Manajemen Waktu Untuk Seorang Freelance

Liswanti Pertiwi | Jumat, Mei 29, 2015 | | |
Yuhuu, akhirnya bisa balik lagi neh dengan pembahasan yang sama “freelance”. Nah sebelum lanjut, yang belum baca tentang postingan saya sebelumnya, bisa deh di baca bagaimana cara “menjadi freelance yang menyenangkan” ok ya.

Sumber gambar dari Merdeka.com

Kalau kemarin dibahas berbagai tips mendapatkan pekerjaan freelance ala saya sendiri, yang memang pernah mengalaminya. Sekarang saya pengen berbagi bagaimana caranya membagi waktu antara pekerjaan, ngeblog, ikutan event, sampai bisa mengurus anak dan rumah sekaligus versi saya juga.

Seorang freelance perlu ga manajemen waktu?. Satu pertanyaan yang dari dulu sering ditanyakan kepada saya. Boleh saya jawab sekarang?, “tentu saja perlu”. Kalau kita tidak bisa mengatur atau mengelola waktu dengan baik, dijamin semua akan terbengkalai, dari rumah sampai pekerjaan. Nah jujur ya, awalnya saya memang suka pusing sendiri bagaimana cara membagi waktu, apalagi dengan urusan rumah dan anak-anak. Belum lagi kalau ada pekerjaan lain di luar rumah, suka panikan dan hasilnya rempong sendiri.

Tapi setelah menerapkan ilmu manajemen dalam pekerjaan saya sendiri di rumah. Bismillah aja ya. Dan saya pun bisa mengatur waktu dengan baik. Ok lah 3 pekerjaan sekaligus bisa saya tangani, waktu nulis dan ikut acara blogger pun bisa saya lakukan. Apa seh rahasianya?. Ga ada rahasia sebenarnya, cuma satu neh yang perlu kita harus pahami, yaitu adanya kemauan, dan keinginan untuk maju. Kalau yang masih single, kerja seperti saya pasti bisa mengatur waktu dengan mudah. Tapi untuk seorang Ibu dengan 2 balita seperti saya, harus bisa neh mengelola waktu dengan sebaik mungkin.

Kalau kita sudah memiliki keinginan untuk maju, biarpun hanya bekerja di rumah, pasti rezeki dari segala penjuru akan selalu datang. Bismillah, yakin semua berkah nanti. Baiklah, biar ga panjang lebar saya ngomong, ini neh pembagian waktu yang saya lakukan antara bekerja dan mengurus anak. Oh ya pastikan sebagai seorang Ibu seperti saya, untuk memprioritaskan tugas utama sebagai seorang Ibu Rumah Tangga.

Ada beberapa contoh neh jadwal harian saya, yang sudah dibuat selama ini. Biar mudah di pahami dan sebagai bahan perbandingan saja ya. Contoh misalkan saat ada event misalkan jam 10 sampai jam 1 siang. Otomatis saya sudah berangkat jam 8 pagi ya. Biasanya saat pagi saya giliran jaga dengan suami, atau anak dititip ke saudara terdekat. Jadwal ini berlaku senin-jumat, sedangkan sabtu-minggu semau saya saja, pengen jugakan liburan dikit hehe.

Jadwal Harian
Jadwal saat Event di Luar
-     04.00 Masak, shalat, beres-beres sampai nyuci.
-     07.30 Memandikan anak, menyuapi hingga menyapu halaman, saya mandi dan Dhuha.
-     09.30 Mendampingi anak belajar.
-     10.30 Menemani anak bermain sambil mengecek email masuk dari pekerjaan.
-     12.00 Shalat, boboin anak, dan mendata laporan masuk.
-     13.30 Menulis
-     14.30 Menyuapi anak, mandikan anak, shalat dan bermain sama anak.
-     17.00 Lanjut Nulis
-     18.00 Shalat, membimbing anak ngaji, menyuapi anak sampai bertemu dengan shalat isya.
-     20.00 Mulai bekerja, memasukkan data, membuat laporan harian dan lain-lainnya. Bahkan bisa sambil nulis juga.
-     23.00/01.00 Tidur (tergantung pekerjaan selesai kapan)
-     04.00 Masak, shalat, beres-beres sampai nyuci.
-     07.30 Memandikan anak, menyuapi hingga menyapu halaman, saya mandi dan Dhuha.
-     08.00 hingga 15.00 dari mulai berangkat ke event hingga perkiraan nyampe rumah.

-     Istirahat dan sholat

-     17.00 Mandi, mandiin anak, nyuapin, membimbing anak belajar, bermain sama anak, mengaji hingga shalat isya.

-     20.00 Mengecek dan pendataan email masuk. Pelaporan, hingga membuat draft tulisan acara dari event yang didatangi.

-     22.00 Tiduuur….(kalau habis ada kerjaan atau event diluar, tidur cepat biar badan ga ringsek).


Ini hanya gambaran saja saat saya mengelola waktu kerja dan mengurus anak. Nah misalkan ada acara dadakan, kayak event atau acara lain, pasti saya langsung membuat jadwal baru, sebagai cadangan yang sewaktu-waktu bisa digunakan. Memang mengatur jadwal sendiri itu enak, kerja di rumah juga enak, tapi ya itu waktu istirahat semakin berkurang. Tapi itulah resiko yang harus saya ambil, yang penting jangan lupa untuk meminum vitamin dan makanan bergizi. Supaya badan selalu sehat dan kuat.

