Tradisi Lebaran Yang Membuat Rindu

by - Sabtu, Juni 24, 2017


[Lifestyle] Ramadan akan berakhir, dan hari raya idul fitri akan segera datang. Takbir-takbir akan berkumandang. Anak-anak akan bersuka cita dapat uang salam tempel. Keluarga akan saling berpelukan, bercanda, hingga makan bersama. Dan yang pasti indahnya ramadan dan lebaran selalu dibuat rindu untuk selalu menikmati kebersamaan.

Tradisi liburan sudah dilakukan sejak zaman dulu, masyarakat melakukannya penuh kegembiraan. Karena sudah menjalankan ibadah puasa sebulan penuh. Menjelang lebaran, masyarakat akan melakukan tradisi-tradisi yang telah dilakukan turun temurun. Dari mulai bikin ketupat, menyiapkan kue, hingga memberikan uang lebaran. Yang biasanya diberikan kepada mereka yang belum berkeluarga dan bekerja. Ada beberapa tradisi lebaran yang membuat saya rindu, seperti:

1. Mudik

Mudik ada yang pake transportasi udara, darat dan laut
Mudik juga menjadi tradisi lebaran yang selalu masyarakat lakukan hingga kini. Saat lebaran akan datang, keluarga yang tinggal jauh dari orang tua dan hidup merantau, akan melakukan mudik ke kampung halaman. Biasanya meraka akan pulang setelah anak-anaknya libur sekolah atau libur kerja. Puncak arus mudik akan terjadi dari H-3 lebaran.

Baca juga Mudik Dengan Transportasi Udara

Biasanya mudik ke kampung halaman dilakukan masyarakat sangat beragam. Ada yang pulang kampung menggunakan transportasi udara, darat dan laut. Bahkan mudik dengan jalur darat, ada yang menggunakan mobil pribadi, motor, dan bus. Yang paling berkesan saat mudik pake jalur darat adalah macetnya dimana-mana. Bahkan jarak kampung halaman yang biasanya hanya 5 jam, bisa ditempuh hingga 10 jam lebih saat lebaran. 

Tentu ini menjadi cerita tersendiri dari masyarakat, yang pasti membuat berkesan. Tengok saja temlen media sosial, yang selalu mengabadikan moment mudik yang seru. Semua stasiun juga pasti penuh, dari stasiun kereta api, terminal bus, pelabuhan hingga bandara. Kalau tidak ingin bermacet-macetan saat pulang kampung, bisa pake jalur udara, laut, dan kereta. Semua itu tergantung pilihan masing-masing orang untuk menikmati tradisi mudik menjelang lebaran.

2. Mengolah makanan lebaran

Ayo bikin ketupat, opor, dan lainnya
Menjelang lebaran, sudah dipastikan pasar-pasar tradisional hingga supermarket penuh sesak. Apalagi pasar tradisional, semuanya saling berdesakan untuk membeli kebutuhan lebaran, seperti belanja daging, kulit ketupat, bumbu masakan hingga penjual ikan. Semua memiliki keinginan tersendiri untuk mengolah makanan lebaran. Kebanyakan seh pada bikin ketupat, opor, hingga gulai kambing. Emmm, saya sendiri suka senang berburu belanjaan mnejelang lebaran. Dan bersama dengan ibu untuk memasaknya.

Andai ada Bapak, pasti selalu rame dengan keinginannya membuat menu sendiri, yakni goreng jeroan sapi atau kambing. Ga boleh itu yang memasaknya, selain bapak sendiri. Dan masakannya memang enak banget. Ini yang selalu membuat saya rindu dengan bapak kalau lebaran. Apalagi saat menyiapkan menu lebaran.

3. Tradisi salam tempel (angpau)


Tradisi salam tempel juga sudah ada sejak lama, bisa dibilang ini THR buat anak-anak karena sudah sebulan penuh berpuasa. Tradisi ini dilakukan oleh orang tua kepada anak, atau ponakan. Dan yang sudah kerja akann berbagi juga kepada ponakan atau adik-adiknya. Tradisi ini paling ditunggu sama anak-anak, karena pasti mereka punya uang baru. Bahkan tak sedikit anak-anak yang punya uang banyak saat lebaran, dan membelikannya barang-barang kesukaan mereka.

