Mau Kaya?. Bijaklah Mengelola Keuangan

Liswanti Pertiwi | Kamis, Agustus 27, 2015 | | | |

Dokumen Pribadi
Mau kaya?. Tentu saja mau, apalagi harta yang dimiliki bisa selalu berkah. Sudah kaya harta, kaya hati lagi *mantepkan.

Semua orang bisa kaya, termasuk blogger, caranya?. Tentu saja "bijak mengelola keuangan".

Pada sabtu, 1 Agustus 2015, bersama Sun life dan Safir Senduk, blogger diajarkan bijak mengelola keuangan. Yang bertempat di Cafe XXI Plaza Indonesia Jakarta.

Siapa coba yang tidak kenal Safir Senduk, seorang perencana keuangan pertama Indonesia, yang berbicara di Hongkong dan Amerika serikat. Lulusan STIE IBMI Jakarta ini sudah memiliki sertifikasi CFP (Certified Financial Planner), dan mendirikan Biro Perencanaan Keuangan Safir Senduk dan Rekan pada awal 1998. Yang memiliki misi memberikan edukasi tentang keuangan keluarga kepada masyarakat dan membantu mereka dalam membuat perencanaan keuangan. 

Selain sebagai seorang perencana keuangan, Safir juga telah menulis banyak buku, salah satunya berjudul "siapa bilang jadi karyawan nggak bisa kaya?", dan menjadi best seller, yang telah dicetak ulang hingga 17 kali hanya dalam waktu 2 tahun.

Mau Kaya?. Bijaklah Mengelola Keuangan.

Dok. Pribadi (Bersama Safir Senduk dan Blogger Muslimah)
Setiap orang bisa kaya, baik itu yang berprofesi karyawan, pengusaha, maupun profesional yang bekerja memberikan jasanya, seperti halnya seorang blogger. Semua memiliki kesempatan menjadi orang kaya, karena yang paling kaya adalah dia yang memiliki banyak investasi. Tapi untuk menjadi kaya, tentu harus pintar mengelola keuangan. Masalahnya banyak yang kesulitan mengatur uangnya sendiri. Tanpa sadar, mereka selalu menggunakan uang dengan hal yang kurang penting. Dan disinilah Safir Senduk berbagi tips jitu untuk mengelola keuangan secara bijak.

Menurut Safir "mengelola keuangan dipengaruhi oleh karakter pribadi", baik dalam mengatur pengeluaran, aset, hingga memilih investasi yan tepat. Karakter ditentukan oleh apa yang ada dalam otak, baik kiri ataupun kanan, yang tentunya memiliki fungsi berbeda. Biasanya otak kiri lebih ke logika, sehingga bisa dibilang sangat serius dalam memutuskan sesuatu, banyak pertimbangan dan perhitungan. Sedangkan otak kanan lebih ke insting yang lebih santai dalam melakukan segala hal. Intinya otak kiri dan kanan itu penting, yang pasti kita tahu kapan otak itu digunakan.


Satu hal yang penting dalam mengelola keuangan, adalah bagaimana kita bisa mengatur cashflow atau arus keluar masuk uang dari penghasilan yang telah kita dapatkan.
Cashflow Miskin
Cashflow Menengah
Cashflow Kaya
Saat nerima duit 5 juta, eh dipake ini itu. Langsung habis 5 juta juga, dijamin deh kita ada di posisi ini.
Nerima duit 5 juta. Sebagian dibeli barang dan cicilan, sisanya dihabiskan. Jadi, bisalah di posisi ini.  
Posisi ini udah bisa ngatur duit neh, punya duit berapapun. Dia mengaturnya dengan masuk ke investasi dan lain-lainnya.

 Hayoloh pada masuk cashflow yang mana?

Ada 3 hal yang Safir Senduk ungkapkan, supaya kita, termasuk blogger bijak dalam mengelola keuangan.

