Cara Menabung Biaya Pernikahan

by - Minggu, April 09, 2017


[Keuangan] Semua orang pasti ingin menikah dan membangun rumah tangga yang indah bersama pujaan hatinya. Melewati babak baru kehidupan berdua. Mengukirkan cerita-cerita indah. Berantem sedikit tidaklah apa. Karena itu adalah bumbu-bumbu manis dalam pernikahan. Menyatukan 2 pemikiran yang berbeda itu gampang-gampang susah. Dan di dalam pernikahan inilah akan ada kisah-kisah manis dan pahit, yang akan menjadikan cinta dan kasih sayang itu menjadi kuat. Sampai akhirnya bisa mempersatukan pikiran yang berbeda.

Saat seseorang memiliki keinginan untuk menikah, tentu banyak sekali persiapannya, baik itu di pihak laki-laki ataupun perempuan. Tak bisa dipungkiri, sekarang biaya pernikahan mahal banget, apalagi kalau ingin mengadakan resepsi, upacara adat dan lainnya.

Seberapa penting seh tabungan pernikahan itu?

Kalau menurut saya seh penting banget. Mau itu ijab qobul saja atau hanya syukuran sederhana, tetap butuh yang namanya uang. Dulu neh, saat saya nikah, acara dilaksanakan di rumah, sederhana banget, tetap saya butuh dana lebih dari 25 juta. Murah banget ya? Iyalah itukan tahun berapa hehehe. Belum lagi nikahan saya ada sponsornya, dan souvenir saja bikin sendiri. Jadi ya gitu deh bisa terjangkau. Terus kemarin teman saya menikah, ijab saja tanpa ada resepsi, tetap saja butuh dana yang tidak sedikit.

Tidak salah deh saya sebut tabungan pernikahan itu penting, mau ada resepsi atau tidak, tetap butuh yang namanya dana. Kira-kira buat apa saja tabungan pernikahan?
  • Mengurus ini itu,  baik perjalanan ke KUA,  cari rias pegantin dan lainnya. Ga mungkinkan jalan kaki, pasti butuh bensin. Nah itukan, ada juga dana keluar. 
  • Beli mas kawin. Seperangat alat solat dan mas atau berlian atau permata, semuanya itu juga butuh yang namanya dana.
  • Seserahan. Nah apalagi yang satu ini duuh keluar dana yang tidak sedikit. Apalagi kalau calon istrinya pengen barang bermerk. Siap-siap deh dananya bisa ajip banget.
  • Resepsi hingga upacara adat. Nah, apalagi kalau punya mimpi bikin resepsi seperti artis-artis terkenal. Nabungnya harus kenceng banget. Karena butuh yang namanya catering, sound system, hiburan, dokumentasi, dekorasi, hingga gedung. Catet deh tuh berapa uang yang keluar.
Semua kebutuhan dana itu bisa disesuaikan dengan keinginan dari calon pasangan pegantin. Mau konsepnya sederhana atau mewah? Mau ada resepsi atau tidak? Semua dikembalikan lagi sama calon pegantin. Dan kalau ingin pesta pernikahan, pasti butuh banyak persiapan. Tapi, kalau calon pasangan ingin sederhana atau melaksanakan ijab saja, tentu dana dibutuhkan tidak terlalu banyak. Ga bakalan sampe 20 juta (sesuaikan saja harga emas sekarang ini). 

Nah, kalau punya mimpi mengadakan pesta pernikahan yang indah, bagaimana dong? Tentu saja sangat perlu sekali untuk menabung. Memiliki tabungan pernikahan ini juga bermanfaat dalam banyak hal. Misalnya neh sudah menabung, tapi pesta sederhana, budget masih banyak, kan bisa untuk cicil rumah atau beli kendaraan. Atau mungkin buka usaha untuk istrinya. Semua itu bisa dilakukan dengan dana pernikahan. Karena menabung itu tidak ada yang sia-sia. Berikut ini adalah cara menabung biaya pernikahan, yang sudah pernah saya lakukan:


1. Tentukan target menikah

Ini berlaku untuk yang masih single atau sudah memiliki pasangan ya. Misalnya neh, pengen menikah 4 tahun lagi. Segeralah buat tabungan khusus yang memang digunakan untuk menikah. Usahakan ini benar-benar terpisah ya dari tabungan yang biasa digunakan.