4. Bersilaturahmi

Indahnya lebaran adalah bersilaturahmi dan berkumpul dengan keluarga besar. Biasanya kita-kita yang masih muda mengunjungi rumah erabat atau keluarga yang lebih tua. Tradisi ini paling dinanti, yang tadinya jarang berkumpul akan semakin dekat. Yang tadinya lagi bermusuhan akan berbaikan. Dan itulah indahnya silaturahmi serta lebaran, yang semuanya kembali ke fitrah. Saling berpelukan dan tertawa lepas saat berkumpul dengan keluarga besar. Bisa sambil menikmati hidangan lebaran, atau kue-kue manis yang telah dibuat.
  

Saat lebaran datang, yang tak boleh terlupakan adalah jiarah kubur ke makam keluarga yang sudah berpulang lebih dulu. Dulu saya berjiarah ke makan kakek, ua, dan nenek buyut. Tapi semenjak bapak berpulang 10 tahun lalu. Saya tak boleh absen untuk berjiarah ke makam bapak dan nenek. Ini membuat hati terasa sesak, karena saya dan keluarga sangat merindukannya. Berjiarah juga jangan hanya lebaran saja, doa yang dipanjatkan harus terus mengalir setiap harinya untuk mereka yang telah berpulang terlebih dahulu.

Tradisi lebaran memang selalu dinanti dan membuat rindu. Karena ada banyak hal yang jarang sekali dilakukan, terutama yang tinggal jauh dari kampung halaman. Moment ini memang selalu dinanti saat perayaan hari besar seperti idul fitri. Selamat mudik dan berkumpul dengan keluarga ya. Terima kasih juga untuk semua pembaca blog dari www.liswantipertiwi.com. Mohon maaf apabila ada salah-salah kata. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1438H, Mohon Maaf Lahir dan Bathin.

Ayo kalian mudik kemana neh tahun ini? Tradisi mana saja yang selalu dirindukan. Sharing yuuuk. 

You May Also Like

18 komentar

  1. dari mulai kecil sampe sekarang, saya doyan banget dapat salam tempel
    #ehh

    BalasHapus
  2. Aq dapet salam tempelnya g mbak liswanti. Membuat rindu nih. Hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Boleh neh mas Adi, kesini saja wkwkwk

      Hapus
  3. selalu rindu moment moment lebaran dan ramadhannya .. pokoknya rindu setengah mati

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lebaran dan ramadan memang selalu membuat rindu yak. Semoga bisa bertemu dengan lebaran di tahun depan.

      Hapus
  4. Aduh klo saya paling nggak bisa mengolah makanan soalnya ga jago masak hehehe

    BalasHapus
  5. Sampai tadi malam pun aku masih bahagiya karena masih dapat uang dari muter muter lebaran dari pengasuh jaman dulu kala Yihaaaaaa

    BalasHapus
  6. Lebaran in Indonesia is not about Muslim Celebration but more than it. Lebaran make culture, make a good condition and I'm happy. ALHAMDULILAH

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lebaran memang selalu membuat senang

      Hapus
  7. waah...semua tradisi mudik saya sukaaa...kecuali mudik...

    BalasHapus
  8. Alhamdululilah mohin maaf lahir bathin mbak liswanti,. BTW tradisi lebaran yg paling saya nanti waktu kecil dulu ya cuma salam tempel heheh,. Apalagi kalau salam tempel uang pecahan pak soekarno-hatta

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mohon maaf lahir bathin ya Anjar. Salam tempel selalu bikin tersenyum ya.

      Hapus
  9. mudik ke mana nih mba Liswanti?

    BalasHapus

Terima kasih atas kunjungannya ya. Saya senang deh kalau kalian mau tinggalkan komentar, bisa bikin saya happy dan semangat nulisnya. Tapi, mohon maaf ya, untuk tidak meninggalkan link hidup. Terima Kasih. Salam hangat dari Pena Cinta Liswanti.