Tips Mudik Cerdas Menuju Kesempurnaan Di Hari Raya

Liswanti Pertiwi | Selasa, Juni 28, 2016 | | | |
Ilustrasi gambar mudik dari
http://gambargambar.co/gambar-mudik-tahun-baru-2016-terbaik.html
Tak terasa hari kemenangan tinggal 8 hari lagi. Tentunya libur pun akan segera tiba, dan tradisi mudik akan segera di mulai. Biasanya arus puncak mudik itu terjadi di H-4 sampai malam takbiran. Tapi, dari H-7 pun akan mulai ramai. Apalagi anak-anak sekolah sudah mulai libur, kantoran pun akan segera libur sebentar lagi. Dan siap-siap deh bermacet ria menuju kampung halaman.

Saya pun sama selalu melakukan tradisi mudik, yang sudah berlangsung selama 8 tahun tinggal di perantauan. Sebenarnya kampung saya tidak jauh-jauh banget, hanya di kota Garut. Dan hampir setiap bulan pulang ke kampung halaman untuk menengok orang tua. Tapi, kalo menjelang hari raya, suasananya sangat berbeda. Bukan saja menuju kemenangan dengan berkumpul bersama saudara di Kampung, tapi juga suasana jalanan yang ramai. Kalau hari biasa, ke Garut bisa ditempuh 5-6 jam, berbeda saat mudik menjelang hari raya yang bisa ditempuh hingga 11 jam.

Apa 11 jam? Padahal cuma Garut doang? Duh jangan salah deh, ke Garut juga sama macetnya, terutama di wilayah Nagreg.

Ilustrasi mudik. (ini bareng keluarga, tapi bukan mudik hehe) dokumen pribadi
Sebelum memiliki kendaraan pribadi, saya, suami dan anak-anak mudik dengan menggunakan bus. Bisa dibayangkan deh, bagaimana kami selalu antri di full bus supaya mendapat tempat duduk. Maklumlah kami selalu pulang di H-2.

Setelah memiliki kendaraan pribadi, mudik kami lalui dengan tenang, tanpa harus antri untuk mendapat tempat duduk. Tapi, tetap saja banyak yang harus kami persiapkan, demi keselamatan menuju kesempurnaan di hari raya untuk berkumpul bersama keluarga. Dan tahun ini saya pun akan mudik bersama keluarga, tapi hanya bertiga saja, karena anak sulung saya sudah tinggal di Garut.

Bicara tentang mudik, kita harus memperhatikan banyak hal untuk keselamatan dan keamanan selama melakukan perjalanan menggunakan kendaraan pribadi. Pada Jumat kemarin (24/06) yang bertempat di Aruba Caribbean Restaurant Pasaraya Grande Jakarta, saya berkesempatan untuk ikut serta dalam talkshow "Mudik Cerdas". Talkshow ini menghadirkan pembicara Sony Susmana (Safety Defensive Consultant Indonesia) dan Indra Prabowo (Managing Editor Mobil123.com).


Tentu kita ingin dong saat mudik semuanya berjalan lancar, sehingga bisa sampai kampung halaman dengan selamat dan menikmati kesempurnaan di hari raya bersama keluarga tercinta. Kalau mudik dengan kendaraan pribadi, harus banyak yang kita persiapkan dan perlu kita ketahui neh, sehingga menjadi pemudik yang cerdas. Dari yang di paparkan oleh Sony Susmana, ada beberapa tips mudik cerdas yang perlu pemudik ketahui neh, seperti:

1. Aman

Mudik cerdas yang pertama itu adalah Aman. Bukan saja aman di jalan, tapi juga aman dalam mempersiapkan semuanya. Termasuk aman berkendara, dalam hal ini adalah pengemudi. Supaya perjalanan aman, kondisi pengemudi harus sehat. Saat mudik saya pun seperti itu, suka bertanya pada suami "apakah sudah siap jalan, pusing atau tidak?" dan biasanya saya menyuruh suami untuk istirahat sebelum berangkat.

