5 Tips Mudah Menghitung Porsi Catering Pernikahan

Liswanti Pertiwi | Jumat, Oktober 14, 2016 | | |

[Wedding] Sudah ketemu kata "sah" pasti tenang luar biasa. Apalagi untuk perempuan yang sudah menemukan imam untuk membimbing, menjaga, dan mencintainya. Ketika cinta disatukan dalam ikatan pernikahan, tentu saja pasangan akan bahagia, karena hubugannya sudah halal, baik secara agama ataupun negara.

Kalau pasangan ingin mengelar pernikahan, baik akad ataupun resepsi, butuh yang namanya persiapan. Salah satunya adalah makanan atau catering yang dipersiapkan untuk para tamu dan keluarga besar. Setelah sekian lama melihat pernikahan, yang paling di sorot dalam sebuah hajatan adalah masalah makanan. Makanan akan sukses kalau di piring tamu itu habis. Artinya makanan enak, lezat dan sesuai lidah para tamu.

Maka dari itu, masalah makanan ini jangan dianggap enteng. Kalau mau masak sendiri di rumah, pilihan orang yang dipercaya dan sudah pengalaman dalam memasak. Jangan karena dekat, karena sudah pernah masak, langsung begitu saja di ajak. Itu memang hak semua pasangan, tapi yang punya hajat juga harus memikirkan, apakah tamu akan menikmati masakan tersebut atau tidak? Atau apakah mereka puas dengan hasil masakan. Jadi, pilihlah orang yang tepat dan dipercaya serta sudah pengalaman dalam memasak.

Begitu pun saat akan menggunakan catering. Perlu banget ketelitiannya, apakah masakannya enak, bagaimana harga dan lainnya. Maka, saya sering bilang kumpulkan data vendor catering sebagai mungkin, atau kalau perlu tanya pada teman yang sudah menggunakan jasanya dan lihat juga paket yang ditawarkannya.

Kalau sudah punya pilihan, mau pilih catering atau masak sendiri. Satu hal yang harus pasangan lakukan sekarang, adalah menghitung porsi catering. Soalnya, masalah makanan itu jangan sampai kekurangan, kelebihan seh ga apa, malah bagus bisa di bawa pulang dan dicicip bersama keluarga. Nah, ada 5 tips mudah menghitung porsi catering pernikahan yang sangat umum digunakan.


  • Siapkan budget khusus untuk catering atau makanan. Biasanya biaya paling besar dalam pernikahan adalah makanan. Kalau masak sendiri, dana paling besar itu adalah beli daging. Jangan lupa untuk sesuaikan budget dengan jumlah undangan.
  • Hitung jumlah tamu yang akan di undang. Misal neh 500 undangan. Lalu kalikan 2, soalnya ga mungkin satu undangan datang ssendiri, bisa saja bawa keluarga atau pacar, kecuali yang masih single. Jadi, 500 x 2= 1000 undangan. Keluarga dan panitia juga perlu di hitung, jadi amannya hitung porsi makan menjadi 1200.
  • Kalau sudah menentukan jumlah undangan. Jangan sekali-kali menambah lagi di luar jumlah yang sudah ditentukan. Biar makanan dan dana tercukupi.
  • Tentukan pernikahan, mau pagi atau malam? Karena jumlah tamu akan mempengaruhi. Kalau pagi sampai siang, biasanya tamu yang hadir lebih banyak atau mencapai 90-93%.  
  • Hitung jumlah porsi catering buffet dan food stall, dengan rasio buffet:food stall. Kalau menu stall yang dipilih adalah makanan berat, bisa menggunakan perbandingan 70:30. Misal mau ada sate lontong, soto mie, hingga baso. Sebaliknya, kalau menu pondokan tidak terlalu mengeyangkan, bisa gunakan rasio 60:40. 
Terus bagaimana cara menghitungnya? Berikut contohnya.
  • Kalau jumlah tamu, keluarga dan panitia: 1200
  • Rasio buffet:food stall: 70:30
Buffet= 1200 x 70%= 840

Stall 1200 x 30= 360

Misal stall yang disiapkan 5, maka= 5 x 360= 1800

Dengan begitu untuk 1200 tamu, harus menyediakan 840 porsi makanan buffet, dan 1800 porsi makanan stall.

