Puisi, Persahabatan, Dan Cinta

Liswanti Pertiwi | Kamis, Oktober 15, 2015 |
Kalau ngobrolin tentang film, dari dulu saya suka sekali dengan film bergenre action, komedi, dan romantis. Apalagi 3 genre film ini ada dalam 1 film, pasti saya senengnya kebangetan deh hehe. Dari dulu saya suka dengan film karya Stephen Chow dan Jackie Chan yang keren dan seru. Kadang kalau nonton karya mereka, suka dibikin ketawa, tegang, yang akhirnya membuat saya tidak bosan untuk kembali nonton lagi dan lagi.

Sebutlah Stephen Chow yang merupakan actor, sutradara, sekaligus produser dengan berbagai karya terbaik yang sudah dihasilkannya. Sebutlah karyanya seperti Shaolin Soccer, Kung fu Hustle, dan CJ7, yang paling favorit buat saya terus tonton hingga kini, dikala bosan dengan segala rutinitas.

Selain Stephen Chow, tentu saja actor idola saya adalah Jackie Chan, dari dulu hingga kini suka banget actingnya. Bukan saja bela dirinya yang keren, tapi Jackie tidak pernah memakai peran penganti dalam setiap aksinya. Jackie sendiri selain sebagai seorang actor, dia juga adalah produser, penyanyi, sutradara, penulis naskah, hingga stuntman


Sumber Poster Film By. Wikipedia

Banyak sekali film yang sudah diperankan dan disutradarai Jackie Chan. Dari aksi menegangkan, hingga kocak. Film yang sering saya tonton mulai dari Ro-B-Hood, The Myth, New Police Story, Rush Hour, The Medallion, The Karate Kid, Chinese Zodiak, hingga Dragon Blade yang juga diperankan Siwon Super Junior.

Banyak juga film hollywood yang saya suka, dan kalau disebutin satu-satu bisa panjang banget *hehe. 

Kalau ngomongin film Indonesia, yang dihasilkan anak-anak negeri, tentu saja saya suka. Sebut saja Laskar Pelangi, The Raid, Ayat-ayat Cinta, Ketika Cinta Bertasbih, Merah Putih, Naga Bonar, hingga Ada Apa Dengan Cinta?.

Kalau film luar, banyaklah film yang sangat membekas di hati saya, yang hingga kini terus saya putar. Begitu pun dengan film Indonesia, ada kesan yang begitu mendalam di hati saya, salah satunya Ada Apa Dengan Cinta?.


Sumber Poster Film By Wikipedia
Film Ada Apa Dengan Cinta?, membawa perubahan yang begitu mendalam dalam kehidupan saya. Bukan saja semakin mendalami puisi, tapi juga persahabatan dan cinta. Film yang dibintangi Dian Sastrowardoyo dan Nicholas Saputra, membuat sosok cinta melekat di hati saya. Pena Cinta yang menjadi nama blog saya pun terinspirasi dari film ini. Sedangkan pena menjadi simbol akan kecintaan saya menulis puisi, seperti halnya Rangga.

Dan karena Geng Cinta, membawa saya dan sahabat-sahabat saya semakin erat. Bukan saja mereka ada disaat kita senang, melainkan juga dikala sedih. Saling menolong dan mengisi satu sama lain. Saya rela kehilangan pacar, dari pada sahabat, lagian masa sekolah adalah saatnya mencari ilmu dan berpetualang dalam segala aktifitas positif yang mengasyikkan.


Dokumen Pribadi
Pengemar AADC pasti tidak asing dengan buku Aku yang satu ini ya. Saat Ada Apa Dengan Cinta menampilkan buku ini, jujur saja, saya sampai rela mencari buku Aku ke Jakarta. Maklumlah di Garut itu tidak banyak toko buku yang besar seperti di Jakarta. Apalagi Chairil Anwar menjadi penyair Indonesia yang saya favoritkan sejak Sekolah Dasar, *tambah cinta deh sama puisi*.

Puisi, Persahabatan, dan Cinta. Menjadi 3 hal yang sangat membekas dan penting, hingga membawa saya dalam sebuah perubahan besar di masa sekolah, semua itu setelah saya menonton film Ada Apa Dengan Cinta. Maka, ketika sang Produser Mira Lesmana dan Riri Riza akan membuat Ada Apa Dengan Cinta 2. Senangnya kebangetan, ampe rela kepoin instagram pemerannya tiap malem, baik itu Dian Sastro, Titi Kamal, sampai pencipta lagunya, yakni Melly Goeslow, *sayang nyari teman duetnya cowok hehe*.

