Pasar Tradisional Banyuresmi

Liswanti Pertiwi | Rabu, Juli 15, 2015 | | | | |


Semenjak lahir saya tinggal di Garut, banyak sekali jejak kenangan yang saya torehkan di tempat ini. Bukan saja sekolah, sanggar, ataupun tempat nongkrong. Lebih dari itu cerita-cerita sedih serta bahagia banyak saya tuliskan di kota Garut.
Dok. Pribadi (jalanan menuju
Pasar Banyuresmi)
Kalau ngomongin tentang Garut, pasti bercerita tentang satu kecamatan dimana tempat saya tinggal, yakni Banyuresmi. Banyak sekali kampung yang ada di Kecamatan Banyuresmi, salah satunya kampung saya Balakasap. Untuk menempuh kampung saya begitu panjang, sampai teman saya selalu bilang “kerumah Lis itu bagaikan naik gunung turun gunung”, ya saking jauhnya. Eitss, saya hari ini ga akan nyeritain bagaimana kampung saya, tapi ingin bercerita tentang satu pasar.
Pasar ini merupakan pasar kebanggan masyarakat Banyuresmi, dan orang mengenalnya dengan nama “Pasar Tradisional Banyuresmi”. Terletak di jalanan utama, yang sering sekali menjadi jalan alternatif untuk penghubung jalan antar kota dan propinsi. Di pasar ini setiap hari terjadi aktifitas, bahkan perputaran ekonomi di tempat ini pun semakin meningkat dari tahun ke tahun. Awalnya saya pikir, ketika pasar ini berdiri beberapa tahun lalu “saya lupa kapan berdirinya, antara 90 an kalau tidak salah”, tidak akan seramai seperti sekarang ini.
Banyak sekali masyarakat yang menggantungkan mata pencahariannya di tempat ini, mulai dari berjualan sembako, sayuran, makanan, sampai tukang ojeg. Maka, tidak salah kalau tempat ini menjadi kebanggan warga Banyuresmi. Ngomongin soal kualitas barang dan harga, menurut saya sama saja dengan pasar besar yang ada di Kota Garut.
Dok. Pribadi
Sayuran segar siap di beli
Mau nyari sayuran segar setiap hari?, ada dong. Mau nyari pakaian dan mainan?, ada juga. Atau mau nyari sembako?, ada semuanya disini. Kebutuhan sehari-hari pun lengkap disini. Mau beli bakso dan jajanan lainnya juga ada, bahkan saat sore semakin ramai. Apalagi seperti sekarang ini, yaitu bulan ramadhan dan menjelang hari Raya Idul Fitri, pasar ini akan begitu ramai.

Semenjak adanya pasar tradisional Banyuresmi, semuanya serba mudah, mencari kebutuhan pun tidak perlu jauh-jauh lagi ke pasar Guntur. Kecuali, kalau memang butuh barang banyak, seperti mau ada hajatan dan syukuran lainnya. Biarpun penjual di pasar ini tidak banyak, tapi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari bisa didapat di tempat ini,"irit ongkos lagi".
Menjelang hari raya Idul Fitri, maupun hari besar islam lainnya. Jangan pernah kaget kalau berkunjung ke tempat ini, karena sudah pasti sangat macet. Parkir motor tidak beraturan, bahkan tak sedikit yang sengaja membawa motor ke dalam pasar, alhasil semuanya tidak enak di pandang mata.
Saat pulang kampung, setiap hari saya datang ke pasar ini untuk membeli kebutuhan. Karena saya sangat malas ke kota, untuk kebutuhan lebaran pun saya memilih membeli disini.
Selama bertahun-tahun berdiri, sangat disayangkan belum ada perubahan yang terlihat. Sangat penting sentuhan tangan pemerintah daerah ataupun pusat, untuk memperbaiki tempat ini,  "harapan saya sebagai salah satu warga Banyyuresmi". Soalnya, selain tempat yang kurang tertata, ada beberapa hal yang mungkin bisa jadi perhatian pemerintah, melihat tingginya aktifitas jual beli di tempat ini, yang bisa menguntungkan banyak pihak.
Lahan Parkir
Dok.Pribadi (Suasana di luar dan dalam pasar)
 
Disini tuh banyak banget pembeli, tapi parkir sembarangan, dan membuat suasana semakin tidak nyaman. Apalagi kalau ada yang sedikit tersenggol, langsung mengeluarkan kata-kata yang tidak enak di dengar. Yang membahayakan adalah, ketika motor ini mau parkir, dan ada banyak anak kecil. Bisa saja terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, seperti anak itu kena knalpot motor yang panas.
 
Maka, supaya tempat ini tertata dengan baik dan tidak semrawut lagi dengar parkir motor yang sembarangan. Perlu sekali adanya lahan parkir yang nyaman dan aman dengan penjagaan yang super ketat. Supaya berbelanja pun semakin enak, dan pembeli yang berbelanja pun semakin tenang dengan kendaraan yang dibawanya.
Toilet
Jujur saja, semenjak kenal pasar ini saya belum pernah menemukan toilet. Katanya seh ada, hanya saja tidak terawat dengan baik dan bau. Padahal ya pembeli ataupun penjual yang bisa saja tiba-tiba “maaf” buang air kecil pasti perlu banget ke toilet. Maka, toilet ini perlu sekali untuk dibuat sebaik mungkin, supaya antara penjual dan pembeli semakin nyaman.
Menata Pasar
Dok. Pribadi
Seorang Pedagang sedang melayani pembeli
Kalau hujan, sudah pasti tempat ini becek. Jadi sangat perlu sekali di tata kembali, supaya enak di pandang, nyaman berbelanja, dan bersih. Kan kalau pasar tradisional nyaman, yang untung banyak dong, iya ga?
Itulah beberapa hal yang mungkin menjadi perhatian saya, dan perlu sekali sentuhan berbagai pihak dan pemerintah. Dan sangat disayangkan, kalau misalkan tidak ada perubahan sama sekali. Karena transaksi jual beli di pasar ini begitu tinggi.
Dan pasar tradisional seperti di Banyuresmi ini perlu sekali diberdayakan, karena tidak semua orang berbelanja ke pasar modern seperti supermarket dan mal. Karena kalau di tempat saya tinggal, mereka lebih senang belanja di pasar tradisional yang harganya masih terjangkau, dariada supermarket.
 

1 komentar:

  1. seperti apapun pasar tradisional teteap di cintai peminatny aya

    BalasHapus

Terima kasih atas kunjungannya ya. Saya senang deh kalau kalian mau tinggalkan komentar, bisa bikin saya happy dan semangat nulisnya. Tapi, mohon maaf ya, untuk tidak meninggalkan link hidup. Terima Kasih. Salam hangat dari Pena Cinta Liswanti.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...