MANAJEMEN KEUANGAN RUMAH TANGGA (Part 1)

Liswanti Pertiwi | Senin, Maret 30, 2015 | | |
Dok. Pribadi
Percaya tidak kalau seorang perempuan itu punya banyak pekerjaan, bukan saja sebagai Ibu Rumah Tangga, tapi jauh dari itu semua perempuan itu begitu luar biasa. Bayangkan sebagai seorang Istri, perempuan juga, bisa menjadi Ibu, Guru, chef, manajer keuangan, bahkan kalau perempuan juga bekerja di luar rumah.
Sebagai seorang perempuan yang sudah menikah, memanaj kehidupannya dengan seabreg aktifitas dan tugas bukanlah hal mudah, apalagi kalau setiap hari bekerja diluar rumah. Belum lagi saat pulang, juga harus bisa membagi waktu untuk anak, suami dan memberikan mereka kasih saying seutuhnya. Biarpun ada asisten rumah tangga, bukan berarti pekerjaan seorang perempuan itu selesai, karena mungkin saja anak-anak dan suaminya ingin masakan sang Ibu.
Tentu saja disini, seorang perempuan haruslah pintar membagi waktu. Bagaimana dia bisa membagi waktu yang kebanyakan diluar, sehingga sosok Ibu tetap ada buat anak-anaknya. Nah kali ini, saya bukan mau membahas seorang perempuan dengan aktifitasnya yang luar biasa, tetapi seorang perempuan sebagai sosok Ibu dan Istri yang bisa mengatur dan mengelola keuangan rumah tangga dengan baik.
Sebenarnya bagaimana mengelola keuangan yang baik, tentu saja seorang Ibu harus bisa memilah dan memilih apa saja yang penting dan tidak, supaya keuangan rumah tangga tidak terlalu membengkak setiap bulannya. Mengapa manajemen dalam rumah tangga perlu diterapkan?, karena manajemen keuangan ini sangat penting kita tahu.
  • Kita sebagai Ibu bisa perencanaan keuangan dengan baik, bagaimana pemasukan dan pengeluarannya.
  • Bisa sebagai pengendalian keuangan, kalau kita sadar dengan satu hal ini, tentu ada diskon pun tidak akan tergoda, bahkan bisa mengevaluasi diri kita sendiri, untuk menggunakan uang dengan bijaksana.
  • Seorang Ibu juga bisa membuat anggaran dengan baik.
  • Menyimpan dan mengelola keuangan dengan bijaksana.
  • Dan tentu saja dengan manajemen keuangan kita bisa memeriksa dengan betul dan melakukan berbagai perubahan yang postif dalam hal keuangan.
Sulit tidak? tentu tidak, mari kita lihat seksama contoh dibawah ini.
(Contoh ini, adalah salah satu kasus teman saya, sebut saja A, yang saat ini sering mengobrol masalah keuangan dengan saya).
Saya asumsikan rumah tangga sepasang suami istri dengan 2 anak. Ayahnya bekerja sebagai pegawai swasta dengan penghasilan perbulan 4 juta dan sang Ibu yang juga bekerja sebagai seorang Guru swasta, penghasilannya setiap bulan 3 juta. Anak pertama Sekolah di SDN kelas 1, dan balita 2 tahun. Suami istri ini sudah punya rumah, peninggalan orang tuanya.
Apa yang dikeluhkan?. Selalu sulit mengatur uang, apalagi kalau ketemu sale, tidak bisa menahan diri, alhasil suka kekurangan uang pas di akhir bulan. Maka dari itulah ada beberapa tips dalam mengelolanya.
  • Yang pertama tentu kita tentukan kebutuhan bulanan, mulai dari sabun, shampoo dan lain-lainnya. Tentu kita harus membuat list untuk yang satu ini ya, dan budget yang diperlukan A setiap bulan 500.000. Mulai dari pembersih pakaian, pengharus, sabun, pasta gigi dan lain-lainnya, termasuk minya goring selama 1 bulan. Disini saya mencoret beberapa keperluan yang tidak terlalu penting, (contoh tissue, pelembut pakaian, pengharum ruangan, dan lain-lainnya). Kalau pengharum ruangan, bias memetik bunga di halaman rumahnya, jauh lebih alami. Akhirnya anggaran dari yang 800.000 bisa dipotong menjadi 500.000.
  • Biaya suami istri dengan menggunakan motor untuk berangkat kerja. Dan disini biaya bensin selama satu bulan dinaikkan dari 500.000 menjadi 550.000, tergantung kenaikan harga BBM, maklumlah harganya sekarang tidak stabil, kadang turun, eh sebulan kemudian naik lagi. Dan satu tifs tentunya, kalau ada sisi uang bensin, bias dimasukkan ketabungan anak-anak, dan mengurangi jalan-jalan diakhir pekan.
  • Biaya makan, nah ini neh, karena kerja A deket, jadinya saya menyarankan untuk memasak saja dan tidak beli diluar. Kan pasti sempet tuh, yang penting bangun jam setengah 5 aja masih bias. Sekarang beli pagi, siang, malam jebol juga uang. Dengan memasak sederhana, bias juga membuat bekal makan siang untuk suami. Maka saya budgetnya 1.500.000. Memang bisa?, bisa dong, karena saya sudah buktikan. Dengan menu sederhana dan bergizi, uang segitu bisa buat satu bulan. Dalam satu hari bisa telur dan sop, dan hari berikutnya ayam dan sayur bayam, begitu pun seterusnya.
  • Biaya gaji pengasuh bayi. Dan untuk yang satu ini tidak ada perubahan, A selalu memberi gaji sebesar 400.000 (sudah perjanjian, karena separuh waktu saja), untuk mengasuhnya hingga sore atau sepulang A mengajar pada pukul 2 siang. Dan menunggui kakaknya sampai pulang sekolah.
  • Biaya Les anak pertama sebesar 250.000 (tidak ada perubahan).
  • Biaya tabungan anak setiap bulan, ini dinaikkan dari semula masing-masing (2 anak) 250.000, menjadi 350.000. Total 700.000.
  • Biaya tidak terduga sebesar 1.000.000. Uang ini digunakan untuk pegangan suami istri, bisa untuk jajan di kantin dan lain-lainnya.
  • Biaya jajan anak-anak dalam satu bulan sebesar 300.000 (untunglah anak-anaknya tidak suka jajan). Setidaknya adalah untuk anaknya pegangan sewaktu sekolah. Disini juga anak kedua A tidak minum susu, karena punya alergi. Jadi dia berlangganan susu kedelai, perbulan membayar 250.000.
  • Biaya sekolah anak, ini perlu. Biarpun gratis, takutnya ada yang meski dibeli, kitakan ga tau, kalau memang ga ada, kan bisa ditabung. Untuk yang satu ini budgetnya sebesar 500.000.

