Tour Blogger, Dari Good Boy Hingga Bravo Bea Cukai

Liswanti Pertiwi | Selasa, November 24, 2015 | |
Tour Blogger Hari Anti Korupsi 2015 di Bea dan Cukai (Photo by pa Mohamad Sobari)

Kalau teman-teman bertanya, "tour blogger bareng Bea Cukai kemarin apa yang paling memkesan, selain melihat lebih dekat kerjanya Pos dan Bea Cukai?. Saya pasti jawab "good boy hingga bravo Bea Cukai". 


Aduh penting ga seh itu?. Penting banget. Karena Good Boy ini ternyata memiliki penciuman yang luar biasa, hingga tahu, mana barang terlarang, mana yang bukan. Bertanya lagi dong?. "good boy apaan seh?". Tenang nanti saya jelasan dari awal sampe akhir hehe.

Sudah pernah dapat kiriman melalui Pos Internasional, atau bahkan melakukan pembelian online ke luar?.

Kita kudu tahu neh, barang apa saja yang bisa di terima di negara kita tercinta Indonesia. Kalau memang tidak boleh masuk, itu mungkin tidak sesuai aturan yang berlaku. Misal, kosmetik atau barang terlarang, seperti narkoba. 

Pada tour blogger yang diadakan pada 18 November 2015, saya dan beberapa rekan blogger lainnya, berkunjung ke Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Pratama Kantor Pos Pasar Baru, dan Kantor Pusat Bea dan Cukai.

(ki-ka) Ibu Nurtanti Widiasari, Bapak Jatmiko, dan Bapak Himawan (dok. pribadi)
Di kantor Pos Pasar Baru, kita menjadi tahu peran bea cukai dalam penanganan kiriman Pos Internasional. Bea Cukai sendiri memiliki visi menjadi institusi kepabeanan dan cukai terkemuka di dunia. Dengan salah satu misinya menjaga perbatasan dan melindungi masyarakat Indonesia dari penyelundupan dan perdagangan ilegal.

Saat ini kegiatan masuknya barang ke Indonesia (Impor) semakin banyak terjadi. Dan ketika barang yang masuk ke dalam daerah pabean diperlakukan sebagai barang Impor dan terutang bea masuk. Maka dari itu, kita harus paham dan mengerti, bahwa ada beberapa barang yang boleh dan tidak bisa masuk ke dalam daerah pabean.


Sumber By. Bea Cukai (Tour Blogger)
Disini, kita bisa tahu, bahwa ketika barang masuk ke Indonesia, kiriman Pos Internasional akan melalui beberapa proses. Apakah kiriman kita di terima atau tidak. Biasanya barang larangan, seperti kosmetik yang tak berizin, hingga narkoba akan tertahan dan selanjutnya dimusnahkan. Sedangkan barang yang dibatasi seperti pakaian dan barang elektronik. Dalam gambar di atas kita pun bisa mengetahui lalu lintas pengiriman barang. Baik itu yang melalui pengiriman laut ataupun udara.

Pada acara ini pun, kita menjadi tahu, bahwa dari tahun 2013, hingga Oktober 2015, banyak sekali kiriman Pos Internasional yang masuk ke dalam daerah pabean. Dan tahun 2015 pertumbuhannya semakin meningkat, tapi kebanyakan rincian barang yang masuk lebih ke barang asusila, obat/suplemen, hingga tembakau.
Sumber Bea Cukai (Tour Blogger)
Bukan itu saja, tahun 2014 hingga Oktober 2015, Bea dan Cukai banyak menangkap barang terlarang, yang dikemas dalam berbagai macam bentuk untuk mengecoh petugas, tapi akhirnya tetap terbongkar. Dan barang tersebut di kirim dari berbagai negara, yang tampak pada gambar di atas. Dari hasil tangkapan tersebut, setelah melalui beberapa proses, barang terlarang selanjutnya dimusnahkan.

Maka dari itu, kalau kita ingin melakukan pembelanjaan online, dengan kiriman Pos Internasional, kita harus memperhatikan beberapa hal:
  1. Pastikan bukan barang larangan.
  2. Ketahui terlebih dahulu, apakah memerlukan izin.
  3. Apabila barang kena cukai, pastikan tidak melebihi batas.
  4. Ketahu perkiraan jumlah pungutan impornya.
  5. Ketahui jenis kiriman yang digunakan.
Terus apa saja seh barang larangan, barang memerlukan perizinan, hingga batas pembebasan barang kena cukai melalui barang kiriman itu?. Semua itu bisa kita lihat pada gambar yang tampak di bawah ini.


