Saat Biaya Pendidikan Semakin Tinggi, Tidak Usah Galau. #SmileinAja

by - Sabtu, April 29, 2017


[Keuangan] Saat biaya pendidikan semakin tinggi, tidak usaha galau, #SmileinAja. Hidup itu banyak tantangan dan godaan. Tidak perlu risat atau galau, karena segala tantangan itu tidak perlu di lawan, kita harus bisa menghadapi semuanya dengan senyuman. Percuma kita mengeluh atau galau, lebih baik kita tetap tersenyum, sambil terus bekerja keras. 

Segala tantangan yang ada di hadapan kita memang sangat beragam. Sebagai ibu dengan 2 anak dan satu orang adik yang masih kecil, saya dihadapkan dengan tantangan baru, yakni biaya pendidikan. Setiap tahun, biaya pendidikan semakin meningkat tajam. Padahal setiap anak berhak untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik dan tinggi. Bukan saja biaya di Sekolah Dasar, tapi juga biaya di Perguruan Tinggi. Setiap anak pasti memiliki cita-cita untuk bisa masuk ke sekolah atau universitas terbaik. Tapi nyatanya dibebankan dengan biaya yang semakin tinggi setiap tahunnya.

Sebenarnya apa yang membuat biaya pendidikan semakin mahal? Kalau menurut saya seh, ini bisa jadi karena permintaan dan persediaan yang tidak seimbang. Misalnya neh banyak anak-anak yang ingin masuk di sekolah favorit, tapi sekolah seperti itu sangat terbatas, hasilnya saling berebut satu sama lainnya, dan inilah yang membuat biaya semakin tinggi. Belum lagi dengan berbagai kebijakan sampai dengan ekonomi yang ada di negara kita. 

Pendidikan mereka paling penting
Tantangan seperti ini memang selalu bikin pusing, otak jadi terus berputar dan bertanya-tanya, nanti anak sekolah dimana ya? Berapa biayanya? Inilah yang terkadang membuat pikiran jadi tidak tenang. Karena yang dipikirkan bukan saja biaya pendidikan, melainkan ongkos dan lainnya. Coba saja lihat, tahun 2001 saya masih bisa menikmati ongkos ke sekolah pulang pergi hanya 5000 rupiah, sepuluh tahun kemudian bisa naik berlipat-lipat. Dan ini menjadi tantangan yang harus dihadapi. Tidak perlu di lawan, cukup hadapi dengan senyuman.

Saya memiliki anak 2, yang satu sebentar lagi masuk SD, dan satu lagi masuk TK. Sedangkan adik saya 2 tahun lagi masuk SMP. Bisa dibayangkan berapa biaya yang akan saya siapkan untuk mereka ber 3, akan jauh lebih besar di tahun depannya. Saya sadar bahwa tingkat biaya pendidikan dari tahun ke tahun semakin naik. Maka dari itu saya melakukan berbagai hal, dan semua itu sudah saya lakukan sejak dini, atau saat mereka masih bayi. Karena segala tantangan di depan kita itu ga usah dijadikan galau apalagi dilawan, tapi harus dijalani dengan senyum.

Menghadapi tantangan kehidupan memang harus dengan senyuman. Saya jadi ingat dengan nasihat almarhum ayah saya, mau punya uang ataupun tidak, kita tetap harus tersenyum dan bahagia. Dan menghadapi tantangan tersebut, ada beberapa hal yang saya lakukan, seperti:



1. Tabungan

Semenjak anak saya lahir ke dunia di tahun 2010, saya sudah menyimpan tabungan khusus untuk dirinya, yang bisa dipergunakannya di masa depan. Perhari saya simpan uang 50 ribu, dan setiap minggu saya tabungankan untuk anak. Alhamdulillah, saat masuk TK, bisa digunakan sebagian. Tabungan khusus tanpa ATM ini memang sengaja saya buat buat anak dan adik saya yang masih kecil, supaya kebutuhan mereka saat sekolah bisa terpenuhi.

2. Investasi

Sebenarnya sudah sejak lama, atau saat saya sadar, bahwa boros itu tidak baik. Saya mulai berbenah dengan mengumpulkan uang untuk bisa membeli sedidang tanah atau emas. Semua saya beli bukan untuk gaya hidup, melainkan investasi di masa depan. Bukan saya berguna untuk anak, tapi juga masa pensiun saya dan suami. Investasi yang saya lakukan lebih ke membeli tanah, dan emas. Ini cara termudah yang bisa dilakukan. Pengennya seh investasi properti, tapi uangnya tidak cukup. Karea investasi properti pun bagusnya untuk jangan panjang, yang memang susah diuangkan saat butuh cepat. Misal buat anak kuliah di Universitas.

