Cerdas Kelola Uang Wujud Kartini Modern Melek Finansial

cerdas-kelola-uang

Percaya atau tidak, sebagai perempuan, terutama yang sudah berumah tangga, sering kali memutar otak untuk mengelola sisa anggaran di akhir bulan. Banyak sekali tantangannya, karena kita sebagai perempuan harus bisa mengelola dengan sebaik mungkin, supaya dana tersisa bisa mencukupi kebutuhan rumah tangga dengan sangat bijak. Itulah mengapa seorang perempuan penting sekali melek finansial.

Jika dahulu Kartini memperjuangkan akses pendidikan bagi perempuan, kini perempuan memiliki peluang lebih luas untuk menjadi sosok yang mandiri secara ekonomi dengan literasi finansial. Cerdas mengelola keuangan menjadi salah satu wujud nyata dari semangat Kartini. Apalagi menjadi Kartini modern berarti memahami cara mengatur uang yang keluar dan uang masuk, memiliki dana darurat, serta memahami dan mampu membedakan antara kebutuhan vs keinginan.

Kartini Modern Melek Finansial bersama Female Digest

kelola-uang
Foto by Canva
Perempuan sering berperan sebagai manajer keuangan keluarga. Peran ini bukan hanya sekadar rutinitas, tapi sebagai bentuk kecerdasan dan kemandirian. Mulai dari menyusun anggaran bulanan, mengatur prioritas kebutuhan, hingga memastikan keluarga memiliki dana darurat. Maka dari itu, perempuan memegang kendali dalam menjaga stabilitas ekonomi keluarga.

Dan bertepatan di Hari Kartini pada Selasa, 21 April 2026, Female Digest mengajak Kartini Modern untuk melek finansial dalam Webinar yang berjudul "Literasi Tinggi, Risiko Rendah, Kartini Modern Melek Finansial" yang menghadirkan 2 narasumber:
  • Dedek Gunawan, S.E., M.A.,CFP, selaku Financial Planner & Founder PBP
  • Diana Anggraini, S.T., M.Si selaku Doen LSPR Institue of Communication & Business
Dengan moderator Ruth Ninajanty, B.A selaku Community Development Manager Fimale Digest.

Acara yang disponsori oleh ParagonCorp dengan brand Wardah dan Nutrifood dengan brand Tropicana Slim, diisi dengan materi-materi yang sangat bermanfaat untuk semua Kartini Modern lebih banyak belajar tentang finansial. Dan saya akan rangkum materi yang dibahas oleh ke 2 narasumber hebat ini.

Melek finansial pada dasarnya adalah berbicara tentang keuangan (melek finansial = perencanaan keuangan), yang tentu ini akan lebih jelas dan terarah. Perencaan keuangan itu seperti sebuah perjalanan di jalan yang berliku, setiap orang sangat penting untuk bisa menentukan tujuannya, kemana ingin pergi, bagaimana cara mencapainya, hingga kapan target itu bisa diwujudkan, supaya tidak sekadar ikut-ikutan saja tanpa arah yang jelas. 

Dalam membuat perencanaan keuangan, kita penting sekali untuk mempersiapkan fondasinya dahulu supaya lebih kuat, dengan apa? Tentu saja dengan memiliki dana darurat dan asuransi, sehingga perjalanan finansial akan tetap aman meski menghadapi risiko di tengah jalan. Dengan perencanaan yang matang, tentu untuk mencapai tujuan akan lebih pasti dan terarah.

melek-finansial

Ini menarik sekali dan wajib dicoba nih, saat mba Dedek menyampaikan tentang pembahasan financial stages. Dimana ini akan menjelaskan tentang beberapa wahapan yang berkembang seiring waktu:
  1. Wealth Essentials, di tahapan ini menjadi fase awal seseorang mulai membangun fondasi dengan memiliki penghasilan dan pola pikir yang tepat dalam mengelola keuangan. 
  2. Wealth Accelerator, di tahapan ini seseorang masuk ke dalam karir yang meningkat, kebutuhan mulai bertambah, dan tanggung jawab seperti berkeluarga akan mulai muncul sehingga kita harus mulai dengan perencanaan keuangan yang matang.
  3. Wealth preserver, dan ini adalah tahapan akhir dalam menjaga kekayaan, disini fokus seseorang mulai beralih pada persiapan pensiun melalui pengelolaan aset dan perencanaan jangka panjang. Yang pada akhirnya, kita tinggal menikmati pensiun dengan merasakan hasil dari perencanaan yang dilakukan, sambil tetap menjaga keberlanjutan keuangan untuk masa depan atau warisan.
Agar perencanaan keuangan dapat berjalan dengan baik, penting sekali kita untuk lebih menjaga diri dan menghindari siklus impulsif yang kerap menggoda. 

melek-financial

Seperti dalam pembahasan mba Diana, Siklus Impulsif dalam perilaku keuangan sering terjadi tanpa disadari, apalagi di era digital seperti sekarang, misalnya saja nih suka scroll di marketplace, akhirnya lihat banyak promo dan berpikiran sayang kalau dilewatkan, akhirnya beli, padahal itu gak penting dan butuh-butuh banget. 

