Dengan Menabung, Jadilah Orang Cermat dan Hebat

Liswanti Pertiwi | Senin, Juni 08, 2015 | | | | |
Selamat siang semua....
Dokumen Pribadi (ilustrasi keuangan)
Ceritanya neh, kalau awal bulan hidup saya entah mengapa selalu happy, padahal cicilan banyak banget, belum pengeluaran ini itu, bayar arisanlah, listriklah dan lain-lainnya. Beuuuh, harusnyakan mumet ya, tuh uang cuma numpang istirahat bentar di dompet, habis itu pergi dengan penuh kepuasan meninggalkan saya yang penuh kepedihan di hati, "aissh lebay deh".

Terus kenapa awal bulan bisa happy ya?. Ya iyalah bisa, selain Ibu, saya merangkap manajer keuangan rumah tangga. Maka ketika pemasukan di awal bulan berdatangan, dengan hati senang, selalu semangat untuk mengatur dan mengolah keuangan secara bijak dan cermat, supaya hidup semakin hebat.

Ilustrasi Menabung
Dengan pemasukan yang berragam setiap bulan, mulai dari gaji tetap suami dan tunjangannya, sampai honor serta bonus bulanan yang saya terima sebagai seorang freelance. Gamau dong uang itu habis seketika, maka sebagian harus saya tabung. Sebelum uang saya simpan, biasanya setiap bulan saya bagi kedalam beberapa post dahulu, mulai dari belanja bulanan (kebutuhan rumah), makan, bensin, listrik, pulsa, arisan, jajan anak, sampai menabung

Ini penting, supaya kita bisa cermat dalam menggunakan uang, apakah boros atau hemat?. Nah biasanya saya membuat kas kecil untuk mendata pengeluaran serta pemasukan setiap harinya, yang setiap akhir bulan dibuat laporan sederhananya, selain kita bisa tahu uang digunakan buat apa saja, kita pun menjadi jeli dalam mengatur uang.

Memiliki tabungan itu sangat penting. Mau besar atau kecil yang penting setiap bulan ada, begitu pun prinsip hidup saya, harus bisa menabung, meski cuma 100.000. Kalau saya bisa mengajarkan anak untuk menabung di celengan setiap hari, biarpun hanya 1000 rupiah saja. Masa saya tidak bisa menyisihkan uang dari penghasilan. 

Kalau anak punya 2 celengan yang selalu penuh, saya pun membuat 3 rekening untuk kebutuhan yang berbeda, "ini penting, supaya bisa mengatur uang dengan bijaksana".
  1. Rekening tabungan Anak. Tentu saja isinya adalah uang untuk masa depan anak, kalau perlu jangan pake ATM, biar tetap aman.
  2. Rekening tabungan harian. Ini dimaksudkan untuk menyimpan uang kebutuhan sehari-hari, dari belanja, bensin sampai jajan anak. Maklumlah saya sedikit takut kalau disimpen di dompet, sering hilang ga jelas. Jadi pas butuh belanja, tinggal ambil.
  3. Rekening tabungan khusus. Biasanya dalam rekening ini saya simpan beberapa bulan atau tahun, dan kemudian di ambil untuk dibelikan barang bergerak atau tidak bergerak, sebagai simpanan masa depan. Ini juga saya tidak pakai ATM ya.
Kalau urusan tabungan harian sudah jelas, bagaimana mengatur tabungan yang lain. Dimisalkan saja, saya menabung setiap bulan (dari bonus saya + tunjangan suami) sebesar Rp. 2.200.000 "ini tidak tentu, karena bisa besar atau kecil tergantung uang yang di dapat saya, kecuali milik suami tetap". Disini saya kasih 2 contoh tabel post tabungan, yang memperlihatkan jumlah uang yang pernah saya simpan".

