Ketika Berkah Khitan Begitu Indah

Liswanti Pertiwi | Minggu, Agustus 30, 2015 | |
Dimas Saat Lahir
Ini foto beberapa tahun lalu, yang tidak pernah saya lupakan. Satu masa, dimana saya merasakan pedih, sakit, dan putus asa ketika dia lahir ke dunia dengan kondisi tidak sehat. 

"Dimas Nurjamil", itulah nama yang saya berikan, lahir November 2012 lalu. Saya masih ingat, dimana kelahirannya diliputi kepanikan. Tidak menemukan ruangan NICU yang kosong, jantung melemah, paru-parunya belum matang, hingga kondisi yang terus menurun. Membuat hati saya terus menjerit, takut, dan binggung. Jauh dari orang tua, dan hanya Tuhan serta suami yang menemani.

Beruntung anak saya bisa selamat dan sehat, setelah satu minggu mendapat perawatan, "Alhamdulillah Ya Allah" tidak henti saya mengucap syukur. 

Naik Sepeda
Mungkin karena kondisinya saat lahir kurang baik, Dimas pun sering mengalami gangguan kesehatan di masa-masa pertumbuhannya. Dari mulai berjalan hingga bicara pun sedikit mengalami keterlambatan. Bukan itu saja, satu atau dua bulan sekali, saya harus membawanya ke rumah sakit, karena kondisinya yang sering kurang sehat. Dari demam tinggi mencapai 39,8 derajat, hingga alergi udara yang membuat kulitnya mengalami gatal-gatal dan sesak napas. Dan sudah mengalami transfusi darah.

Maka dari itu, semenjak bayi saya tidak ingin meninggalkannya sedikit pun. Berbagai tawaran pekerjaan yang datang pun harus saya tolak, demi menjaga dan merawat anak. 

Dimas memang cukup aktif di usianya yang 1.5 tahun, tapi dia seperti kesulitan untuk bicara, dan hanya mampu mengucapkan beberapa kata, bahkan cenderung banyak diam, tak ingin bicara apapun. Saat minta sesuatu pun dia hanya akan menunjuk saja. Selain itu, Dimas akan menjerit, gemetaran, dan ketakutan, ketika mendengar suara keras, baik itu petasan, kembang api, hingga suara pesawat. Padahal saya sendiri tinggal di kawasan lanud Halim. Bisa ditebak deh, kalau pesawat lewat dia akan langsung menutup telinga dan mencari saya untuk berlindung.

Sampai akhirnya Juli kemarin saya memutuskan untuk mengkhitan Dimas. Padahal niat awal saya saat itu ingin mengkhitannya di usia yang 41 hari. Tapi, gagal dilaksanakan, dan baru kesampaian pada 24 Juli kemarin, tepat diusianya yang ke 2.8 tahun. Awalnya saya pikir Dimas akan ketakutan, rewel, dan manja setelah khitan. Ternyata tidak, malah sebaliknya begitu sholeh dan baik.

Banyak berkah yang saya rasakan setelah khitan Dimas, bukan saja bisa menyatukan keluarga yang terpisah, dan mengumpulkan kembali keluarga besar. Tapi, lebih dari itu ada perubahan besar dari Dimas.

Dimas bersiap ikut lomba kemerdekaan
  • 3 hari setelah Dimas khitan, dia menjadi anak yang begitu ceria, seperti tidak ada beban. Lari sana sini, biarpun kondisinya belum sehat benar, membuat kami yang melihatnya suka ngilu sendiri hihi.
  • Satu minggu kemudian, setelah saya membawanya pulang ke Jakarta, dia menunjukkan perubahan lainnya. Yakni, bicaranya yang lancar, setiap kami tanya, dia akan langsung menjawab. Ketika saya sedang melakukan sesuatu, dia akan bertanya dan membantu saya.
  • Pas di bulan Agustus, Dimas menjadi anak yang semakin berani dan super aktif. Mulai dari ikut lomba Agustusan, manjat pohon, sampai melawan anak seumurannya yang jahil kepadanya hehe.
  • Ketika cuaca tak menentu, panas, berdebu, anehnya alergi Dimas pun tidak kambuh, bahkan beberapa minggu ini kondisi kesehatannya semakin baik. Tidak kelihatan sesak napas lagi, semoga saja seterusnya. Amin.
  • Selain itu sebelum hari kemerdekaan kemarin, banyak latihan pesawat tempur di kawasan Halim, suara mesinnya yang keras, kadang membuat kaca rumah bergetar. Dimas yang biasanya suka ketakutan dan gemetaran, tidak menunjukkan rasa takut sama sekali, bahkan dengan santainya dia bilang "mah wawat lewat ya" (wawat=pesawat).
Dimas bersama Kakak dan teman-teman
Banyak sekali berkah khitan yang saya rasakan, bukan saja rezekinya yang luar biasa tanpa henti hingga hari ini, tapi lebih dari itu saya melihat sosok Dimas yang berbeda dari sebelumnya. Setiap saya mengajarkan sesuatu, dia akan langsung paham, dan Dimas menjadi anak yang selalu mengingatkan kami (orang tuanya) untuk rajin beribadah. Saat adzan berkumandang, Dimas akan langsung bilang "mah pah colat" atau "mah, aji yuk" (aji=ngaji). 