Dan hasil perkiraannya akan seperti ini.

No
Perkiraan
Keterangan
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
Biaya Kebutuhan Rumah
Biaya Bensin
Biaya Makan
Biaya Pengasuh
Biaya Les
Tabungan Anak
Biaya Susu
Biaya Kebutuhan anak
Biaya Sekolah
Biaya Listrik
Biaya Arisan
Biaya Tidak Terduga
Biaya sabun, shampoo dll.
2 motor @275.000
Dalam satu bln 1.5 juta
400.000
250.000
2 rek @350.000
250.000
300.000 (jajan dan lain-lain)
500.000
200.000
250.000
1.000.000 (bisa pegangan untuk suami istri) Buat isi pulsa, dll.
Total
6.400.000

Nah, kan gaji A dan suami totalnya kalau digabung sebesar 7.000.000, ada sisa neh sebesar 600.000, saya menyarankan untuk ditabungkan saja, untuk berjaga-jaga dengan hal yang tidak diinginkan. Bertanya dong A kepada saya "Jatah saya beli baju, make up mana". Jawab dong, "itu ada jatah dari biaya tidak terduga, coba tahan diri tidak membeli baju tiap bulan, baru deh tuh suamimu dapat bonus, bisa digunakan sebagian, 10% aja, sisanya tabung". Cemberut deh, tapi untunglah suaminya mengerti, karena dia ingin berubah, mengingat anak-anak yang semakin besar, butuh tabungan untuk biaya pendidikannya dimasa depan.
Untungnya suami A bukanlah perokok, jadi tidak ada jatah untuk beli rokok ya. Berbeda kalau sama perokok, akan pusing sendiri, dan banyak mengurangi ini itu, termasuk jatah tidak terduga. Dan yang terpenting jangan sekali-kali mengurangi biaya anak.
Disini apa she yang harus dilakukan A untuk mengontrol dirinya, tentulah butuh yang namanya catatatan khusus, dan membuat kas kecil khusus rumah tangga. Seperti ini bentuknya ya, yang penting tahu uang keluar masuk itu buat apa saja, bersyukurlah, disela-sela tanggal ada kas masuk tak terduga.
Tanggal
Perkiraan
Debet
Kredit
Keterangan
Jan
01
Dan selain membuat catatan kas ini, saya pun membuat catatan kecil di diary, hari ini uang digunakan untuk apa saja, keluar uang berapa. Dan ini sangat ampuh untuk bisa mengontrol keuangan kita sehari-hari. Ini pun saya anjurkan kepada A.

