Lakukan 4 Hal Ini Untuk Mencegah Anemia

Liswanti Pertiwi | Sabtu, Maret 19, 2016 | | | |

Kalau membicarakan anemia, saya seakan membicarakan diri sendiri. Anemia atau yang biasa kita sebut kurang darah, merupakan suatu kondisi tubuh yang tidak sehat, ditandai dengan kadar hemoglobin (HB) dalam darah kurang dari jumlah normal.

Hampir 3 tahun lebih, atau semenjak melahirkan anak kedua, saya mengalami kondisi tidak mengenakkan hampir setiap bulan. Memang gejalanya seperti apa? Ketika seseorang terkena anemia, seperti saya. Gejala yang diperlihatkan pun sangat mudah sekali untuk dikenali, seperti penurunan kondisi fisik secara drastis, yang menyebabkan tubuh menjadi lemah, letih, lesu, lelah, dan lunglai. Kemudian pucat, sulit konsentrasi, pusing, mata berkunang-kunang, detak jantung cepat, dan yang sering saya alami adalah pingsan.

Pada acara Indonesia Bebas Anemia (16/03) di JS Luwansa Hotel and Convention Center, saya bisa tahu lebih banyak tentang anemia. Dari mulai gejala, penyebab, hingga penyembuhannya. Dalam acara ini, hadir beberapa pembicara, seperti DR. Dr. Yustina Anie Indriastuti, MSc, SpGK, Wakil Ketua PP-PDGMI, Anie Rachmayani, Head of Marketing Consumer Health PT. Merck Tbk, dan Mona Ratuliu.


Kalau menurut penjelasan DR. Yustina, ada banyak sekali penyebab anemia, bisa itu rendahnya asupan gizi, malaria, penderita infeksi kronis. hingga penderita thalasemia. Sedangkan saya sendiri, merasakan gejala anemia, salah satu yang menyebabkannya adalah pendarahan, atau setiap kali datang bulan. Satu bulan 2 kali, saya mengalami menstruasi, yang mengakibatkan tubuh mulai drop. Menurut Dr. Yustina, anemia ini banyak terjadi pada wanita, dan sebenarnya bisa disembuhkan.

"Bagi para pekerja yang aktif dengan kesibukannya sehari-hari, baik personal maupun profesional, menjalankan pola hidup yang sehat dengan mempraktekkan pola makan bergizi seimbang menjadi suatu tantangan. Hal ini dapat meningkatkan risiko menderita anemia, yang berdampak pada menurunnya produktivitas, serta kurangnya perhatian terhadap keluarga. Perlu diketahui bahwa 35% wanita pekerja Indonesia mengalami penurunan kinerja yang diakibatkan oleh anemia. Penurunan kinerja ini dapat mencapai hingga 20% atau bisa mencapai 6,5 jam perminggu". Ujar Dr. Yustina.

Lanjut Aktris cantik Mona Ratuliu, bahwa seorang wanita yang aktif bekerja dan memiliki keluarga dengan begitu banyak kegiatan, haruslah memperhatikan kondisi fisik setiap harinya. Saya mengerti bahwa wanita aktif sangan rentan terhadap berbagai penyakit, terutama anemia. Cara yang saya lakukan untuk mencegah gejala anemia adalah dengan mengkonsumsi makanan bernutrisi, memiliki suplemen zat besi dan menjalankan hidup sehat.

Mengikuti pemeriksaan resiko Anemia di Booth Tanya Anemia Center
Saya saja yang hanya bekerja di rumah, sering merasa kelelahan, letih, dan lesu, hingga membuat saya kurang konsentrasi. Tentu saja, saya ingin sembuh, dan badan kembali bugar. Bukan itu saja, setiap datang bulan, saya ingin tubuh pun tidak melemah, dan semakin bersemangat, untuk terus berkarya dan bekerja. Karena, ketika tubuh mulai drop, aktifitas apapun membuat saya menjadi tidak bersemangat.

Menurut Dr. Yustina, anemia bisa disembuhkan. Dengan lakukan 4 hal ini untuk mencegah anemia, seperti:
  • Mengkonsumsi makanan bergizi seimbang. Termasuk makanan kaya sumber zat besi dari sumber makanan hewani.
  • Mengkonsumsi makanan yang meningkatkan penyerapan zat besi, seperti jeruk dan makanan hewani (daging, unggas, dan ikan).
  • Tidak mengkonsumsi teh, kopi, atau susu bersamaan saat makan, karena akan menurunkan penyerapan zat besi dari makanan.
  • Mengkonsumsi tablet tambah darah sesuai anjuran.
Ke 4 hal ini bisa saya dan pembaca Pena Cinta semua lakukan di rumah. Biarpun sederhana, tapi efeknya luar biasa. Tubuh bisa kembali segar, bersemangat dan tidak lesu lagi. Memakan makanan yang mengandung zat besi memang sangat diperlukan tubuh. Mengkonsumsi makanan bergizi, hingga meminum obat penambah darah itu sangat penting untuk dilakukan. Supaya tubuh selalu sehat. Saya ingin sehat, karena saya memiliki anak, suami, yang harus dijaga dan diperhatikan. 

