Mengunjungi Guha Lalay Di Sukabumi

Liswanti Pertiwi | Selasa, Agustus 23, 2016 | | |

Menikmati liburan bersama teman-teman di akhir pekan memang selalu menyenangkan. Ada banyak cerita seru yang bisa kita ukirkan. Bukan saja menyambung silaturahmi, tapi semakin mendekatkan persahabatan satu sama lainnya. Seperti pada tanggal 6 sampai 7 Agustus kemarin, saya dan teman-teman kelas blogger mengunjungi kota Sukabumi untuk menghabiskan akhir pekan dengan berlibur di kawasan Pelabuhan Ratu.

Saya pikir di Pelabuhan Ratu hanya ada pantai saja, tapi ternyata banyak tempat wisata yang bisa dikunjungi bersama keluarga. Salah satunya "Guha Lalay" yang ada di Desa Patuburan, Kecamatan Pelabuhan Ratu. Guha dalam bahasa sunda berarti Gua, sedangkan lalay itu adalah kelelawar. Jadi sudah bisa ditebak, bahwa Guha Lalay memang menjadi tempatnya kelelawar. Masuk ke tempat ini pun tidak mahal, hanya dikenakan biaya 3000 rupiah saja. 

Pengunjung tidak bisa melihat lalay lebih dekat ke dalam guha, karena sudah diberi pembatas, yakni sampai bibir guha saja. Karena selain gelap dan kotor, juga sangat bau dengan kotoran ribuan lalay yang ada disini. Bagi saya tempat ini sangat menarik, apalagi kalau bisa melihat lalay tepat waktu, yakni saat keluar guha jam 5 sore, atau saat masuk lagi jam setengah 6 pagi. Pasti akan terlihat indah dan menakjubkan.




Menurut pa Yana penjaga dari Guha Lalay, sebenarnya disini ada 5 guha. Tapi ada juga loh 3 guha yang mengandung hal mistis, apa itu? Saya sendiri tidak berani menanyakannya lebih jauh, apalagi berhubungan dengan mistis, karena biasanya dikeramatkan. Ternyata disini juga ada kalong yang makannya buah-buahan, dan kampret yang makannya serangga.

Konon kata orang tua terdahulu, guha lalay ini dulunya laut, hanya prosesnya berpuluh-puluh tahun yang lalu. Ditemukan oleh para nelayan sekitar tahun 1960, karena setiap menyenderkan perahu selalu banyak kelelawar yang keluar. Dan dibangun oleh Pemda serta Dinas Pariwisata sekitar tarun 1989.




Di area Guha Lalay, ada arena bermain anak dan danau kecil, tapi sayang kurang terurus dan sepi pengunjung. Rumput-rumput liar tampak menghiasi area guha lalay. Kalau saja bisa terurus dengan baik, pasti tempat ini bisa menarik banyak pengunjung. Bisa loh dengan cara:
  • Membersihkan rumput-rumput liar dan membersihkan danau, hingga terlihat cantik.
  • Lengkapi fasitasnya, baik itu toilet dan kantin yang layak.
  • Karena guha lalay cukup bau, pengunjung bisa diberikan masker saat datang, supaya bisa melihat guha dengan jelas, biarpun cuma sampai pembatas.
  • Perbanyak bunga yang bisa memberikan wangi alami, supaya bau kotoran lalay tidak selalu tercium.
Mengunjungi Guha Lalay di Sukabumi ini memang baru pertama kalinya saya lakukan. Karena saya pikir, wisata disini hanya laut, ternyata banyak tempat menarik yang bisa dikunjungi. Dengan menikmati liburan seperti ini, saya bisa melihat banyak tempat baru, terutama tempat wisata yang Indonesia miliki.

Yuk nikmati wisata alam Indonesia.

21 komentar:

  1. Aku belum pernah berwisata ke tempat semacam guha lalay.. agak takut aku masuk ke dalam perut bumi..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini malah ga bisa masuk mba, selain banyak kotoran dan bau, ternyata gelap juga.

      Hapus
  2. sayang sekali kurang terusrus padahal ini bisa menjadi destinasi wisata di sukabumi, kalo lebih terurus pasti akan lebih banyak pengunjungnya baik domestik maupun manca negara

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar sekali, kalau lebih banyak diperhatikan akan lebih menarik

      Hapus
  3. Karena saya orang sunda maka saya tidak asing lagi dengan sebutan Guha Lalay dan ternyata setelah di baca benar banyak ribuan lalay di Gua tersebut namun karena bau kotoran dan kurang penerangan membuat pengunjung di batasi jaraknya untuk melihat kelelawar tersebut :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mas kita dibatasin, karena memang gelap juga.

      Wah ternyata sunda juga ya hehe

      Hapus
  4. Agak horor jadinya y hehehe...baru tahu tapi ada guha ini loh :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. KAlau horor ga juga mba, biasa kok adem malah hehe

      Hapus
  5. nama goanya keren, lalay.. seperti nama sebutan orang kalau tledor gtu, hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau di Sunda, lalay itu kelelawar.

      Hapus
  6. aku belum pernah kesini. banyak kelelawaarrr
    guha itu gua ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba Guha itu gua. Kalau sundakan emang nyebutnya guha

      Hapus
  7. Banyak lalay nya ga? bau biasanya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banyak banget, kalau datangnya pas, bisa melinhat pemandangan menakjubkan

      Hapus
  8. besar juga ya guhanya, mirip sama Goa Lawah yang di Bali (sama-sama gua berisi kelelawar). :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah saya belum pernah ke Goa lawah, semoga next bisa ya

      Hapus
  9. Sayang ya jadi ga bisa masuk. Saya baru sekali masuk gua pas Study tour hehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya ga bisa masuk, baru mendekati gua saja udah tercium baunya

      Hapus
  10. berarti cuma ngeliat dari luar ya mbak?
    wah sayang banget....

    BalasHapus
  11. Jadi penasaran didalam gua seperti apa,, andai saja boleh masuk ke gua.

    BalasHapus
  12. Duh kalau kota sukabumi itu mengingatkan saya pada seseorang yang spesial deh mbak gk gk gk. Tapi kota sukabumi memang selalu spesial deh dihati saya karena selain perempuannya yang cantik cantik juga banyak tempat wisata yang bisa membuat orang penasaan untuk berkunjung termasuk gua lalay ini yang belum saya kunjungi.

    BalasHapus

Terima kasih atas kunjungannya ya. Saya senang deh kalau kalian mau tinggalkan komentar, bisa bikin saya happy dan semangat nulisnya. Tapi, mohon maaf ya, untuk tidak meninggalkan link hidup. Terima Kasih. Salam hangat dari Pena Cinta Liswanti.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...