Tabel Post Tabungan Bulanan

Tabungan Anak
Tabungan Khusus
Tabungan Tak Terduga
2 anak Rp. 1.000.000
Rp. 1.000.000
Rp. 200.000
ATAU
2 anak Rp. 500.000
Rp. 500.000
Rp. 150.000
Note : Tabungan bisa berubah sewaktu-waktu, disesuaikan jumlah bonus yang diterima. Tabungan tak terduga dimaksudkan untuk menambah biaya tak terduga yang sewaktu-waktu dibutuhkan, dan dimasukkan dalam rekening tabungan harian.


Sudah menjadi kebiasaan kita menabung akan dilakukan di Bank, begitu pun saya, tapi bukan berarti simpanan dalam bentuk uang saja. Seperti yang saya katakan di atas, dimana saya membuat tabungan khusus yang diperuntukkan membeli simpanan lainnya. Ini tips, sekaligus pengalaman yang sudah saya alami, karena menabung bisa berbentuk apa saja. Setelah tabungan khusus terkumpul, biasanya saya belikan dan menyimpannya dalam bentuk barang bergerak dan tidak bergerak seperti di bawah ini :
  • Menabung dalam bentuk emas. Setelah tabungan khusus itu sudah terkumpul uang dibawah 5 juta, biasanya saya ambil dan mulai dibelikan emas. Selain untuk investasi, bisa juga untuk tabungan masa depan. Kan harga emas selalu naik, biarpun turun tidak terlalu banyak. "Penting untuk membeli emas pas harga lagi turun ya, jadi meski update harga".
  • Menabung dalam bentuk tanah. Nah kalau saya tidak membeli emas, biasanya tabungan khusus itu saya ambil apabila sudah mencukupi (kalau belum cukup ya jangan diambil). Saya memilih untuk membeli tanah di kampung. Yang memang harganya belum semahal di Ibukota. Ini bisa menjadi tabungan masa depan dan jaminan hari tua, kan kalau sudah pensiun saya bisa bertani. Bener ga?.
Ilustrasi tabungan tanah (dok pribadi)
  • Menabung dalam bentuk pohon sebagai investasi jangka panjang. Kalau saya sudah punya tanah, sayangkan kalau tidak ditanam. Mau dibangun rumah pun, uangnya belum cukup, jadi saya pun memilih untuk membeli bibit pohon jati atau jabon. Lumayankan kalau di jual nantinya, bisa untuk membangun rumah. Soalnya panen jabon dan jati sangat lama, bisa 7-8 tahun. Dengan begitu saya dan suami punya simpanan di hari tua. Kan nanti juga uangnya bisa buat bangun rumah, buka toko dan pendidikan anak.
  • Deposito. Yup cara menabung yang terakhir adalah deposito, saya pun pernah dan ingin melakukannya lagi. Tabungan khusus itu, pernah sekali saya depositokan, yang uangnya langsung saya belikan tanah setelah jatuh tempo. Nah deposito kan berjangka. Jadi kalau ada yang susah banget buat menabung, coba aja deh untuk mendepositokan uangnya. Kan kalau kepepet butuh uang tidak bisa diambil. Sedikit informasi, kalau binggung mau mendepositokan uang dimana, coba klik cermati.com. Disini kita bisa tahu produk Deposito terbaik yang ada di Indonesia, dan bisa menjadi bahan perbandingan, dengan tempat dimana biasanya kita menabung.
Berbagai pilihan informasi Deposito di  Cermati

Itu cara saya dalam menabung supaya menghasilkan, saat uang terkumpul langsung deh dibelikan simpanan lainnya. Selain bisa menjadi simpanan hari tua, juga untuk biaya masa depan anak-anak. Kata siapa menabung itu susah?. Kalau tidak punya niat, ya tentu saja susah, coba deh menabung sedikit demi sedikit, 100.000 mungkin setiap bulan bisa kan?. Bisa dong ya. Kalau perlu dikurangin aja tuh pengeluaran tidak penting, "kalau saya tidak ada jatah belanja baju". Karena bagi saya nabung banyak manfaatnya ketimbang beli baju, "nabung dikit ga apa, kan lama-lama jadi bukit".