Sumber By Bea Cukai (Tour Blogger)
Sedangkan barang larangan, meliputi:
  • Narkotika, psikotropika, prekursor.
  • Kosmetik tanpa izin edar, meskipun hanya untuk pemakaian pribadi dan tidak diperjual belikan.
  • Obat tradisional, suplemen, produk pangan olahan, selain untuk kepentingan pengobatan atau penyembuhan suatu penyakit.
  • Buku, majalah, barang cetakan lainnya, cakram optik, dan barang lain yang mengandung unsur pornografi/melanggar kesusilaan. 
Selain mengetahui barang yang diizinkan dan tidak, saya pun kembali bertemu dengan materi yang tidak asing lagi, yakni menghitung pungutan impor atas barang kiriman. Dengan langkahnya, dimulai dengan menentukan nilai pabean, kemudian menentukan tarif barang, hingga menghitung bea masuk, dan pajak dalam rangka Impor. Nah perlu diketahui neh, kalau buku ilmu pengetahuan dan keagamaan itu akan bebas bea masuk, sedangkan novel tidak.

Cara menghitung Bea Masuk
Tarif BM x Nilai Pabean

Cara menghitung Pajak dalam rangka Impor
Pajak= Tarif pajak x Nilai Impor
(Nilai Impor= Nilai Pabean + Bea Masuk)

Beberapa barang memiliki tarif PPh sebesar 10% bagi pemilik NPWP, dan 20% tidak memiliki NPWP. Dan barang yang memiliki tarif ini meliputi, parfum, kamera digital, perlengkapan dapur, hingga barang berbahan kulit, seperti tas dan sepatu. 

Kunjungan lapangan KPPBC Tipe Pratama Kantor Pos Pasar Baru

Kiriman via laut dan idara yang datang ke Kantor Pos Pasar Baru (dok. Pribadi)
Nah disini neh yang bikin tour blogger semakin asyik. "Good Boy, Good Job", itulah yang diteriakkan dog handler dari Bea Cukai. Ini semacam pujian yang diucapkan, untuk memberikan semangat dan selamat akan kinerja Anjing dalam mengendus isi paket yang datang.

Kegiatan dog handler ini memang menjadi bagian terpenting dalam mengawasi kiriman yang datang dari Luar Negeri. Di kantor Pos Pasar Baru sendiri, minimal 2 truck dalam satu hari selalu datang. Tentu saja kiriman pun akan terpisah, baik dari udara dan laut. nah, dalam kunjungan kali ini, kita (blogger) menjadi tahu, proses Pos Internasional.

K-9 dari Bea Cukai. Anjing ini sedang bekerja, dengan mengendus paket yang datang (dok. pribadi)
  • Pengawasan. Disini barang yang baru datang, dikeluarkan dari truck, dan melalui monitor pengawasan, apakah ada barang mencurigakan atau tidak. Kalau ada, akan langsung dipisahkan.  
  • K-9. Inilah yang membuat saya takjub dengan hewan anjing pekerja, yang setiap hari akan mengendus barang yang datang. Anjing-anjing ini sudah terlatih dan tahu benar, mana barang narkotika dan bukan. Ada 2 tipe anjing, yakni pasif dan agresif. Kalau pasif, anjing itu akan diam, sedangkan yang agresif akan langsung mencakar barang tersebut.
  • Pemeriksaan. Disini, petugas Pos akan memeriksan isi paket yang terkirim.
  • Plombir yang diartikan lolos dari pemeriksaan.
Setiap hari ada 500 kiriman yang datang untuk Jabodetabek dan Banten. Berbeda dengan pengiriman paket kecil ada di IMP, yang mana kiriman itu maksimal 2 kg, dilakukan di ruangan berbeda. 

Bravo Bea Cukai

Museum Bea Cukai (Dok. Pribadi)
Setelah selesai di Kantor Pos Pasar Baru, kunjungan pun berlanjut ke Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang berada di Jl. Ahmad Yani By Pass Rawamangun Jakarta Timur. Baru tahu loh bahwa disini ada gedung Media Center. Didalamnya ada apa saja?. Tentu saja banyak, salah satunya Ruang Call Center dan Museum Bea dan Cukai, yang berisi sejarah.

