Woman Talk, Bukan Sekedar Obrolan Biasa

Liswanti Pertiwi | Kamis, September 24, 2015 | |
"Mau di poligami?". TIDAK, TIDAK, dan TIDAK. Jawaban saya dari dulu sampai sekarang tetaplah sama, dari zaman sekolah sampai sekarang pun sama, jawabannya begitu. 

Obrolan belasan tahun lalu bersama sahabat-sahabat paling manis, karena kita sama-sama sekolah di sebuah yayasan islam. Poligami menjadi sebuah obrolan yang sudah biasa bagi kami, tapi tetap saja saya dan teman-teman menjadi perempuan yang tidak mau di poligami. Boro-boro poligami, diselingkuhin pacar saja sudah langsung bilang "lo gw end".


Woman Talk "Poligami, KDRT, dan Perselingkuhan"
Dalam sebuah talkshow bertajuk Woman Talk "Saatnya Kami bicara tentang poligami, KDRT, dan perselingkuhan" pada 20 September 2015, di Gedung BPPT Jakarta Pusat. Acara di hadiri oleh puluhan kaum hawa, dan 4 kaum adam, memang terbilang tak biasa. Selain tema yang diangkat menarik, 2 pembicaranya pun bukan orang biasa. Ke 2 perempuan ini telah mengalami beberapa banyak cobaan hidup, yang akhirnya dengan keyakinan kuat kepada Tuhan, menjadikan hidupnya semakin baik.

Woman talk, memang bukan sekedar obrolan biasa. Karena, temanya membuat saya teringat dengan obrolan di masa-masa sekolah dulu, apalagi ustad pun sering bicara masalah poligami dan sebagainya. Tapi di acara ini, yang bicara tentu saja perempuan yang pernah merasakan di poligami.


Menurut Aisha Maharani sebagai salah satu narasumber, yang juga seorang praktisi poligami, mengungkapkan "poligami itu tidak mudah". Bahkan Aisha tak segan untuk bercerita tentang poligami, yang memang pernah dirasakannya. Bagaimana suaminya harus membagi 3 waktu, antara pekerjaan, istri pertama dan kedua di kota yang berbeda. Belum lagi anak-anak yang juga ingin merasakan kasih sayang ayahnya, itulah mengapa bahwa poligami itu tidak mudah.

Menurut Aisha "Poligami itu diperbolehkan bukan diwajibkan". Diperbolehkan dalam arti bahwa lelaki itu mampu berbuat adil, mampu memberikan nafkah dengan baik, dan harus mempunyai izin dari istri pertama. ini sangat penting dilakukan bagi yang ingin berpoligami dengan baik, maklumlah sekarangkan banyak yang berpoligami dengan tidak baik. Seperti, cari istri yang lebih kece, cakep dari istri pertama. Berpoligami itu hendaknya menikahi janda yang mempunyai anak yatim, dan perempuan tua, "hayo ga adakan yang begitu sekarang ini?".


Aisha Maharani
Selain sebagai seorang praktisi poligami, Aisha Maharani merupakan founder dan CEO dari Halal Corner, Halal Corner Market, pernah bekerja di Lppom MUI, dan Kemasan UKM Indonesia. Merupakan lulusan dari food and nutrition technology Universitas Djuanda, yang saat ini tinggal di Bogor. Pembawaaan Aisha Maharani dalam woman talk terbilang santai, asyik, dan gaya bicaranya itu saya suka "logatna sunda pisan teh hehe". 

Disini pun Aisha membicarakan poligami dari sisi fiqih dan hukum negara. Bahkan Aisha mengingatkan, "perempuan itu jangan mau diajak nikah siri, rugi". Tentu saja, karena nikah siri hanya bisa merugikan perempuan, kasihan dengan anak-anak yang lahir dari pernikahan siri, karena nantinya tidak punya kekuatan hukum negera. Bahkan neh, perempuan yang dinikahi siri, akan ditinggalkan begitu saja oleh suami, ketika perempuan itu tidak diinginkan.

Selain poligami, tentu saja yang dibahas dalam acara ini adalah KDRT dan perselingkuhan. Kedua hal ini kadang membuat saya ngeri saat mendengarnya, bukan karena saya pernah melihat langsung kejadian kekerasan yang menimbulkan trauma. Tapi, KDRT dan perselingkuhan telah membuat beberapa sahabat saya harus menjalani hidup penuh kesedihan. Sebagai seorang perempuan dan sahabat, tentu saja saya ikut sedih, dan sangat berharap orang yang melakukan itu mendapat hukumanan yang setimpal.