Puisi menjadi hal pertama yang begitu membekas, dari kecil suka puisi, maka ketika ada film yang membawa kata puisi, langsung deh ngena banget. Dari situ saya semangat kalau suruh ngisi mading di sekolah, apalagi baca puisi, hingga seni. Ingat dengan puisi yang Rangga buat, seperti beberapa bait ini neh.

Ku lari kehutan kemudian menyanyiku
Ku lari kepantai kemudian teriakku
Sepi sepi dan sendiri aku benci

Atau mungkin puisinya Cinta.

Ketika tunas itu tumbuh
Serupa napas yang terakar
Satu napas terhembus adalah kata
Angan, debur dan emosi
menjadi satu

Karena puisi juga membawa saya dalam sebuah kesuksesan, bukan saja dikenal banyak orang Garut (teman sesama SMA/SMK maksudnya), tapi juga beasiswa hehe. Jadi, setelah nonton semakin rajin deh bikin kata-kata indah, dalam rasa dan cinta.

Dokumen Pribadi
Persahabatan, menjadi hal kedua yang sangat melekat setelah saya nonton Ada Apa dengan Cinta. Bagaimana cinta dan gengnya begitu kompak, dan mengisi satu sama lain. Sampai rela mengantarkan Cinta untuk mengejar Rangga hingga bandara. Maka, saya dan sahabat-sahabat saya bisa semakin dekat, dan menghargai satu sama lain. Biarpun kini kami terpisah jauh, tapi dengan era digital, komunikasi pun masih terus berjalan.

Cinta, dengan hal ini membuat saya senyum sendiri deh. Yang pasti saya belajar untuk tidak berbohong dengan masalah hati, kalau memang suka ya bilang, kalau tidak ya ucapkan. Satu hal yang pasti, cinta itu butuh diperjuangkan serta dipertahankan, saling menghargai, dan jangan mendengar kesalahan dari satu sisi saja, tapi dari berbagai pihak, termasuk orang yang kita cintai. Dengarkan juga penilaian orang terdekat seperti sahabat, dan keluarga, saat kita jatuh cinta kepada seseorang. Akan masalah kalau kita salah memilih.



Dan puisi, persahabatan dan cinta akan selalu menjadi 3 hal tak terlupakan, berkesan, indah, serta berwarna, baik dari masa sekolah dan kini. Semua karena satu film yang begitu luar biasa, yakni Ada Apa Dengan Cinta.







14 komentar:

  1. Aadc emg fenomenal bgt ya, ga bosen meski udh sering nonton

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener banget, ngena banget ini film.

      Hapus
  2. waahh aadc..nii
    yang paling ngena itu pas bagian di bawah pohon mau dicium ga jadi, itu bikin envynya setengah mokad hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah loh adegan itu yang diingat mba hihi

      Hapus
  3. Resensi yang jujur dan ciamik
    Sejak pindah dari Palembang th 1997 saya tidak pernah nonton film lg.
    Semoga berjaya dalam GA
    Salam hangat dari Jombang

    BalasHapus
  4. ternyata mbak liswanti termasuk siswa yg berprestasi..dapat beasiswa, dikenal masyarakat garus,.!! btw orang yg suka puisi biasanya romantis berarti mbak liswanti termasuk orang yg romantis nih ???

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe ga juga mas Anjar. Dikenal sesama siswa tepatnya hehe.

      Romantis gajuga, ngeombal dikit iya hihi

      Hapus
  5. Wah, puisi fenomenal tuh

    Hihihiii

    BalasHapus
  6. ambil dari sisi baiknya dalam menonton sebuah film ya mba :)
    lagi nunggu AADC yang keduanya nih, tapi gakk muncul muncul :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener banget.

      AADC 2 sedang tahap pembuatan mba. Ditunggu saja.

      Hapus
  7. Nonton AADC serasa ingin kembali ke jaman SMA ya Mba

    BalasHapus
  8. zaman sma dulu pengen banget ke bioskop nonton AADC, tapi ngantrinya bikin gak kuat krn bioskop cuma ada satu waktu itu, makasih ya atas partisipasinya

    BalasHapus

Terima kasih atas kunjungannya ya. Saya senang deh kalau kalian mau tinggalkan komentar, bisa bikin saya happy dan semangat nulisnya. Tapi, mohon maaf ya, untuk tidak meninggalkan link hidup. Terima Kasih. Salam hangat dari Pena Cinta Liswanti.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...