ulasannya yang jujur dan ciamik.
    Yuk kita terus menulis apa yang kita suka dan kuasai dengan meluruskan niat : menulis ilmu dan pengalaman yang baik agar bernilai ibadah.

    Salam hangat dari Surabaya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih Pakdhe....

      Salam dari Jakarta

      Hapus
  2. Selamat Tahun Baru 2015 ya. Semoga di tahun 2015 ini kita semuanya diberikan kemudahan dari Allah SWT dalam mencapai cita cita dan asa yang belum terealisasi di tahun sebelumnya. Amin Amin Ya Robbal Alamin

    Pakde Cholik termasuk blogger fave saya. Ilmu yang disampaikannya sungguh mulia. Saya banyak belajar dari Pakde. Salam dari Pontianak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih sudah berkunjung mas...

      Hapus

Terima kasih atas kunjungannya ya. Saya senang deh kalau kalian mau tinggalkan komentar, bisa bikin saya happy dan semangat nulisnya. Tapi, mohon maaf ya, untuk tidak meninggalkan link hidup. Terima Kasih. Salam hangat dari Pena Cinta Liswanti.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...