Irma Rahayu sebagai narasumber kedua dalam acara woman talk, tentu saja bicara tentang KDRT dan kekerasan. Menurut Irma di awal pembicaraannya, kenapa acara ini mengambil tema "poligami, KDRT, dan perselingkuhan", itu dikarenakan Irma sering mendapatkan email yang kebanyakan tentang 3 hal tersebut. 

Irma Rahayu merupakan seorang soul healer dan founder Emotional Healing Indonesia (EHI). Ketika Irma bicara poligami, KDRT, dan perselingkuhan, bahwa dirinya pun pernah merasakan masa-masa penuh perjuangan. Bagaimana dirinya pernah terusir dari rumahnya sendiri, diselingkuhi, hingga harus membayar hutang hampir 1 M dan mengalami kebangkrutan. Perempuan kelahiran 28 Oktober 1974, telah mengalami berbagai macam cobaan hidup, selain hampir masuk penjara, Irma pun pernah melakukan percobaan bunuh diri sebanyak 4 kali, karena hidupnya benar-benar terpuruk. 


Irma Rahayu
Irma yang awalnya beragama Katholik, akhirnya memutuskan untuk masuk Islam dan menggunakan hijab. Menurutnya, 1 sampai 6 hari, dia belum mendapatkan mukzizat apapun, tapi lama kelamaan, ketika dia rajin shalat, berdoa, dan kembali kepada Al-Quran, dirinya seakan menemukan ketenangan hati dan jiwa, sehingga hidupnya menjadi lebih baik dan bisa pulih. Bahkan berkah doa dan kepercayaan kepada Allah SWT, Irma bisa melunasi hutangnya dalam waktu 6 bulan saja. 

Karena pengalaman hidupnya inilah, Irma ingin membantu banyak orang dengan permasalahan yang sama. Basis healing yang sebenarnya adalah Al-Quran, yang disampaikan dengan bahasa yang universal. Irma membantu bisa membantu siapapun yang ingin melepaskan stres, mengatasi trauma, masalah keluarga dan cinta, juga masalah karir, keuangan, serta bisnis. Hingga masalah kesulitan hamil dan penyakit fisik melalui sebuah metode psikologis dan spritual yang cocok dengan keyakinan agama.

Irma sendiri telah menangani beberapa kasus, baik itu klien perempuan dan laki-laki. Selain itu Irma sendiri telah mengeluarkan beberapa judul, seperti Emotional Healing Therapy yang diterbitkan Grasindo, Love Therapy oleh Noura Books, dan Money Therapy oleh Republika Publishing.

Dalam pandangannya, ketika Irma berbicara tentang KDRT dan perselingkuhan, bahwa korban KDRT bisa laki-laki ataupun perempuan. KDRT sendiri terjadi karena 2 hal, bisa individu seperti trauma masa lalu dan kurangnya agama/keimanan dari suami/istri. Atau bisa juga karena ekonomi yang memicu terjadinya tindak kekerasan dalam rumah tangga. Seperti kebanyakan kasus saat ini, dimana KDRT bisa menimbulkan korban jiwa. Seperti kasus pembakaran istri di kampung sebelah dekat tempat tinggal saya di Garut, dimana karena masalah ingin membeli motor, dan menyuruh istrinya menjual sawah, suami itu tega membakar istrinya di depan anaknya, karena tidak menuruti kemauan suami. 

Dan KDRT seperti ini sudah terbilang sangat kejam dan sadis. Maka, ketika seseorang menjadi korban KDRT harus melakukan beberapa. Seperti, sebaiknya suami/istri korban KDRT harus lapor ke wali atau keluarga, selain itu cepatlah keluar dari rumah dengan membawa anak-anak, apabila itu sudah mengancam nyawan. Dan yang paling penting adalah untuk segera lapor kepihak berwajib, dan meminta perlindungan hukum, jangan lupa untuk merekam bukti-bukti saat menjadi korban KDRT.


