Pentingnya Memperhatikan Kesehatan Jiwa Dan Fisik Saat Bekerja

by - Sabtu, Oktober 07, 2017


[Kesehatan] Jalanan Jakarta yang selalu macet di pagi dan sore hari memang membuat lelah. Saya merasakan betul saat masih bekerja di Jakarta Barat, biarpun berangkat jam 5 subuh, tetap saja terjebak macet, sehingga sampai kantor pun sudah setengah 8. Begitupun saat pulang kerja, dari kantor jam 5 sampai rumah bisa jam 9 malam. 

Pemandangan kemacetan seperti ini setiap hari saya jalani. Sempat membuat lelah dan stres. Apalagi saat berdesak-desakan di bus atau busway, duuh sesuatu banget. Maklumlah dulu belum ada ojek online. Yang paling membuat saya sedih, ketika tidak bisa menjaga kandungan, sehingga harus kehilangan di minggu ke 8.

Kesehatan Jiwa Di Tempat Kerja


Tubuh lelah dan stress memang tidak baik, sudah pasti akan menganggu aktivitas pekerjaan. Belum kalau sakit, harus izin ga masuk kerja. Akhirnya beban pekerjaan semakin menumpuk. Maka dari itu penting sekali memperhatikan kesehatan jiwa dn fisik saat bekerja. Pada Rabu 3 Oktober 2017, saya mengikuti diskusi bersama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Jiwa Sedunia 2017 dengan tema "Kesehatan Jiwa Di Tempat Kerja".

Pada hari itu ada 2 narasumber yang hadir, yakni Dr. dr. Fidiansjah, Sp.KJ, MPH dan Eka Viora selaku Ketua Umum Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa. Hari Kesehatan Jiwa Sedunia diperingati pada tanggal 10 Oktober yang memiliki tujuan adalah meningkatkan kesadaran seluruh warga dunia akan pentingnya masalah kesehatan jiwa serta memobilisasi segala upaya untuk mendukung kesehatan jiwa. 

Perlu kita ketahui bahwa masalah kesehatan jiwa dan fisik saling terkait dan mempengaruhi, salah satunya masalah depresi bisa berdampak pada Jantung. Apalagi 1 dari 6,8 orang mengalami masalah kesehatan jiwa di tempat kerja. Bahkan wanita yang kerja fulltime hampir 2 kali lebih besar menderita masalah kesehatan jiwa dibandingkan laki-laki , itu karena beban pekerjaannya lebih banyak, yakni di rumah dan kantor. 

Kenapa kesehatan kerja ini perlu diperhatikan?


Karena kalau keluarga sehat, pekerja sehat sama dengan keluarga bahagia, sedangkan kalau keluarga sakit, pekerja sehat sama dengan beban keluarga. Selain itu kalau keluarga sehat, pekerja sakit sama dengan masalah keluarga, dan kalau keluarga sakit, pekerja sakit sama dengan bencana keluarga. Maka dari itu penting sekali memperhatikan kesehatan, supaya selalu bahagia. Kesehatan jiwa di tempat kerja sangat penting, karena:
  • 10% dari pekerja mengajukan cuti dikarenakan depresi.
  • 36% rata-rata 36 hari kerja hilang dikarenakan depresi.
  • 50% orang dengan depresi tidak mendapat perawatan.
  • 94% Gejala kognitif depresi, seperti misalnya kesulitan dalam berkonsentrasi, membuat keputusan dan mengingat, terjadi selama episode depresi, yang menyebabkan penurunan fungsi kerja dan produktivitas yang signifikan.
  • 43% dari level pimpinan menginginkan adanya kebijakan yang mendukung terkait pekerja yang mengalami gangguan jiwa. Saat ini para pekerja masih kesulitan menyampaikan bahwa mereka mengalami gangguan jiwa di tempat kerja.
Kesehatan jiwa penting mengingat biaya yang dikeluarkan pun tidaklah sedikit. Bahkan secara global estimassi biaya per tahun dari penanganan masalah kesehatan jiwa ini sebesar 2.5 trilliun USD dan diperkirakan akan terus bertambah. Banyak sekali kasus keselamatan dan kesehatan karyawan, salah satunya seperti stress, kesehatan mental dan depresi. Ini bisa dari beberapa faktor, salah satunya faktor psikologis, baik itu hubungan dengan orang, pekerjaan, dan lingkungan kerja. Maka dari itu lingkungan kerja yang nyaman juga penting banget ya, apalagi kalau sering bikin stress karena macet.

Penyebab penyakit akibat kerja juga banyak seperti golongan fisika (suhu ekstrem, bising, hingga tekanan udara), golongan kimia (semua bahan kimia dalam bentuk debu, uap, logam, gas hingga kabut), golongan biologi (bakteri, jamur hingga virus), golongan ergonomi (angkat angkut berat, posisi kerja janggal, hingga penerangan), dan golongan psikososial (organisasi kerja, kerja monoton, kerja shift, hingga kekerasan).  Ada beberapa pencegahan penyakit akibat kerja, seperti:
  • Melakukan identifikasi potensi bahaya penyakit akibat kerja.
  • Promosi kesehatan kerja sesuai dengan hasil identifikasi potensi bahaya yang ada di tempat kerja.
  • Melakukan pengendalian potensi bahaya di tempat kerja.
  • Pemberian informasi mengenai alat pelindung diri yang sesuai dengan potensi bahaya yang ada di tempat kerja dan cara pemakaian alat pelindung diri yang benar.
  • Pemberian imunisasi bagi pekerja yang terpajan dengan agen biologi tertentu. 
Selain itu bisa juga dengan penerapan paradigma sehat, baik dengan pendekatan keluarga dan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS). Germas ini menjadi suatu tindakan yang sistematis dan terencana yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan, dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup. Germas memiliki tujuan untuk meningkatkan produktivitas penduduk, hingga memperbaiki kualitas hidup masyarakat.