Dengan menabung, jadilah orang cermat dan hebat. Dengan begitu kita bisa menjalani hidup tanpa rasa takut serba kekurangan, terutama di akhir bulan. Selain menabung itu bisa bikin kita menjadi cermat dalam mengatur keuangan. Kita pun bisa hidup hemat dan tidak menjadi boros lagi.

Yuk menabung, biar nanti bisa untung.



"TULISAN INI DIIKUTSERTAKAN DALAM LOMBA BLOG SHARE TIPS
MENABUNGMU BERSAMA BLOG EMAK GAOEL DAN CERMATI"

32 komentar:

  1. Wah....infonya lengkap bener ya ttg beragam jenis tabungan... Memang kita perlu sedikit kejam dgn pengeluaran agar bisa menyisihkan beberapa rupiah sebagai safety dan jaga2 bila ada keperluan mendadak.. Biar sedikit kan lama2 jadi bukit ya Mbak..#prinsip menabung

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah bener banget mak...meski kejam, kalau ga gitu kapan bisa menabung ya

      Hapus
  2. Tabungannya buanyaak yaaaa.. mauuuuuu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tabungannya satu...tapi memang dibelikan langsung ke simpanan lainnya....mauuuuu? yuk nabung.

      Hapus
  3. Mak lis cermat bgd dah mengatur keuangan..ada tabungan ini itu..bahkan ada tabungan yg berupa lahan jg...seepppp..:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Soalnya saya ga bisa jualan, pake bisnis takut gagal, jadi sekalinya ngumpulin uang langsung deh dibelikan lahan atau yang lainnya, bisa buat jaminan hari tua.hehehe

      Hapus
  4. Wah... perlu berguru nih soal tabungan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Boleh..bisa konsul ke email saya #ehmalahpromosi

      Hapus
  5. kalo saya poin ke 2 menabung dalam bentuk emas.. atau pakai celengan plastik :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mantep deh..ayo semangat menabungnya

      Hapus
  6. Menabung perlu diajarkan kepada anak-anak sejak dini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener banget, biar anak juga bisa pandai berhemat nantinya

      Hapus
  7. menabung dalam bentuk pohon, ya?
    Jadi inget hampir setahun yg lalu suami beli bibit pohon kayu jati dan jengjen 100 buah, ternyata Itu bisa dianggap tabungan juga. Hatur nuhun share nya, ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bisa teh Ani, sebagai investasi dan simpanan jangka panjang. Anggaplah harta tidak bergerak, kan memang nilainya semakin naik setiap tahun.

      Hapus
  8. Bang bing bung yukkk kita nabunggggg

    BalasHapus
    Balasan
    1. bang bing bung hai, jangan dihitung tau-tau nanti kita dapat untung

      Hapus
  9. Aaahh mau bangettt nabung pohon mba, tapi belum punya tanah. :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berarti nabung dulu buat beli tanah..hihi

      Hapus
  10. bung..bung yuk kita nabung :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. bang..bing..bung..hai, jangan dihitung, tau..tau nanti kita dapat untung...

      Hapus
  11. semangat nabung! *tapi dikorekin celengannya*

    BalasHapus
  12. Lengkap banget mak sharingnya. Emang kalau mau nabung itu bukan cuma niat tapi kemauan ya. Semangat !!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar sekali mba..yuk semangat menabung

      Hapus
  13. Makasih informasinya, sangat membantu :)

    BalasHapus
  14. saya juga begitu mbak, menggunakan lahan untuk ditanami pohon tapi hanya sebatas pinggirnya saja dan sisanya ditanemin singkong atau jagung.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya juga dulu gitu, tapi kebanyakan rugi dan kurang maksimal. Jadi mending pohon saja.

      Hapus

Terima kasih atas kunjungannya ya. Saya senang deh kalau kalian mau tinggalkan komentar, bisa bikin saya happy dan semangat nulisnya. Tapi, mohon maaf ya, untuk tidak meninggalkan link hidup. Terima Kasih. Salam hangat dari Pena Cinta Liswanti.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...