2. Tentukan perkiraan dana yang dibutuhkan

Nah, kira-kira kalau pengen ngadain resepsi di gedung atau di rumah, dana yang dibutuhkannya berapa? Misalnya neh dana nikah tahun ini 15 juta. Kalau dihitung 4 tahun lagi jadilah 4 kali lipat ya. 15 x 4 = 60 juta. Kita perkirakan saja 60 juta sebagai target biaya menikah. 

3. Tentukan periode menabung

Kan kalau bekerja itu pasti gajinya keluar bulanan neh. Jadi bisa deh tuh ditentukan mau menabung secara harian, mingguan, bulanan, atau per 3 bulan. Semua tergantung kemampuan masing-masing orang. Kalau menurut saya seh enaknya mingguan. Karena ini bisa melatih kita untuk belajar berhemat.

Caranya begini. Kalau sehari-hari kita mengeluaarkan uang untuk makan, ongkos dan lainnya, misal 100 ribu. Usahakan untuk sisihkan uang 15-20 ribu setiap harinya. Tinggal kalikan saja 20 ribu x 7= 140 ribu. Uang yang 140 ini segera tabung ke Bank setiap minggunya.

4. Konsisten menabung

Kalau 3 hal di atas sudah dilakukan, cobalah untuk konsisten menabung. Contohnya neh, diasumsikan si A target menikah 4 tahun dengan dana yang dibutuhkan 60 juta. A akan menabung secara harian, dengan jumlah 50 ribu rupiah. Kalau A konsisten menabung, berapa jumlah yang dia dapatkan.

Tabungan harian 50.000 x 30 hari
= 1.500.000

Saya asumsikan saja 30 hari biar mudah menghitungnya. Kalaupun Februari berbeda, tinggal tambahkan saja tabungannya, pokoknya kita genapkan saja 30 hari. Kalau sudah dikethui setiap bulan menabung 1.500.000, setahun saja sudah mendapatkan 18 juta. Kalau 4 tahun berarti si A mendapatkan 72 juta. Berarti A sudah bisa menabung melebihi targetnya. 

Kalau ingi menabungnya berhasil, cobalah untuk konsisten. Tipsnya hanya satu punya niat. Kalau ga ada niat untuk hemat dan bisa menabung, semuanya akan terasa berat dan sulit.

5. Gunakan tabungan dengan bijak

Tabungan sudah siap, calon juga sudah ada. Ini tinggal mendengar kata "sah". Usahakan neh untuk membelanjakan uang yang sudah terkumpul dengan susah payah dengan bijak. Jangan sampai berpikiran ada uang ini, beli seserahan ini itu, tapi akhirnya tidak terpakai, kan sayang banget. Jadi, cobalah untuk berbicara dari hati ke hati dengan calon pasangan, barang apa saja yang dibutuhkan? Kalau sudah terpenuhi dan ada sisa, tabungan bisa bermanfaat untuk kedepannya setelah menikah.

Nah bagaimana? Ga susahkan menabung untuk biaya menikah. Pasti gampang deh. Dengan adanya tabungan pernikahan, ga perlu lagi deh pinjam biaya nikah, atau pusing setelah menikah tabungan habis. Maka dari itu, tabungan menikah harus bisa terpisah dari tabungan biasanya. Usahakan jangan pake ATM, biar tidak kepake. Kalau pasangan ingin membuat tabungan bersama juga boleh. Tapi saran saya seh, setiap pasangan bikin tabungan pernikahan secara terpisah, baik itu laki-laki dan perempuan.

Apapun jenis tabungan itu, mau tabungan pernikahan, tabungan pendidikan dan lainnya. Menabung itu banyak manfaat untuk masa depan. Selain mengajarkan kita untuk berhemat, kita juga bisa konsisten dan disiplin. Dengan begitu, di masa depan kita akan mendapatkan banyak sekali keuntungan menabung, yang membuat hari-hari penuh kebahagiaan. Yuk kita menabung.  
   

