Perlukah Personal Branding Untuk Seorang Ibu Rumah Tangga?

by - Kamis, Maret 30, 2017


[Lifestyle] "Emak, kamu pengen dikenal sebagai apa?". Begitulah pertanyaan yang teman saya ungkapkan tahun lalu. Saya pun menjawab, bahwa saya bukanlah seorang pengusaha, cukup dikenal sebagai ibu rumah tangga saja, itu sudah cukup. Dan teman saya berkata bahwa sebagai seorang ibu rumah tangga juga perlu yang namanya Personal Branding. 

Ternyata memang benar bahwa personal branding itu tidak ada hubungannya dengan karir seseorang, mau itu pengusaha, pekerja kantoran, ataupun selebritis. Bahwa diri kita juga bisa mencerminkan sebuah brand. Ingin dikenal sebagai apa diri kita? Karena personal branding itu penting untuk diri kita sendiri.

Dan saya mulai percaya diri, bahwa saya adalah ibu rumah tangga yang juga seorang wedding planner. Entah kenapa itu melekat pada diri saya semenjak mulai mengatur dan mempersiapkan beberapa pernikahan teman-teman saya. Satu persatu orang mengenal saya sebagai wedding planner dan ibu rumah tangga dari 2 orang anak yang aktivitasnya banyak di luar rumah. Mungkin belum banyak yang tahu, tapi di lingkungan saya sendiri, saya senang dengan image itu. Karena perlahan tapi pasti orang-orang mulai mengenal sosok saya sebagai ibu yang bisa mengatur sebuah pernikahan.

Jadi, perlukan personal branding untuk ibu rumah tangga?

Saya ingin dikenal sebagai ibu rumah tangga dan wedding planner
Menurut saya sangat perlu. Itu bisa menunjukkan siapa diri kita, ingin disebut seperti apa diri kita. Karena kita juga adalah sebuah brand. Yang tentunya ingin menampilkan sosok sebuah image di depan umum. Ibu rumah tangga itu banyak sekali. Tapi ada juga yang memiliki sesuatu yang berbeda dari ibu lainnya.
Contoh neh teh Ani Berta adalah seorang ibu dari seorang putri, dan dia juga adalah seorang social media activist dan blogger. Atau mba Dewi K. Rahmayanti yang juga seorang ibu rumah tangga dan konsultan sosial media. Dan masih banyak ibu rumah tangga lainnya di luar sana yang sukses ngebranding dirinya sendiri.

Dan yang benar-benar harus diingat adalah personal branding bukan saja milik pengusaha atau selebritis, tapi ibu rumah tangga, mahasiswa, dan siapapun perlu yang namanya personal branding. Maka dari itu, ibu rumah tangga juga perlu paham tentang strategi dalam membangun personal branding.

Membangun Personal Branding


Untuk membangun sebuah personal branding memang butuh waktu. Tapi, di era digital seperti sekarang ini semua akan semakin mudah. Bayangkan saja pengguna internet itu semakin hari semakin meningkat. Apapun bisa ditemukan di era digital ini. Sama halnya dalam membangun personal branding di era digital. Seperti minggu kemarin (26/03) saya menghadiri sebuah workshop bersama komunitas ISB dan CNI di Jakarta yang bertajuk Branding In The Digital Age. Menghadirkan 2 narasumber, yakni Dewi K Rahmayani selaku konsultan sosial media dan Vincent selaku founder helofranchise.com.

Dalam workshop kali ini, dibahas tentang membangun branding melalui website dan strategi personal branding media sosial. Kali ini saya bakalan merangkum apa yang saya dapat dari workshop ini. 