Cara yang saya lakukan cukup mudah, saat masih kerja sudah menyimpan 20-30% dari penghasilan, dan saya kumpulkan. Setelah banyak, barulah dibelikan tanah atau emas. Tanah ini saya olah supaya bisa menghasilkan, artinya bisa bermanfaat setiap bulannya dan ada pemasukan. Uang yang dihasilkan dari bercocok tanah, saya simpan untuk tabungan anak di masa depan. Investasi ini juga banyak macamnya, kita bisa sesuaikan dengan kemampuan. Bisa juga loh dengan investasi reksadana atau bahkan saham. Saya juga punya reksadana, perbulannya tidak terlalu mahal kok. 

3. Berhemat
Ilustrasi Mencatat Pengeluaran By. Canva
Menghadapi tantangan kehidupan, bukan saja dengan menyiapkan tabungan atau investasi saja. Tapi juga melawan diri kita dari sikap boros, yang bisa merugikan dan penyesalan di kemudian hari. Kita harus cerdas dalam mengatur keuangan. Jangan sampai pegeluaran lebih banyak daripada pemasukan. Caranya:
  • Mencatat semua pengeluaran harian atau bulanan, dari mulai ongkos, hutang, hingga makan.
  • Mecatat semua pemasukan (kalau memiliki banyak job sana sini).
  • Menentukan budget setiap bulan
  • Mencatat semua kebutuhan
  • Batasi kebutuhan yang tidak terlalu penting.
  • Kurangi nongkrong.
Dengan berhemat, yakin deh tantangan apapun bisa dihadapi dengan senyuman, tanpa rasa takut dan galau. Sebagai ibu berhemat itu penting banget, supaya dompet tetap tebel, dan bahagia setiap harinya. Tidak ada kata bingung dan galau di akhir bulan. dengan berhemat kita bisa merencakan pendidikan anak yang lebih baik lagi.

4. Asuransi Pendidikan

Sejak anak-anak lahir, selain menabung, hal pertama yang saya lakukan adalah ikut asuransi pendidikan. Dengan asuransi pendidikan ini, kita sebagai orang tua bisa merencanakan masa depan anak. Misal buat masuk SMA dan Universitas terbaik. Karena biasanya, pendidikan yang paling tinggi itu adalah di SMA dan Universitas. Perencanaannya pun harus lebih maksimal. Dengan asuransi pendidikan kita bisa memperkirakan biaya pendidikan anak di masa depan, yang terus naik setiap tahunnnya.

Dengan asuransi pendidikan, tentu menjamin masa depan anak dan mampu mewujudkan cita-citanya. Karena kita tidak akan pernah tahu, kapan meninggalkan kehidupan ini. Kalau sudah dipersiapkan sejak dini, tantangan seberat apapun bisa kita hadapi dengan senyuman.

Seberat apapun tantangan yang ada di hadapan kita, jangan pernah sampai mengeluh atau bahkan menjadi galau. Kita harus hadapi semua dengan selalu bekerja keras, tidak menyerah, pandai bersyukur, dan sudah pasti hadapi dengan senyuman. Beberapa hal di atas, saya jalani tanpa rasa berat dan pusing, karena semuanya saya jalani dengan senang hati. Ada rezeki sedikit simpan buat anak. Apalagi sebagai seorang ibu jangan keseringan galau, karena itu tidak akan memberikan solusi.


Kita sebagai orang tua, tentu saja ingin menyaksikan anak bisa mewujudkan cita-citanya. Masuk ke Unniversitas pilihan, hingga mendampinginya saat kelulusan. Jangan sampai mimppi indah dan kebersamaan dengan keluarga itu terganggu karena sakit atau yang paling pahit meninggalkan mereka. Jangan sampai juga apa yang sudah kita niatkan untuk kebahagiaan anak di masa depan, semuanya berantakan karena kita sudah tiada. Semenjak ayah saya tiada, saya jadi sadar bahwa asuransi jiwa itu sangatlah penting.

Sekarang ini banyak sekali perusahaan asuransi jiwa yang bisa menjadi pilihan. Tapi ingat, jangan sampai salah, karena kita harus memilih perusahaan asuransi jiwa yang sudah berpengalaman dan terpercaya. Salah satu yang bisa menjadi pilihan adalah Sinarmas MSIG Life Insurance (SMiLe). Perusahaan asuransi ini didirikan pada tanggal 14 April 1985, yang artinya sudah ada sejak 32 tahun yang lalu. 

SMiLe sudah mengalami banyak perkembangan dan perubahan, yang hadir pertama kali dengan nama PT. Asuransi Jiwa Purnamala Internasional Indonesia, sampai akhirnya melakukan joint venture dengan Mitsui Sumitomo Insurance Co., Ltd di tahun 2011. Maka sejak saat itu, sekitar 50% kepemilikan MSIG Life di bawah PT. Sinar Mas Multi Artha, Tbk dan 50% dimiliki Mitsui Sumitomo Insurance Co.,Ltd.

