Beberapa Faktor Pekerjaan Ini Berdampak Pada Infertilitas Pria

Liswanti Pertiwi | Rabu, Agustus 17, 2016 |

Memiliki keturunan adalah impian semua pasangan yang sudah berumah tangga. Ada yang cepat dan lambat dalam memiliki keturunan. Saya sendiri butuh waktu 2 tahun sampai akhirnya buah hati hadir di dalam kehidupan rumah tangga. Dengan gaya hidup saat ini, tidak sedikit wanita yang sulit untuk hamil. Saya sendiri setelah menikah sempat 5 kali keluar masuk klinik dokter kandungan yang satu dan lainnya untuk memeriksa kondisi rahim, supaya cepat hamil.

Sempat disarankan juga, bahwa suami harus melakukan pemeriksaan. Jadi, bukan saja istrinya. Tapi, itu tidak jadi dilakukan, karena waktu itu saya dinyatakan positif hamil. Biarpun kandungan saya hanya bertahan 3 bulan saja. Setelah 2 kali keguguran 2 kali, barulah hamil ketiga kalinya, anak saya lahir selamat.

Ternyata pemeriksaan pada pria juga perlu dilakukan. Seperti pada media gathering kemarin (12/08) di RSU Bunda Jakarta, yang membahas tentang pilihan pekerjaan bisa berdampak pada infetilitas pria. Perlu diketahui neh, ada berbagai kelainan seperti gangguan hormonal, masalah fisik, hingga masalah psikologia bisa menyebabkan infertilitas pada pria.

Infertilitas pada pria merupakan proses yang sangat kompleks. Agar dapat terjadi kehamilan pada pasangan, maka harus dihasilkan sperma yang sehat dan jumlah yang cukup. Dimana prosesnya diawali sejak awal masa pubertas di masa pertumbuhan organ reproduksi pria. Saat ini diperkirakan ada 15% pasangan di dunia yang infertil. Artinya mereka tidak dapat memiliki keturunan secara alamiah meskipun rutin berhubungan seksual tanpa pengaman. Penyebabnya lebih dari 50% berasal dari faktor pria.


Dalam acara ini hadir 2 pembicara, yakni dr. Ponco Birowo, SpU(K), PhD dan dr. Kasyunnil Kamal, MS,.SpOk (Dosen luar biasa di Program Studi S2 Kedokteran kerja dan Spesialis Kedokteran Okupasi FKUI).

Menurut dr. Ponco ada beberapa penyebab infertilitas, seperti biji kemaluan tidka turun ke kantung kemaluan, infeksi saluran kemih dan daerah kemaluan, gangguan deposisi cairan sperma dan faktor seksual, varikokel, faktur imunologi dan lainnya. Dan dari penyebab infertilitas itu, varikokel memiliki presentasi tertinggi, yakni 15,6%. Maka untuk mengevaluasi infertilitas pria, perlu sekali melakukan pemeriksaan menyeluruh jika ditemukan kelainan pada riwayat reproduksi atau analisis semen yang tidak normal.

Pemeriksaan menyeluruh itu terdiri dari anamnesis (pemeriksaan riwayat penyakit keseluruhan, riwayat reproduksi), pemeriksaan fisik, dan sedikitnya dilakukan dua kali analisis semen. Dalam riwayat reproduksi, cukup banyak sekali yang perlu diketahui, seperti lama infertilitas, usis perkawinan, frekuensi hubungan seks, hingga metode kontrasepsi yang pernah digunakan.

Sedangkan dalam riwayat penyakit, seperti varikokel, gagal ginjal fase akhir, trauma testis, hingga diabetes. Selain dari riwayat di atas, perlu diketahui juga tentang gaya hidup, seperti merokok, alkohol, celana dalam yang ketat, hingga pekerjaan yang berhubungan engan panas (koki, bagian mesin, dan lainnya) dapat berimbas negative terhadap kesuburan pria. Maka dari itulah perlu sekali melakukan pemeriksaan fisik, dari pemeriksaan umum, penis, testis, hingga epididimis. Setelah itu dilakukan evaluasi untuk melihat hasilnya.

Tanpa disadari juga neh, bahwa beberapa pekerjaan bisa berdampak pada infertilitas pria. Seperti yang diungkapkan Dr. Kasyunnil bahwa pilihan pekerjaan atau profesi seorang pria tanpa disadari bisa menyebabkan infertil. Namun diagnosis sulit ditegakkan, karena pemahaman yang kurang dan baru disadari berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun kemudian. Karena, status pekerja belum menikah, sehingga sulit menilai status kesuburannya.

Ilustrasi
Ada beberapa faktor bahaya terhadap system reproduksi  pada pria, seperti faktor kimia, fisika, psikologi dan campuran. Dan beberapa faktor pekerjaan ini berdampak pada infertilitas pria, yakni:
  • Radiasi di tempat kerja, seperti radisi pengion atau radiasi yang bermuatan listrik diketahui dapat menyebabkan ketiadaan sperma dalam cairan semen (azoospermia).
  • Paparan logam seperti Timbal (Pb), Merkuri (Hg), Cadmium (Cd), Boron (Bo) dan paparan zat kimia seperti karbon disulfide dan glycol yang dapat mengubah morfologi sperma, penurunan jumlah sperma, mortilitas, dan penurunan volume semen.
  • Peningkatan stress ditemukan dalam hubungan terbalik dengan parameter sperma volume air mani dan persen dari bentuk morfologi normal.
  • Jenis pekerjaan dari faktor campuran ini juga berdampak pada infertilitas pria, seperti pekerja driver, pengemudi professional, yang terkena bahan bakar, kebisingan, getaran, stress emosional, beban fisik pada organ panggul, dan peningkatan suhu di panggul karena lama duduk. Selain itu tukang las, yang terkena panas, pelarut, logam berat, dan kebisingan yang mempengaruhi kualitas sperma berkurang.

