Memahami Anak Generasi Milenial Bersama Nakita

Liswanti Pertiwi | Kamis, April 09, 2015 |
Dokumen Pribadi
Akhirnya bisa juga posting lagi neh. Sebenarnya ini tulisan sudah ada beberapa bulan kemarin, tapi ya saya lupa, akhirnya saya tulisa lagi deh. Yuk disimak. 

Tepatnya pada Sabtu, 28 Februari 2015 yang bertempat di Restoran Raja Rasa, Jl. Ampera Raya No. 137 Jakarta Selatan, "Sharing Moment Nakita" kembali hadir. Kali ini mengundang beberapa komunitas, salah satunya yaitu Kumpulan Emak Blogger. Acara ini pun sekaligus merayakan 15 tahun Nakita yang sudah menemani kita (pembaca), seputar panduan kehamilan dan tumbuh kembang anak. Sekaligus launching Great Parenting Skills yang merupakan cara-cara pengasuhan yang sesuai dengan zamannya, dimana disini keterampilan orang tua yang harus terus belajar secara tepat.

Suasana acara dan perkenalan dari Nakita

Pada kesempatan yang pertama, sebagai penyelenggara acara, tentu saja Nakita berbagi cerita dan sekaligus memperkenalkan seluruh stafnya yang diwakili oleh Heni Wiradimaja selaku Editor In Chief . Pada kesempatan ini, Nakita mengundang beberapa komunitas yang tentunya berhubungan dengan perempuan dan dunia anak, khusnya parenting. "Komunitas adalah sebuah kekuatan baru. Dimana sebagian besar penggeraknya adalah para Ibu" terang mbak Heni. Maka dari itu acara ini pun mengambil tema "Memahami Perkembangan Anak Generasi Milenial".

Generasi milenial atau biasa juga disebut generasi X, yang merupakan sebutan untuk generasi anak di masa kini. Bahkan karena generasi ini berbeda dari yang lain, karena pada generasi ini teknologi lebih banyak mempengaruhi, maka tidak salah kalau disebut dengan generasi digital. Seiring dengan perkembangan teknologi dan internet, mulai dari bermuculannya media sosial seperti facebook, twitter, path, instagram dan lainnya, tanpa disadari telah mempengaruhi dan menjadi pemicu utama berkembangnya genersi milenial.

Acara inti sharing moment Nakita kali ini dikemas dalam bentul talkshow dengan diisi oleh narasumber, yaitu Irma Gustiana A,M.Psi, Psi seorang psikolog anak dan keluarga, yang juga dipandu oleh mas Irfan. Disini mbak Irma menjelaskan bagaimana generasi masa kini lebih dipengaruhi perkembangan teknologi, karena semenjak mereka lahir pun sudah terpapar gadget. Coba bayangkan sekarang, Ibu muda saat melakukan apapun pasti langsung memotret anaknya dan langsung diposting ke instagram dan lain-lainnya. Bahkan anak saat ini lebih pintar menggunakan gadget, ketimbang orang tuanya.

 
suasana acara dan mbak Irma (narasumber)

Pada generasi digital native ini Irma menjelaskan bahwa anak-anak generasi ini lebih pintar dalam hal IQ, tapi tidak dengan EQ nya. Karena generasi ini lahir pada zaman digital dan banyak berinteraksi dengan platform digital. Maka dari itulah generasi ini butuh dilatih secara motorik lebih dalam, seperti kesempatan bermain di lapangan tidak dibatasi. Mengingat anak generasi saat ini lebih asyik bermain di facebook dan twitter, ketimbang mengembangkan bakatnya.

Bahkan mbak Irma mengingatkan bahwa pada generasi ini, problem kesehatan yang sering dihadapi adalah anak-anak cenderung susah makan, sampai banyak anak yang bertubuh gemuk. Karena mereka lebih asyik bermain game atau gadget dan asyik nonton televisi. Nah disini mbak Irma juga memberitahu, bahwa maksimal anak menonton televisi atau menggunakan laptop hanya 2 jam saja, itu karena paparan radiasi yang diterimanya akan lebih besar jika diteruskan. Bukan itu saja, perkembangan emosianal anak saat ini menjadi kurang terkontrol, karena anak lebih mengasuh kemampuan halusnya.