1. Membangun branding melalui website

Dalam membangun sebuah branding melalui website kita mengenal apa itu web dan blog. Web merupakan situs url yang kita akses sehari dengan memasukkan protocal www. Sedangkan blog merupakan istilah di dalam website yang berupa suatu halaman konten berisi tulisan dengan topik spesifik yang telah ditetukan oleh penulis. Menurut mas Vincent ada beberapa komponen yang harus kita ketahui dalam membuat sebuah web, yakni:
  • Konten adalah raja. Dalam sebuah web tentu perlu yang namanya konten berisi berita dan produk yang diperkenalkan. 
  • Fitur yang membantu pembaca dalam mengenal dan berinteraksi. Dimana fitur ini juga penting, karena berisi informasi di dalam web, dan postingan-postingan yang bermanfaat.
  • Design yang menarik yang bisa mempengaruhi pembaca, sehingga ingin terus berkunjung.
  • Layout ini juga sama pentingnya dengan hal di atas. Layout bisa dari user interface meliputi warna, tombol, tulisan, dan gambar.
  • Performa yang mempengaruhi mood pengunjung, mulai hosting, jaringan dan keamanan.
2. Strategi branding sosial media


Dalam membangun personal branding di media sosial, juga perlu yang namanya strategi. Ga ngasal gitu saja. Personal branding adalah sesuatu utuk memasarkan nama kita atau sebuah perusahaan. Pengen dilihat seperti apa diri kita? Atau ingin digambarkan seperti apa diri kita? 

Dalam membangun personal branding bisa dimulai dengan berbagi kisah atau tetang apapun itu yang berkaitan dengan diri kita sendiri. Yang pasti seh dalam membranding juga harus bicara jujur, jangan sampai apa yang ingin diperlihatkan itu tidak ada (ilusi), yang akhirnya bisa merugikan di masa depan. Pokoknya semua harus apa adanya diri kita, kemampuan kita, yang benar-benar menunjukkan kekuatan kita, dan memiliki sesuatu yang beda dari yang lain. Maka dari itu, kita bisa membangun branding dengan sukses.

Selain itu, dalam membangun sebuah branding, kita juga harus memiliki tujuan yang jelas serta target yang ingin dicapai. Dengan begitu kita bisa mengetahui sosial media yang cocok dalam membangun personal branding. 

Untuk membangun personal branding di sosial media bisa menggunakan berbagai macam platform, tapi harus tahu juga neh kegunaan dari setiap paltform, supaya tepat dalam share konten. Apapun platform yang digunakan, kita harus lakukan beberapa hal supaya sosial media tertata dengan baik. Salah satunya dari membuat konten yang berbeda untuk setiap platfom, mau itu foto, video, ataupun tulisan. Dan usahakan untuk membuat sebuah konten yang bisa menarik minat orang yang membaca, sehingga mereka mau komen, share atau bahkan rt.


Nah mba Dewi juga membahas tentang beberapa tips dan fungsi dari setiap platform media sosial, seperti:
  • Facebook: Usahakan untuk tidak terlalu sering memposting, karena itu dapat mengganggu. Di facebook tidak ada limit karakter, tapi usahakan dipersingkat hanya beberapa paragraf saja. Selain itu, bisa dimulai dengan membuat pertanyaan yang baik, dan yang terakhir adalah tidak mengganggu.
  • Twitter: Bisa dimulai dengan point 140 karakter, bisa bercerita melalui tweet, penggunaan hastag dapat membantu dalam pencarian da percakapan sebuah topik. Dan yang terakhir bisa tweet sebanyak apapun tidak akan menganggu.
  • Instagram: Foto atau gambar adalah kuncinya, bisa menceritakan kisah melalui sebuah gambar/foto, dan gunakan hastag untuk memudahkan pencarian.
Di social media tuh ada banyak hal menarik. Dan untuk membuat sebuah postingan, cobalah dengan suatu topik yang sedang hangatnya diperbincangkan, sehingga bisa menarik pembaca. Misal neh, bahas tentang politik, tapi dari sudut yang berbeda. Mba Dewi juga mengungkapkan, dalam membuat postingan di media sosial, alangkah baiknya membuat editorial content plan yang baik. Mulai dari topik, tanggal, sosial media, hingga daftar ide-ide yang menarik. 

Selain itu dalam membangun personal branding di media sosial, juga harus adanya strategi konten, karena ini sangat penting sekali, yang bisa mencakup segala hal, baik itu produk dan perusahannya. Dan saat kita mulai membagikan konten/postingan, adalah adanya interaksi dengan orang yang berkomentar. Yang terakhir neh adalah bagaimana cara kita mempromosikannya, bisa dimulai dengan gambar dan penggunaan hastag, mendengarkan dan merespon di dalam konten, hingga pemilihan waktu yang tepat saat mempromosikan.