Ada beberapa hal yang perlu dilakukan pekerja unuk bisa dilindungi dari reproduksi berbahaya, seperti:
  • Pengusaha memiliki tanggung jawab untuk melindungi pekerja mereka. Namun, karena begitu sedikit yang diketahui tentang bahaya reproduksi, pekerja harus juga memastikan keselamatan mereka sendiri.
  • Simpan bahan kimia dalam wadah tertutup ketika tidak digunakan.
  • Cuci tangan sebelum makan, minum atau bahkan merokok.
  • Hindari kontak kulit dengan bahan kimia.

Dalam pembahasan di atas, tentu kita sudah bisa melakukan pencegahan dengan selalu hidup sehat. Biarpun faktor pekerjaan di atas berdampak pada infertilitas pria, jangan dijadikan bebean pikiran. Karena kalau sudah rezeki dan dipercaya, keturunan itu akan hadir di tengah-tengah keluarga. Ketika belum memiliki keturunan jangan putus harapan dan terus berusaha berikhtiar, dan tidak berhenti beribadah serta berdoa kepada Sang Pencipta.

Pada dasarnya dengan teknologi kedokteran saat ini, infertilitas pria dapat ditangani, namun pasien tetap disarankan melakukan pencegahan dengan menghindari faktor risiko terjadinya infertilitas. Misalnya neh, berhenti merokok, membatasi konsumsi alcohol, tidak sembarang mengkonsumsi obat-obatan, dan menjaga berat badan ideal.

Dalam hal infertilitas pria, RSU Bunda Jakarta juga menyediakan layanan di Urology Clinic. Klinik ini menyediakan layanan urologi terpadu, mulai dari deteksi dini, diagnosis, tatalaksana konvensional, hingga bedah minimal invasif dan bedah robotic untuk invertilitas pria. Dengan tim dokter yang terdiri dari pakar di bidangnya, seperti dr. Ponco Birowo, SpI(K), PhD, dr. Sigit Solichin, SpU, dr. Rachmat Santoso, SpU, dan dr. Hendy Mirza, SpU.

Memiliki keturunan adalah keinginan semua pasangan yang sudah menikah. Supaya cepat terwujud, jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan, dan teruslah berdoa kepada Sang Pencipta. Tidak ada yang tidak mungkin dengan kekuasaan Sang Ilahi. Boleh saja hasil pemeriksaan menyatakan kita sakit, tapi maha penyembuh adalah Allah SWT. Maka janganlah putus asa dan teruslah berusaha. 

16 komentar:

  1. jangan cuma perempuan yang diperiksa ya

    BalasHapus
  2. lengkap banget seminar kemarin ya mba Lis, jadi makin paham bahwa infertilitas itu bukan 'cuma' masalah perempuan seperti yang banyak dituduhkan. Jadi tau juga cara pencegahannya buat pria yang pekerjaannya rentan menyebabkan infertilitas..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar sekali mba zata, jadinya kita tahu banyak dari acara kemarin ini ya.

      Hapus
  3. Iya, nih. Buat mereka yang lama belum punya anak, kalo di desa, biasanya yang istrinya disebut gabug (mandul). Padahal kan banyak faktor. Tega ya kalo dikatain kayak gitu. :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aduh saya pernah tuh mba disebut seperti itu, bahkan sama orang terdekat. Sedih banget dikatain begitu, padahal dia sendiri adalah perempuan.

      Hapus
  4. Saya menikah hampir 5 tahun baru punya anak mbak Lis, dan langganan ke dokter kandungan juga :)

    Betul para suami harus mau juga diperiksa karena setahu saya para suami kadang malas periksa mungkin malu atau merasa dirinya baik-baik saja. Kampanye seperti ini penting ya mbak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba penting banget. Karena kalau pengen punya keturunan, kata dokter harus diperiksa keduanya.

      Berarti anaknya baru lahir ya mba?

      Hapus
  5. waah priapun harus aware yaa soal pekerjaan dan resikonya dg fertilitas

    BalasHapus
  6. benar-benar harus diperhatikan dengan baik nih mba..terima kasih infonya yaaa

    BalasHapus
  7. yang mempunyai resiko tinggai terhadap pekerjaan biasanya udah di periksa sih termasuk yang radiasi. dan ini banyak bapak2 yang tidak tahu, jadi biar sama-sama sehat gak cuma ibunya aja, bapak2 perlu diperiksa juga ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar sekali, bapak-bapaknya juga harus periksa. Penting banget.

      Hapus
  8. Jika belum punya keturunan, kebanyakan masyarakat langsung menjudge sang istri. -,-

    BalasHapus
  9. Naah, laki-laki juga harus aware toh dengan kesehatan reproduksinya.

    BalasHapus

Terima kasih atas kunjungannya ya. Saya senang deh kalau kalian mau tinggalkan komentar, bisa bikin saya happy dan semangat nulisnya. Tapi, mohon maaf ya, untuk tidak meninggalkan link hidup. Terima Kasih. Salam hangat dari Pena Cinta Liswanti.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...