Sungguh saya merasakan berkah khitan itu begitu indah. Padahal tadinya saya terus diliputi kekhawatiran dengan keadaan Dimas. Bisa lega, karena dia menunjukkan perubahan cukup besar, dari bicara, sampai kesehatannya. Dan ada yang penting satu lagi neh, Dimas menjadi sedikit narsis, minta di foto terus, apa karena ketularan emaknya ya? hihi.

Ketika berkah khitan begitu indah, disitulah bahagia terus terasa luar biasa. Karena anak mama yang semakin berani dan kuat.

"Blessful August Giveaways by indahnuria.com"



38 komentar:

  1. Allhamdulillah Dimas menunjukkan perkembangan yang luar biasa setelah khitan ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mak alhamdulillah, perkembangannya luar biasa.

      Hapus
  2. Semoga selalu sehat yaa dimas :)

    BalasHapus
  3. Hmm saya berdebar-debar waktu membaca prgraph pertama mbak..tp syukur alhamdulillah dimas sekarang makin pintar..makin sehat ya mba... sehat terus yaa dimaasss :-)

    BalasHapus
  4. anak pertama saya jg disarankan khitan waktu terkena hernia mak, tp setela konsultasi dokter dan mencoba berbagai pengobatan alternatif akhirnya kami memutuskan utk operasi. khitannya nyusul nanti...semoga sehat dan jd anak sholih ya dimas

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah anaknya sehat ya.

      Amin terima kasih doanya.

      Hapus
  5. Semoga terus jadi anak yang sehat, pintar dan soleh ya Kakak Dimas,
    Anak saya Fahmi, beda lebih muda 4 bulan dari Kakak Dimas saat kelahiran juga "menegangkan" pun pertmbuhannya beberapa fase seperti "lambat". Tapi saya dan auah Fahmi belum tahu kapan mau khitan Fahmi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin. Makasih doanya.

      Sama ya kelahiran fahmni menegangkan, berasa bijin jantung berdebar2 ya mba.

      Hapus
  6. Semoga Mas Dimas sehat selalu.

    Anak saya dulu khitan pas usia 6 bulan, Mak Liswanti Pertiwi :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin. Makasih mba

      Wah keren tuh pas 6 bulan mba.

      Hapus
  7. Semoga Dimas sehat2 terus ya mak :)

    BalasHapus
  8. Gemash sama Dimas! Sehat - sehat ya, Dek :*

    BalasHapus
  9. waah... benar2 berkah khitan ya mba...
    pelcum utk Dimas :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba berkah khitan yg begitu indah

      Hapus
  10. Alhamdulillah. Semoga sehat terus ya, Nak. Amin ^^

    BalasHapus
  11. alhamdulillah ya mak... niat yang baik, berbuah baik...

    BalasHapus
  12. Alhamdulillah, semakin banyak berkah setelah dimas khitan :))
    Semoga diberi kesehatan dan semoga jadi anak yg berbakti kepada orang tua, dan jadi anak sholeh :)))

    sastraananta.blogspot.com/2015/08/peluang-keuntungan-bernama-investasi.html

    BalasHapus
  13. sehat selaluuuu ya dimaaas :)....ternyata manfaat khitan banyak yaaa :)

    thanks for joining my GA maaak :)

    BalasHapus
  14. Sehat selalu ya, adik dimas sayang, cepet tumbuh ajdi anak sholeh

    BalasHapus
  15. Alhamdulillah, semoga Dimas selalu menjadi hiasan mata yg sholeh dan membanggakan kedua ortunya, aamiin

    BalasHapus
  16. Waaah anak pinter dikhitan gak rewel ^_^

    BalasHapus

Terima kasih atas kunjungannya ya. Saya senang deh kalau kalian mau tinggalkan komentar, bisa bikin saya happy dan semangat nulisnya. Tapi, mohon maaf ya, untuk tidak meninggalkan link hidup. Terima Kasih. Salam hangat dari Pena Cinta Liswanti.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...