7 Kue Dan Asinan Saat Lebaran

Liswanti Pertiwi | Minggu, Juli 12, 2015 | | | |
Assalamuallaikum

Tak terasa ya sebentar lagi sudah mau lebaran saja, sudah menyiapkan apa saja neh di rumah?. Beresin rumah, mengecat, atau mungkin ganti perabotan baru. Kalau saya sendiri seh nyiapin kue saja.
Tradisi menyambut hari raya di setiap daerah, kota, desa, dan setiap orang pastilah berbeda-beda. Begitu pun dengan saya sendiri dan keluarga, setiap kali hari raya datang, banyak yang kami lakukan. Bukan saja menyiapkan kue, asinan, ataupun manisan untuk menyambut hari raya. Tapi lebih dari itu, kami selalu bekerja sama untuk memrapikan rumah, hingga membersihkan makam Ayah.
Kalau ngomongin tentang Kue, saya dan keluarga tidak pernah membeli, karena kami lebih senang membuat sendiri. Selain menggunakan bahan yang berkualitas baik, tentu saja pembuatannya pun bersih dan hemat pula, “tetep ya kalau urusan uang saya meski hemat hihi”.

Apa saja seh kue yang biasanya saya buat?. Ya tentu saja, kue yang kami buat, seperti orang kebanyakan. Dan yang pasti sangat kami sukai, bahkan saya pun bisa membawanya saat pulang ke Ibukota. Ini dia 7 kue dan asinan yang selalu kami buat saat lebaran.


Dok. Pribadi (Kue Nastar Keju dan Salju)
Kue Salju
Kalau yang pertama ini, semua orang pasti juga suka dan sudah tahu ya, "ini kue kesukaan teteh, suka banget sama saljunya hehehe". Kue ini terbuat dari tepung terigu, yang ditaburi dengan gula halus. Sehingga putih-putihnya itu bagaikan salju yang bertebaran, rasa manisnya itu dari gula halus, tapi setelah digigit ada rasa asinnya. Saya paling suka menikmatinya dengan segelas kopi hangat.
 
Kue Nastar Keju

Emmm, kalau kue ini neh kesukaan suami dan teteh. Jadi meski saya buat, kalau tidak bisa-bisa minta beli, "kalau beli, ga hemat dong, ga mau saya, jadi mending buat aja". Kue yang terbuat dari tepung terigu ini, berisikan selai nanas yang rasanya asam manis dan bertaburkan keju yang enak. Maka, tidak salah kalau suami dan anak paling suka dengan kue ini.
Dok Pribadi (Kue Kacang dan Sasagon)
 
Kue Kacang

Nah kalau kue ini kesukaan alm. Ayah, kami buat, karena memang banyak juga yang suka. Kalau di rumah, kue ini suka di sebut kue suuk (kue kacang). Karena kue ini terbuat dari kacang tanah yang digoreng tanpa minyak (disangray), kemudian ditumbuk sampai halus. Setelah itu barulah ditambah terigu, telur, dan bahan lainnya. Saya membuatnya dengan cetakan hati.
Kue Sasagon (Kue satu)

Ini kue kesukaan adik pertama saya, yang terbuat dari kelapa, gula, dan tepung ketan. Rasanya manis, dan begitu renyah. Katanya juga neh, di tempat lain ada juga jenis kue ini, dengan nama kue satu. Kalau tempat kalian namanya apa?.

Telor Gabus
Dok. Pribadi (Telor Gabus dan Sistik)

Lebaran pun jangan makanan manis terus, makanya selalu wajib bikin asinan juga, seperti yang satu ini. Apalagi adik-adik saya sangat suka dengan telor gabus. Asinan ini terbuat dari tepung sagu dan putih telur. Saat membuatnya, jangan lupa untuk selalu menggunakan minyak metah terlebih dahulu pun, dan adonan pun langsung dimasukkan kedalam minyak mentah. Barulah setelah itu langsung digoreng sampai matang.
 
