Jodoh Itu Semanis Cendol

Liswanti Pertiwi | Senin, April 11, 2016 | | | |

Menyusuri Ibukota dengan kemacetan dimana-mana, membuat perjuangan saya mencari cendol tidak pernah surut #eaaah. Malah membuat saya semakin semangat untuk menyusuri gang-gang kecil di Ibukota, biarpun cuaca begitu panas. Setelah sampai di tempat tujuan, saya merasa merdeka, karena rasa lelah dan haus terbayar dengan segelas cendol manis yang menyegarkan.

Sama halnya dengan jodoh, akan terasa manis, apabila sudah bersanding disisinya dengan cincin cantik yang melingkar di jari. Dan kata "sah" dari para saksi nikah.


Terus kalau jodoh belum datang menghampiri, bagaimana dong lis? Pertanyaan yang sering muncul dari beberapa sahabat, dan rekan saya.

Sebelum melanjutkannya, izinkan saya untuk bercerita tentang kisah dari beberapa klien, yang telah disatukan dalam ikatan pernikahan. Hingga perjuangan cinta mereka berakhir begitu manis, semanis cendol kesukaan saya.

Kisah pertama: Cinta tak lekang oleh waktu

Sebut saja perempuannya bernama Dian, dan cowonya Ilham (bukan nama sebenarnya). Pertemuaan mereka, berawal dari masa SMP, Dian adalah cinta pertama Ilham, tapi sayang Dian tidak pernah suka dengan Ilham. Cinta itu berlanjut hingga bangku kuliah, sampai membuat Dian merasa bosan, karena merasa ilham terus mengikutinya.

Semester akhir, Dian memutuskan bertunangan dengan lelaki yang dicintainya. Tapi, itu tidak membuat Ilham patah hati, karena dirinya memiliki keyakinan, bahwa Dian adalah jodohnya. Setelah lulus kuliah, Ilham mendapat beasiswa S2 di Malaysia, dan putus kontak dengan Dian.

5 tahun berlalu, Ilham memutuskan berhenti kerja di Malaysia, karena mendapatkan tawaran untuk bekerja di sebuah perusahaan besar di Indonesia. 6 bulan bekerja, dirinya mendapat undangan untuk ikut serta dalam reuni kampusnya. Disitulah dirinya bertemu lagi dengan Dian. Tapi, suasananya berbeda, Dian tampak terlihat senang melihat Ilham, tapi justru Ilham yang merasa canggung, karena dia berpikir, bahwa Dian sudah menikah.

2 bulan berselang. Ketika Ilham mendapat kenyataan, bahwa Dian tidak jadi menikah, itu seperti membuka harapan baru buatnya, untuk kembali membuka hati dan mendapatkan cinta pertamanya. Dian pun membuka hati, hingga mereka pun memutuskan menikah, hanya dalam waktu satu bulan menjalin kasih. Tepatnya Januari 2016 kemarin, mereka mengikat janji suci untuk selamanya.    


Kisah Kedua: Cinta terindah

Untuk yang satu ini saya benar-benar tidak menyangka, bahwa mereka bisa bersama. Sebut saja perempuan ini bernama Aisyah, dan laki-laki bernama Yusuf (bukan nama sebenarnya ya). Kedua orang ini tidak saling mengenal. Bahkan Yusuf sedang mempersiapkan pernikahan dengan seorang perempuan. Rencana pernikahan itu sudah 30%, begitu pun dengan pembayaran ke beberapa vendor. Gedung di daerah Halim pun sudah dipesan. Dan 2 bulan sebelum pernikahan, mempelai perempuan membatalkan pernikahan.

Tapi, itu tidak membuat diri Yusuf patah semangat. Bahkan, Yusuf tidak membatalkan rencana pernikahannya. Keyakinan yusuf berbuah manis. 1 bulan sebelum jadwal pernikahan, Yusuf bertemu guru spiritualnya, dan diperkenalkan dengan Aisyah. Keduanya setuju melakukan Taaruf. Konsep pernikahan sedikit berubah, yakni dengan nuansa islami. Dan pernikahan tetap berjalan sesuai dengan jadwal, tentunya dengan perempuan yang berbeda. Biarpun undangan semuanya serba dadakan, semua berjalan dengan lancar dan haru.

