JANGAN KUNCI AKU

Liswanti Pertiwi | Kamis, Januari 22, 2015 |
Sumber Gambar : http://sp.beritasatu.com/
Beberapa minggu kemarin mulai kerajinan nonton drama korea "lagi", yang ditayangkan disebuah stasiun televisi. Ditayangkannya siang, awalnya suka diputar 2 episode, tapi sekarang hanya 1 episode saja. Judulnya "Master's Sun", yang diperankan Gong Hyo Jin (Tae Gong Shil) seorang gadis yang terbangun dari koma selama 3 tahun, dan akhirnya selalu bisa melihat hantu "seremm". Kemudian suatu ketika tanpa sengaja dia bertemu dengan seorang presdir muda Joo Jong Woon yang diperankan So Ji Sub.

Setiap kali bersentuhan dengan Jong Woon, hantu yang selalu membuat takut Gong Shil pun menghilang. Tapi ketika dilepas, maka dia pun akan kembali melihat hantu. Bahkan dia selalu membantu hantu yang mempunyai masalah. Nah tepatnya di episode 7 "kalau tidak salah", ada adegan dimana Gong Shil menemukan boneka yang sudah usang dari anak-anak yang ada di tempat tinggalnya. Karena boneka itu membuat anak-anak itu sakit, akhirnya dia pun membawanya kekantor Kingdom.

Nah lalu ada seorang anak yang kehilangan tasnya, lantas dia bilang pada sang Ibu yang terlihat begitu galak. Saat Ibunya asyik berbelanja, anak itu mencari kesana kemari, lalu mengintip kekolong, dan disana ada hantu anak kecil seperti mengajaknya kesebuah ruangan. Dan ternyata itu kantor Gong Shil, anak itu pun membawa boneka usang yang diletakkan Gong Shil dimeja kerjanya. 

Singkat cerita, Gong Shil pun datang kerumah anak kecil itu, karena takut dia sakit oleh boneka usang yang diada 3 hantu anak kecil. Gong Shil dan Jong Won pun tahu anak itu suka mendapat kekerasan dari Ibunya. Gong Shil diberi tahu 3 hantu itu, bahwa sang anak dikunci Ibunya di dalam lemari baju, karena khawatir, dia pun hendak membawanya kerumah sakit, biarpun mendapat perlawanan dari Ibunya, Gong Shil dan Jong Won berhasil membawa anak itu. Akhir cerita Jong Won seperti membuat tempat perlindungan anak, dan Ibu diproses secara hukum.

Dari cerita yang sangat panjang diatas "gara-gara kerajinan nonton drama korea neh". Bahwa memang kekerasan anak memang sudah banyak terjadi, kasus-kasusnya saja sering terjadi dimana-mana. 

Jangan Kunci Aku

Karena dari adengan anak di kunci dalam lemari, saya jadi ingat dengan pelajaran tentang pengasuhan anak beberapa waktu lalu, yang sudah saya posting "Antara Arisan dan Pengasuhan Anak". Dimana ada beberapa contoh yang diterangkan dan memang tidak boleh orang tua lakukan. Salah satunya mengunci anak di kamar mandi dan lemari, saat anak nakal. Padahal belum tentu anak itu nakal. Maklumlah anak kecil, itu seh menurut saya bukan nakal, tapi aktif. 

Apa yang terjadi apabila anak mendapat hukuman, dan harus dikunci di kamar mandi atau lemari. Anak akan cenderung menjadi depresi, selalu ketakutan, pendiam, dan akhirnya kurang percaya diri. Yang paling bahaya, kalau anak sampai sengaja dikunci di dalam lemari, mengakibatkan anak susah bernapas dan kematian.

Anak selalu ketakutan, sudah tentu. Bahkan saat anak hanya melakukan kesalahan sedikit saja, langsung diseret dan dikunci di kamar mandi, membuat perkembangannya saja menjadi tidak baik. Bisa saja anak akan merasakan sendirian, tidak dipedulikan, dan menjadi pemurung.

Mengunci anak untuk hukuman, adalah pengasuhan yang sangat buruk, karena itu bisa membuat anak menjadi semakin tidak percaya diri. Lebih baik menasehati daripada mengunci anak. Aduh beneran deh itu tidak boleh dilakukan, sebenarnya bukan saja difilm saya melihat hal seperti itu. Tapi didunia nyata pun saya pernah melihatnya, yang tanpa sengaja datang berkunjung kerumah seseorang. Karena anaknya bermain tanah, dan langsung masuk rumah. Anaknya langsung dikunci di kamar mandi, saat saya tanya "aduh jangan dikunci disana, kasihan tau, namanya juga anak-anak". Dia pun langsung jawab "biarin..biar ngerti tuh anak, dan ga ngulang kesalahan lagi". 

Mereka yang melakukan hal seperti itu, seakan tidak mengerti, bagaimana kalau dia diperlakukan seperti itu, pastilah sakit. Apalagi itu anak sendiri, banyak cara yang bisa dilakukan supaya anak tidak mengulangi kesalahan, menurut saya "bicara dari hati ke hati dan mengasuh dengan cinta". 

Sebelum melakukan hukuman seperti itu, lebih baik kita berpikir, anak dikunci di kamar mandi, kalau dia menangis meronta-ronta, dan kepeleset, akibatnya dia terjatuh, dan bisa terjadi sesuatu hal yang buruk. Begitu pun saat dikunci di lemari, itu sangat tidak baik.


Menjadikan anak dengan kepribadian yang baik, tumbuh kembang dengan baik. Perhatikanlah dan didiklah sebaik mungkin, hindari sebuah hukuman atau perilaku buruk yang bisa membuat diri kita juga menjadi rugi. Sayangi anak dan penuhi kasih sayangnya.

6 komentar:

  1. ini film yang mana lagi ya? kok banyak bangettt drama baru yang muncul hjahahaha
    Hukuman kepada anak itu sebenarnya mudah. Menjauhkan apa yang disenangi anak sudah merupakan hukuman yang luar biasa bagi mereka. Setelah itu baru dimasukkan nilai-nilai dan aturan yang berlaku

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini drama korea...ada kok di stasiun televisi..coba di cek..hihi, tenang bukan sinetron kita kok. Nah bisa juga seperti itu, yang penting tidak mengunci.

      Hapus
  2. Saya lebih setuju dengan Kursi Hukuman daripada dikunci di dalam kamar mandi :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. bisa juga seperti itu mbak Ria...yang jelas tidak sampai menguncinya

      Hapus
  3. Menghukum anak itu wajar, namun caranya harus pintar :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah benar banget..mak, pintar dalam menghukumnya dan memang itu yang terbaik.

      Hapus

Terima kasih atas kunjungannya ya. Saya senang deh kalau kalian mau tinggalkan komentar, bisa bikin saya happy dan semangat nulisnya. Tapi, mohon maaf ya, untuk tidak meninggalkan link hidup. Terima Kasih. Salam hangat dari Pena Cinta Liswanti.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...