TAHAPAN PERTAMA : CHANTIKA BELAJAR MENULIS

Liswanti Pertiwi | Senin, Januari 12, 2015 | | |
Dari dulu, saya dan suami memang berkomitmen untuk tidak menyekolahkan Chantika, putri pertama kami ke PAUD. Bukan tanpa alasan, itu karena demi kesehatan dan perkembangan dia. Saya tidak ingin memaksakan dia bangun pagi untuk berangkat sekolah, karena bagi saya diusianya kini 4 tahun, sedang masa-masa bermain.

Untuk pendidikan sendiri saya lebih banyak mengajarkannya dirumah, semau dan keinginan dia, tanpa paksaan sedikit pun. Kita saja yang sudah besar, kalau dipaksa, pasti tidak enakkan?, apalagi anak kecil. Sedikit demi sedikit dengan bertambahnya usia, dia mulai ada rasa keinginan untuk belajar. 

Nah beberapa waktu ini, Chantika sedang asyik bermain dengan bukunya, kalau kemarin-kemarin dia sedang asyik menghapal lagu dan menggaji. Sekarang dia mulai mau belajar. Dan tahapan pertama ini lah, chantika mulai belajar menulis. 


Awalnya saya mengajarinya untuk menyambungkan titik yang saya buat, eh dia malah cuekin. Chantika malah asyik menulis sendiri, tanpa mengikuti arahan saya. Ya sudahlah, biar dia berkreasi sendiri. Yang penting ada kemauan juga "alhamdulillah". 


Suami juga selalu berpesan, kalau dalam hal mengajari anak harus penuh kesabaran, masanya kini adalah masa bermain. Biar dia puas melakukan apa yang dia mau, kalau sudah waktunya nanti sekolah, barulah kita mulai mengarahkannya. Memang benar saat ini, biar saya yang mengikuti keinginan dia, yang penting putri saya merasa nyaman, dan perkembangannya selalu baik.

Kenapa saya tidak memasukkan Chantika sekolah saat ini?, karena saya tidak ingin anak saya seperti keponakan saya sendiri. Dia seperti kehilangan masa kecil, tidak bahagia dan seperti anak yang merasa tertekan. Dari usia 3 tahun dia sudah sekolah, dan sekarang kelas 2 SD. Dan dia itu sekolah dari jam 6 hingga 4 sore, waktu bermainnya mana?, dia selalu dipaksa untuk selalu mengikuti keinginan Ibunya, katanya "biar pintar menjadi anak hebat".

Setiap orang memang memiliki pemikiran yang berbeda, bahkan dengan keluarga saya sendiri. Saya seh lebih melihat, santai saja, ajari anak perlahan. Kalau masalah kepintaran, lihat emak bapaknya deh, gitu saja...hehehe. Gamau dibikin ribet, yang tahu kondisi anak kan kita sendiri orang tuanya. Biarpun saya dan suami sering dipaksa untuk menyekolahkan anak oleh sebagian keluarga, saya seh jawab santai saja, toh masih kecil ini. Saya saja yang tidak pernah masuk TK, bisa langsung baca dan nulis saat usia 5 tahun. Itu karena saya senang dengan bacaan bergambar.

Nah Chantika menurut saya, setipe dengan saya. Yang senang buku bergambar, cerita bergambar, jadi biar dia belajar dari situ dulu. Saya yakin nanti dia bisa mengikuti anak-anak yang telah sekolah duluan. 

8 komentar:

  1. Anak-anak juga demikin bunda. Pendidikan dasar selalu saya mulai dari rumah dalam bentuk belajar dan bermain. Sekarang sudah anak ketiga, semoga tetap istiqomah untuk membimbing seperti kakak-kakaknya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin mudah-mudahan ya bunda. Kita sebagai seorang Ibu bisa selalu bisa membimbing anak-anak dengan baik. Amin

      Hapus
  2. di umur2 segitu memang anak lagi asyik2 nya bermain dan mau belajar ya bu liswanti?

    BalasHapus
  3. Bermain sambil belajar, itu yang paling disukai oleh anak-anak. Tanpa sadar, anak sedang belajar, jadi have fun aja anaknya ya ... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. benar sekali...jadi anak tidak akan pernah terbebani dengan pelajaran, karena mereka sambil bermain dan merasakan kesenangan.

      Hapus
  4. Dulu Marwah juga gitu, usia 4 tahun saya gak masukkan ke TK A, padahal teman2 saya menyekolahkan anaknya diusia 4 tahun ke TK A agar usia 6 tahun bisa masuk SD, keinginan orang tuanya memang. Tapi saya menyekolahkan Marwah di usia 5 tahun utk tk A dan TK B usia 6 tahun, jadi usia 7 tahun Marwah sudah masuk SD, Dan saya juga tidak pernah memaksakan anak utk belajar sebelum waktunya hehe, biarkan saja anak bereksplorasi mak, setiap anak memiliki kehebatan masing2. Sun sayang buat Cantika :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih ateu Tian ciumannya..cium balik buat Marwah :)

      Bener sama kalau begitu, masih kecil mah biarkan saja sesuai keinginan dia, kalau rencana chantika baru masuk TK tar saja 2016, setahun saja kayaknya..baru deh 7 tahun dia sekolah di Garut...habis disini ga ada tempat ngaji mak, yang ngajarin semua hal dari arab gundul, kitab, dll nya. Kan kalau digarut ada mesjid yang ngajarin semuanya. hihi

      Hapus

Terima kasih atas kunjungannya ya. Saya senang deh kalau kalian mau tinggalkan komentar, bisa bikin saya happy dan semangat nulisnya. Tapi, mohon maaf ya, untuk tidak meninggalkan link hidup. Terima Kasih. Salam hangat dari Pena Cinta Liswanti.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...