Nah kalau sudah begini, gimana kira-kira A melakukan apa yang saya sarankan, "nangis", karena dia harus menahan godaan sale, ngemal dan jalan-jalan di akhir pekan. Tapi untungnya suaminya mendukung penuh, sampai saat ini she, sudah berjalan 5 bulan, dan aman-aman saja. Biarpun tiap minggu pasti ada saja ngeluh ga bisa belanja, dan lain-lainnya.
Dan memang menahan godaan itu sulit, tapi kalau keyakinan sudah kuat untuk bisa berubah, pastilah mampu mengontrol diri, dan apa yang dijalani bisa berjalan dengan mudah. Saya pertama kali belajar mengontrol diri, juga terasa sulit, ada saja godaan teman yang makan disini, nonton dan lain-lainnya. Tapi karena terbiasa, semua bisa di jalanai dengan aman dan nyaman.
Yuk ah kita berhemat dan bijak menggunakan uang. Kurangi belanja yang tidak penting, dan ingat anak. hehehe

8 komentar:

  1. dulu saya pernah baca buku tentang ibu adalah pengatur uang keluarga. dengan dari sang ibu atau permpuan bisa mengatur keuangan keluarga ya kan bu pertiwi?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siip betul banget, dan tugas ibu itu memang luar biasa.

      Hapus
  2. Jajane noofa banyak mbak, kalo kebutuhan dasarnya sih sudah bisa dipastikan jumlah pengeluarannya, tapi jajane noofa itu yang gak bisa dipastikan jumlahnya.. Hehe malah curhat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah ini kayak chantika awal-awal neh mak Noorma, saya she lebih banyak pengertian sama chantika, apalagi ketika banyak jajan dia sakit. Hati2 kayak makanan ringan gitu mak. Saya suka bilang begini, "kalau chantika jajan terus, ga bias ke timezone", nurut kok akhirnya mak. Kalau jajan juga dibates, kasihan she, tapi akhirnya saya lebih banyak mengolah makanan sendiri dirumah, kalau waktu lagi senggang. Semoga Noofa bentar lagi mengerti dan tidak banyak jajan ya mak.

      Hapus
  3. Tok... tok... tok...
    Assalamualaikum...
    Tuan rumahnya ada? Semoga berkenan menerima kehadiran ane.. hehehe :D Maklum udah lama nggak mampir, dan semoga kita senantiasa diberikan kelapangan untuk senantiasa bersilaturrahmi... Aamiin.. :)

    Dari Abu Hurairah ia berkata: Aku mendengar Rasulullah bersabda:

    " مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِى رِزْقِهِ وَيُنْسَأَ لَهُ فِى أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ "

    "Barangsiapa yang senang diluaskan rizqinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung hubungan silaturrahmi"

    *SaHaTaGo (Salam Hangat Tanpa Gosong) pojok Bumi Kayong, Ketapang-Kalimantan Barat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waalaikum salam....
      Ada kok tuan rumahnya sedang asyik menulis, mari masuk. Mau minum apa? teh atau jus jeruk..lengkap kok disini.

      Jadi adem deh ah dengan sabda Rasulullah ini..yuk ah silaturahmi

      Hapus
  4. Biang hancurnya keuangan rumahtangga adalah hidup boros karena boros itu saudaranya setan. Mana ada setan yang hepi jika kmanusia hidupnya senang. Maka godaan demi godaan diluncurkan. Salah satunya ya hidup boros itu.

    Kelola uang yang ada dengan cermat tanpa pelit.
    Jangan lupa menyisihkan untuk sedekah sesuai kemampuan, nggak usah takut miskin.
    Beri pilar yang kokoh kuat antara lain dengan shiolat Dhuha.
    Salam hangat dari Surabaya

    BalasHapus
    Balasan
    1. NAh betul sekali pakdhe...apalagi kalau boros dengan hal yang tidak penting. Benar sekali harus bijak dalam mengeloloa uang, jangan pelit dan bersedekahlah.

      Hapus

Terima kasih atas kunjungannya ya. Saya senang deh kalau kalian mau tinggalkan komentar, bisa bikin saya happy dan semangat nulisnya. Tapi, mohon maaf ya, untuk tidak meninggalkan link hidup. Terima Kasih. Salam hangat dari Pena Cinta Liswanti.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...