Menurut mba Dewi, kalau saat kita share konten atau postingan ada yang memberi komentar negativ, usahakan tetang tenang dan bersikap seperti biasa, jangan mudah marah, cobalah untuk meminta penjelasan, dan yang paling penting jangan menghapus komentar tersebut. Bagaimanapun haters itu jangan dibenci, karena mereka adalah penggemar terbesar kita. 

Kalau kita sudah mengetahui berbagai strategi personal branding, tentu kita sudah siap ya. Mau itu ngebranding di blog atau sosial media bisa berjalan beriringan. Dan yang pasti harus tetap ingat fungsi dari setiap sosial media yang ada. Dan yang harus tetap diingat adalah mulai dengan bercerita, tetapkan tujuan, memahami target dan memilih sosial media yang tepat. Ibu rumah tangga juga perlu ngebranding dirinya sendiri.

Nah, kalau kalian sendiri ingin dikenal sebagai apa?    

You May Also Like

21 komentar

  1. Wedding planner ngapain itu aja mba? Kali boleh tau.
    Kalau saya apa ya... Pengennya dikenal sebagai blogger dan penikmat buku.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya tukang ngurus yang nikahan mas hehehe.

      Waah asyik itu blogger dan penikmat buku.

      Hapus
  2. I want to be known as a purple-lover, have-fun-go-mad traveler mom :)...walaupun blog aku isinya lifestyle dan gado-gado :). Personal branding memang perlu ya mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar sekali mba, sangat perlu sekali

      Hapus
  3. Yang melekat diingatan saya, mak Lis itu identik dengan DRAKOR hehehe....

    Kemarin pengen negor saya rada2 takut Mak, meski udah ketemu dua kali dan yang kemarin 3 kali. Sepertinya dirimu tak mengingatku, jadi saya takut pengen nyapa #hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. wkwkwk akhirnya ada yang ingat aku dengan drakornya hehehe.

      Waaah mba Ipeh sebelah mana, rada siwer ya kemarin soalnya rame. Padahal aku juga pengen menyapa. Ngapain takut mba, akukan ga gigit hehehehe. Justru aku minta maaf, belum menyapa satu persatu kemarin.

      Hapus
  4. Jangan terlalu narsis juga kali yah, kelebihan narsis bukan membangun branding tapi malah menurunkan branding hihi, mungkin itu juga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah itu tuh yang penting hehehe. Kebanyakan narsis juga ga baik ya.

      Hapus
  5. kalo menurut aku apa yg kita share di medsos selain hal yg baik harus fokus supaya branding kita di medsos kuat. Jadi ga asal atau sembarang foto ata kata2 yang gajelas di share.

    Elisabethgultom.blogspot.co.id

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju, personal branding harus kuat. Jangan sampe foto biasa di share, akan lebih menarik dibuat ssebaik mungkin ya

      Hapus
  6. Makasih mbak ilmunya..
    Saya apa yaa..? IRT yang hobi dolan☺

    BalasHapus
  7. makasih sharingnya , medsos bisa digunakan untuk meningkatkan personal branding ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar sekali, medsos sangat bagus meningkatkan personal branding

      Hapus
  8. Ohh personal branding itu perlu juga ya buat ibu rumah tangga? Makasiy infonya ya Lis. Ini lengkap pisan :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyes mba. Ibu rumah tangga seperti saya ini juga penting neh personal branding.

      Hapus
  9. aku termasuk yang jarang bikin status di FB, kadang bingung mau nulis apa gitu qiqiqi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe mending jangan banyak-banyak bikin status di FB ya mba

      Hapus
  10. makasih ilmunya mbak
    aku IRT juga tapi bingung mau ngebranding diri jadi kayak gimnaa hihii

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama mba. Ayo mba tunjukkan sesuat yang berbeda dari dirimu.

      Hapus
  11. WO aja Teh, belum terlalu banyak dibanding yg food-food dan traveller.

    BalasHapus

Terima kasih atas kunjungannya ya. Saya senang deh kalau kalian mau tinggalkan komentar, bisa bikin saya happy dan semangat nulisnya. Tapi, mohon maaf ya, untuk tidak meninggalkan link hidup. Terima Kasih. Salam hangat dari Pena Cinta Liswanti.