Intinya, dari kedua cerita ini, bahwa semua orang harus yakin dengan kebesaran Tuhan. Bahwa jodoh, rezeki, dan maut itu sudah di atur. Saat jodoh sudah datang, semua tidak bisa mengelak. Setiap manusia sudah memiliki jodohnya masing-masing, jadi tidak perlu takut apalagi risau. Kalau belum datang, semua tinggal menunggu waktu saja.


Kembali kepertanyaan sohib-sohib saya ya. Kalau jodoh belum datang gimana? Dan bicara jodoh, ada yang datangnya cepat, dan ada juga yang tidak. Sama halnya dengan keinginan kita untuk bekerja. Nah, daripada bingung dan risau kapan jodoh datang, saya selalu menyarankan beberapa hal ini sebelum jodoh datang.
  • Dekatkan diri dengan Tuhan. Banyak yang bisa kita lakukan, mulai dari rajin ibadah, dzikir, puasa sunah, hingga berdoa supaya cepat dipertemukan dengan jodoh. Semoga saja dengan cara ini, kita bisa mendapatkan jodoh yang soleh atau solehah.
  • Perbanyak sedekah. Selain memperlancar rezeki, banyak sedekah bisa memudahkan urusan dan hajat kita. Salah satunya keinginan untuk bertemu jodoh. Jangan pelit deh jadi orang, toh semua untuk kebaikan diri kita sendiri. Yang penting jalani semua dengan IKHLAS.
  • Perbaiki perilaku. Kalau pengen dapet jodoh yang baik, tentunya kita harus bisa memperbaiki perilaku diri sendiri. Perbanyak intropeksi diri.
  • Doa orang tua, doa paling ampuh. Jangan sampai menyakiti hati orang tua, minta maaflah kepada orang tua, biarpun kita tidak punya salah. Minta doa dan restu kepada orang tua, supaya jodoh dan rezeki semakin lancar. Dan setiap orang tua, akan memberikan doa tulusnya untuk anak-anak tercinta.
  • Menabung. Sambil menunggu jodoh itu datang, coba deh untuk menabung sedikit demi sedikit. Biarpun gambaran jodoh kita masih samar-samar. Dengan dana pernikahan yang disiapkan sejak dini, kita tidak akan pusing saat menuju hari paling istimewa.


"Ntar saja deh ngumpulin biaya nikah, jodoh juga belum ada". Jangan sampai menganggap enteng biaya pernikahan. Sekecil apapun uang yang kita tabung untuk masa depan, itu sangatlah berharga. Apalagi, kalau kita punya keinginan untuk membuat konsep pernikahan impian. Budget itu penting banget loh untuk mewujudkan mimpi di hari pernikahan.


Dana apa saja yang dibutuhkan? Banyak mas dan mba bro, kecuali keinginan pernikahan cukup akad saja, dana akan lebih hemat mat mat. Nah, kalau keinginan mengadakan resepsi. Dana yang dibutuhkan, bisa dimulai dengan dana sewa gedung, catering, undangan, souvenir, rias pengantin, baju, dekorasi, hingga dokumentasi. 

Dana pernikahan yang dipersiapkan sejak dini, akan menghindarkan kita dari hutang setelah pernikahan. Dan tentunya dana pernikahan sejak dini, akan membuat pernikahan dan jodoh itu semanis cendol. Manis banget deh rasanya.

Persiapan matang, dana tersedia, sudah pasti konsep yang diinginkan terwujud. Insya Allah, pernikahan pun Sakinah, Mawadah, dan Warahmah.

Sambil menunggu jodoh, yuk minum cendol yang manis. 

Yakinlah jodohmu akan segera datang. Kalau sudah ketemu, jodoh dan pernikahan itu semanis cendol. Apalagi kalau dana sudah siap hehe.

37 komentar:

  1. Jodohku kutemukan di kantor, karena suamiku adalah manajer personalia tempatku bekerja. Suami dari Semarang, aku dari Purworejo ketemunya di Gresik..haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Weeeh jodoh uang indah dan dekat ya mba

      Hapus
  2. Bener tuh mka sebelom dpt jodoh bnyak nabung beli rumah kl bisa pas dpt jodoh bisa langsung ditempatin deh. Kalu ngak dpt jodoh jg bnyak2 makan cendol deh biar hati adem hehhehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah nah saya suka tuh, makanlah cendol ya #ehhh

      Yup betul, nabung sejak dini, buat nikah dan beli rumah memang pas banget.

