4 Hal Penghambat Membeli Rumah

Liswanti Pertiwi | Kamis, September 08, 2016 |
Ilustrasi rumah (dokumen pribadi)
Pemerintah terus mengupayakan pembangunan rumah murah di Indonesia. Rumah MBR untuk masyarakat berpenghasilan rendah terus dibangun. Sementara pengembang terus menawarkan diskon bahkan dengan biaya uang muka nol persen. Dan bank juga mempromosikan bunga rendah setiap tahunnya. Namun, masih banyak juga masyarakat tidak memiliki rumah.

Ada beberapa alasan yang membuat masyarakat tidak memiliki rumah. Mulai dari tidak mau repot untuk mencari dan mengurus pembelian rumah, hingga yang paling sering dijadikan alasan, tidak memiliki dana. Permasalahan dana sebenarnya bisa diakali dengan memanfaatkan promosi yang ditawarkan oleh pemerintah, pengembang, dan juga bank.
Namun ada setidaknya empat hal penghambat membeli rumah sehingga membeli rumah impian sulit untuk dicapai.

Life Style

Kehidupan dan pekerjaan di kota besar memang menjanjikan bayaran yang tinggi. Namun, jika tidak bisa menahan diri, pendapatan tinggi tersebut bisa menjadi bumerang karena gaya hidup yang ada juga menuntut biaya yang tinggi pula.

Uang makan siang, biaya nongkrong atau kongkow dengan teman dan kolega, hingga lainnya membutuhkan biaya yang tinggi. Cara mengatasinya adalah bisa membawa bekal dari rumah untuk makan siang, dan nongkrong dengan teman pada saat dibutuhkan saja; maksimal seminggu sekali.

Pernikahan Mahal

Sudah rahasia umum bahwa menikah di Indonesia membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Terkadang untuk menunjukkan kemapanan, dibuatlah pesta pernikahan yang mewah. Ini tentunya akan menjadikan uang terbuang untuk satu hari saja. Padahal, jika bisa memiliki pernikahan sederhana, sisa biaya pernikahan dapat dijadikan uang untuk membeli rumah dijual di Jakarta selatan, misalnya.

Terlalu Mengikuti Perkembangan Gadget

Sekadar mengikuti perkembangan gadget tentunya tidak akan menjadi masalah. Namun, lain halnya jika Anda merupakan tipe orang yang wajib memiliki gadget keluaran terbaru. Apalagi gadget keluaran terbaru dan tercanggih tentunya memiliki harga yang tinggi.

Sering Traveling

Berlibur memang menjadi salah satu cara untuk melepas penat dari rutinitas sehari-hari. Namun, traveling kadang membutuhkan banyak biaya.

Maka dari itu, jika memang masih bisa traveling di kota sebelah yang tidak mengeluarkan biaya terlalu banyak, kenapa harus jauh-jauh pergi liburan? Lebih baik uangnya disisihkan untuk biaya membeli rumah 

27 komentar:

  1. Iya Mbak...saya pun termasuk penganut pesta pernikahan sederhana. Menurut saya sih yang penting sah dan syiar nya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar sekali, menikah sah dan bahagia.

      Hapus
  2. pernikahan mahal sudah rahasia umum ? mungkin maksudnya sudah bukan rahasia umum ya mba.. buktinya sudah biasa kalau di indonesia pernikahan itu membutuhkan biaya yang tidak sedikit :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kan setiap orang memiliki keinginan yang berbeda mas. Mau sederhana ataupun mewah, tergantung kesiapan budget.

      Hapus
  3. mencari rumah memang susah2 gampang ya, dan juga jodoh2an. Saya dulu nyari rumah gampang banget, begitu pengen punya rumah, nyari langsung dapet. beda sama adik saya, udah bolak-balik nyari rumah, blm dapet2

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener mba, susah-susah gampang, dulu saya niatnya punya rumah ga usah gede-gede, alhamdulillah banget.

      Hapus
  4. yang sering terjadi, banyak yang memilih pernikahan mewah tapi kemudian uang pun habis tanpa investasi ya mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar sekali mba, akhirnya banyak yang suka bingung uang menipis

      Hapus
  5. Waaah.. kayaknya saya harus kurangain nih jatah travelling saya. Hehehe... Salam kenal ya mbak..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe, kalau sudah hobi jangan mas hehe.

      Salam kenal juga

      Hapus
  6. Duhhhhh mbaaaak,
    macam di tampar aku :(
    Point pertama & kedua sih yang lagi aku alamin.
    SAma ada point lain, yaiut beli alat lenong hahahaha
    Tapi klo alat lenong udah berkurang sih.

    Thanks for the sharing mbak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wahahaha kalau alat lenong sama mba, tapi untungnya saya 2 tahun ini suka dapet gratisan hehe

      Hapus
  7. wah , banyak juga hambatan, sepertinya kalau aku dulu beli rumah saat anak2 masih kecil sebelum kebutuhan mereka semakin besar

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memang harus sejak dini sekali mba. Soalnya biaya pendidikan juga semakin mahal.

      Hapus
  8. sekarang juga tanah udah mahal dimana-mana. malah apart sudah makin bermunculan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar sekali, properti, dan tanah harganya juga sudah melambung tinggi

      Hapus
  9. Sayang banget uangnya untuk pernikahan yg mewah, mending untuk modal ya mba.. Hehe itu kan pandangan ku wong cilik,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama kok pemikirannya, kebetulsan saya dulu juga sederhana kok

      Hapus
  10. Smw harga properti skrg sudah mahal2, dikampung saya jg, pdahal dikampung loh pajaknya aja skrg membengkak otomatis harga tanah jg naik... Eh mw beli perumahan jg mihil hohoho...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar mba, ga di kampung dan kota serba mahal sekarang.

      Hapus
  11. Saya alhamdulillah dikasih tanah sama mertua, jadi saya lebih memilih membangun drpd membeli, soalnya takut nggak sreg sama modelnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Membangun lebih enak mba, soalnya bisa sesuai keinginan

      Hapus
  12. terkadang yang menghambat beli rumah..adalah jauhnya lokasi rumah dengan tempat kerja.. kdg kepaksa dijual lagi..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banyak yang seperti itu mba, kadang itulah yang membuat bimbang. Ada yang sesuai tapi jauh.

      Hapus
  13. Waktu anak2 masih kecil banget malah uang gaji pak suami habis buat beli susu, diapers sama art. Alhamdulillah ketika anak2 udah agak besar, susu berkurang dan ga menggunakan jasa art, bisa beli rumah meskipun sederhana dan nyicil..., tapi setuju juga sih pernyataan kalo beli rumah itu jodoh2 an

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ga apa mba, sederhana yang penting didalamnya membahagiakan.

      Hapus
  14. hahaha... sepertinya bener bnget nih hal-hal yang menghambat... perlu menahan diri dan berpikir lebih matang lg nih memenej kebutuhan.. hehe..

    BalasHapus

Terima kasih atas kunjungannya ya. Saya senang deh kalau kalian mau tinggalkan komentar, bisa bikin saya happy dan semangat nulisnya. Tapi, mohon maaf ya, untuk tidak meninggalkan link hidup. Terima Kasih. Salam hangat dari Pena Cinta Liswanti.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...