Nah mengatur ataupun mengelola waktu memang tak semudah yang kita kira ya, maka dari itu sebelum memulai semuanya kita harus tahu beberapa hal yang satu ini, ini menurut saya, kalau beda pendapat ga apa-apa "ok".
  • Kita harus tahu dulu mana yang menjadi prioritas utama kita, boleh deh tuh di buat list nya di buku agenda. Apa-apa saja yang harus diprioritaskan.
  • Dibuat daftar apasaja yang seharusnya kita lakukan dan kerjakan.
  • Harus bisa berpikir cepat dan pintar ketika ada jadwal dan kegiatan dadakan, berbarengan dengan pekerjaan yang harus diselesaikan. Nah kita meski benar-benar fokus dan menyelesaikan pekerjaan dengan cepat, sebelum tenggang waktu habis, dan setelah itu kita bisa santai untuk bisa mengikuti kegiatan yang dadakan tadi.
  • Harus bisa menghemat waktu antara satu kerjaan dengan kerjaan lainnya.
  • Harus tahu mana kegiatan yang penting kita ikuti atau tidak, atau kerjaan mana yang harus diambil atau tidak.
  • Jangan menunda pekerjaan, jangan berpikir "besok bisa dikerjakan atau masih ada waktu. Dijamin kalau begini neh, kerjaan terbengkalai. Biarpun kerja dirumah, tetep selesaikan tanggung jawab kita.
  • Buatlah sebuah rencana khusus untuk libur dari aktifitas, misalkan saya mengambil sabtu atau minggu. Seorang freelance pun butuh yang namanya hiburan.
  • Buat jadwal cadangan, apabila sewaktu-waktu ada acara dadakan.
  • Kalau sudah memegang beberapa pekerjaan, 2 atau 3 misalkan. Lebih baik tidak mengambil pekerjaan lain lagi, karena otak kita juga butuh istirahat.
  • Buatlah jadwal seefektif dan seefisien mungkin.
Nah itu saja seh, yang saya tahu, saat akan mengelola waktu untuk bisa membaginya antara bekerja, dan keluarga. Sampai akhir ini aman-aman saja, ga ada kendala apapun, dan bisa sesuai yang dijadwalkan. Bahkan bisa menghemat waktu lebih cepat dari yang dijadwalkan, tapi semua tergantung diri kita sendiri, seberapa cepat melakukannya.

Yuk marii mulai mengelola waktu sebagai seorang freelance dengan baik dan bijaksana hehehe.

15 komentar:

  1. Wahh makasih udah berbagi ya mak.
    Jadi tau pembagian waktu ala mak Lis nih :)

    BalasHapus
  2. Hampir sama jadwalnya sama saya, mak...
    tapi kadang saya tidurnya sampai larut malam, sih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama mak...kalau lagi banyak kerjaan saya bisa sampai dini hari

      Hapus
  3. wahh..... jadi meskipun freelance tapi tertib ya kerjanya jam 8 malam... aku mah mana bisa gitu... pokoknya abis maghrib malah gak bisa megang komputer sama sekali

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setiap orang berbeda-beda kok mak Ade...kebetulan kalau saya ga dibuatin jadwal seperti itu, suka kelimpungan..hehehe...

      Hapus
  4. Beneerr, walau freelance, kudu pinter manajemen waktu juga

    BalasHapus
  5. Makasih untuk ilmu yang dibagikan. Ternyata menjadi seorang blogger atau freelence juga perlu manajemen yah. Snagat bermanfaat apa yang dibagikan dalam artikel ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama...terima kasih mas

      Semoga bermanfaat

      Hapus
  6. WUIH MANAJEMEN WAKTU DIATAS YANG DIPERUNTUKKAN BUAT FREELANCE, SEPERTINYA LAYAK JUGA DITERAPKAN KEPADA SAYA YANG SULIT banget bangun pagi...asal udah subuh tidur lagi....curhat

    BalasHapus
  7. jadwalnya komplit bangeet mak...keren bisa bagi waktu dengan baik...kalau saya masih suka keteteran :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih mak. Kebetulan ini jadwal awalnya suka susah payah, tp untung sudah biasa sekarang.

      Hapus
  8. Wah.. mak.. trims bnget. Ini sy lg merenung nih, krn mulai agak kualahan berbagi fokus antara my batita, freelance, dan aktivitas di luar(misal aktifitas sosial). kok ya selaluuu ada korban. Kalo udah ada korban gitu rasanya gimanaaa gitu.
    o iya mak, sy pernah mencoba menyelesaikan kerjaan rmh dan anak sampe beres di pagi hari. Niatnya sih ketika selesai, mau ngerjakn tugas. Ehhh kok ya cepk bnget Rasanya. Jd g bs highspeed kerjanya. Gmn ya mak cara ngatasinnya? Klo aq buat istirahat, g maksimal jg krn kepikiran sama kerjaan. Malah klo aq buat tidur biasanya mimpi kerja.bangunnya malah capek. Haha. Galau deh..

    BalasHapus

Terima kasih atas kunjungannya ya. Saya senang deh kalau kalian mau tinggalkan komentar, bisa bikin saya happy dan semangat nulisnya. Tapi, mohon maaf ya, untuk tidak meninggalkan link hidup. Terima Kasih. Salam hangat dari Pena Cinta Liswanti.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...