      Hapus
  3. Saya malah tertarik dengan es cendolnya. Pas bangad, habis makan butuh makanan penutup dan kebetulan cuaca Makassar panas bangad.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah ya, kalau udah ada jodohnya, pengennya makan cendol #eaaah. Bisa neh saua jualan cendol di Makassar.

      Hapus
  4. aku juga tertarik makan cendol, mba Lis. Panas banget. Hihii. Btw, kalau aku percaya, jodoh itu akan datang dengan sendirinya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah yang penting selalu yakin ya mba. Mariii makan cendol *promosi

      Hapus
  5. Panas-panas disodorin cendol.. Mauuuuu.. Jodohku mah jauh... Nggak pernah terlintas sebelumnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah uang jauh, yang manis mba, seperti cendol.

      Hapus
  6. Cendol, kesukaan akuuuu apalagi cendol alun - alun garut hihihihih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hayu atih teh kita ngedate sambil makan cendol di alun-alun

      Hapus
  7. aku sich punya pepatah begini mba "Joduh mu tidak jauh dari tempat duduk mu" hahahahahaha.. teryata benerkan jodoh aku teman satu kuliah.. hahahahaha

    www.sistersdyne.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Heheh setuju banget itu. Saya juga kakak kelas waktu SMP, sempat satu bangku pas UTS hehe.

      Hapus
  8. aku merinding deh baca2 cerita diatas, kayak cerita di tipi2 tapi beneran terjadi di dunia nyata.

    https://elisamonic.wordpress.com/

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya juga sempat begitu mba pas denger para klien ini cerita. Ada juga kisah yg nyata seperti ini.

      Hapus
  9. kalau saya...jodoh itu seperti es degan
    menyegarkan setelah kehausan hihihi

    BalasHapus
  10. Setuju...setuju....kalo nggak jodoh mah pahit.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makanya bakal manis kalo jodoh ya hihi

      Hapus
  11. Serahkan jodoh pada-Nya, maka akan manis pada akhirnya. Seperti cendolnya Mbak Liswanti.

    Jodoh saya teman sebangku waktu SD. Padahal bertahun2 tidak ketemu. Tapi kami dipertemukan ketika sama-sama siap menikah. :)

    BalasHapus
  12. jodohku masih belum nemu mbak. tapi aku percaya akan dipertemukan di waktu yang tepat. kan sudah dibilang kalau rejeki, jodoh, maut, semua sudah diatur :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, tetap miliki keyakinan kuat ya, bahwa jodoh akan datang dengan sendirinya

      Hapus
  13. cendolnya bikin mupeng Mbak :)
    saya ketemu jodohnya lewat sosmed, hihihi :D

    BalasHapus
  14. jodoh bisa nemu dimana aja ya hehehe. mauuuu cendolnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe iya mba.
      Ambil saja mba cendolnya

      Hapus
  15. Mbak kelihatnnya es cendol itu enak mbak di makan setelah berolahraga atau saat cuaca sedang panas terik ... xixixi

    BalasHapus
  16. Sesedih apapun, ketemu cendol pasti jadi happy, ya Mba Lis? Begitu juga dengan jodoh, senelangsa apa pun, begitu ketemu jodoh pasti happy. Hehe.
    Kalo saya, jodoh kedua ketemu di sebuah pulau terisolir. Sama-sama sedang tugas ke sana. Seru deh pokoe. *kok malah pamer. Hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah nah saya kalau ga ketemu cendol juga sedih hehe.

      Wah jodoh yang tidak disangka ya mba.

      Hapus
  17. Tips jodohnya oke, Mbak. Terutama yg bagian menabung, biar nikahnya gak modal cinta doank :))

    BalasHapus
  18. saya semangat baca cendol di judulnya
    eh ga tahunya soal jodoh :)

    hi hi hi
    *ga mau komentar ah

    #cendolin ane gan sama sis

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kan jodoh semanis cendol hehe

      Ya udah idem aja kalau begitu haha

      Hapus
  19. cendool minuman favorit saya
    salam cendooll hehehee

    BalasHapus

Terima kasih atas kunjungannya ya. Saya senang deh kalau kalian mau tinggalkan komentar, bisa bikin saya happy dan semangat nulisnya. Tapi, mohon maaf ya, untuk tidak meninggalkan link hidup. Terima Kasih. Salam hangat dari Pena Cinta Liswanti.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...