Kesehatan memang penting, apalagi kesehatan jiwa ditempat kerja berdampak terhadap perilaku dan produktivitas pekerja. Padahal ya bekerja itu baik untuk kesehatan jiwa, tapi lingkungan kerja yang buruk dapat menyebabkan masalah kesehatan fisik dan jiwa. Bahkan depresi dan kecemasan memiliki dampak ekonomi yang signifikan. Secara global, lebih dari 300 juta orang menderita depresi yang merupakan penyebab utama disabilitas. Tapi dengan tempat kerja yang mempromosikan kesehatan jiwa dan mendukung orang dengan gangguan jiwa dapat mengurangi ketidakhadiran serta meningkatnya produktivitas.


Ada beberapa penyebab masalah kesehatan jiwa di tempat kerja, seperti 29% faktor stress mental, 33% tekanan kerja, 17% kekerasan, dan 21% pelecehan dan atau intimidasi. Supaya terhindr dari segala masalah kesehatan jiwa, bisa loh pekerja melakukan stretching exercise sehingga bisa selalu nyaman saat bekerja. Kalau sampai stress, cobalah untuk bisa mengungkapkan apa yang ada dalam pikiran, supaya tidak menjadi beban. Karena stress itu tidak baik buat kesehatan yang bisa mengakibatkan banyak masalah, seperti kerontokan rambut, insomnia, sakit kepala, hipertensi, gangguan menstruasi, hingga masalah kulit. Ada banyak penyebab stress, seperti:
  • Lingkungan: Ketidakpastian ekonomi, ketidakpastian politik dan keamanan, kemajuan teknologi, kemacetan, polusi dan birokrasi.
  • Organisasi: Tuntutan atau tekanan untuk menunaikan tugasnya, tuntutan pekerjaan, hingga tuntutan antar pribadi.
  • Individu: Masalah keluarga, masalah ekonomi, hingga karakteristik kepribadian.
Stres itu terbagi menjadi 2, yakni stres positif dan negatif. Stres positif ini menjadi pendorong agar orang termotivasi lebih pro aktif, memacu alam pikiran untuk menghadapi masalah yang menjadi sumber stres. Sedangkan stres negatif itu menjadikan hidup tidak bergairah, semakin lesu, menimbulkan keluhan dan gangguan, seperti rasa cemas, depresi dan gangguan fisik.

Ilustrasi hidup sehat
Maka dari itu supaya terhindar dari stres yang menganggu kesehatan jiwa, penting sekali untuk bisa mengelola stres, salah satu tujuannya untuk mengenal penyebab stres dan mengetahui teknik dalam mengelola stres dan memperbaiki kualitas hidup individu agar menjadi lebih baik. Cara mengelola stres bisa dilakukan dengan:
  • Hindari situasi yang mengancam.
  • Ubah bagaimana anda melihat situasi.
  • Buat prioritas.
  • Kontrol situasi.
  • Kelola bagaimana stres mempengaruhi diri kita.
  • Buat tujuan yang realistis.
  • Relaksasi.
  • Cari tahu apa yang lebih penting.
Mengelola stres yang baik, tentunya bisa terhindar dari segala masalah. Sehingga kesehatan jiwa dan fisik selalu terjaga. Karena kita pun tidak inginkan kesehatan jiwa terganggu yang mengakibatkan produktivitas kerja ataupun aktivitas harian menurun. Maka dari itu kita harus bisa memperhatikan kesehatan jiwa dan fisik saat bekerja. Supaya keluarga pun selalu bahagia.  

You May Also Like

12 komentar

  1. Kalau jiwa sehat saat bekerja, pekerjaan pun semakin lancar :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener banget mba, jiwa yang sehat kerjaanpun lancar

      Hapus
  2. Paling penting memang menjaga pola hidup. Apalagi makanan. Terlalu banyak makanan nggak sehat saat ini.

    BalasHapus
  3. mengelola stres sebagai jalan menjaga semangat kerja.

    BalasHapus
  4. depresi itu serem ceu, baca kisah orang yang ceria ternyata mudah depresi
    intinya, untuk kerja sih harus tanpa beban biar jiwa tenang dan fisik bugar :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pekerjaan harus di bawa happy ya biar ga depresi

      Hapus
  5. lumayan juga ya yang cuti karena depresi
    ih ngeri

    BalasHapus
  6. Kesehatan jiwa jg harus diperhatikan,jgn cm kesehatan fisik saja yang diutamakan. Hrus sering bersyukur dan refreshing kayaknya nih biar gk mudah depresi.

    BalasHapus
  7. memang kadang kl di tempat kerja itu suak stres saat banyak kerjaan, ada teman yang nyebelin belum kalau bos marah2

    BalasHapus
  8. pekerjaan yang menumpuk membuat stres bun hehehe...
    di bawak happy tetap saya terbayang-bayang.
    intinya tetap bersyukur, semoga dimudahkan semuanya dalam segala hal buat kita semua.kesehatan harus di nomor 1 kan.

    BalasHapus

Terima kasih atas kunjungannya ya. Saya senang deh kalau kalian mau tinggalkan komentar, bisa bikin saya happy dan semangat nulisnya. Tapi, mohon maaf ya, untuk tidak meninggalkan link hidup. Terima Kasih. Salam hangat dari Pena Cinta Liswanti.