Mungkin kita sudah tahu, kalau operator seluler, hingga bank sudah memiliki call center sendiri untuk membantu para pelanggan setianya dalam menikmati layanan. Nah, begitu pun dengan Bea dan Cukai. Mulai 1 Oktober 2014, Bravo Bea Cukai lahir untuk membantu masyarakat yang tidak mengerti dengan proses kepabeanan, atau mungkin memiliki banyak pertanyaan dan keluhan, yang tidak memungkinkan untuk datang ke kantor Bea Cukai.
Ini dia ruang Call Center Bea Cukai
Dengan menekan nomer 1500225 kita akan terhubung dengan bagian call center, yang membantu banyak hal tentang proses Bea Cukai. Termasuk, ketika ingin tahu tentang tarif kepabeanan Indonesia bisa ditanyakan disini. Biarpun call center ini baru berdiri 1 tahun, tapi sudah memiliki pengakuan dan penghargaan akan pelayanannya yang luar biasa. 

Ruangan Call center pun terlihat sangat nyaman dan bersih, disini kita tidak boleh berisik, karena bisa menganggu kerja para petugas Call Center.

Selain itu, kunjungan pun semakin lengkap dengan datang ke Museum sejarah Bea dan cukai. Yang didalamnya, terdapat banyak alat yang digunakan untuk mendeteksi narkotika, miniatur kapal, pangkat yang ada di Bea cukai, hingga baju seragam yang digunakan.

Sesi latihan (dok. pribadi)

Bukan itu saja, kita pun diajak untuk melihat lebih dekat K-9 Bea Cukai. Dimana, kita bisa masuk ke dalam Unit Pendidikan dan Pelatihan Anjing Pelacak Narkotika DJBC. Disini banyak sekali anjing berjenis labrador, yang tentu saja dilatih untuk bisa mencium narkotika yang ada dalam paket. Biasanya anjing agresif akan langsung mengajak isi yang ada dalam paket, setelah sukses, anjing itu mendapat hadiah berupa handuk.

Anjing-anjing ini ternyata juga memiliki pangkat, bahkan bisa melebihi pawangnya. Makanan mereka pun terjamin, sampai dengan obat dan vitaminnya. 

Hemm, memang deh tour satu hari bersama Bea Cukai ini luar biasa, karena banyak sekali ilmu yang di dapat, banyak tahu akan hal-hal kepabeanan yang tidak pernah diketahui sebelumnya. Apalagi dengan K-9 Bea cukai, biarpun saya sedikit takut dengan anjing, pokoknya "good boy and good job" buat kerjanya yang luar biasa. [LP]

Informasi Bea Cukai:

  • Telpon: 1500225
  • Email: info@customs.go.id
  • Fb: DitjenBeaCukai
  • Twitter: @BeacukaiRI

16 komentar:

  1. Lengkaap.. Aku dari dulu kurang paham sama yang namanya bea masuk bea cukai mak.. Hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sekarang sedikit melek ya mak hehe. Sama deh.

      Hapus
  2. Waaaahhh bea cukai bisa sekeren ini, ya? Xixixi, maklum orang udik.

    BalasHapus
  3. Makasih sharingnya Teh Lis, infonya lengkap banget. *sambil manggut-manggut*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah mangut2nya sudah paham apa belom? Hihi

      Hapus
  4. Seneng kalau pemerintah perhatian sama hal2 terkecil yg membantu pencarian seperti merawat anjing dgn baik :")

    BalasHapus
    Balasan
    1. Anjing disini benar2 terawat dgan baik mba.

      Hapus
  5. tengkyu teh infonya, temen aku juga ada nih yg kerja di direktorat bea cukai, iya ya barang-barang selundupan begitu ngeri kalo sampe ga ketangkep

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama-sama. Iya ih ngeri kalau banyak barang selundupa.

      Hapus
  6. Asyiknya ikut blogtur, nambah wawasan dan pengalaman. Makasih sharingnya jadi ada gambaran tentang bea cukai dan tanggungjawabnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Asyik banget, wawasan dan ilmu yang di dapat juga banyak banget mak.

      Hapus
  7. Wah, baru tahu ternyata Bea Cukai punya peranan yang sangat penting di negara ini. Thanks udah sharing :D

    BalasHapus
  8. Wah seru nih....infonya lengkap banget..nice post..:)

    BalasHapus
  9. Huaaah sayang banget karena lagi diluar kota gak bisa ikutan acara ini.
    Padahal kan banyak yang cakep cakep di bea cukai :( *eeeh.

    BalasHapus

Terima kasih atas kunjungannya ya. Saya senang deh kalau kalian mau tinggalkan komentar, bisa bikin saya happy dan semangat nulisnya. Tapi, mohon maaf ya, untuk tidak meninggalkan link hidup. Terima Kasih. Salam hangat dari Pena Cinta Liswanti.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...