Asinan Sistik

Asinan yang satu ini memang enak dicocol pake saus pedas. Terbuat dari tepung terigu, tepung sagu, mentega dan telur. Kemudian dicetak pake alat, dan dipotongnya pun pakai alat yang sama. Paling enak dicetak tipis, sehingga hasilnya bisa renyah.
Asinan Kacang
Dok. Pribadi (asinan Kacang)
Semua orang di rumah suka ini. Dan pasti sudah tahu dong ya asinan yang satu ini. Terbuat dari kacang dengan pembuatan yang sangat mudah. Kacang tanah yang sudah di kupas, direndam dengan air panas, kemudian di kasih bumbu, seperti garam, bawang merah dan putih. Rendam hingga 1-2 jam, setelah itu tinggal di goreng hingga berwarna kuning. Kalau ingin rasanya semakin gurih, bisa diberi penyedap rasa, kalau tidak suka, ya cukup kasih sedikit garam lagi.
 
Nah itulah ke 7 kue dan asinan yang selalu saya dan keluarga buat. Sebenarnya seh tahun ini kami tidak berencana membuat kue, karena saudara saya yang selalu bantuin memiliki bayi lagi. Tapi, karena ada rencana mengelar syukuran kecil untuk putra saya di bulan syawal, rencana pun berubah. Daripada beli kue kemahalan, mending saya buat sendiri. 
Kenapa saya tidak memasukkan manisan?, seperti manisan kedongdong atau mungkin kolang kaling?. Itu karena banyak yang tidak suka, dan adik-adik pun selalu minta untuk dibuatkan cilok dan siomay dengan bumbu kacang yang enak.
Bagaimana dengan kalian?, sudah siapkah menyambut hari raya?. Bagi saya kue, manisan, ataupun asinan hanyalah sampingan, dan pemanis saja. Karena suka banyak tamu yang datang di hari raya. Karena yang lebih penting adalah bagaimana kita bisa memaknai arti hari raya Idul Fitri. Saat kemenangan itu datang, kita sebagai manusia bisa kembali fitri, merubah segala perilaku, dan semakin dekat dengan Tuhan.
 
Idul Fitri bukan saja kemenangan melewati segala rintangan, godaan, dan hawa nafsu, atau bahkan lapar dan haus. Tapi lebih dari itu, bahwa kemenangan diraih setelah kita mampu menahan diri dari segala hal, termasuk marah, mencela, hingga akhirnya bisa memperbaiki diri untuk menjadi orang yang semakin baik.

14 komentar:

  1. Waah mbak rajin banget ya bikin kue. Saya mah sukanya beli aja. Praktis. Sering salut sama orang-orang yang suka bikin kue dan pintar masak. Saya suka yang nastar keju mbak. Hm..yummi..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kan ga tiap hari mba. Jadi, kalau lebaran diusahakn bikin selalu mba, hemat pula hehe.

      Hapus
  2. siap lebaran nih mak.. aku suka gabus mbak..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siap donk mak. Suka juga ya telor gabus, mau mak?.

      Hapus
  3. saya yang bikin sendiri cuma telor gabus aja :))
    siap banget nih mak nyambut lebaran.

    BalasHapus
  4. mak kapan2 ketemuan aku dibikinin cilok dong :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Boleh mak, yuk ntar kita bikin cilok bareng ya mak

      Hapus
  5. Dari kesemua kue dan assinan di atas, saya penasaran sama kue salju, telor gabus, dan asinan sistik. Ketiga nama tersebut belum pernah saya coba bahkan namanya masih terbilang asing (selain kue salju).

    BalasHapus
    Balasan
    1. Serius mas?. Belum pernah icip ke tiga itu?

      Hapus
    2. Serius mas?. Belum pernah icip ke tiga itu?

      Hapus
  6. Nastar dan kue putri salju kayaknya jadi kue wajib yah ^_^

    BalasHapus

Terima kasih atas kunjungannya ya. Saya senang deh kalau kalian mau tinggalkan komentar, bisa bikin saya happy dan semangat nulisnya. Tapi, mohon maaf ya, untuk tidak meninggalkan link hidup. Terima Kasih. Salam hangat dari Pena Cinta Liswanti.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...