PERJALANAN PERTAMA CHANTIKA NAIK KERETA

Liswanti Pertiwi | Kamis, April 16, 2015 | | |
Pengen banget cerita ini dari kemarin, tapi jujur sedikit gimana gitu?, suka pengen ketawa sendiri. Tak apalah kan ini cerita anak yang baru saja ikut pertama kali di acara emaknya.

Dok. Pribadi lama
(ini sewaktu di stasiun
Jatinegara)
Selasa kemarin tuh saya menghadiri acara di Double Tree hotel yang ada di daerah Cikini. Malamnya tuh iseng nanya neh sama anak "mau ikut mama ga?", tanya saya. "Kemana mah?" jawabnya, "naik kereta". Langsung deh tuh anak kegirangan.

Jujur, selama ini saya tidak pernah mengajak anak untuk naik kereta, apalagi nunjukkin stasiun. Soalnya kalau ada acara di luar, saya memang tak boleh bawa anak, selain kasihan anak kecapean, suami juga takut ada apa-apa di jalan. 

Nah karena kemarin mau naik kereta, dan suami tahu kalau anak gadisnya ini pengen banget naik kereta asli, ya sudah diizinin buat ikut. Sekalian mulai mengajarkan anak belajar, jangan sampe udah gede ada yang nanya, "pernah naik kereta", jawabnya "belum pernah, stasiun aja gatau". Aduh jangan sampai deh ya, bisa malu neh emaknya kalau begitu.

Neh Chantika tahunya cuman
Naik kereta mainan begini
Anakku ini sebenarnya bukan tidak tahu kereta, kalau pulang neh. disepanjang jalan ke Garut pasti ada rel kereta, dia sudah tahu dan mengerti. Kereta pun dia tahu, cuman belum pernah menaikinya, kecuali kereta mainan diarena bermain...hehe.

Nah selasa pagi itu, dia sudah semangat 45 tuh, bangun pagi, makan sendiri, mandi dan pake baju pun sendiri. Kecuali ngucirin rambut sama emaknya, biarpun ga rapi..hehe.

Biarpun adiknya sedikit cemburu, karena ga dibawa. Dia harus ikut papanya dulu "maaf ya de". Disepanjang jalan menuju stasiun, Chantika ga berhenti ngoceh "mah..mau naik kereta ya" dengan bahasa khasnya, "koklama mah, macet mah", terus "hayu mah turun..dimana mah keretanya". Jujur saya jadi pusing sendiri, dan orang yang denger pasti pada ketawa-ketawa, soalnya bapak-bapak disebelah tempat duduknya pas di bus, sampe nanya "ade mau kemana?". Langsung tuh dia jawab "mau naik kereta sama mama", bapak itu langsung senyum sendiri, mungkin pikirnya "neh anak baru naik kereta kali ya" hehe.

Selfie bareng Chantika di stasiun cawang

Sampai di jalan menuju stasiun cawang, banyak yang jualan tuh, ditangga-tangganya, anak ini sampai mampir sana sini buat beli, emaknya pun jadi pusing, karena ada yang jualan tissue aja dia beli, ampun deh. Pas dia lihat rel, dia keasyikan "mama mana keretanya", sampe narik-narik tangan saya. pikir saya, begini neh kalau anak baru diajak keluar, heboh sendiri, nunjuk sana sini, itu namanya apa?. Dan emaknya pun harus menjawab dengan baik dan benar, karena anak sedang dalam tahap belajar, siip deh.

Selama distasiun nunggu kereta, anak seneng kali ya lihat kereta lewat, ampe bilang "panjang mah". Dan yang lucu dia tanya begini, "mah..kok keretanya ga punya mata dan mulut, giginya juga ga ada". Jawab dong sambil ngakak "teteh, ini bukan kereta Thomas atau Chuggington sayang". Nah inilah akibatnya kalau anak tahunya kartun doang hahaha.