1. Memiliki Investasi Sebanyak Mungkin

Jangan pernah berpikir punya gaji besar akan membuat kita sejahtera. Coba bayangkan kalau suatu hari nanti kita bakal berhenti bekerja, otomatis penghasilanan bulanan pun berhenti. Nah, maka dari itu, selama kita bekerja, ciptakanlah aset untuk masa depan. Yakni, dengan memiliki investasi sebanyak mungkin. Terus investasinya kemana aja?, ada neh yang bisa dijadikan referensi buat kita.

Investasi di Saham
Manajer Investasi
Investasi Properti
Keuntungan berinvestasi di saham. Yaitu dapat dividen an bisa dijual kembali dengan harga lebih tinggi.
Kita bisa neh investasikan uang disini. Yang tentunya dikelola pihak ke 3.
Bisa berupa reksadana, unit link.  
Beli property, pertimbangkan harga di masa depan. Dan lebih baik menyewakannya, keuntungan akan semakin banyak.

 Ini dia investasi yang tepat buat masa depan
(Dividen: pembagian laba kepada pemegang saham berdasarkan banyaknya saham yang dimiliki)

Kalau ngomongin manajer investasi, kita harus tahu dulu reputasinya, mulai dari berapa lama dia berdiri, latar belakang, hingga gelombang ekonomi yang perusahaan itu rasakan. Selain itu kita harus tahu kemana investasi itu ditempatkan, dan prestasi yang sudah dimiliki perusahaan manajer investasi tersebut. 

Kenapa semua itu penting kita tahu?. Supaya kita tidak mudah tertipu, mengingat maraknya investasi bodong dan merugikan banyak pihak. Ciri penipuan investasi mulai dari, bunga sangat tinggi, janji cash bulanan, dijamin tidak rugi, bonus member baru, dan skema mustahil.

2. Siapkan Dana Untuk Masa Depan

Suasana Acara Jumpa Blogger bersama Sun Life
Setiap orang pastilah memiliki mimpi dan cita-cita yang ingin di capai di masa depan. Supaya masa depan semakin indah dan sejahtera, butuh yang namanya persiapan sejak dini. Salah satu cara mempersiapkan masa depan yang lebih baik, adalah dengan menyiapkan dana untuk pos pengeluaran besar di suatu hari nanti. Safir Senduk menggungkapkan, dana masa depan itu bisa mulai dari dana menikah, rumah dan isinya, sekolah anak, dan pensiun.

Untuk yang masih single, tentu saja meski menyiapkan dana menikah sejak dini, karena kebayang dong berapa tuh biaya yang meski dikeluarkan untuk menikah, dari pesta, hingga seserahannya. Kalau sudah menikah, tentu saja kita ingin memiliki rumah dan isinya. Nah, kalau punya uang, bagusnya seh mencicil rumah, dan sisa uangnya bisa digunakan untuk keperluan lain, seperti berinvestasi atau memiliki usaha, "asyikkan". 

Menyiapkan dana sekolah untuk anak di masa depan juga penting, mengingat biaya sekolah saat ini begitu mahal, seperti halnya masuk ke universitas. Dan terakhir tentu saja menyiapkan dana untuk masa pensiun nanti, salah satu caranya yaitu dengan menyiapkan aset, baik dengan bisnis, beli properti, hingga investasi surat berharga.

3. Atur Pengeluaran

Yang satu ini sangat penting neh, karena kita harus bisa mengatur keuangan. Supaya uang yang kita keluarkan tidak berlebihan, dan diini Safir Senduk mengutarakan banyak hal dalam mengatur pengeluaran, supaya nantinya kita bisa bisa melakukan perubahan besar. Semua orang pasti pernah boros ya, baik itu laki-laki ataupun perempuan, bedanya kalau perempuan lebih ke penampilan, sedangkan yang laki-laki ke hobinya. Nah ini dia 5 kiat mengatur pengeluaran dari Safir Senduk.

5 kiat mengatur pengeluaran
  1. Ketahui dimana boros kita, lalu kurangi pelan-pelan
  2. Kendalikan keinginan
  3. Lakukan prioritas pada pengeluaran kita
  4. Miliki Asuransi
  5. Hati-hati dengan namanya sale


Ada beberapa prioritas pengeluaran yang perlu kita tahu neh, yang tampak pada gambar berikut.