Menurut Sony ngantuk yang berlebihan itu berbahaya, jadi usahakan pengemudi cukup istirahat. Kalau mengemudi selama 4 jam, usahakan istirahat 30 menit, kalau perlu istirahat di rest area. Dan harus makan yang begrgizi dan baik untuk tubuh. Biasanya neh, saya sendiri baru 2 jam perjalanan minta masuk rest area, disana suami bisa istirahat dan makan. Cemilan yang saya bawa pun, kebanyakan buah dan minuman yang menyegarkan.

Ilustrasi gambar dari
http://gambargambar.co/gambar-mudik-tahun-baru-2016-terbaik.html
Untuk menjalani aman berkendara, selain kesehatan pengemudi, kondisi ban pun harus diperhatikan saat perjalanan mudik, jangan sampai kelebihan ataupun kekurangan tekanan ban. Kalau misalkan ingin mengganti ban, utamakan dulu yang di belakang. Karena ban belakang tidak bisa bermanuver di banding ban depan, kalau terjadi pecah ban. Ini bisa mengurangi risiko kecelakaan. 

Membawa barang bawaan selama mudik pun jangan terlalu banyak, seperti baju dan oleh-oleh lainnya, kalau perlu dibawa susunlah dengan rapi. Dan jangan sampai menyimpan barang di atas mobil, karena akan mengganggu kestabilan dan keseimbangan mobil. Jadi usahakan menyimpan barang dengan rapi. 

2. Nyaman

Selain perjalanan aman, mudik pun harus nyaman loh, kalau bisa saling bertanggung jawab. Misalkan suami yang mengemudi, istri bisa menjadi navigatornya. Istri harus tahu kondisi suami, kalau sudah terlihat kelelahan, harus bisa mengingatkan. Kalau suami ingin minum, istri harus bisa menyediakan. Jadi intinya, siapa pun yang disebelah supir, mau itu istri atau saudara, harus bisa mengingatkan dan memperhatikan kondisi pengemudi, jangan sampai ikutan tidur seperti yang lain.

3. Efisien

Saya suka terbayang, bagaimana mudik melalui jalur Nagreg yang padat. Suka bingung apa yang harus dilakukan, karena di daerah ini waktu sangat lama sekali.

Menjadi mudik cerdas dengan kendaraan pribadi, waktu bisa digunakan se efisien mungkin. Dengan cara mencari informasi tentang jalur alternatif, misalkan jalan tikus. Caranya neh dengan mencari tahu sebelum berangkat, supaya bisa menghindari jalan macet. Kalau ke arah Garut, jalan tikus dan jalan utama sama-sama padatnya hehe.


Selain ke 3 tips di atas, sebelum mudik yang aman dan nyaman, usahakan untuk cek safety belt, baik bagian pengemudi dan tempat duduk penumpang, apakah berfungsi dengan baik atau tidak. Saat mengemudi pun harus dengan posisi tegak, dengan jarak dari dada ke stir 30cm. Bukan itu saja, usahakan anak-anak jangan duduk di depan ya, biarkan mereka duduk di belakang dengan menggunakan safety belt. Saya pun begitu, Dimas biasanya duduk di belakang, supaya dia bebas makan dan suka anteng sendiri.

Sebelum mudik pun, kondisi mobil harus bisa diperhatikan, kalau perlu bawa dulu ke bengkel. Menurut Sony ada 2 metode pengecekan, yakni pribadi dan bengkel. Jadi intinya setelah selesai di servis, kita sebagai pemilik mobil, bisa cek lagi kondisi mobil, apakah sudah nyaman atau belum, biar mudik pun semakin lancar.