You May Also Like

23 komentar

  1. Wah seandainya tipsnya dilaksanakan dari dulu, gak pusing soal dana nikah ya, mbak. Hehehe.

    Tambahan dari aku juga biasanya aku nabung sendiri. Gak mau dicampur sama calon suami. Tapi harus komitmen sama-sama menyisihkan uang untuk tabungan nikah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa mba, bener banget kalau bisa dipisah antara tabungan calon istri dan suami.

      Hapus
  2. Eeehhhmmm... Tipsnya saya simpan baik buat dipajang di dinding sebagai pengingat.

    Tapi mau nanya juga, kalau pasangan buka tabungan bersama buat nikahan ntar boleh nggak kira2.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Boleh banget mas, kan di atas saya bilang berlaku untuk laki-laki dan perempuan. Justru nabung bersama lebih enak. Tapi, usahakan tabungannya dipisah aja.

      Hapus
  3. Bner teh, nabung itu perlu banget.
    Kadang kalo udh gajian susah bgt nyisihin buat nabung, entar2an terus, akhirnya gk jadi
    Bner kuncinya niat dan konsisten.
    Thanks tipsnya, harus dicoba

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siap sama-sama, semoga bermanfaat ya

      Hapus
  4. Baca ini jadi kepengen buatin tabungan khusus anak buat nanti kalau nikah. Jadi saya ga bingung nyari utangan. Sekarang kan apa2 harus dipersiapkan dengan matang ya Mak. Apalagi masalah keuangan gini...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah itu hindari hutang ya mba. Bisa banget orang tua menabung untuk wujudkan mimpi anak

      Hapus
  5. Makasih kakak tipsnya,,rencana nikah sih ada tapi belom keliatan jodohnya ������.

    BalasHapus
  6. Teh Lis, kalau tabungan pernikahan ini direkomendasikan pakai tabungan bersama alias satu rekening khusus atau mending sendiri-sendiri aja?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Enaknya sendiri-sendiri mba, soalnya kitakan ga tau masalah jodoh, kadang yang sudah tunangan saja suka putus. Tapi semua balik lagi keputusan pasangan, mau pisah rekening atau satu saja.

      Hapus
  7. Makasiih sharingnyaa mbaak. Harus mulai dr skrng nih sembari memantaskan diri dan menunggu pangeran datang 😁

    BalasHapus
  8. Apalagi ke depannya biaya pernikahan bisa jadi makin melambung bahkan untuk pernikahan sederhana. Beneran harus nabung, nih :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba, setiap tahun biaya akan semakin naik, bisa beberapa kali lipat. Dan menabung menjadi penting banget. Selain tabungan pendidikan, tabungan pernikahan yang punya rencana masa depan juga penting.

      Hapus
  9. Sip tipsnya, bisa dicoba biar nanti gak cari utang ketika mau married, :)

    BalasHapus
  10. Bener banget mba. Biaya untuk menikah itu nggak sedikit. Alhamdulillah tabungan saya dan suami akhirnya bisa mencukupi biaya pernikahan kami. Memang nabung pas masih single dan belum punya calon itu juga perlu lho.

    BalasHapus
    Balasan
    1. IYa mba, meskipun belum punya calon, cobalah untuk menabung sedikit demi sedikit ya.

      Hapus
  11. Yang belum nikah harus rajin nabung, secara harga cabai semakin mahal eh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwkwkw, iya ga asyik ya kalau nikahan ga ada sambel goreng kentang atau makanan berbahan cabai

      Hapus
  12. tahun ini adik laki2ku menikah, hmmm kayaknya dia udah prepare sih tabungan untuk nikah, klo gak ya gak berani ngasih tau orang tua klo dia mau menikah ... maklum menikah tanpa subsidi ortu :) hehe

    BalasHapus

Terima kasih atas kunjungannya ya. Saya senang deh kalau kalian mau tinggalkan komentar, bisa bikin saya happy dan semangat nulisnya. Tapi, mohon maaf ya, untuk tidak meninggalkan link hidup. Terima Kasih. Salam hangat dari Pena Cinta Liswanti.