Prioritas Pengeluaran dalam presentase
Selain itu, kita wajib memiliki asuransi untuk melindungi kita dari resiko yang tidak diinginkan. Karena, Asuransi itu ibarat payung. Payung tidak menjamin hujan tidak akan turun, tapi menjamin kita tidak akan basah kalau ada hujan. Maka, sudah sangat jelas bahwa kita perlu yang namanya asuransi. Di Indonesia banyak perusahaan asuransi yang bisa kita pilih, salah satunya adalah Sun life. 

Sun life Financial adalah organisasi jasa keuangan internasional terkemuka yang menyediakan aneka produk asuransi dan wealth management untuk nasabah individu dan korporat. Dengan misinya "membantu nasabah mencapai kesejahteraan melalui kemampanan finansial". Dan visi "menjadi salah satu dari 10 perusahaan asuransi jiwa terbesar di Indonesia".
Elin Waty Selaku Direktur Dan Chief Distribution Officer PT. Sun Life Financial Indonesia
Sun life Financial didirikan pada 1865 yang berkantor pusat di Toronto, Canada. Dan mulai masuk di Indonesia sejak 1995 dengan menyiapkan berbagai program yang lengkap, seperti produk-produk proteksi dan pengelolaan kekayaan. Termasuk asuransi jiwa, pendidikan, kesehatan, dan perencanaan hari tua.  Selain sebagai perencana perlindungan, Sunlife juga menawarkan solusi investasi yang cerdas yang dikombinasikan dengan perlindungan asuransi jiwa. Karena Sunlife tahu, bahwa masa depan yang cerah, butuh perencanaan yang seksama. 

Sunlife pun memahami betul, bahwa keluarga membutuhkan proteksi yang lebih mendalam. Maka dari itu, untuk memenuhi kebutuhan, Sunlife menyediakan manfaat tambahan yang bersifat sebagai pelengkap atau pendukung asuransi dasar untuk meningkatkan perlindungan dan manfaat asuransi. Bahkan Sunlife pun melakukan kemitraan dengan bank, dengan penawaran produk bancassurance yang telah dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan nasabah, seperti proteksi, investasi, perencanaan keuangan, dan menabung. Selain itu, Sunlife memiliki produk syariah sebagai satu solusi masa depan yang lebih baik penuh berkah untuk keluarga Indonesia.

Kekuatan Sunlife Financial Indonesia
*Per 31 Maret 2015

Risk Based Capital (Konvensional) of 755%*, jauh lebih tinggi dari persyaratan pemerintah yaitu 120%.

Risk Based Capital (Syariah) of 154%*, jauh lebih tinggi dari persyaratan pemerintah yaitu 30%

Total Aset Rp. 6.75 Trilliun*

Total Klaim Rp. 144,7 Milliar*

Memiliki lebih dari 9000 agen yang tersebar di 56 kota (Dengan 89 kantor pemasaran konvensional dan 40 kantor pemasaran syariah) di seluruh Indonesia, yang didukung oleh 200 telemarketer yang tersebar di berbagai call center.  Sun life pun sudah membuktikan kekuatannya dengan memperoleh pendapatan yang luar biasa dan berbagai penghargaan, salah satunya peringkat 1 "The Best Risk Management Islamic Life Insurance" dengan aset dibawah Rp. 150 Miliar dari Karim Consulting Indonesia 2014.

Sun Life Financial Indonesia bisa menjadi solusi bagi masyarakat Indonesia dalam memperoleh perlindungan dari resiko, sekaligus berinvestasi. 

Itulah mengapa, asuransi ada dalam pengeluaran, karena segala sesuatu butuh perlindungan. Kalau pengen kaya, selain perbanyak aset, investasi, bisnis, harus punya juga perlindungan diri. Benar tidak?. Mulai kini, bijaklah dalam mengelola keuangan, untuk kehidupan yang lebih baik.