Kalau semuanya sudah siap, tentu mudik pun akan semakin menyenangkan ya. Yang paling penting tuh, perhatikan kondisi tubuh sebelum mudik ya, supaya selalu diberikan kesehatan. Sebelum berangkat, usahakan memakan makanan bergizi, yang bisa membuat tubuh kuat dan sehat. Apalagi sekarang masih dalam suasana ramadan ya.

Mari mudik, jaga keselamatan ya, perhatikan rambu-rambu lalu lintas
Ada sedikit tips neh dari saya, biar bisa menemani suami dalam mengemudi selama mudik, jangan lupa bawa drama korea atau film kesukaan, di jamin deh ga bakalan ngantuk hehe.

Dengan mudik cerdas menuju kesempurnaan di hari raya, keluarga pun bahagia menyambut lebaran di kampung halaman. Selamat mudik, hati-hati di jalan ya.

Mari mudik cerdas.

18 komentar:

  1. Gak punya mobil juga gak pernah mudik
    Semua keluarga di satu kabupaten. Tipsnya bisa dijalankan kalau entar Cianjur Selatan sudah pisah kabupaten ��

    BalasHapus
  2. Jadi inget mudik jaman kecil, ibu ku suka bawa stok cemilan segudang, mulai tahu goreng, telor rebus dsb.hihihi...

    Kalo sekarang mudik sama suami dan anak-anak nggak terlalu jauh sih, cuman 1-2 jam perjalanan. Eh bukan mudik ya namanya kalo cuman 1-2 jam perjalanan...hehehe,,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mudik memang selalu menyenangkan ya mba. Gpp dong mudik 1 sampe 2 jam juga hehe.

      Hapus
  3. Masih lebih dekat tempat mudikku mba, cuma 1,5jam hari biasa. Moga ntar pas menjelang lebaran tetep lancar deh.

    BalasHapus
  4. Sama aku juga mudik ke garut. Bisa 12 jam kalau macet :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sekarang ke Garut juga ga teh, yuk ah ketemuan.

      Hapus
  5. duh deg-degan nih, semoga mudik nanti lancar di jalan..insyaallah rencananya jumat annti mudik. mba Lis mudik kapan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Samaan mba, saya juga insya Allah mudik jumat.

      Hapus
  6. Semenjak tinggal di Bali saya selalu mudik tiap lebaran mba. Kendaraan pun macam2 yg saya tumpangi, mulai dari pesawat, bus, motor dan skrg mobil pribadi...tapi tetap macet total....Hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah samaan ya mba macet juga. Mudik memang identik dengan macet.

      Hapus
  7. Butuh persiapan matang ya Mba..melakukan mudik ke tujuan yang lumayan jauh.. Untuk mnghindari stress di jalanan tentunya ya Mba..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar sekali mba, supaya mudik tetap aman dan nyaman.

      Hapus
  8. Alhamdulillah hampir setiap tahun aku mudik. Mudiknya sampai 12 jam jadi persiapannya harus oke :)

    BalasHapus
  9. Hiks tahun ini ga bisa mudik ke solo, si baby masih 4 bulan, jd suami ga mau pulang dulu -_-. Pdhl mudik itu udh kyk yg selalu aku tunggu2 mnjelang lebaran :). Nikmatin aja capeknya mbak, aku jg sekali lewat nagrek pas mudik, dan asoy bgt dah macetnya hahahhaha... klo suami sendiri lbh suka lwt pantura drpd nagrek. :D

    BalasHapus
  10. Tips yang ok dan aku setuju. Periksa kendaraan sebelum berangkat.

    BalasHapus
  11. met mudiiikk mak

    selamat hari raya Idul Fitri ya ^^

    BalasHapus

Terima kasih atas kunjungannya ya. Saya senang deh kalau kalian mau tinggalkan komentar, bisa bikin saya happy dan semangat nulisnya. Tapi, mohon maaf ya, untuk tidak meninggalkan link hidup. Terima Kasih. Salam hangat dari Pena Cinta Liswanti.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...