Memiliki anak-anak hebat dan pintar, Ibu pun bahagia

Liswanti Pertiwi | Sabtu, Maret 05, 2016 | |

Memiliki anak-anak hebat dan pintar, Ibu pun bahagia. Itu juga yang saya rasakan setelah menjadi seorang Ibu. Semenjak anak-anak mulai banyak beraktifitas, mereka menjadi semakin aktif. Saya tidak menyangka, teteh Chantika yang akan menginjak usia 6 tahun, dan ade Dimas 4 tahun, tumbuh menjadi anak-anak yang ceria.

Saya tidak pernah sedikit pun membatasi mereka bermain, karena tidak mau anak-anak merasa terkekang. Saya mengasuh anak-anak sendiri, tanpa bantuan asisten rumah tangga. Biarpun banyak pekerjaan yang saya lakukan, saya masih bisa melakukan semuanya sendiri, termasuk menemani mereka bermain.

Aktifitas teteh saat membantu adiknya
memakaikan baju
Teteh dan ade sangat senang bermain bersama, sehingga jalinan persaudaraan antara mereka begitu kuat. Teteh Chantika adalah anak yang penyayang, punya makanan pun, dia selalu bagi kepada adiknya. 

Suatu hari, ketika saya mengajak anak bermain ke pasar. Teteh berlari kepada saya dan meminta uang. Saya kira mau beli jajanan yang ada di depannya. Ternyata, teteh memberikannya kepada pengemis yang duduk bersama anaknya di pasar.

Kebiasaan teteh ini memang sering, apalagi dia selalu membagi makanan dengan siapapun. Bahkan, pengamen yang suka nyanyi depan rumah, dia selalu kasih uang. Malah, saya suka binggung sendiri, karena itu pengamen jadi terbiasa, dan setiap hari mengamen.

Saat teteh sakit demam, dia hanya bisa terdiam dan tidak bisa bermain dengan adiknya. Ternyata, itu membuat Dimas menjadi murung, dan tidak bersemangat untuk bermain. Saat itu selesai Dimas mandi, dia tidak mau saya pakaikan baju, malah langsung berlari kehadapan kakaknya yang sedang tiduran. Begitu mengharukan, karena kasih sayang terhadap saudara kandung, teteh menolong Dimas memakaikan baju, padahal dirinya sedang sakit. 

Berbeda dengan teteh Chantika, ade Dimas adalah anak yang suka binatang. Dimana pun dia berada, saat ada binatang dekat dengannya, dia akan senang bermain. Apalagi dengan kucing yang selalu datang ke rumah. Punya biscuit atau kue, selalu dia kasih. Binatang yang Dimas sukai selain kucing, adalah ikan, kambing dan ayam.

Dimas aktif bermain
dengan kucingnya
Kalau pulang ke kampung, Dimas akan senang sekali bermain dengan hewan-hewan itu, apalagi kalau melihat kambingnya yang ada di kampung, Dimas selalu kegirangan. Jadi, mengapa kalau pulang kampung, anak-anak selalu betah. Selain bebas bermain di alam yang sejuk, banyak binatang yang disukainya.

Melihat hal-hal sederhana seperti ini, sebagai Ibu saya sangat senang, karena diusianya yang masih kecil, mereka tumbuh menjadi anak-anak hebat dan pintar. Bukan saya membanggakan anak sendiri, tapi itulah kenyataan yang ada dalam kehidupan saya. 

Bukan itu saja, teteh dan Dimas juga selalu membantu saya membawakan jemuran kering. Kegiatan ini, selalu saya biasakan sejak dini, supaya anak-anak tumbuh menjadi anak mandiri, dan suka saling membantu. Biarpun kami memanjakan mereka, ada kalanya saya dan suami mendidik mereka pelajaran sederhana yang mudah dipahami, salah satunya membantu Ibu.

Punya cerita yang sama tentang kepintaran dan kehebatan anaknya? Ayah dan bunda, bisa loh ikut kontes cerita “My Kid, My Hero”, yang diadakan HiLo School.

Bagaimana cara ikutannya?

Mau ikutan kontes ini pun sangatlah mudah. Ada beberapa mekanisme, seperti:
  • Tulis ceritanya (minimal 100 kata)
  • Merupakan cerita orisinil dan belum pernah diikutsertakan di kontes lain.
  • Upload foto si kecil bersama susu HiLo School varian apa saja.
  • Usia anak maksimal 13 tahun.



Batas akhir mengirimkan cerita ini adalah 15 Maret 2016. Tuhkan ya sebentar lagi, jadi buruan deh ikutan. Dan bagi tulisan yang paling inspiratif dan menarik akan mendapatkan hadiah, yakni 1 pemenang utama akan mendapatkan Notebook Lenovo dan paket HiLo School. Sedangkan 3 pemenang hiburan akan mendapatkan voucher belanja Sodexo @500.000 dan paket HiLo School.


Memiliki anak-anak hebat dan pintar, Ibu pun bahagia. Dan saatnya menceritakan kehebatan anak-anak di kontes cerita “My Kid, My Hero”.

21 komentar:

  1. Anak saya masih bayi 6 bulan mbak. Jadi nggak bisa ikut ya?

    BalasHapus
  2. Bunda merupakan madrasah utama bagi putra putrinya, semoga keteladanan bunda dalam mendidik anak bisa ditularkan kepada bunda dan calon bunda yang lain.

    BalasHapus
  3. Saya juga suka susu itu
    Terima kasih infonya
    Saam hagat dari Jombang

    BalasHapus
  4. Seneng kalau bisa liat kakak adik yang saling sayang gitu :) bagi tips donk kak, gimana sih biar sang kakak tak cemburu saat dia bakal punya adik? Terimakasih

    BalasHapus
  5. asyik ikut ah...anakku 10 tahun boleh ikutaan ya mbak?

    BalasHapus
  6. Seneng kalau pny anak rukun ya mbak
    salam sehat buat buah hati
    aminn

    BalasHapus
  7. yaaa anak saya sudah 14 tahun nih mbak Lis, jadi ngga bisa ikutan dong ya :)

    Apa yang dilakukan anak-anak adalah hal yang jujur dan tulus bukan bohongan ya mbak, saya senang mendengar putra putri mbak Lis kompak dan saling sayang, semoga tetap begitu sampai dewasa ya :)

    Semoga menang lombanya :)

    BalasHapus
  8. Moga nanti saya punya anak yang hebat dan pintar juga. :))

    BalasHapus
  9. semoga tetap akur terus ya mbak

    BalasHapus
  10. Yupp main di kampung lebih seger, luas dan aman, anak saya juga suka kalau pas pulkam.
    Anakmu udah 2 Lis? Lucu-lucu ih :)

    BalasHapus

Terima kasih atas kunjungannya ya. Saya senang deh kalau kalian mau tinggalkan komentar, bisa bikin saya happy dan semangat nulisnya. Tapi, mohon maaf ya, untuk tidak meninggalkan link hidup. Terima Kasih. Salam hangat dari Pena Cinta Liswanti.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...