21 komentar:

  1. Materi yang disampaikan bung Safir Senduk itu kereng banget Mbak... Banyak informasi mengenai pengaturan finansial yang patut diketahui oleh kita semua.. Kayak2nya nih aku gak pinter2 banget ngatur finansial..buktinya kalo sedang jalan2 ke mall sering tergoda belanja pas menlihta banyak barang diskon..hehe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sangat keren mak, hanya beberapa jam saja, bisa langsung masuk ke otak saya.
      Nah godaan kayak begitu meski dihilangin tuh mak, apalagi sale-salean.

      Hapus
  2. Suka banyak boros di jajanan nih kayakynya. Misal beli teh di gerai2, segelas 5000, tiap hari, sebulan udah 150rb aja. Baru teh doang hehe. Mesti disiplin kalo mw jajan pas weekend aja :D Thanks sharingnya Mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siapapun pernah merasakan boros, saya juga. Dulu setiap gajian, baru 2 minggu dah habis. Tapi, seiring waktu, saya mulai menahan diri, dan mengubah perilaku. JArang tuh belanja atau jalan-jalan. Mending uang ditabung dan investasi.

      Hapus
  3. Safir senduk dan rekan sudah lama menjadi favorit kami
    dalam urusan pengelolaan keua ngan keluarga. Sungguh beruntungnya kamu
    bisa hadir di acara yang super keren ilmyunya ini.

    Salah satu "mahzab" dari beliau yang menurut kami legendaris adalah
    pandangan beliau tentang "uang kaget" seperti THR atau Bonus. Dalam pandangan
    beliau HUTANG bisa dibayar dengan BONUS karena pada saat itulah hutang bisa
    dilunasi tanpa harus memakai Gaji pokok. "Sayang kata anda, Bijak kata saya"
    begitu kata beliau

    BalasHapus
    Balasan
    1. Weeh keren tuh mas.

      Dan memang sangat beruntung bisa ketemu langsung, favorit saya juga neh mas, buku-bukunya ok punya. Materi kemarin pun ngena ke otak.

      Hapus
  4. Harus pintar2 ngatur uang ya, jangan boros

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar sekali mba Lelya, yang penting tidak boros

      Hapus
  5. selain materinya yang disampaikan penting banget, tapi nggak bikin kening berkerut, kayaknya penyampaiannya sambil ketawa ketiwi
    :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener sekali penyampaiannya kena banget, asyik dan ga bikin pusing. Jadinya, kita belajar pun begitu santai dan menyenangkan.

      Hapus
  6. Keren review materinya. Ilmunya masuk ke otak saya gampang banget ^^
    Iya nih Mak, lagi sibuk mikir enaknya investasi ke mana yah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih mba.

      Kalau uangnya banyak mending beli saham, dan investasi tanah, emas dan barang berharga lainnya mba.

      Hapus
  7. eng.. kayaknya kalo anak-anak baru pertama kerja pasti ngerasain cashflow miskin ya hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihi, bisa jadi bisa enggak mba. tergantung orangnya, bisa atau tidak berhemat dan mengatur uang. Kalau terbiasa berhemat, ga akan kok hidup di cashflow miskin.

      Hapus
  8. yang bikin pusing nih kalo duwitnya yang mau diatur masih dikit kayak punya saya. Untuk ini itu gak cukup...coba pake ilmu managemen ini itu juga gak cocok karena sample nya udah uang milyaran yang di menej....akhirnya uang saya yg dikit itu saya beri kebebasan aja untuk mengutur dirinya sendiri.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe. Semua memang tergantung orangnya mas, mau dikit atau banyak itu uang, kalau mengelola dgan baik, pasti bisa kok.

      Hapus
  9. Mbk ini kayaknya ada lomba blognya ya mbk?

    BalasHapus
  10. mengelola keunangan itu memang penting ya....

    BalasHapus

Terima kasih atas kunjungannya ya. Saya senang deh kalau kalian mau tinggalkan komentar, bisa bikin saya happy dan semangat nulisnya. Tapi, mohon maaf ya, untuk tidak meninggalkan link hidup. Terima Kasih. Salam hangat dari Pena Cinta Liswanti.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...