Sinarmas MSIG Life ini adalah anak perusahaan dari PT. Sinar Mas Multiartha Tbk, menjadi satu dari enam pilar bisnis Sinar Mas yang menyediakan layanan finansial yang terpadu dan menyeluruh. Meliputi perbankan, asuransi, pembiayaan, pasar modal, manajemen aset, jasa administrasi saham, keamanan, perdagangan, serta industri dan teknologi informasi. Perkembangan dari Sinarmas MSIG Life didukung oleh kondisi keuangan yang sangat baik, memiliki inovasi produk dan layanan nasabah serta adanya kepemilikan jaringan bisnis yang luas.

Semenjak kehadirannya, hingga Juni 2014, Sinarmas MSIG Life sudah melayani nasabah lebih dari 790.000, baik individu maupun kelompok di 69 kota. Memiliki 113 kantor pemasaran yang tersebar di Indonesia dan 10.500 marketing, perusahaan ini siap menyediakan layanan terbaik untuk kebutuhan financial maupun perusahaan. Informasi lebih lanjut tentang SMiLe bisa langsung dilihat di media sosialnya sebagai berikut:
  • Website: www.sinarmasmsiglife.co.id
  • Twitter: @sinarmasmsiglife
  • Facebook: sinarmasmsig
  • Instagram: @sinarmasmsiglife
  • Youtube: user/SMiLe140485

Dan perlu dietahui juga, SMiLe sudah tercatat sebagai 10 besar perusahaan dengan aset terbesar di industri asuransi jiwa, yakni senilai 15,56 triliun. Dengan pendapatan premi senilai 6,59 triliun. Brand SMiLe (Sinarmas MSIG Life) diperkenalkan kepada masyarakat luas pada 2013. SMiLe sudah memiliki banyak penghargaan, seperti dinobatkan oleh infobank sebagai Digital Brand Of The Year 2015 terbaik ke 3 untuk kategori Asuransi Jiwa pada bulan Maret 2015. Selain itu, mendaulat sebagai Unit Bisnis Syariah Sinarmas MSIG Life sebagai Asuransi Jiwa Syariah terbaik dari Majalah Investor.

Tidak salah ya, kalau perusahaan ini sudah bertahan lama, karena mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Produk yang ditawarkannya pun cukup beragam, mulai dari Produk individu (Asuransi Dasar Tradisional, Asuransi Unit Link dan Asuransi Syariah), produk Bank (SIMAS Power Link, SIMAS Prima, hingga SIMAS Prime Link), dan produk kumpulan (SMILE MEDICARE, Ekawarsa hingga Ekasejahtera).


Jadi, tidak usah galau ya, saat biaya pendidikan semakin tinggi dan mahal, kita harus bisa hadapi tantangan kehidupan dengan semangat dan #SmileinAja. Supaya berbagai tantangan itu bisa terlewati dengan mudah. Dan yakinlah selalu bahwa kita bisa hadapi tantangan dengan senyuman.

You May Also Like

12 komentar

  1. Aku juga udah mulai rajin menabung.. pendidikan makin mahal soalnya ya mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba mahal banget, apalagi kalau anak pengen jadi dokter atau pilot

      Hapus
  2. Harga pendidikan memang semakin tinggi ya mba. Harus rajin menabung dan berhemat :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar sekali, menabung dan berhemat memang penting

      Hapus
  3. Iya nih, sedia tabungan atau asuransi pendidikan untuk anak itu penting banget ya maaak.. Nggak kebayang gimana mahalnya biaya kuliah mereka nanti.. Huhuhuu.. Makasi infonya ya mak Lis..

    BalasHapus
  4. Mlai kumpul2in emas untuk "disulap" jadi uang sekolahnya Alfath. Huhu.

    BalasHapus
  5. Agak susah sih mbak kalau udah masalah ekonomi dihadapi dengan senyuman, kadang malah bikin kepikiran sampe berat badan turun. Tips mengadapi masalah kehidupan keren mudah2an bisa saya terapkan , mumpung masih muda hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Buktinya aku tetep gemuk loh hehehe. Nah iya masih mudah iitu harus rajin menabung Anjar.

      Hapus
  6. Baru sampe tahap rajin menabung, mau mulai investasi bingung milih produknya yang mana...heu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tergantung dana mba, Investasi yang biasa saja dulu, misal reksadana atau mungkin emass.

      Hapus

Terima kasih atas kunjungannya ya. Saya senang deh kalau kalian mau tinggalkan komentar, bisa bikin saya happy dan semangat nulisnya. Tapi, mohon maaf ya, untuk tidak meninggalkan link hidup. Terima Kasih. Salam hangat dari Pena Cinta Liswanti.