Yeah Chantika naik kereta, biarpun desek-desekan ga apa ya teh

Pas kereta datang, anak sudah siap saja, tapi penuh banget. Untunglah ada yang berbaik hati memberikan tempat duduk buat anak saya "terima kasih mbak". Nah pertama naik kereta beneran, anak kayak kebinggungan, mungkin karena banyak orang ya. Dan dia sesekali lihat kejendela dan memandangi pemandangan di luar. Setelah sampai barulah ngoceh lagi "mama rame..keretanya banyak ya", saya pun senyum sendiri, ternyata hanya dibawa naik kereta saja, anak sudah bahagia. Dan keinginannya selama ini kesampean, yaitu "keinginan sederhana untuk bisa naik kereta".

Bukan saya tidak mau membawanya naik kereta, tapi tujuannya kemana? dan ngapain?. Soalnya kalau kekampung naik kereta, kelamaan. Cepetan naik bus, 4 jam sudah nyampe rumah dan duduk manis.

Pas nyampe stasiun Cikini, menuju tempat acara, saya pake ojeg, karena gatau tempatnya. Jadinya selama acara, anak terus aja ngomong "mah ayo pulang, naik kereta lagi ya...jangan naik ojeg lagi", terus saja diulang seperti itu. Dipikirnya pulang mau naik ojeg kali ya..hehehe.

 Makan terus, tapi gamau makan nasi

Untungnya pertama dibawa anak ga rewel, diam dikursi dan makan terus. Jadinya saya aman-aman saya mengikuti acara dengan baik. Dan setelah selesai, anak paling semangat pengen cepat pulang, dia ingin naik kereta lagi rupanya. Untunglah saat pulang kereta sedang kosong, jadi bisa duduk dengan leluasa, anak pun begitu bisa lihat sana sini, dan telepon papanya dengan gembira "pah teteh dikereta, banyak keretanya" tetep ngoceh sepanjang jalan. 

Sampai di rumah dengan kondisi lemes, mungkin dia kelelahan, langsung mandi dan makan. Eh dia langsung ambil boneka kesayangannya, bahkan dalam tidur pun dia masih bisa ngobrol "keretanya banyak, naik lagi" dengan diiringi senyuman diwajahnya, Chantika pun tertidur dengan lelap. Ya perjalanan pertama Chantika naik kereta sudah selesai.

Dan disini saya memahami, bahwa memberikan kebahagiaan kepada anak tidak perlu yang mahal, mengajak dia ketempat yang dia inginkan sudah membuat anak merasa senang dan bahagia. Karena bahagia itu sederhana kok, dan tidak ribet. Tidak perlu dengan mainan mahal, anak saya pun bisa senang hanya dengan naik kereta. Selain keinginannya dikabulkan, Chantika pun bisa sambil belajar.



6 komentar:

  1. Kesenangan anak dan mampu mengabulkannya itu sungguh luar biasa. Pengalaman naik kereta salah satunya. Dengan naik kereta, perasaan pengalaman pertama akan membekas di sepanjang hidupnya karena keinginannya terkabul

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar sekali ..yang penting anak senang ya. Biarpun hanya naik kereta.

      Hapus
  2. Heboh juga ya bu. Tapi mang sudah seharusnya diberikan pengenalan dengan hal-hal yang menjadi impian atau imajinasinya, sehingga anak menjadi bahagia dan gak merasa di kekang oleh orangtuanya. Dengan menuruti apa yang di inginkan membuat sang anak merasa bangga dengan orangtuanya yang tidak mengekangnya. Meskipun usianya masih kecil seperti itu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memang sangat heboh...
      Saya berusaha menjadi orang tua yang bias mengajari banyak hal, biarpun hanya naik kereta, dia jadi tahu bahwa apa itu kereta, stasiun dan hal lainnya.

      Hapus
  3. Betul Mak. Hal2 sederhana justru memberi kebahagiaan luar biasa.

    besok naik kereta lgi ya Chantika :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siip bener mak....

      Siap neh naik kereta lagi nanti

      Hapus

Terima kasih atas kunjungannya ya. Saya senang deh kalau kalian mau tinggalkan komentar, bisa bikin saya happy dan semangat nulisnya. Tapi, mohon maaf ya, untuk tidak meninggalkan link hidup. Terima Kasih. Salam hangat dari Pena Cinta Liswanti.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...