Pentingnya Gizi Dan Air Untuk Tetap Sehat Dan Bugar selama Puasa dan Hari Raya

Liswanti Pertiwi | Sabtu, Juli 02, 2016 | | |

Tak terasa ya, puasa ramadan tinggal beberapa hari lagi, dan umat muslim seluruh dunia akan menyambut hari kemenangan di hari yang fitri. Tentu saja di hari-hari terakhir berpuasa, kita ingin selalu kuat dan lancar dan menjalankan ibadah, supaya semakin berkah. Dan di hari-hari terakhir ini, saya tetap sehat dan bugar menjalani berbagai aktivitas di luar, biarpun sedang berpuasa.

Bukan saja selama berpuasa, di hari raya pun saya ingin selalu sehat dan bugar, supaya bisa menikmati hari raya dengan kebahagiaan bersama keluarga. Kenapa? Karena seperti yang sudah kita ketahui, bahwa sebelumnya tubuh telah terbiasa mendapat asupan saat sahur dan berbuka saja, maka saat hari raya tubuh pun kembali menyesuaikan diri dengan pola makan semula. Jadi, penting sekali neh bagi orang tua untuk memahami metabolisme tubuh agar dapat memberikan asupan yang sesuai dengan kebutuhan keluarga.  

Nah pada sabtu kemarin (25/06) neh, saya dapat ilmu lagi saat menghadiri acara bersama Nutrisi Untuk Bangsa dan Danone Indonesia, sekaligus buka puasa bersama. Dengan tema acara ini adalah "Optimalisasi Asupan Gizi dan Air Saat bulan Puasa dan Hari Raya", yang bertempat di Locanda Panin Center Building Jakarta.

Dr. Inge dan pa Arif Mujahidin
"Sebagai perusahaan yang memiliki komitmen untuk mendukung kesehatan melalui makanan, selain menyediakan aneka produk berkualitas tinggi. Kami secara berkesinambungan memberikan edukasi mengenai gizi seimbang dan hidrasi kepada masyarakat. Buka puasa bersama Danone Indonesia yang menghadirkan ahli gizi dan hidrasi ini merupakan salah satu wujud dari komitmen tersebut". Ujar Arif Mujahidin dalam sambutannya, selaku Communications Director Danone Indonesia.

Dalam acara ini hadir seorang ahli gizi yang memberikan banyak ilmu menarik seputar kesehatan keluarga, yakni Dr. dr. Inge Permadhi, MS, SpGK yang merupakan spesialis gizi klinik. Kolaborasi aqua_lestari dan Nutrisi Bangsa bersama Dr. dr. Inge melakukan #BincangGizi yang membahas tentang gizi seimbang untuk keluarga.

Seperti yang diutarakan Dr. dr. Inge bahwa pola makan yang berubah pada saat berpuasa dan hari raya, mendorong tubuh kita melakukan penyesuaian. Keluarga memiliki peran yang sangat berarti dalam menjaga asupan gizi dan air. Orang tua dapat memastikan hidangan sahur dan buka puasa keluarga berpedoman pada gizi seimbang. Adapun di hari raya, orang tua juga harus menjaga agar anggota keluarganya tetap mempertahankan keseimbangan asupan gizi maupun hidrasi.

Pentingnya gizi dan air untuk tetap sehat dan bugar selama puasa dan hari raya


1. Pentingnya Gizi Seimbang untuk keluarga

Ada yang perlu kita ketahui neh, bahwa ada 6% balita kekurangan gizi dan 37% balita mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan. Dan dampak kurang gizi ini berpengaruh pada perkembangan otak dan pertumbuhan fisik tidak optimal. Maka gizi seimbang untuk keluarga, terutama anak-anak sangatlah penting. Gizi tidak boleh keurangan ataupun berlebihan, karena keduanya dapat mengganggu kesehatan.

Menurut data RiskesDas tahun 2013, bahwa satu dari 3 anak usia sekolah cenderung bertubuh pendek. Hal ini merupakan indikasi kekurangan gizi menahun yang dapat berisiko pada pertumbuhan dan perkembangan anak. Bahkan data lain menyebutkan, bahwa 45% wanita Indonesia usia produktif (termasuk Ibu hamil) mengalami Kurang energi Kronis (KEK) yang dapat mempengaruhi produktivitas dan berisiko mengalami gangguan kehamilan nantinya.

Selain itu situasi malnutrisi di Indonesia adalah kelebihan gizi yang mengakibatkan obesitas. Dalam data Riskesdas tahun 2013 bahwa prevalensi berat badan berlebih (overweight) dan obesitas pada populasi di Indonesia mencapai 13,5% dan 15,4%, serta obesitas sentral 26,6%. Overweight dan obesitas dapat menyebabkan risiko predominan penyakit degeneratif seperti jantung, kanker, diabetes, ataupun stroke yang bisa meningkatkan risiko kematian.


Kenapa semua itu bisa terjadi? Karena semua itu tidak lepas dari fakta, bahwa masyarakat Indonesia cenderung mengkonsumsi makanan tinggi kalori, garam, gula, dan lemak jenuh. Maka dari itu, diperlukan upaya perbaikan gizi yang mencakup seluruh kelompok siklus hidup dalam keluarga. Ada beberapa hal yang bisa diperhatikan, seperti:
  • Berpedoman pada piring makanku dengan menyediakan hidangan dari berbagai kelompok makanan yang berbeda.
  • Memperoleh asupan karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral, serat dan air yang cukup setiap sahur dan berbuka.
  • Untuk porsi sekali makan, isi setengah piring dengan makanan pokok dan lauk pauk. Setengah bagian lainnya sayur dan buah.
  • Makan bersama di meja makan bersama keluarga akan lebih baik.
  • Ajak anak untuk masak bersama.
  • Saat sahur dan berbuka, tambahkan segelas susu yang merupakan sumber protein dan kalsium sebagai bagian dari gizi seimbang.
Bicara tentang susu, kita bicara tentang protein juga, dimana kebutuhan protein orang sehat 1gram/kg berat badan dengan indeks BB normal. Dan bisa dilakukan perhitungan untuk BB ideal (BBI)=90%(TB-100).