Perhitungan di atas hanya contoh saja, kalau ingin lebih jelas, usahakan untuk banyak konsul dengan pihak catering atau juru masak (kalau masak sendiri). Cukup mudahkan ya menghitung porsi makan atau cetering? Tentu sangat mudah ya. Maka, untuk menjamu tamu undangan pernikahan, bisa sesuaikan dengan dana yang dimiliki.





Ingin konsultasi pernikahan atau butuh tim Wedding Organizer untuk hari bahagia
bisa hubungi Liswanti Wedding and Tim
Email: Lis.pertiwi@ymail.com
WA: 08812147823

26 komentar:

  1. mempersiapkan pernikahan memang terasa sangat jlimet dan bikin stres, dengan adanya tips menghitung porsi catering untuk pernikahan tentu akan sangat membantu kedua mempelai dan panitia pernikahan nih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin. Semoga bermanfaat ya.

      Benar sekali mempersiapkan pernikahan bukan perkara mudah. Kalau ga mau ribet, tinggal cari WO, kelar semua deh urusannya.

      Hapus
  2. Waktu saya resepsi byk org luar dtg deh.. katanya memang ada yg suka bgtu. Dtg, makan, ngisi amplop kosong. Jd yg ky bgni yg unpredictable..hiks

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe, banyak banget mba, saya jugapernah mengalami.

      Hapus
  3. Wah makasih banyak ceu, penting banget nin buat nanti hihi

    BalasHapus
  4. Dulu waktu nikah, soal catering sudah aku serahin sama penanggungjawabnya, aku cuma ngasih tau undangannya berapa, jumlah keluarga berapa, hehehe.
    Tapi dengan adanya perhitungan seperti ini, calon pengantin bisa mengira-ngira ya nantinya budget yang bakal dikeluarkan untuk makanan itu berapa ^^.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau sudah urusan sama ccatering langsung beres, nah kalau mau hitungan anggaran secara pribadi juga bisa. Jadi tinggal siapkan dana.

      Hapus
  5. Budget memang harus selalu di utamakan dalam hal apapun ya mba termasuk dalam menghitung porsi catering pernikahan :-D

    BalasHapus
  6. Dan sebaiknya dilebih kan 50 - 100 porsi mungkin ya mba :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar sekali mba, harus bisa dilebihkan. Saya biasanya mengikuti jumlah tamu. Baru tambah 100 porsi atau 200 porsi

      Hapus
  7. jadi inget pas nikahan dulu.. porsi makanan gubukan sama buffetnya di lebihin 2 kali lipat karena kita ngitungnya itu satu keluarga minimal bawa 2 anak :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memang harus dilebihkan mba, karena kalau ga dilebihkan bisa kekurangan. Mending lebih daripada kurang.

      Hapus
  8. Aku pernah diajari itung2an kyk gt ama catering pas aku nikah dl mba, tp ngga tak perhatiin he he,,bisa jd tulisan jg trnyata ya,,bermanfaat,,nice mba,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe, iya mba biisa jadi tulisan, soalnya sayang kalau ga di tulis

      Hapus
  9. makasih mbak, sangat berguna walau anakku masih jomblo tapi kan kita perlu siap2

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama mba, kali saja bermanfaat untuk nanti saat putra ketemu jodohnya ya

      Hapus
  10. Berguna nih buat jaga2 kalau Asma udah dewasa, :) Hehehehehe

    BalasHapus
  11. buat ngantisipasi yang suka nambah makan ya teh hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup bener banget, soalnya ada yang seperti itu, mending lebih daripada kurang

      Hapus
  12. Nah..ini penting tipsnya. Pas lihat pernikahan catering berlimpah, aku mikirnya itu pesannya kebanyakan atau masakannya yg kurang menarik ya. Menurutku lebih baik pilihan tidak terlalu banyak tapi kualiatas oke

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa mereka pesan banyak atau tamunya memang banyak, terkadang ada juga yang memilih pondokan yang banyak, akhirnya tamu jarang ke buffet. Melimpah deh akhirnya.

      Hapus
  13. kalau yg punya anak juag kadang kan lebih ya bawanya. Makslum di Indonesia kan keluarga besar

    BalasHapus

Terima kasih atas kunjungannya ya. Saya senang deh kalau kalian mau tinggalkan komentar, bisa bikin saya happy dan semangat nulisnya. Tapi, mohon maaf ya, untuk tidak meninggalkan link hidup. Terima Kasih. Salam hangat dari Pena Cinta Liswanti.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...