Siklus ini biasanya dimulai dari rangsangan menarik seperti promo, yang akhirnya muncul ilusi diskon dan memiliki rasa takut ketinggalan. Pada akhirnya itu bisa mendorong seseorang berpikir bahwa kesempatan tersebut sayang kalau dilewatkan. Terjadilah keputusan secara cepat melalui checkout tanpa pertimbangan yang matang. Jika hal ini tidak dikendalikan, siklus ini akan terus berulang setiap harinya dan tentu saja itu berdampak sangat buruk pada kondisi keuangan. Maka dari itu, kita harus meningkatkan kesadaran dan mengelola kebiasaan belanja dengan lebih bijak lagi.

Cerdas kelola keuangan ala Kartini Modern

Di era digital seperti sekarang, banyak sekali kemudahan, termasuk dalam hal berbelanja. Maka dari itu, agar tetap bijak dalam mengatur keuangan, biasakan untuk membuat perencanaan sebelum berbelanja dan fokus pada kebutuhan saja. Dengan cerdas mengelola keuangan, tentu  saja ini menjadi skill penting untuk perempuan modern. Kuncinya bukanhanya pintar cari uang, tapi lebih cerdas dalam mengelolannya.

Seperti yang disampaikan mba Diana, Kartini Modern harus bisa memahami 3 tombol kendali literasi digital. mulai dari:
  • Tahan 24 jam sebelum membeli
  • Sistem pisah rekening
  • Kunci tautan mencurigakan
Tahan 24 jam sebelum membeli, menjadi aturan yang harus bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Mengapa? Karena disini kita bisa belajar untuk mengambil keputusan yang tepat, ada jeda untuk berpikir ulang dan akhirnya bisa menhan diri. Dari sini, kita akan memahami, mana yang memang kebutuhan dan keinginan. Ya kalau butuh beli, kalau memang gak penting ngapain harus beli. Ini yang biasa saya lakukan, apalagi ketika anak-anak minta beli mainan. Perlu waktu lebih dari 24 jam untuk berpikir, apalagi kalau yang diminta harganya di atas 500 ribu, auto mikir ulang ini.

melek-finansial

Uang itu ibarat keran air, jika tidak dikendalikan dengan bijak, ia akan terus mengalir dan habis tanpa disadari. Maka saya setuju sekali, ketika di webinar dibahas tentang "sistem katup rekening". 

Sitem katup rekening ini bisa memudahkan kita, terutama Kartini Modern tentang cara sederhana dalam mengatur uang, yaitu dengan memisahkan uang ke beberapa rekening sesuai dengan tujuannnya. Tepatnya sejak pertama kali pendapatan kita terima, baik dari gaji, bisnis, hingga saham.
  • Ada namanya rekening kebutuhan harian, bisa untuk bayar listrik, makan, transportasi hingga pengeluaran rutin lainnya.
  • Rekening tabungan yang khusus dibuat untuk menyimpan uang agar tidak mudah dipakai, misalnya untuk tabungan masa depan.
  • Rekening dana darurat ini disapkan khsus untuk keadaan tak terduga, seperti sakit, memperbaiki rumah, sampai kehilangan pekerjaan. 
Sejak 10 tahun lalu, cara memisah rekening sesuai kebutuhan saya praktekkan langsung, dan memang sangat membantu sekali. Ada tabungan anak untuk sekolahnya, ada tabungan rutin, trekening masa depan/pensiun dan rekening dana darurat. Jadi, ketika beberapa tahun lalu melahirkan lagi, tidak pusing cari uang tambahan.

Dengan disiplin, kesadaran finansial, dan kontrol diri yang kuat, kita bisa menjaga kesehatan keuangan dan lebih cerdas mengelolannya, sekaligus mewujudkan diri menjadi Kartini Modern yang mandiri dan melek finansial.

Tidak ada komentar

Terima kasih sudah berkunjung. Silahkan memberikan komentar. Mohon maaf link hidup dan spam akan otomatis terhapus.