2. Pentingnya Air untuk kesehatan tubuh

Sebagai bagian dari Pedoman Umum Gizi Seimbang, selain makanan yang bergizi, beragam, dan berimbang. Orang tua harus bisa memastikan anggota keluarganya memenuhi hidrasi dengan minum minimal 8 gelas sehari. Kita pasti tahu dong, bahwa air ini sangat penting, apalagi saat berpuasa banyak kegiatan di luar rumah, maka usahakan untuk minum air 8 gelas sehari. Bisa menggunakan pola 2-4-2, yaitu 2 gelas pada berbuka, 4 gelas saat malam hari, dan 2 gelas saat sahur.

ilustrasi gambar dari http://manfaat.co.id/manfaat-air-putih
Tahu tidak kalau anak kecil kekurangan cairan akan berdampak tidak baik, seperti lemas, mulit kering, kulit kusam, hingga menangis pun tidak ada air matanya. Dan yang perlu kita perhatikan neh untuk kesehatan keluarga, bahwa air yang baik itu adalah aman tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa. Air pun harus aman tidak mengandung zat berbahaya, dan tidak mengandung cemaran pestisida. Ada beberapa fungsi mineral bagi tubuh, seperti:
  • Fluorida: Untuk mencegah karies, dan menjaga kesehatan gigi.
  • Natrium: Untuk mendukung keseimbangan cairan.
  • Kalium: Untuk mendukung proses transmisi saraf dan kontraksi otot.
  • Magnesium dan Kalsium: Untuk mendukung kesehatan jantung dan pembuluh darah.
  • Silika: UNtuk mendukung kesehatan kulit dan menjaga integritas tulang.
  • Zink: Berperan sebagai koaktivator dalam 300 lebih reaksi enzim dalam tubuh. 
Dr. Inge pun memberikan tips neh, dalam menjaga hidrasi, yakni dengan memeriksa urin. Apabila semakin pekat urin tersebut, itu menandakan tubuh kita mengalami dehidrasi. 

Pentingnya gizi dan air ini akan membantu kita yang sedang berpuasa untuk tetap sehat dan bugar sepanjang hari. Saya pun sudah merasakan betul, bahwa dengan gizi seimbang, dan banyak minum air putih, rasa letih dan lemas tidak terasa, padahal banyak sekali kegiatan.


Kalau bicara tentang hari raya neh, pastilah banyak sekali makanan yang berlimpah. Tapi, perlu diingat neh untuk para orang tua, untuk selalu memperhatikan pola makan keluarganya. Jangan sampai makan berlebihan, makanlah dengan komposisi gizi seimbang. Dengan jadwal yang teratur seperti hari biasanya. Bisa menyertakan sayur, buah, dan air. Serta lakukanlah aktivitas fisik ringan untuk menjaga tubuh tetap fit. Jangan lupa pula agar selalu tercukupi hidrasi dalam tubuh.

Dari pemaparan Dr. Inge, bahwa peran keluarga sangat penting dalam pemenuhan gizi seimbang, yakni dengan:
  • Orang tua sebagai contoh sejak dini.
  • Makan bersama seluruh keluarga.
  • Cukupi kebutuhan kalori dengan makanan sehat bergizi seimbang bagi seluruh keluarga.
  • Cukupilah kebutuhan cairan.
  • Minumlah susu sebagai bagian dari gizi seimbang.
Kalau sudah begini, kita menjadi sadar bahwa gizi dan air sangat penting untuk menjaga tubuh tetap sehat dan bugar selama puasa dan hari raya. Ayo lakukan hidup sehat dengan konsumsi makanan bergizi dan minum air 8 gelas sehari.



Acara buka bersama ini juga dimeriahkan dengan penampilan dari seorang penyanyi dan bandnya. Juga lomba photo, kuis, doorprize, serta livetweet. Selain itu, ada juga kegiatan beads crafting, seperti membuat tasbih, kalung, ataupun gelang. Acara pun di tutup dengan foto bersama.

2 komentar:

  1. Sebagian masyarakat Indonesia cenderung mengkonsumsi makanan tinggi kalori, garam, gula, dan lemak jenuh. sebagian lagi bahkan hanya untuk makan nasi saja sulit. maka kita harus mensyukuri nikmat Allah dengan menjaga kesehatan ya kan mbak.. makasih mbak.. mencerahkan :)

    BalasHapus
  2. Sepakat mba.. Kita bisa tetap segar selama puasa slama asupan air dan makanan bergizi seimbang...

    Faktanya.. Banyak yang sering melupakan hal ini...

    BalasHapus

Terima kasih atas kunjungannya ya. Saya senang deh kalau kalian mau tinggalkan komentar, bisa bikin saya happy dan semangat nulisnya. Tapi, mohon maaf ya, untuk tidak meninggalkan link hidup. Terima Kasih. Salam hangat dari Pena Cinta Liswanti.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...