2 pembicara Woman Talk
KDRT pastilah menimbulkan trauma yang berkepanjangan, terutama korban dan anak-anak yang menyaksikan kekerasan. Salah satu cara menyelamatkan diri dari KDRT adalah secara mental dan spritual. Selain mendekatkan diri kepada Tuhan, korban pun bisa melakukan tahapan healing.

Tahapan healing sendiri menurut Irma bisa dimulai dengan memisahkan ilusi dan emosi, serta memahami antara mencintai dan takut sendiri. Hingga mengenal akar permasalahan, bisa jadi disini kita itu menyebalkan, dan yang terakhir adalah berani menghadapi perasaan insecure. "Insecure bisa jadi masalah semua orang" ujar Irma.

Healing sebenarnya bisa saja dilakukan sendiri, yang penting jangan healing ke mal. Dalam acara woman talk sendiri, saya mengikuti healing, yang juga dikuti banyak peserta, dan sukses membuat saya terisak, karena teringat dengan orang-orang yang menyakiti hati saya, jujur seh "hati saya sakit kalau ingat itu semua".

Selain di Bandung, Jakarta, Road Show Woman Talk akan diadakan di Surabaya
2 pembicara ini, baik Aisha Maharani dan Irma Rahayu sama-sama membicarakan tentang perselingkuhan, dimana keduanya memang pernah mengalami. Dimana-mana selingkuh itu perbuatan tidak baik dan termasuk zina. Irma Rahayu mengungkapkan bahwa perselingkuhan terjadi, karena adanya komunikasi yang tidak baik atau bisa jadi pelakunya memang sudah terbiasa selingkuh. *Kebangetan neh orang yang suka selingkuh, amit-amat deh*.

Ketika diselingkuhi, apa yamg meski dilakukan, tentu saja dengan mulai memperbaiki diri, jangan lupa untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, perbanyak kegiatan diluar rumah, hingga mengurus anak-anak dengan baik.

Poligami, KDRT, dan perselingkuhan merupakan 3 hal yang membuat saya takut, dan tidak kalah penting untuk diingat neh, pilihlah pasangan dengan baik. Dekatkanlah diri kepada Tuhan, berdoa, tebarkan aura postif, menjaga hubungan baik, dan tentunya menjaga keharmonisan dengan pasangan. "Ya Allah lindungi keluarga dan rumah tangga hamba. Amin".


MC. Indadari Mindrayanti
Acara woman talk yang dipandu oleh Indadari Mindrayanti memang sedikit kaku, tapi dengan pembicara seperti Aisha Maharani yang kalem dan sunda banget, serta Irma Rahayu yang blak-blakan dan asyik banget saat menyampaikan materi, tentu acara Woman Talk pun bisa mengasyikkan. Apalagi diisi dengan tanya jawab, dengan berbagai permasalahan yang langsung diberikan solusinya oleh kedua pemateri ini.

Woman Talk, bukan sekedar obrolan biasa, karena pematerinya pun luar biasa pengalamannya. Dan saya yakini dengan kekuatan doa, Al-Quran, dan Kedekatan kepada Sang Pencipta akan membuat hidup semakin aman, nyaman, tenang dan damai.

Oh ya sedikit info neh, kalau ada kasus dan ingin konsultasi. Klik saja www.irmarahayu.com, atau mungkin ingin mengadakan seminar, healing, coaching, atau event bisa hubungi media relationship di 0818725880 (Laura). Irma Rahayu bersama EHI pun pernah diundang hingga Hong Kong, New York, dan Washington DC.


10 komentar:

  1. wah makasih ada kontak infonya mak

    BalasHapus
  2. Kalau kita masih berkutat di masalah poligami dan kdrt...sepertinya kita mundur satu langkah..mari jadikan wanita Indonesia hebat di rumah sendiri... Jangan karena wanita para pria semena mena memperlakukannya...

    BalasHapus
  3. Acaranya penuh manfaat.

    Harus sering sering nih

    BalasHapus
  4. artikelnya sangat menginpirasi sekali maki pertiwi...nanti akan saya share pada temen2 yang membutuhkan info about woman ini :)

    BalasHapus

Terima kasih atas kunjungannya ya. Saya senang deh kalau kalian mau tinggalkan komentar, bisa bikin saya happy dan semangat nulisnya. Tapi, mohon maaf ya, untuk tidak meninggalkan link hidup. Terima Kasih. Salam hangat dari Pena Cinta Liswanti.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...