Sajak Perantau

Aku yang telah pergi cukup lama
yang tak jarang pulang
yang tak pernah bertemu
hanya mampu menyapa dari jauh
lewat suara dari hembusan angin
akulah sang perantau
yang mulai kesepian
ini bukanlah kampung halaman
ini sungguh terasa sesak
sang perantau mulai terasa bosan
sang perantau mulai terdiam
dikota yang terasa asing
dikota yang terasa pengap
dikota yang terasa panas
ribuan manusia yang terus memadati kota
dengan cerita-cerita indah
tapi penuh kebohongan
wajah-wajah penuh kepalsuan
menghiasi di setiap sudut kehidupan
di perantauan ini begitu asing terasa
tapi satu yang terasa kuat
ada kau pendamping hidupku
perantau..perantau
disini ada saudara baru
yang akan tetap menjadi sahabat terbaik

Tidak ada komentar

Hai kakak, terima kasih ya sudah berkunjung, seneng deh selalu dikunjungi. Boleh banget kasih komentar, tapi jangan kasih link hidup ya, url blognya aja, Insya Allah saya kunjungi balik. Yuuk ah, memberikan komentar dengan bijak. Kalau ada pertanyaan kurang jelas, saran, kritik, hingga ingin bekerjasama bisa langsung email ke Lis.pertiwi@ymail.com

Salam. Liswanti Pertiwi