Resto Raja Rasa
Tempat acara sharing Nakita
Acara pun semakin seru dengan diskusi antara, mengingat disini banyak sekali orang tua yang sudah punya pengalaman tentang mengasuh anak-anaknya. Bahkan dalam acara diskusi ini semakin menambah pemahaman tentang pengaruh gadget pada ibu hamil dan menyusui terhadap perkembangan buah hati. Bahkan disini ada beberapa orang tua yang sharing, bagaimana banyak sekali ancaman yang dihadapi dari perkembangan teknologi, salah satunya adalah ancaman film po**n di internet yang bisa saja dilihat anak-anak masa kini.

Ada beberapa key characteristic dari generasi ini yaitu globally aware, digital native, entertainment addict, speed demons, multitasking and knowledgeable. Masalah sosial emosi, kebiasaan bermain gadget dan games seringkali menyebabkan anak kurang empati, asik menyendiri, "curang", agresif dan kurang sabar. Bahkan karena gadget akan menyebabkan kualitas hubungan dalam keluarga semakin berkurang, karena asyik dengan gadgetnya, bahkan komunikasi effective dan kehangatan keluarga yang berkurang.

Narasumber (dr. Rifan dan Irma)
Acara pun semakin seru dengan hadirnya narasumber ke dua yaitu dr. Rifan Fauzi, SpA yang merupakan seorang spesial anak. Disini dr. Rifan memutar sebuah video tentang anak-anak yang sudah merokok. Masalah rokok pada anak, karena dimana anak adalah korban dari lingkungan. Anak perokok juga bisa jadi dia meniru orang terdekatnya bisa itu orang tua, kakek dan anggota keluarga lain yang merokok di depan anak, yang bisa saja anak-anak tersebut meniru secara diam-diam untuk mencoba merokok. Dan karena rokok inilah yang bisa memicu gejala gangguan saluran napas.

Maka sudah perlu sebagai orang tua harus jadi panutan yang baik bagi anak-anaknya, "anak itu meniru dari kehidupan sehari-hari ita" tambah mbak Irma. Dari itulah untuk menghindari anak dari rokok, makan sebagai orang tua haruslah bisa membimbingnya dengan baik, bahkan ini pun bisa dilakukan orang tua untuk bijak dalam menggunakan gadget, seperti kalau sedang mengobrol dengan si kecil, tidak usah sambil BBMan.

Kembali lagi ke rokok, dimana karena rokok inilah yang akan bisa menggangu kesehatan, bahkan saat orang tua sedang merokok, dan anaknya sedang ada diruangan yang sama, itu juga sangat tidak baik, karena anak bisa terpapar asap rokok. Kenapa susah berhenti merokok?, "rokok itu bisa merangsang endofin yang dapat melepas stres, tapi nikotinlah yang membuat kecanduan" jelas dr. Rifan. Disini pun acara semakin seru, karena ada beberapa orang tua yang sharing, bagaimana dia menjadi perokok, dan akhirnya bisa berhenti, malah ada anaknya yang menyarankan kepada orang tuanya untuk berhenti merokok.

 Dokumen Pribadi (foto-foto saat acara Sharing moment Nakita)

Dalam acara sharing moment Nakita kali ini pun ada cooking class bersama chef Ivan Anggriawan dengan resep aussie beef quesadilla dan farfalle saus bolognaise, dimana resep ini merupakan bekal sehat anak yang bisa disiapkan dalam waktu 15 menit saja. Selain itu acara juga diisi dengan berdiskusi bersama untuk membuat sebuah forum tentang parenting, dimana nantinya kita bisa saling bertukar informasi atau ilmu pengetahuan tentang dunia anak-anak. Acara pun semakin seru dengan adanya kuis dan doorprize sampai foto bersama. Dari acara ini diharapkan nantinya bisa kembali diadakan, dan bisa kembali sharing ilmu serta diskusi, baik itu seputar parenting, maupun dunia anak.

6 komentar:

  1. Wah bagus acaranya mba...sarat ilmu ya :)

    BalasHapus
  2. Acara yang bagus buat keluarga dan remaja yang sudah merencanakan pernikahan. Setidaknya bisa membuat para calon orangtua dan yang sudah jadi orangtua lebih tahu lagi cara memahami perkembangan anak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener banget...harus benar-benar tahun kondisi anak masa kini juga

      Hapus
  3. selalu suka acara seperti ini makasih sharingnya ya maak...

    BalasHapus

Terima kasih atas kunjungannya ya. Saya senang deh kalau kalian mau tinggalkan komentar, bisa bikin saya happy dan semangat nulisnya. Tapi, mohon maaf ya, untuk tidak meninggalkan link hidup. Terima Kasih. Salam hangat dari Pena Cinta Liswanti.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...