Menurut Dr. Yustina, anemia ini masih diderita oleh kurang lebih 58 juta penduduk Indonesia. Bahkan semua umur, dari anak hingga dewasa. Maka dari itu Merck dan Perhimpunan Dokter Gizi Medik Indonesia (PDGMI) meluncurkan sebuah kampanye kesadaran publik "Indonesia Bebas Anemia". Kampanye ini dicanangkan sebagai reaksi terhadap kurangnya pemahaman masyarakat terhadap anemia yang menyebabkan besarnya persentase penderita anemia di Indonesia. 


"Kami memahami bahwa produktivitas kerja, baik bagi pria maupun wanita, dapat terganggu karena penurunan kondisi fisik yang diakibatkan oleh anemia. Kami sudah melakukan kampanye edukasi mengenai anemia sejak beberapa tahun terakhir. Kami bangga kini dapat berkolaborasi dengan PDGMI untuk lebih meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemahaman mengenai gejala anemia". Ujar Anie Rachmayani, Head Of Marketing Consumer Health PT. Merck Tbk.
Kampanye Indonesia Bebas Anemia merupakan gerakan mengajak masyarakat Indonesia untuk berpartisipasi dalam edukasi melek anemia melalui sarana media komunikasi digital. Dengan slogannya "Lawan Anemia, Tingkatkan Semangat Berkarya".
Kampanye ini dilakukan dengan 2 cara, seperti Publikasi, bisa melalui media cetak, media sosial dan lainnya. Sedangkan cara selanjutnya adalah melalui event, bisa penyuluhan, roadshow dan lainnya. Merck juga mengadakan pemeriksaan resiko anemia, baik secara manual dan digital, yang bisa dilakukan masyarakat diberbagai anemia center diberbagai kota, seperti Jakarta, Bogor, hingga Surabaya.




Untuk roadshow booth konsultasi anemia, sudah memperoleh 5000 dukungan. Dan di media sosial, kita bisa mendukung dengan berpartisipasi langsung mengubah profil picture, atau meningkatkan kesadaran anemia melalui ribuan hastag #IDBebasAnemia. Selain itu Merck juga membagikan gelang solidaritas anemia kepada para konsumen yang turut berperan serta sebagai sukarelawan dalam pengetasan anemia di Indonesia. Gelang ini disesuaikan dengan golongan darah kita sendiri.

Yuk ah cegah anemia, dengan hidup sehat. Indonesia Bebas Anemia, lawan anemia, tingkatkan semangat berkarya.

14 komentar:

  1. Waktu hamil saya anemia, setelah lahiran sering pusing kalau haid. Kalau ga kuat ya pergi ke dokter.

    Makan+minum teh ini jadi semacam kebiasaan, pantes saja kalau ga sembuh2.

    Terima sharingnya mak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba, ternyata teh ini ga baik buat penderita anemia

      Hapus
  2. Aku punya anemia nih. Jadi harus rutin kontrol tiap 6 bulan buat tau perlu transfusi atau tidak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aduh, berarti udah parah banget ya mba

      Hapus
  3. wah aku juga penderita anemia mbak , sedari kecil.

    BalasHapus
  4. Oh teh itu bisa menurunkan penyerapan zat besi ya? untungnya jarang minum teh

    BalasHapus
  5. Thank you sharenya mb, saya juga harus berjuang lawan anemia nih, harus bebas pokoknya ��

    BalasHapus
  6. lho, menstruasi-nya bisa dua kali mak? Duh, duh ...
    Sayang banget kita nggak bisa seseruan lagi di Ancol besok. Semoga cepet sembuh ya, dan kita bisa kopdaran lagi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba saya datang bulan hampir 2 kali dalam sebulan.
      Siip semoga next bisa seru2an bareng ya

      Hapus
  7. Badanku sering lesu dan lemas serta ngantuk.. Apa aku termasuk anemia ya? Kadang2 pas pulang kerja langsung mau tidur saking lemasnya..

    BalasHapus

Terima kasih atas kunjungannya ya. Saya senang deh kalau kalian mau tinggalkan komentar, bisa bikin saya happy dan semangat nulisnya. Tapi, mohon maaf ya, untuk tidak meninggalkan link hidup. Terima Kasih. Salam hangat dari Pena Cinta Liswanti.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...